"Gak usah sok baik sama gue. Ingat, lo tuh orang yang paling gue benci," sewot Niar saat berhadapan dengan bos sekaligus mantan saat SMA dulu. Takdir macam apa ini? mau resign sayang gaji dan fasilitas penunjang, bertahan juga harus menyiapkan mental bertemu dengan dia setiap hari.
"Gak usah jutek gitu. Nanti minta balikan," ledek Gesta yang memang senang sekali bisa bertemu dengan mantan pacar yang terpaksa putus, padahal masih sayang.
Akankah mereka akur dan bisa profesional? happy reading.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Lel, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
DIA DATANG
"Weekend kemarin kencan sama si bos ya?" ledek Rasti saat mereka menuju ruang meeting, Niar hanya mengerutkan dahi. Kencan? Kapan?
Perasaan minggu lalu sang kakak lahiran, dia jadi penjual alpukat, sedangkan weekend ini malah ada acara aqiqah di rumah, perasaan Niar gak ada kencan. Dari mana Rasti menebak hal itu. "Enggak, dua minggu ini gue di rumah. Repot di rumah malah, kenapa?" tanya Niar balik. Giliran Rasti yang mengerutkan dahi.
"Kemarin tuh aku makan di restoran di mall, depan play ground gitu deh, nah aku yakin sih itu Pak Gesta, dan sama cewek, terus gandeng anak kecil laki-laki, ya gue kira lo, kencan sambil bawa ponakan. Mau gue sapa, sungkan deh gue!" lapor Rasti yakin betul kalau yang dilihat weekend kemarin Pak Gesta. Niar menggeleng, dia ada acara aqiqah ponakannya.
"Terus sama siapa dong? Jangan bilang Pak Gesta diam-diam sudah punya istri," pemikiran senewen dari seorang Rasti membuat Niar memutar bola mata malas. Cuma sebagai orang yang dekat dengan Gesta, dan hampir setiap hari berkabar Niar jadi penasaran siapa perempuan dan anak kecil itu. Selama meeting, otak Niar bercampur antara fokus pada agenda rapat dan juga laporan Rasti. Pandangannya memang tertuju pada Gesta, seolah memperhatikan analisis yang disampaikan Gesta, padahal kenyataannya, Niar sedang menebak minggu kemarin dia kencan bersama siapa.
Sampai meeting selesai, Niar belum bisa menebak, mau menanyakan langsung, Gesta keburu pergi karena mau ada meeting dengan para dewan. Oke menunggu pulang kantor saja, setidaknya biar agak longgar. Keduanya pun fokus pada kerjaan masing-masing. Meski, Niar sesekali membalas pesan masuk dari Zaldy, atau sang ibu dan teman lainnya, obat suntuk kerja.
Yah, sejak transaksi alpukat tempo hari, Zaldy ternyata memberanikan diri bertanya pada Rafly tentang Niar. Sebagai seorang kakak dan mengenal baik Zaldy, Rafly tentu terbuka dengan cara pendekatan Zaldy yang terkesan masih malu-malu untuk mengakui tertarik pada Niar.
Kalau pun ada niatan serius, Rafly akan mendukung Zaldy meminang sang adik. Ditambah moment saat aqiqah anak kedua Rafly, Zaldy sengaja datang bersama ibunya, Rafly kaget karena ternyata Niar sudah mengenal Umi Zaldy, tampaknya perempuan paruh baya itu juga tertarik pada kepribadian sang adik. Klop bukan.
Weekend ini saya dan karyawan cafe mau ke Dufan. Berminat? Sama Zifa juga boleh atau ajak Rafly juga. Zaldy sengaja mengirim pesan pada Niar, berniat liburan bareng.
Niar tersenyum, asyik kalau ke Dufan ramai-ramai begini ya. Gak pa-pa nih, aku ikut? Tanya Niar memastikan, khawatir sudah semangat ternyata PHP, duh pasti malu banget.
Ya gak pa-pa kan udah aku tawari. Zifa semangat tuh, malah dia yang usul.
Niar pun segera membalas oke. Aku ikut.
Dia pun chat Zifa, Sengaja banget kasih usulan buat aku ikut ke Dufan. Ada udang di balik bakwan pasti?
😆😆😆😆, yah ketahuan deh. Sengaja memang, lagian kalau diajak terus bareng karyawan Abang, aku gak dekat. Kurang puas saja. Ikut ya Mbak.
Oke. Aku udah jawab iya ke Abang tersayang kamu.
Cie makin intens nih, chat-chat annya.
Biasa aja kali.
Gak biasa Mbak. Soalnya Abang baru menyambut perkenalan dengan cewek tuh sama Mbak doang. Mana Umi tiap hari selalu tanya Mbak Niar. Mereka sampai bertengkar loh.
Hah? Bertengkar kenapa? Tanya Niar penasaran.
Umi pengen tiap hari chat atau video call Mbak, tapi Abang melarang takut mengganggu aktivitas Mbak Niar. Lagian Abang juga bilang jangan terlalu grasak-grusuk, nanti Niar gak nyaman. Tapi tahu gak balasan Umi gimana?
Gimana?
Loh justru kalau gerak cepat Niar bakal sadar kalau Umi dan kamu minat sama dia. Ya Allah, Mbak. Aku yang dengar perdebatan mereka ngakak. Yang satu ingin tancap gas, yang satu ingin alon-alon asal klakon.
Niar tersenyum membaca pesan Zifa, tiba-tiba kok dia teringat dengan Gesta ya. Padahal dia mengaku terang-terangan ingin balikan dengan Niar, tapi sampai detik ini tidak mengenalkan secara personal ke mamanya. Yah memang saat papa Gesta meninggal, Niar sudah berinteraksi dengan mama. Tapi itu kan keadaan tidak normal, mendahulukan empati.
Lihatlah sekarang, tidak ada tuh usaha Gesta mendekatkan Niar dengan sang mama, bahkan nomor ponsel saja Niar tak tahu, jelas tak pernah chat lah. Sangat berbeda dengan keluarga Zifa, yang berinisiatif menghubungi Niar. "Kayaknya niat balikan hanya di mulut deh," gumam Niar semakin menciut dengan keseriusan Gesta.
"Mbak Met, sebagai perempuan nih yah. Mbak melihat siapa yang serius antara cowok yang terus-terusan bilang aku sebagai tujuan hidup tapi tak mendekatkan dengan keluarganya, atau cowok yang berusaha mendekati aku sekaligus mendekatkan ke keluarganya?" tanya Niar ingin tahu pendapat orang lain, meski hatinya sudah bisa menilai Zaldy lebih serius daripada Gesta dengan konteks 'tujuan hidup'.
"Nomor dua lah. Pernikahan itu tak hanya sekedar menikah, tapi menyatukan dua keluarga menjadi keluarga besar. Jangan sampai menikah tapi tak ada restu keluarga, pasti berat tuh menjalaninya!" ujar Meta yang lebih berpengalaman. Niar mengangguk paham.
"Kenapa kamu tanya begitu? Kamu ada yang melamar?" tebak Meta dengan ekspresi kaget.
"Apaan sih, cuma nanya doang bukan berarti aku ada yang melamar kali," Niar mengelak, padahal usaha Umi dan Zaldy memang mengarah ke sana.
"Pak Gesta mulai PHP ya?" karena Meta melihat semakin ke sini, Gesta semakin profesional dengan Niar. Berbeda saat awal dulu. Apa mungkin karena beban pikiran Gesta ingin membawa perubahan di perusahaan ini, sehingga urusan cinta diabaikan dulu.
"Apa hubungannya sama Pak Gesta, gak ada kali. Lagian sejak awal aku menganggap dia teman lama doang. Dianya saja sok-sok an mau dekat dengan mantan!" Meta tertawa melihat Niar yang kesal.
"Heleh aslinya kamu juga deg deg ser kan kalau dijahili atau diajak makan sama Pak Gesta?" todong Meta, dan Niar hanya berdecak sebal. Sial saja karena responnya ditangkap oleh Meta.
"Dikit," jawab Niar penuh gengsi, dan Meta malah meledeknya.
Usia Niar juga sudah 24 tahun, beberapa kali ibu juga bertanya soal kapan nikah? Atau punya pasangan, cuma Niar masih belum minat untuk kenal dan mencari pasangan, apalagi setelah bertemu Gesta. Ada porsi masih mengharap Gesta juga, meski selalu ia tutupi. Cuma kalau memulai dari 0 dengan lelaki lain, Niar malas beradaptasi lagi, PDKT lagi layaknya remaja. Aduh buang-buang waktu bagi Niar.
Cuma hatinya memang meragu dengan Gesta. Tak bisa plong mengiyakan saat modus balikan dilancarkan oleh Gesta. Entah sampai kapan.
"Uncle Daddy!" panggil seorang anak kecil saat Jaka dan Gesta akan keluar dari lobi kantor. Anak laki-laki ganteng itu sepertinya sudah menunggu kedatangan Gesta, begitu melihat pria itu, bocah itu langsung merangkul Gesta.
Beberapa karyawan yang berhamburan ke luar dari lift, berhenti sejenak melihat interaksi Gesta dan anak kecil itu. "Dia merengek mau bertemu sama Kak Gesta!" ucap seorang wanita cantik dengan menenteng tas branded sembari mendekati Gesta.
Spontan Gesta menatap sekeliling saat Angel mendekatinya, pundak kokoh Gesta langsung luruh saat melihat Niar ternyata berdiri tak jauh darinya. "Cay?" gumamnya menatap sang mantan.
"Eh itu cewek persis di mall kemarin kayaknya," ceplos Rasti sembari berbisik pada Niar. "Ni, ditatap bos tuh!" lanjutnya sembari menyenggol lengan Niar pelan.
Angel ikut menatapnya, dan Niar ingin menangis, cuma ia tahan. Kilatan bayangan saat SMA muncul. Ia pun berjalan bersama karyawan lain, sembari mengangguk hormat saat melewati Gesta. Lebih baik segera pulang.
sama2 terbuka...
jadi nya enak...bisa nyari solusi bareng..
tapi niar harus kenal dulu siapa zaldy..
Biarin aja Gesta emg demennya ma cwe bekasan yg udh berbuntut.. Biar nyaho tuh gesta dapetin cewe sekenan 🤣
Btw ga pantes thor tu cwe dikasi nama angel, hrsnya devil aja 🤭
i
cowo kaya gini nih...sat set...
ngajakin nikah...bukan pacaran...apalagi balikan...