NovelToon NovelToon
BAGAI MUSAFIR

BAGAI MUSAFIR

Status: tamat
Genre:Teen / Komedi / Contest / Tamat
Popularitas:72.2k
Nilai: 3
Nama Author: Gubahan Z

tak peduli seberapa jauh dirinya diasingkan, tak peduli seberapa hina dirinya dikucilkan. fasalnya keyakinan tetaplah sama nasywa. aku adalah aku...

teruslah melangkah kedepan, meskipun orang yang kau anggap sebagai kekasih hayalan telah selamanya menghilang.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Gubahan Z, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Sebotol air

Semburat warna merah jingga tergambar jelas di cakrawala, mata beningnya menatap sayu pada kerlap kerlip cahaya lampu... Nasywa beranjak pulang dari sekolahnya setelah menghabiskan waktunya selama enam jam tanpa keluar dari kelasnya karena masih merasa malu dan tertekan.

Dadanya panas seolah bergejolak emosi yang tak lagi tertahankan saat melihat lelaki jalang yang terus saja menatapnya dari kejauhan. Absurd, jika ia harus membalas tatapan dari lelaki itu untuk kesekian kali, seakan air liurnya ingin ia keluarkan karena alergi dan benci. Baginya laki-laki hanyalah sampah yang hanya mementingkan hasrat pribadinya saja.

Sikap Malda yang pemberani dan memiliki wajah bagaikan bak Yunani itu selalu dikagumi oleh seluruh siswa/i yang terpesona akan keistimewaannya, tak hanya itu. Malda juga selalu mendapatkan prestasi no satu serta selalu mendapatkan penghargaan oleh para guru, tidak heran jika anggota Genk sultan yang pemalas selalu memusuhinya dalam diam, begitu pula dengan Nasywa yang menganggapnya hanyalah seorang lelaki tampan biasa saja, seperti kebanyakan pemuda milenial pada umumnya. Absurd, jika ada setitik perasaan muncul dalam hatinya yang tertutup untuk tidak menyukai siapapun.

Nasywa tidak pernah sedikitpun berharap ingin didekati ataupun mendekati seorang pria meskipun itu adalah teman sebayanya, ia hanya ingin mendapatkan kehidupannya yang normal dan jarang sekali diperhatikan. Namun harapannya kini telah pupus setelah melihat seorang bocah nakal itu terbaring lemas ditengah-tengah lapangan bersama ketiga temannya setelah menjalankan suatu hukuman, terdapat sedikit rasa iba yang terlukis jelas diwajahnya, dirinya pun mendekat berjalan perlahan, berniat memberikan sebotol air mineral untuk menghilangkan dahaga pria itu walaupun hanya sesaat.

"Aku ingin memberikan mu ini." Naswa berdiri di hadapan Zim yang tengah terbaring lemas, berusaha menormalkan kembali helaan nafasnya. Lalu mulai menengadah ke atas perlahan, dilihatnya sebotol air yang sudah tergeletak di samping tubuhnya, namun tidak mengetahui siapa orang yang begitu baiknya telah memberikan air mineral itu.

Sementara dilain sisi. Nasywa sengaja meninggalkan pemuda itu tanpa berpamitan ataupun menyapa terlebih dahulu, dan langsung berjalan dengan santainya, seolah seperti tidak memperhatikannya sedikit pun, bahkan melirik ataupun menoleh kearahnya pun tak ingin. Anggap saja sebagai tanda balas Budi terhadap bocah nakal itu karena sudah ingin menemaninya, disaat Nasywa tengah dipermalukan oleh semua orang.

"Terimakasih..." zim bergumam lirih karena lelah.

"Bro, ayo kita pulang!" ajak Rinto sambil mengulurkan tangannya, sementara pakaian seragamnya yang ia kenakan, terlihat sangat kotor sekali dipenuhi oleh noda debu yang menempel setelah bangkit dari hamparan luasnya lapangan.

"Iya."Zim mengangguk pelan, seraya menerima uluran tangan dari temannya itu. Lalu berjalan sempoyongan menuju ruangan kelas yang terlihat sepi, tak ada seorang pun siswa, selain dirinya yang masih saja belum pulang. "Ini minumlah dahulu!" tawar Zim pada temannya. Jelas sekali, terlihat temannya masih terengah-engah dan lesu setelah berlari mengelilingi luasnya lapangan sambil mengangkat sebuah kursi kayu di atas pundaknya selama lima belas putaran tiada henti.

"Hillih, kapan kau membeli air ini?" tanya Sandi heran, padahal jelas-jelas sedari tadi Zim hanya terbaring lesu sepanjang waktu tanpa bergerak sedikitpun.

"Ada orang yang membuangnya didekat ku tadi," jawabnya berbohong, karena dirinya juga merasa heran, siapa dan kapan seseorang dengan sangat baiknya sengaja meletakkan air itu begitu saja. Lalu pergi tanpa memberikan kata-katanya sebelum Zim mengetahui orang itu.

1
Sakura Chan
Assalamualaikum wr wb

Izin pm thor, mampir yuk ke ceritaku judul nya

Aku Tetap Cinta
Moh Rusno
lanjuuuuut
Qirana
Lanjut Lagi
💗💗💗💗💗🌷🌷🌷🌷
Qirana
Keren Thor 💕💕💕💕💕💕
Qirana
7in1
Semangat
💜💜💜💜💜💜
Dania
Hahaha, ngakak deh bang Ke
Dania
Author ga di gc lagi ya
Dirimu tak pernah nongol saat itu
Dania
Nyusul dukungan
dirimu kemana Thor
syafakhaira
ayolah lanjut, masa udah tamat sih 🤔 blm kan , maaf blm sempet baca
Muti☑️: Jangan lupa liat cerpen aku yang terakhir ya kak yang judulnya satu amin dua iman
total 1 replies
syafakhaira
udah tamat ya, aku blm sempet baca
Muti☑️: Jangan lupa liat cerpen aku yang terakhir ya kak yang judulnya satu amin dua iman
total 1 replies
RN
like harian datang lagi kk feedback totok pembangkit saling dukung
my angels🤟
ceritanya kayak anjing
my angels🤟
aq kangen bgt ma km bee
💫✰✭ᵀᵀ°𝓔𝓵𝓪 𝓐𝓻𓅓 𝓝𝓛✰✭🌹
aku mampir kk.... ceritanya bagus
pemimpi
Namanya kok gitu banget othor ...

Bank ke 🤣🤣🤣
Babyba
semangat kakkk
Andremardi
sangat mnyntuh..
nickname
like🔥✌️✌️✌️
αιиυи мαя∂ιαн
ceritanya bagus ba. tapi kenapa gak dilanjutkan seperti planning yang sempat aba bilang sebelumnya🤣🚴🚴
syafakhaira
jaharaaaa masa cwek itu beban 🙄
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!