NovelToon NovelToon
Perusak Rumah Tanggaku

Perusak Rumah Tanggaku

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis / Contest / Patahhati / Balas Dendam / Poligami
Popularitas:421.8k
Nilai: 5
Nama Author: arikaa

Adrian Firmansyah begitulah Nama Sosok suamiku,Suami yang sangat Aku puja karena sikap Lembutnya yang penuh Cinta dan Kasih sayang yang begitu tulus padaku dan Juga kedua Buah Hati kami.
Selain Tampan dan Juga Mapan dia adalah sosok tipe suami yang sangat Ideal,baik hati Ramah,murah senyum dan sangat Menyanyangi keluargaku.aku sungguh bahagia dan Beruntung memilikinya.

Sampai Akhirnya Hari dimana Aku tidak menjadi wanita Yang sangat beruntung itu tiba.dalam sekejap suamiku berhasil membuat mahligai rumah tangga kita yang Terlihat sangat sempurna itu menjadi Hancur berkeping keping,suasana Rumah yang sebelumnya bahagia seperti Surga sekarang berubah seperti Neraka Jahanam.ya dia seperti melemparkanku jauh didasar Jurang.


Harap bijak Dalam memberi krisannya.
Updatenya Slow ya soalnya Author tetap Nerusin Cerita Author lainnya yang belum selesai.

Semoga Suka
Happy Reading

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon arikaa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Prahara mobil

Setelah seminggu Dirawat dirumah sakit,Akhirnya kesehatan Bapak semakin membaik.Nafasnya bapak kini sudah tidak terasa sesak,perlahan bapak sudah bisa Mulai Bisa Berjalan walau terkadang masih mengeluh kelelahan.selang selang Infus pun mulai dicopot dari Tubuhnya sesuai SOP pihak Rumah sakit.

" Terimakasih Nak Dokter,atas segala bantuannya selama ini sehingga Suami saya sekarang sudah dinyatakan sembuh." Ucap Ibuku pada Dokter Damar,ketika dokter Damar Terakhir kali Mengontrol Keadaan bapak yang sudah cukup membaik,dan Hari ini bapak sudah dinyatakan bisa pulang.

" Sama sama ibu,semua berkat kuasa Allah,Dan berkat Doa ibu dan mbak Bulan juga,sehingga Pak Malik bisa sembuh." Ujar Dokter Damar diiringi senyum Tulus

" Ya Allah Nak Damar anda baik sakit." Kata ibu sambil Mata berkaca kaca." Andai saja Ibu punya menantu sepertimu.." Gumaam ibu Lirih namun suaranya masih bisa terdengar Oleh Kami

" Buuuuuu......." Seruku pelan

Sedang Dokter Damar hanya Mengulas senyum tipisnya,sedang Aku menahan Rona Malu diwajahku.

" Ehem.."Dokter Damar berdehem mengusir kecanggungan." Oh ya kapan mbak bulan bisa mulai bekerja?" Tanyanya

" Emm besok insyallah saya siap dok." Jawabku

" Baik kalau begitu,saya pamit permisi dulu ya bapak,ibu,mbak bulan." Pamitnya sambil menyalami punggung tangan kedua orang tuaku.

****

Tak lama Kemudian kami semua sudah sampai Dirumah,Lalu Ku ajak bapak untuk masuk ke kamarnya dan kubaringkan ditempat Tidur yang posisinya menghadap Kearah Jendela,supaya bisa menikmati udara dan rindangnya pepohonan Di depan Rumah.

" Bulan."

" ya pak.?" jawabku sambil duduk disamping bapak

" Kamu nggak pulang ke rumah suamimu nduk,kamu sudah lama Lhoh Ngerawat bapak." tanya bapak dengan lembut dan juga Lirih

Seketika itu pula aku langsung Terdiam,memikirkan Jawaban Apa yang sekiranya bisa diterima oleh bapak,mengingat keadaan bapak yang baru saja pulih,Rasanya ingin sekali ku beritahu beliau tentang Apa yang sebenarnya terjadi,jika Rumah tanggaku kini sedang diterpa Masalah dan mungkin sedang Berada di ujung tanduk.namun Aku sadar Aku tidak boleh egois jika tidak pasti keadaan Bapak Akan Anfal lagi.jadi ku putuskan untuk Sementara waktu Menutup Rapat rapat masalahku dari bapak.

" Mas Adrian Ngerti kok pak,jika Bulan Harus berbakti dan merawat bapak." Kataku sedikit Ragu

" Tapi Kasian juga suamimu nduk.dia juga butuh bantuanmu." Ucap bapak yang mungkin Dia lupa jika mas Adrian Sudah punya istri lagi yang bisa mengurusnya

" Sudah ya pak,bapak tidak boleh banyak fikiran,bapak harus Banyak istirahat supaya cepat segera pulih dan sehat kembali keadaanya."Pintaku sambil menaikan Selimut bapak sampai ke dada untuk menutupi Tubuh Rentanya supaya selalu hangat

" Assalamualaikum. "

tiba tiba ada suara seseorang mengucap salam didepan pintu Rumah,suara yang kurasa tak asing,ya siapa lagi kalau Mas Adrian yang sudah masuk kedalam Rumah dan kini berdiri diambang pintu Kamar milik bapak ,sambil membawa Sekeranjang Buah buahan ditangannya.

" Assalamualaikum pak." Ucapnya

" walaikumsalam Adrian.masuk nak." Seru bapak lalu mas Adrian masuk kedalam lalu meraih punggung tangan bapak dan menciumnya

" Apa kabar Adrian.?"

" Alhamdulilah baik pak." Jawab mas Adrian

" Saya datang kesini untuk menjemput bulan dan juga Anak Anak pak." ucapnya pada bapak

" Oh ya tentu saja Boleh." Balas bapak sambil mengulas senyummya." Terimakasih Sudah mengijinkan bulan untuk merawat bapak Nak."

" Itu sudah kewajiban kami sebagai seorang Anak pak,dan saya tidak pernah mempermasalahkan itu." Ucap mas Adrian dengan kata kata manisnya

sedangkan Aku mulai tidak tenang dan gelisah mendengar percakapan mereka

" Lhoh nduk kenapa diam saja disitu,ayo bikinin minum suamimu." titah bapak yang langsung membuyarkan lamunanku yang sedikit tegang tadi,sedang Mas Adrian terlihat mengulas senyum simpulnya melihat Wajah gugupku

" i iya pak." Jawabku sambil kulangkahkan kakiku

menuju Dapur,namun diambang pintu aku berpapasan dengan ibu

" Ada Apa Nduk.?" tanya ibu setengah berbisik

Namun Aku tak menjawab melainkan memberi isyarat pada ibu supaya melihat kearah Kamar bapak,tak lama kemudian aku pun kembali sambil membawa Nampan yang berisikan segelas Air putih yang dingin.

" Lhoh nduk mana tehnya kok cuma Air dingin.?" tanya bapak

" Nggak usah Repot repot pak,Adrian kesini cuma sebentar saja." Potong Mas Adrian dengan cepat

" untuk apa kamu datang kesini.?" tanya ibu dengan ketus,dan seketika membuat bapak mengeryitkan dahi bapak karena Heran.

" Saya mau jemput bulan bu." Jawab mas Adrian singkat ,tapi Membuat emosiku serasa naik turun

" Lhoh buk,kenapa toh buk?Kok ibu kelihatan Tidak suka.?" tanya bapak dengan wajah bingungnya

" nggak ada Apa apa pak,sebentar ibu mau bicara dulu sama Bulan." Ujar ibu mengalihkan pembicaraan." Ayo bulan." Ajak ibu sambil menggiringku keluar dari kamar bapak dan mengajaknya ke dapur

" Gimana ini nduk,bapakmu nanti bisa kambuh lagi jika tau kamu dipukul dan dipermalukan didepan tetangga dan madumu."ucap ibu khawatir

" Bulan nggak tau buk,bulan bingung apa bulan harus memberitahu sekarang ....?"

" Sabar nduk jangan dulu." Cegah ibu

" Kamu ada uang nduk.?" tanya ibu lagi

" Uang bulan sudah habis buk,kemarin buat nebus obat bapak,sebagian juga dibantu dokter damar,sehingga bulan hanya membayar seperempatnya saja untuk biaya perawatan,semuanya ditanggung dokter Damar bu."

" Ya Allah baik sekali ya nduk Dokter itu." Ujar ibu" Lalu gimana dengan kamu nduk,ibu takut kalau kamu ikut Adrian ibu takut nanti kamu ada masalah lagi." Tutur ibu dengan sorot mata penuh kekhawatiran

" Entah lah buk,aku juga bingung." Aku menunduk dengan pasrah

" Tunggu sebentar nduk." ibu pun menyerahkan Gelang Emas miliknya

" Ibu,ibu nggak usah bulan bisa Atasi semuanya ini kok bu." Tolakku ,namun ibu tetap memaksaku untuk mengambil gelang pemberiannya itu

" Sudahlah nduk,mungkin sementara wakty kamu bisa gunakan ini dulu,buat jaga jaga nduk." Seru ibu

setelah ku pikir pikir mungkin yang dikatakan ibu benar buat jaga jaga,aku bisa menjualnya jika dalam keadaan darurat.sedangkan BPKB mobil sudah kugadaikan kemarin untuk tambahan biaya rumah sakit bapak.

" Makasih buk,maaf Bulan selalu meropatkan ibu." Ucapku lirih sambil memeluk ibu.

" Ya Allah semoga engkau membantu hambamu ini." Ucapku dalam hati

Kuraih punggung tangan bapak dengan penuh kasih sayang,mencurahkan Segala gundah dan keresahanku.

" Ndak usah nangis nduk,kan kamu mau pulang ke rumahmu sendiri sama Anak suamimu." Tutur bapak dengan lembut

Aku hanya bisa menyunggingku senyumku yang terasa Getir.

" Bulan Pamit Ya Pak." Aku menarik diri lalu beralih memeluk ibu kembali.

" Jaga dirimu baik baik ya nduk." Ujar ibu dengan Lirih." Kalau udah nggak kuat,pulanglah ibu siap untuk menjaga Kalian." Bisik ibu dengan suara pelan ,aku hanya menganggukan kepalanya sedang ibu merasa berat untuk melepaskan kami

******

Sepanjang Perjalanan Aku hanya diam dan meratapi Suasana Rintik Hujan disore hari yang menyusuri sudut jalan lewat jendela mobil.sedangkan kedua Anakku sudah tertidur pulas di bangku belakang.

" Bulan,Aku minta maaf." Ucap Mas Adrian memecah keheningan dengan suara lirihnya

" Kamu memang sengaja ingin mengambil kesempatan ketika tau bapak sudah pulih mas,

sehingga kamu bisa mengambil kelemahanku dalam situasi ini,untuk menjemputku mas kamu benar benar licik." Seruku dengan menahan emosi

" Tak kusangka setelah berpoligami,sifat baikmu perlahan Luntur dan menghilang." Sambungku dengan nada Dingin

" Aku bukan licik,tapi Aku sedang Mengambil Peluang dengan Jeli." Tuturnya santai tanpa beban dan terus fokus mengemudikan mobilku,karena memang Mas Adrian sengaja tak membawa mobilnya supaya Aku mau tidak mau harus semobil dengannya.

" Turunkan Aku sekarang Mas.!" Sentakku dengan tegas

" jangan gila kamu bulan,ini lagi hujan,jauh dari pemukiman Warga juga." Tolaknya sambil menoleh kanan kiri yang terlihat hanya hamparan area persawahan dan tuang tuang besar

" Lebih baik aku Basah kuyub kehujanan dari pada semobil denganmu mas.!"

" Ingat Bulan ini mobil kita,mobilmu dan juga mobil mas juga." Sanggahnya

" Siapa yang bilang,ini hanya mobilku.!" Sungutku tak terima

" Baiklah kita jual saja,kalau begitu.bagaimana Adilkan.?" katanya tanpa beban

Aku tertawa Sarkas mendengar ucapannya.

" Astagfirullah mas apa kau benar benar sudah putus Asa,sehingga mau jual mobil apa tabungan milikmu benar benar terkuras." Ujar ku dengan setengah mengejek

" Mau gimana lagi dari pada Jadi Rebutan,mending dijual uangnya bisa buat Beli motor untuk kita masing masing." ucapnya

" Lalu mobil mas satunya."

" kemarin Ditarik pihak Bank." Ucapnya

Apa ditarik bank....------ Aku tertawa puas mendengarnya walau sedikit ada rasa kasihan.

" Oh jadi Ini alasanmu mas, menyuruhku menjual mobil ini karena mobilmu yang satunya sudah kandas." Aku Tersenyum licik dan mas Adrian menoleh kearahku dan menatapku tajam

" Aku serius bulan,kecuali Kamu mau tetap kembali ke rumah maka mobil ini aman,dan kita bisa pergunakan sama sama." Ujarnya seenak jidadnya

" Enak aja jangan Harap.!"Tolakku tegas

" Oke kalau gitu kita jual mobil ini." Ucapnya tegas sambil tetap fokus lurus kedepan

" BPKB sudah ku gadaikan." ucapku santai

" Apa?kok kamu nggak tanyak dulu ke Aku,kenapa bertindak tanpa ijin. dan berdiskusi dulu,aku ini suamimu bulan!" Sentaknya dengan tatapan penuh menuntut.

" Kenapa tidak?kamu juga melakukan hal yang sangat besar tanpa minta ijin dan berdiskusi dulu denganku." Sautku kesal

" Itu lain lagi,Abinya Sakit dan Hampir Sekarat Bulan.!"

" Bapakku juga sakit.!" Aku menjerit sekencang kencangnya meluapkan emosiku yang sedari tadi di ubun ubun,sehingga dia terperanjat dan langsung mengerem mobilnya mendadak berhenti.

" Sekarang juga mas Turun dari mobil ini,atau kalau tidak Aku akan berteriak menuduh mas menculik kami ditengah kampung ini." ancamku

serta melirik pemukiman disekitar kami

" Kamu benar benar sudah gila Bulan.!" Ujarnya dengan tak kalah emosi terlihat urat urat diwajahnya menegang

" Turun kataku.!" Semburku

" Shittttt." Umpatnya sambil membuka pintu mobil lalu keluar dan kembali menutup Pintu mobil dengan membanting Keras

BRAKK

setelah Dia keluar,aku langsung pindah dikursi kemudi lalu kembali memacu mobilku membelah jalanan.jika Aku tak menemukan ketenangan di Suatu tempat maka zakan kucari ketempat yang lain.

beruntung kedua Anakku masih tertidur pulas hanya saja sedikit menggeliat saja tadi.

Hingga tak lama kemudian ku temukan bangunan berjejer yang menyediakan Tempat Kost dengan Area Parkir yang Cukup strategis karena Halamannya luas.Ku tepikan mobilku didepan bangunan itu ,kuputuskan untuk menyewa kost saja dari pada harus tinggal bersama Suamiku yang tak berprasaan dan tinggal dengan maduku yang selalu membuat tensi darahku tinggi.

Apalagi Aku juga sudah menerima tawaran dari Dokter Damar,untuk bekerja dibagian dapur Rumah sakit.Aku rasa bisa menjaga diri dan menghidupi kedua Anak anakku,pikirku.

_Bersambung_

Maaf Upnya Agak telat.tapi Insyallah Hari ini Up Dua kali,jangan lupa kasih dukungannya ya

Semoga suka.

Happy Reading

1
Neneng Liauw
lagian mau keluar dri rumah🏡 pke bilang dlu, cari kesempatan donkk baru kabur.
Neneng Liauw
kasih jodoh yg baik thor buat Bulan.
yg beneran sayang dan tanggung jawab pda nya dan kedua anaknya.
masa 2x punya suami d selingkuhin mulu.
Neneng Liauw
bulan masih cinta sama mantan, mka nya masih peduli dgn alasan ayahnya anak "
Neneng Liauw
ngapain juga s Bulan masih peduli sama mantan.
Neneng Liauw
sbnrnya s Bulan gak mau pisah sama suaminya krna dia masih lembek dan menye "
Glenn
Luar biasa
Neneng Liauw
sinetron ikan🐠🐋🐟 terbang
Neneng Liauw
yaa udh bertahan az, kn cinta❤😘
Neneng Liauw
klo emang masih cinta, seharusnya nerima donk d poligami.
jdi gak usah ngamuk 😃
Neneng Liauw
libas terus manusia 2 itu yg gak punya malu.
Neneng Liauw
pasti pingsan krna hamil.
Pupu Marpuah
lanjut doong
Surati
bagus
Vivi Bidadari
Damar selingkuh. ya
Vivi Bidadari
Haji somplak wkwkwk... malu nih dgn gelar hajinya
Vivi Bidadari
Sdh lah kalau tak kuat pisah jgn terlalu berharap jika hati sdh tak bisa menerima org baru utk apa bertahan hanya menambah luka dan derita
Vivi Bidadari
Suami tak sadar diri kebanyakan janji sampe basi 😂
Celia Solomasi
nwxt thor
Celia Solomasi
ohhh bulann youuu is the best,,,,
Sarifah azzamalfatih
lanjut dong Thor nc sdh bbrp bulan gak up....
dtunggu yc
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!