Sungguh Erick tidak sengaja melakukannya, tapi apa mau dikata Vellin sudah hamil.
Mereka menikah tanpa landasan cinta, Erick sang superstar dan Vellin guru biologi. Apakah seiring berjalannya waktu semua akan berubah?
Bagaimana dengan murid Vellin yang bermasalah, apalah dia mampu menyelamatkannya?
Ini bukan hanya tentang kisah cinta yang menyebabkan baper semata, tapi juga sebab akibat nafsu yang tak terkendali
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ka Umay, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Keinginan Erick
Seorang ibu merupakan anugrah tak ternilai yang tuhan berikan pada seorang anak, bukan hanya waktu dan tenaga yang seorang ibu korbankan melainkan juga nyawa. Bagaimana kita sangat menyusahkan ketika dikandungan, melahirkan nyawa menjadi taruhan, juga ketika mulut ini hanya bisa menangis. Kita tidak bisa melakukan apapun tanpa beliau.
Pengorbanan Vellin untuk bayinya masih sangat panjang, ini baru awal dan permulaan. Selama hampir sebulan dia tidak bisa makan dengan tenang. Semua makanan yang masuk ke mulutnya keluar lagi tanpa aba-aba.
Untunglah, sup pereda mabuk ala nenek moyang Vellin bisa mengobati mual luar biasa itu. Cara membuatnya sederhana dan mirip seperti sup pereda mabuk yang biasa dibuat di Korea.
"Makasih tante, sekarang perutku jadi lebih baik. Udah lama aku nggak makan normal kayak gini." Vellin menikmati sup yang dihidangkan Mira, tantenya.
"Coba kalau kamu nikahnya sama Ranzi, tentu kamu tidak akan menderita sampai sebulan. Karena tante sudah mengajarinya cara membuat sup ini."
Ucapan Mira membuat keadaan menjadi canggung, terutama pada Erick yang seperti tidak mendapatkan restu.
"Saya akan berusaha keras untuk belajar cara membuat sup ini, tante tidak usah khawatir," ucap Erick.
"Jangan omong kosong, bukanya besok kamu sudah harus ke Korea untuk menyiapkan konser."
Kata-kata Mira membuat Erick diam, pandangan Vellin sendu melihat wajah murung suaminya itu.
"Tenang aja, aku bisa masak sup ini sendiri kok, Erick 'kan emang harus kerja. Kalo dia cuma nungguin aku di rumah siapa yang bakal nyari uang buat anak kita." Vellin berharap kalimatnya barusan bisa membantu.
"Kalian sudah seperti keluarga sungguhan, saya bisa apa lagi. Terserah kalianlah, tante harus ke kantor menyerahkan laporan."
Mira beranjak meninggalkan kursi, buru-buru Erick membawakan tasnya sampai ke depan.
Sementara Vellin mengembuskan napas berat setelah kepergian tantenya. Hati yang dulu sekeras baja mencintai Ranzi perlahan memudar, tetapi orang-orang yang berada di sekitarnya belum bisa menerima hal itu. Walaupun rasa cinta untuk Erick terasa nyata tetapi Vellin masih bingung apakah itu sungguh cinta atau sebatas kekaguman dari seorang fans untuk idolanya?
Vellin mencuci piring tanpa bantuan pelayan, untuk urusan dapur dia ingin mengendalikan sepenuhnya. Sulit, ya sangat sulit membedakan perasaannya. Kagum atau cinta?
Tiba-tiba tangan kekar melingkar di perut Vellin, membuat gadis itu terkejut dan hendak berbalik tetapi sebuah dagu buru-buru bersandar di pundaknya.
"Katanya sex bisa memperlancar proses persalinan loh," ucap Erick dengan nada manja.
Jantung Vellin berdegung kencang, kalimat itu mengarah ke sesuatu yang terlalu kotor untuk dipikirkan. Tidak! Seharusnya itu hal yang wajar.
"Ma ... Maksudnya?" Kali ini Vellin sungguh berpura-pura bodoh.
Erick mengecup leher Vellin dengan cepat, "mau aku jelasin atau langsung aku ajarin?"
Vellin meneguk ludah, perasaan ini tidak mungkin sebatas kagum dari seorang fans untuk idolnya tetapi lebih dari itu. Sungguh!
"A ... Apa ini ... Tidak terlalu cepat?" Vellin menahan kata-kata memalukan itu.
"Apa menurutmu begitu, tapi bagaimana ya, aku sungguh ingin memperlancar proses persalinan anak kita."
Tangan kekar Erick mengusap perut Vellin, seperti aliran listrik yang mengalir deras tangan itu membuat Vellin merinding.
Erick mulai dengan ******* leher Vellin, kaki gadis itu seakan tak mampu menopang tubuhnya lagi.
"Ka ... Kamu besok beneran mau ke Korea?" tanya Vellin sembari menahan desahannya.
Pria itu berhenti dan membalik tubuh Vellin, ia melepas sarung tangan untuk mencuci piring.
"Iya, makanya itu suamimu ini butuh energi yang banyak. Kamu harus beri energi sekarang," pinta Erick.
.
.
.
***bersambung.
makasih buat orang-orang yang ngasih vote dan like 😘***
semahal apapun ikan, tetep aja ujung²nya di penggorengan 🫕🫕🫕