"Akhh.. bagaimana bisa aku seceroboh ini. Dua kali sudah aku menggangu ketenangan pria itu dan pria itu adalah bos ku sendiri." Ucap Stela frustasi.
Stela (22 Tahun), baru lulus kuliah dan yatim piatu.
"Dasar perempuan ceroboh. Apa dia tidak mengenali wajahku?" Batin Daniel.
Daniel (28 tahun) satu-satunya anak dari Darren maxwel dan Isabelle Morgan Maxwel. Siapa yang tidak mengenal nya. Wajah tampan, jenius, disiplin, tegas dan punya beberapa perusahaan dan sudah mendunia. Namun wajahnya selalu dingin, hampir tidak pernah tersenyum.
||||••••|||||||
Simon (28 thn) merupakan tangan kanan Daniel. Wajahnya tak kalah jauh dari Daniel. Namun dia memiliki sifat kejam, bahkan tidak segan-segan akan menghabisi nyawa yang membuat kesalahan yang fatal. Dia dipertemukan dengan Chathy (22 thn) yang memiliki sangkut paut dengan masa lalunya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nidia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 22.
"Lebih baik aku mati dari pada menuruti perkataan pria brengsek seperti mu".
"Kalau begitu, lompat lah sekarang dengan begitu kamu bebas. Aku ingin melihat seberapa beraninya dirimu".
Cathy lalu melompat dari balkon.
"Byurrr.." Cathy terjatuh ke dalam kolam. Dia mulai kehabisan nafas. Cathy bahkan tidak tau bagaimana caranya berenang.
"Mungkin ini adalah akhir hidup ku. Selamat tinggal dunia" Cathy lalu memejamkan matanya.
Simon melihat Cathy yang sudah jatuh ke kolam. Ia ingin membebaskan Cathy untuk sementara. Dia tahu bahwa di bawah ada kolam sehingga saat Cathy menjatuhkan tubuhnya tidak akan terjadi apa-apa. Karena pada akhirnya dia akan tetap mendapatkannya. Saat melihat Cathy melambai-lambaikan tangannya seperti ingin meminta bantuan Simon mulai khawatir. Dia lalu terjun ke kolam saat melihat Cathy tidak bergerak lagi.
Simon membawa Cathy ke permukaan kolam dan membaringkannya.
"Cath" panggil Simon sambil menepuk-nepuk pipi Cathy. Kemudian memeriksa pernapasan dan denyut nadi Cathy.
"Cath, bangun" teriak Simon saat melihat Cathy tidak bernapas lagi. Kemudian dia melakukan CPR untuk pertolongan pertama. Namun tidak ada reaksi dari Cathy.
"Tidak, aku tidak mengijinkan mu mati, kamu mendengar ku kan" ucap Simon. Lalu dia memberikan nafas buatan kepada Cathy.
"Uhukk..uhukk." Cathy mengeluarkan air dari mulutnya.
"Apa aku sudah mati?" Ucap Cathy dan kemudian pingsan.
Simon cemas dan mengarahkan jarinya ke hidung Cathy untuk memastikan apakah Cathy masih bernafas.
"Ternyata dia hanya tidak sadarkan diri saja".
Simon menggendong Cathy ala bridal style ke kamarnya. Setelah sampai di dalam kamar, dia membawanya ke kamar mandi dan mengganti pakaian Cathy dengan memakaikan bathrobe miliknya. Simon terpaksa melakukannya sendirian mengingat para pembantunya tidak ada di rumah, karena memang setiap weekend pelayan di rumahnya di berikan waktu untuk beristirahat. Simon mencoba mengontrol dirinya agar tidak melakukan apa pun kepada Cathy. Simon membaringkan Cathy di tempat tidur lalu menelepon seorang dokter yang merupakan sepupunya..
|||||||||||||||||
"Aku tinggal sebentar, jangan pulang dulu sebelum aku datang. Satu hal lagi, jangan biarkan dia pergi dari rumah ini. Kalau sampai itu terjadi kamu tau kan apa yang akan aku lakukan" ucapnya kepada Celine
"Apa-apa an kamu ini. Sudah menyuruh mengancam pula, kalau bukan karena kamu sepupu ku , sudah ku suntik mati kamu. Aku juga punya anak di rumah yang harus ku jaga" Ucap Celine dengan kesal lalu melemparkan bantal ke arah Simon. Mereka sudah biasa seperti ini.
"Aku akan menyuruh Jack menjaga putra mu itu. Kamu tidak usah khawatir" ucapnya lalu menghubungi Jack yang merupakan suami dari Celine.
"Apa gadis ini kekasih mu? Aku kira kamu tidak normal. Syukur lah, uncle pasti senang mendengar kalau kamu punya kekasih" Ucap Celine.
"Apa kamu mengencani anak SMA?, Astaga Simon.. , di luar sana bertebaran wanita- wanita yang sudah matang. Kenapa kamu harus memilih gadis belia seperti dia"
" Hei, diam lah. Aku tidak ingin cari ribut dengan mu. Cepat lah kamu periksa kondisinya".
Simon lalu pergi meninggalkan Celine di kamarnya.
Kini Simon berada di salah satu ruangan di rumahnya yang sengaja di desain untuk digunakan Simon menenangkan dirinya ketika lelah.
"Halo, tolong belikan beberapa set pakaian wanita. Pilih pakaian yang tidak terlalu terbuka".
bahasnya pemeran utama dlu napa thor.