Kisah masa kecil anak laki-laki dan perempuan bernama Gilang dan Andin. Mereka adalah sepasang sahabat kecil. Mereka sama-sama duduk di bangku Sekolah Dasar.
Orang tua Gilang adalah seorang pegawai negeri sipil dan orang tua Andin adalah seorang petani. Meski mereka berasal dari status sosial yang berbeda, orang tua mereka tidak pernah melarang untuk berteman.
Suatu ketika, saat Gilang dan Andin lulus kelas 6 Sekolah Dasar. Orang tua Gilang dipindah tugas di kota. Akhirnya mereka terpisah. Gilang harus mengikuti orang tuanya dan tinggal di kota. Sedangkan Andin masih tetap di desa.
Setelah dua belas tahun berlalu, Gilang sudah lulus kuliah dan diterima kerja sebagai seorang dokter. Dan suatu saat, Gilang ditugaskan untuk mengabdi di sebuah desa yaitu Banjar Wangi tempat dia tinggal dulu waktu kecil.
Gilang pun dipertemukan dengan Andin yang sudah lama tak bertemu. Gilang bekerja di Puskesmas Desa Banjar Wangi. Disana dia bertemu dengan Andin yang bekerja sebagai seorang guru.
Saat bertemu Andin, Gilang sudah berstatus tunangan dengan Friska (teman kuliah Gilang).
Akankah Gilang dan Andin dapat bersatu?
Simak terus kelanjutan ceritanya ya
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon e'Rmaa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 22# Awal Ujian
Awal ujian Andin dan Gilang.
Pagi itu Andin sangat bersemangat untuk bangun lebih pagi. Dia melakukan sholat terlebih dahulu dan lanjut belajar untuk persiapan ujiannya pagi ini.
"Anak ibu rajin sekali. Semoga ujiannya hari ini lancar ya nak, " ucap ibu.
"Amin," jawab Andin.
"Sekarang sudah jam setengah enam nak. Kamu segera ganti baju dan sarapan. Karena ibu sudah siapkan sarapan," ucap ibu.
"Iya bu. Oh iya, ayah sudah berangkat ke sawah ya bu. " ucap Andin.
"Iya nak. Ayah kan selalu berangkat pagi. Tadi ayah juga berpesan untuk disampaikan ke kamu nak. Kata ayah, kamu harus semangat dan jangan tegang. Kamu harus tenang dalam mengerjakan soal ujian, " ucap ibu.
"Andin akan selalu ingat pesan ayah, " ucap Andin.
"Sekarang Andin mau pakai seragam dulu ya," lanjut Andin.
"Iya nak, " jawab ibu.
Andin pun ke kamarnya untuk berganti baju. Dan tak lama kemudian, Andin pun selesai. Lalu dia pun sarapan pagi bersama ibunya.
"Ayo nak kita makan, " ucap ibu.
"Iya bu, " jawab Andin.
Andin dan ibu pun segera sarapan pagi.
Lima belas kemudian. Andin pun selesai sarapan. Dia pun segera menunggu Gilang di depan.
"Jam segini Gilang kok belum datang ya, " ucap Andin.
"Sabar dulu nak. Habis ini pasti nak Gilang datang, " jawab ibu.
Sepuluh menit kemudian Gilang pun datang.
"Assalamualaikum, " ucap Gilang.
"Walaikumsalam, " jawab Andin.
"Aku kira kamu gak datang, Lang. " ucap Gilang.
"Ya gak mungkin aku gak datang dong Andin. Hari ini itu ujian nasional kan, " jawab Gilang.
"Iya sudah. Kalau ngobrol terus kapan kita berangkatnya. Ini sudah siang, nanti kita terlambat datang ke sekolah. " ucap Andin.
"Ayo.. Ayo segera naik Andin. Dari tadi kamu aku tunnggu loh tapi kamu gak mau naik-naik," ucap Gilang.
"Kalian itu ya. Pagi-pagi sudah kayak burung berkicau. Sudah segera berangkat nanti terlambat, " ucap ibu.
"Andin pamit dulu ya bu, " ucap Andin sambil mencium tangan ibunya.
"Gilang juga pamit dulu ya bu. Doakan kami bisa mengerjakan soal ujian dengan benar, " ucap Gilang sambil mencium tangan ibunya.
"Iya nak. Ibu akan doakan kalian berdua bisa lancar mengerjakan soal ujiannya, " jawab ibu mendoakan Andin dan Gilang.
"Kalau gitu kami berangkat dulu. Assalamualaikum, " ucap Andin dan Gilang.
"Walaikumsalam. Hati-hati di jalan ya nak, " jawab ibu.
Andin dan Gilang pun segera berangkat ke sekolah. Dan tak lama kemudian...
Tepat pukul enam lebih lima belas menit, mereka sampai di sekolah. Gilang pun memarkirkan sepedanya dan setelah itu mereka berjalan menuju ruang ujiannya.
"Andin kamu di ruang berapa?, " tanya Gilang.
"Aku di ruang 1, Lang. Kalau kamu di ruang berapa?, " ucap Andin.
"Aku di ruang 2, Ndin. " jawab Gilang.
"Berarti kelas kita bersebelahan, Lang. " ucap Andin.
"Iya Ndin. Sebaiknya kita masuk ke dalam kelas kita. Mumpung masih ada waktu, kita bisa belajar lagi. " ucap Gilang.
"Kamu benar Lang. Ya sudah aku masuk kelasku dulu ya, " ucap Andin.
"Iya Lang, " jawab Gilang.
Mereka pun masuk ke dalam ruang kelas masing-masing. Di dalam kelas, mereka berdua fokus untuk belajar. Hingga akhirnya....
Teettt... Teeetttt....
Bel pun berbunyi tanda masuk. Saat itu tepat pukul enam lebih empat puluh lima menit.
Tak lama setelah bel, guru piket ujian masuk ke dalam ruang kelas ujian.
"Selamat pagi anak-anak, " ucap guru piket menyapa anak-anak.
"Selamat pagi bu, " jawab anak-anak.
"Apakah kalian sudah siap mengerjakan ujian hari ini?, " tanya guru piket.
"Siap bu, " jawab anak-anak.
"Kalau begitu kita berdoa dulu sebelum mulai ujian, " ucap guru piket.
Mereka pun berdoa yang dipimpin oleh guru piket ujian. Dan setelah selesai mereka meletakkan tas di depan kelas. Lalu guru piket membagikan kertas dan soal ujian sambil memeriksa kartu ujian masing-masing anak.
"Tolong siapkan kartu ujian kalian di atas meja karena ibu akan periksa, " ucap guru piket ujian.
"Iya bu, " jawab anak-anak.
Setelah guru piket membagikan kertas dan soal ujian. Bel tanda dimulainya ujian pun berbunyi.
"Karena bel sudah berbunyi. Sekarang kalian sudah bisa mulai mengerjakan soal ujiannya. Waktu kalian mengerjakan hanya seratus dua puluh menit atau dua jam. Mohon tidak membuat kegaduhan di dalam kelas. Selamat mengerjakan, " ucap guru piket ujian.
Anak-anak pun mulai mengerjakan soal ujian. Semua fokus pada soal masing-masing.
Andin dan Gilang pun juga fokus dan semangat mengerjakan. Meski mereka berbeda kelas tapi mereka tetap semangat.
Waktu seratus dua puluh menit pun telah berlalu. Bel tanda selesai ujian pun berbunyi. Semua siswa harus mengumpulkan soal dan jawaban ujiannya di atas meja. Lalu mereka pun mengambil tasnya dan kembali duduk di bangku masing-masing.
"Alhamdulillah ujian di hari pertama ini lancar. Semoga ujian besok juga lancar dan kalian bisa mengerjakannya dengan benar. Pesan dari ibu tetaplah semangat menjalani ujian. Sampai ketemu besok dan selamat pagi, " ucap guru piket ujian.
"Selamat pagi bu, " jawab anak-anak.
Guru piket ujian pun keluar dari ruang kelas. Lalu anak-anak pun juga bersiap untuk pulang.
Andin pun keluar dari kelas dan menunggu di depan kelas Gilang. Dan tak lama kemudian, Gilang pun keluar.
"Gimana ujiannya tadi, Lang. " tanya Andin.
"Alhamdulillah lancar. Aku bisa mengerjakan soalnya dan tepat waktu, " jawab Andin.
"Alhamdulillah aku juga sama Lang. Semoga besok kita juga bisa mengerjakannya ya, " ucap Andin.
"Amin. Ayo sekarang kita segera pulang ya Ndin. Alhamdulillah kita bisa pulang pagi jadi masih banyak waktu untuk belajar lagi, " ucap Gilang.
"Iya Lang. Aku tunggu kamu disini ya, " ucap Andin.
"Iya Ndin," jawab Gilang.
Andin pun menunggu Gilang mengambil sepedanya di tempat parkir.
Tak lama kemudian, Gilang pun keluar.
"Ayo naik Ndin, " ucap Gilang.
"Iya Lang, " jawab Andin.
Andin pun naik di sepeda Gilang. Lalu mereka pun segera berangkat pulang. Dan di sepanjang perjalanan mereka membahas tentang ujian tadi.
"Lang, tadi ada 2 soal yang aku agak bingung menjawabnya soalnya hampir sama sih jawabannya. " ucap Andin.
"Betul Ndin. Aku tadi juga merasa seperti itu. Sampai aku ulangi lagi bacanya tapi tetap masih bingung. Tapi aku berharap semoga jawaban aku tqdi benar, " ucap Gilang.
"Iya Lang. Di kelas aku tadi semuanya pada fokus. Bahkan aku sampai gak sempat lihat teman-teman saking aku fokus banget. Hehehe... " ucap Andin.
"Kamu tuh semangat banget sih," ucap Gilang.
Karena asyiknya mereka mengobrol sampai tak terasa mereka sudah sampai di depan rumah Andin. Lalu Andin pun turun dan Gilang langsung pulang ke rumah.
meski sudah terpisah tp tetap dipersatukan
Sukses ya Thor 👍☺
Seneng lihat Gilang sama Andin bisa bersatu lagi😁
Andin dan Gilang happy ending 🥰🥰