NovelToon NovelToon
Return: Of The Dragon Legend

Return: Of The Dragon Legend

Status: tamat
Genre:Action / Fantasi / Petualangan / Romantis / Fantasi Timur / Tamat
Popularitas:551.5k
Nilai: 5
Nama Author: Otamega

Langit membawaku ke dunia ini
Sekali lagi aku kembali
Dan Sekali lagi melihat hancurnya dunia ini
Di hadapkan dengan dua pilihan, berdiri di depan menjadi pemenang atau berdiri di belakang menjadi pecundang
Benci Rindu dendam Cinta
Aku bangkitkan sebuah legenda
Kembalinya Legenda Naga!!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Otamega, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Ch. 22. Debut Mei Hwa

“Aku harap Yan’er dapat mengambil pengalaman di pertandingan ini” Guo An meyakini jika pertandingan persahabatan ini bisa membuka wawasan baru bagi Shou Yan

Setelah melihat pertandingan Shou Yan ia merasa ada energi chi yang terarah padanya hingga ia menemukan pria sepuh yang dulu pernah berduel dengannya “Oh,, Liu Shan menjadi Ketua di sekte ini” Batin Guo An dengan sedikit senyum bangga

Guo An memberikan hormatnya dengan arti Liu Shan dapat memberikan arahan pada Shou Yan sebelum akhirnya melesat jauh ke dalam hutan

Jauh hari sebelum ke kota Changnan, Guo An sudah merencanakan untuk menitipkan cucu satu-satunya di bawah bimbingan Liu Shan

Mengingat pertarungannya dulu, ia memperkirakan kekuatan Liu Shan sudah mencapai Ranah Pendekar Suci dan keahliannya dalam memainkan pedang bisa di katakan sepuluh besar di dunia persilatan.

Di kota Changnan terdapat dua bangunan tinggi dan salah satunya adalah kediaman milik keluarga Fa, terdapat puluhan prajurit yang berada di Ranah Bumi tahap pertama dan beberapa murid dari Sekte Pedang Bulan dengan kekuatan Ranah Bumi tahap lima yang melindunginya

Setelah Bangsawan itu mengetahui akan ada serangan ke kotanya, ia mengirim utusan ke Sekte Pedang Bulan untuk membuat permintaan yang di mana isi permintaan tersebut agar dapat mengirimkan beberapa murid yang bersedia menjaga nyawanya

Di ujung ruangan terdapat dua orang penting di dalam bangunan tersebut “Ayah,, apa yang sebenarnya terjadi di kota ini..? apa kita akan tetap hidup..?” Seorang pemuda dengan umur kurang dari tujuh tahun merasa panik saat mendengar kota yang ia tempati sudah di serang oleh Kerajaan Ning

“Tenanglah Dong’er, kita akan aman di sini” Fa Zheng menyakinkan anak semata wayang untuk tetap tenang meski ia sendiri merasa khawatir namun menyembunyikannya agar bisa terlihat berwibawa di hadapan para prajurit dan para pendekar

“Tuan Fa, alangkah baiknya kita keluar dan melawan”

“Benar Tuan, kita harus menolong para penduduk”

Salah Satu murid Sekte dan pajurit mencoba untuk mengingatkan keputusan Fa Zheng yang hanya berlindung di balik pintu rumah

Fa Zheng memutar otaknya, ia sadar jika mengurung diri dengan penjagaan di dalam sebuah bangunan adalah kesalahan

Hanya menunggu waktu sampai pasukan Ning dapat menerobos masuk dan semuanya akan berakhir, namun di sisi lain pernyataan kedua orang di hadapannya tentu ada benarnya

Pria dengan pakaian mewah tersebut menggaruk kepalanya yang tidak gatal sampai akhirnya membulatkan tekad untuk membuka pintu dan melawan tetapi dengan beberapa syarat

“Apa kalian akan melindungiku?” Fa Zheng melihat ka arah prajurit sebelum berganti melihat murid Sekte Pedang Bulan yang berada di depannya

“Tentu Tuan”

Keduanya memberikan hormat sebelum memberikan perintah kepada rekan yang lain

“Dong’er,, tetaplah disini, Ayah akan melakukan yang terbaik untuk kota ini” Fa Zheng memegang kedua pundak anaknya

Fa Dong melihat keraguan di mata ayahnya namun memutuskan untuk tetap diam “Baik Ayah” ia mengangguk pelan sebelum melihat kepergian Fa Zheng dengan sebilah pedang di tangan kirinya beserta semua penjaga yang ada mengikutinya di belakang

Saat Fa Zheng membuka pintu, ia di kagetkan oleh dua gadis yang sedang membelakangi pintu “Awas nona kecil, Fa Zheng akan menyelamatkan kota ini..!”

“Aku kira bangsawa Fa akan berdiam diri sampai ia menjadi lumut di dalam ruangan” Seorang gadis dengan umur kurang dari enam tahun berbalik dan menaruh kedua tangan di pinggangnya

Melihat wajah yang tak asing bagi Fa Zheng membuat kedua matanya hampir keluar dari tempatnya “Tuan Putri..!” Fa Zheng dengan cepat memberikan hormat lalu di ikuti prajurit dan murid dari Sekte Pedang Bulan

Langka Mei Hwa terhenti saat hendak membuka pintu rumah karena ia mendengar pembicaraan yang meredamkan amarahnya  “Jika Tuan Fa memutuskan hal lain, mungkin aku akan memberitahu Raja tentang sikap Tuan”

“Ma-maaf Tuan Putri” Fa Zheng berkeringat dingin saat mendengar ancaman dari Mei Hwa, di lain hatinya ia merasa tenang dengan keputusan yang ia ambil “Jika aku tidak memutuskan keluar, mungkin setelah ini kepalaku akan di gantung di gerbang kota” Batinnya

“Kali ini aku memaafkanmu,, akan tetapi kau harus memenuhi tanggung jawabmu..!” Meski Mei Hwa ingin memberikanya pelajaran karena lalai menjalankan sebuah kota namun situasi yang terpenting adalah saat ini

Dengan kedatangan Mei Hwa di kediaman Fa menjadi tempat darurat yang memberikan setiap arahan atau tindakan yang akan di berikan, dengan Mei Hwa sebagai kepala pemimpin

Dengan modalkan sebuah Peta, Mei Hwa mulai memperkirakan setiap titik yang membutuhkan pertolongan “Mungkin ada sekitar dua ratus prajurit yang berhasil menyusup ke kota ini” batinnya

“Tuan Pendekar, bawa beberapa dari kalian dan pergilah ke arena”

“Sebagiannya lagi pergilah ke tempat ini..” Mei Hwa menunjuk ke tempat pertarungan Shou Yan berada, dengan banyaknya prajurit Ning, Shou Yan mungkin akan kualahan saat menghadapinya “Semoga Yan’gege baik-baik saja”

“Para prajurit kesini.. dan ke arah.. tempatkan disini..” Mei Hwa mulai memberikan perintah dengan menunjuk semua tempat yang ia perkirakan sedang membutuhkan bantuan “Apa kalian semua mengerti..!?”

“Mengerti Tuan Putri”

“Lakukan..!”

“Baik..!”

Para pendekar dan para prajurit membagi masing-masing kelompoknya sesuai dengan arahan Mei Hwa dan pergi menuju tempat yang sudah di tentukan

Fa Zheng yang berada di sebelah kanan Mei Hwa sudah memakai perlengkapan perang lengkap dengan pedangnya, menunggu arahan dari Mei Hwa jika sewaktu-waktu di butuhkan, meski terbilang penakut keahlian beladirinya setara dengan Ranah Bumi tahap empat

Xiao Lung yang melihat keterampilan dari Mei Hwa membuatnya mematung seketika, meski Mei Hwa tidak pandai dalam beladiri dan sifatnya yang pemarah ia dapat membantu dengan kecerdasannya dalam memimpin “Sedangkan aku..? hanya menjadi beban” Batin Xiao Lung dengan sedikit menunduk

Mengingat ia pernah kalah melawan anak yang usianya dua tahun lebih muda darinya, membuat dirinya mengerti akan betapa lemahnya dia “Aku harus mejadi lebih kuat lagi” Batinnnya

 “Nona Lung,, tidak perlu menjadi orang lain, cukup jadi dirimu sendiri” Mei Hwa yang melihat kegelisahan di wajah Xiao Lung mencoba untuk membantunya dengan cara memberikan motivasi

Xiao Lung menggaruk hidung saat Mei Hwa dapat membaca suasasana hatinya “Terima Kasih Tuan Putri” mendengar saran dari gadis kecil di sampingnya membuat dirinya sedikit tenang

Mei Hwa mengangguk pelan sebelum melihat ke langit “Yan’gege..” Mengingat keadaan Shou Yan yang menahan para prajurit Ning demi keselamatannya dan Xiao Lung membuat hati kecilnya tak karuan

“Mungkin ia sedang memikirkan pemuda yang bermarga Shou itu” Batin Xiao Lung sebelum ia ikut melihat ke arah yang sama dengan Mei Hwa “Itu..?” Xiao Lung menyipitkan mata saat menyadari perubahan Langit yang awalnya mendung berubah menjadi Cahaya ke emasan dengan bentuk “ Naga..!?

**//**

Halo semuanya, semoga sehat selalu ya.. ;)

Melihat karya senior yang lain, ane berencana untuk membuat IG yang dimana akan ada info Return: Of The Dragon Legend seperti halnya sosok Shou Yan, Mei Hwa, Xiao Lung dan char yang lain

Jika banyak yang minat akan ane buat

jika tidak,, ya,, gak papa.. ber-fantasi dengan kreativitasnya sendiri

Xiexie :)

1
arya
Luar biasa
Rohmad Purwanto
keeeerrreeeeen
Harman LokeST
seeeeeeeeeeeeeeemmmaaaaaaaaaannngggaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaTtttttttttttttttttt teeeeeeeeerrrrrrrrrrruuuuuuuusssssssss
terus berkarya dan tetap semangat 👍👍👍👍
Maaaaantaaaaap
Yan Gege harus menang
NICE 👍👍👍👍👍👍
kompetisinya kok terus kapan perangnya dg golongan hitam
Keren dan bener keren tor
keeeerreeeeen
Jooooooooooooozzzss
mana mungkin membiarkan Yan Gedenya terkurung disel
jangan mundur kejarlah Yan Gege putri
usil sama Monster
wkwkwkwk sedih juga menahan kerinduan sama Yang Gege
Shou Yang harus bangkit tunjukan Pada Hwa er untuk menang
Kerinduan yg terbayar.. he.. he.. he
Hantu Kaisar Ming he... je... he
Mantap... mogok tidak mau keluar karena rindu Sou Yan
cincin dari gurunya kenapa tidak pernah dibuka bahkan tidak pernah tersentuh
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!