Kdrt? Dibenci keluarga? Hidup tersiksa? Itu semua telah aku rasakan, sakitnya hidup di bawah tekanan rumah tangga, disiksa, dan di permainkan, aku telah mengalami itu semua.
Bagiku, pernikahan pertamaku hanyalah status belaka, nyatanya, pernikahan itu adalah neraka bagiku.
Aku mencoba untuk bertahan saat itu, tapi apalah dayaku. Takdir memang tidak mengijinkan ku untuk hidup bersama dengan pria itu.
Tragedi kecelakaan yang menewaskan David-suami pertamaku, membuat aku harus benar benar merasakan kerasnya dunia. Aku harus berjuang seorang diri, mencari nafkah untuk anakku, dan juga diriku.
Hingga akhirnya, aku kembali menemukan sosok pria yang telah mengisi hari hariku, yang menemaniku, dan tanpa aku sadari telah menyelinap masuk kedalam hatiku.
Pria itu tanpa aku sadari, sedikit demi sedikit telah mengobati rasa sakit dan luka ku.
Dan dari sinilah kisah ku dimulai, kisah dimana aku harus berusaha mengobati luka di hatiku. Aku akan kembali bangkit dan menata kehidupanku.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Niluh Deviani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Pasangan pesta
"David, aku mencintaimu aku tidak mau menikahinya David tolong aku.." David terkekeh sinis lalu menepis tangan wanita itu.
"Kenapa? Setelah kau tau bahwa pria yang kau nikahi adalah saingan yang paling aku benci? Apa kau takut aku akan berbuat sesuatu padanya?"
"David.."
"Cukup Lily!! Aku tidak membutuhkan penjelasanmu. Setelah kau mengandung anak pria itu jangan berharap kau bisa menyentuhku lagi!!" Lily tercekat. Rahasia yang selama ini ia rahasiakan akhirnya David berhasil mengetahui nya.
"Pergi dari sini aku muak melihat mu. Dan yah jangan khawatir aku akan hadir di pesta pernikahan mu!"
"David dengar kan aku.."
"KELUAR!!"
"Dan jangan berani kau menampakan dirimu di depanku lagi" Lily menyeka air matanya. Ia keluar ruangan itu sambil menangis
"Setidaknya kali ini aku membutuhkan Joana di samping ku"
🍁🍁
David berjalan menuju mansionnya sambil sibuk dengan pikirannya.
Jika aku menceraikan Joana saat ini aku tidak akan mendapatkan warisan dari orang tuaku, tapi jika aku bertahan aku tidak sanggup lagi bersama wanita itu. Batin David.
Tanpa ia sadari ia sudah berada di depan pintu. Ia menekan bel beberapa kali sebelum seorang maid akhirnya datang dan membukakan dirinya pintu.
"Diaman Joana?" Tanya David, maid itu menunduk sambil menjawab "Nyonya muda tengah beristirahat di kamarnya tuan" kata maid itu.
"Baiklah"
David berjalan menuju kamarnya, disana ia melihat Joana tengah terbaring lemah dengan infus di tangannya.
"Da..David" Joana tampak berusaha bangkit dari tidurnya karena ia melihat sang pemilik ranjang tengah ada di depannya.
Joana ingat David melarang keras dirinya untuk tidur di ranjang miliknya. Joana takut David akan marah melihatnya tidur di situ.
"Sudahlah jangan memaksakan dirimu, kali ini aku memaafkanmu karena kau sakit. Tapi jangan berani kau melakukannya lagi jika kau sudah sehat!" Kata David dengan raut datarnya. "Baik, terimakasih David"
Tanpa memberikan tanggapan untuk Joana David langsung menuju kamar mandi. Ia terdiam di sana.
Hingga beberapa saat kemudian terdengar suara shower dari kamar mandi. Menandakan David tengah mandi di dalam sana.
David keluar dengan wajah lebih segar, handuk melilit di pinggang rampingnya hingga di lututnya. Perut atletis dan kaki jenjang nya tetkespos dan menggoda siapapun yang melihatnya di tambah dengan tubuh beserta rambut yang masih basah.
Joana terkesima melihat David, tanpa ia sadari David tau bahwa ia tengah di perhatikan. Joana memalingkan wajahnya saat tau David menyadari bahwa ia tengah memandanginya dari tadi.
"Tidak usah khawatir, aku sudah biasa di pandang seperti itu" Joana mengumpat di dalam hati. "Dan melihat wanita yang malu malu sepertimu, kau tidak usah berpura pura seperti itu di depanku. Aku tau kau mengaggumiku. Secara aku ini adalah pria yang di idam idamkan sejuta umat manusia di muka bumi ini" lanjutnya. Joana terdiam. Ini pertama kalinya David berbicara sepanjang itu padanya.
"Da.. David.."
David menyadarinya, ia berdehem menetralkan perasaan nya. "Sudah lupakan, aku akan keluar jangan berani menyentuh barang barang ku" Tegas David seperti biasanya.
Ia kembali keluar mansion.
..
Disisi Lain.
Seorang pria tengah berperang dengan pikirannya sendiri. Dia adalah putra sulung Daniel dan Catrine yaitu Damian. Kakak dari David dan ipar Joana yang kini tengah pusing memikirkan gadis kecil yang tidak lain adalah Gloria.
Gadis itu selalu mengganggu pikirannya hingga saat ini. "Ck. Apa yang terjadi padaku, ah sadarlah Damian dia itu adikmu jangan berpikir hal aneh lagi. Fokuslah kepada pekerjaanmu" Damian memijat pangkal hidungnya.
Ia memanggil sekretaris nya untuk masuk keruangan nya.
"Iya tuan, anda memanggil saya?" Tanya wanita berstelan formal itu. "Bacakan jadwal saya besok"
"Baik tuan" Wanita itu mulai membacakannya. "Besok jam delapan pagi anda akan mengikuti rapat bersama Haston group Setelah itu anda akan makan siang bersama Mr. Vrionle dan beberapa rekan kerja anda lainnya. Lalu, bla bla bla bla... Dan di jam delapan malam anda akan menghadiri pesta pernikahan Mr. Xavier." Damian mengkerutkan keningnya. Jadwalnya sangat padat hari ini. Bahkan ia harus menghadiri pesta pernikahan juga.
"Tunggu apa Lily adalah pengantin wanitanya?"
"Iya tuan"
Damian tertawa di dalam hati. Pantas saja David terlihat kusam ternyata kekasih hatinya akan menikahi pria lain.
"Anda juga bisa membawa pasangan anda untuk hadir di pesta itu tuan" kata sekretaris itu sambil tersenyum malu malu.
Damian menyeringai. Sepertinya ini adalah saat yang tepat untuk memanasi David. Ia akan membawa pasangannya sedangkan David hanya akan hadir seorang diri mengingat ia pasti tidak akan membawa Joana kesana.
"Persiapkan dirimu, kita akan menghadiri pesta pernikahan itu"
"Sa..Saya tuan"
"Lalu siapa lagi yang aku maksud kalau bukan dirimu? Apa OB tua yang menyebalkan itu?. Cepat pergi dan persiapkan dirimu"
Wanita itu mengagguk sambil tersenyum senang. OB yang di maksud Damian adalah OB tua yang dulu pernah bekerja di kantor ini. Damian sangat membencinya karena OB itu berani menumpahkan kopi di jas mahalnya dan detik itu juga OB itu langsung di pecat.
Kembali pada David yang tengah bingung mencari pasangan pengganti untuk pesta besok. Tidak mungkin ia membawa Joana dan jika ia tidak membawa pasangan Lily pasti akan mengejeknya karena itu.
"Aarrggh... sial apa tidak ada satu wanita pun yang mau bersama ku?" David mengambil ponselnya dan menghubungi Zey.
Beberapa saat kemudian pria dengan wajah datar itu datang ke hadapannya.
"Ada apa?" Tanya nya.
"Aku perlu seorang wanita untuk ku ajak besok malam" Jawab David
"Apa kau kira aku ini asistenmu yang bisa kau perintah huh?"
"Ayolah Zey aku perlu seorang wanita untuk ku ajak besok"
"Bukankah istrimu juga wanita? Ataukah dia berganti kelamin hingga kau tidak bisa mengajaknya?" David memutar bola matanya jengah. "Kau tau aku tidak akan melakukan itu. Setidaknya kau bisa ku andalkan untuk hal ini Zey"
"Aku tidak sudi menjadi pasanganmu!" Kesal Zey sambil melipat tangannya di dada "Sial bukan itu maksudku. Setidaknya kau bisa membantuku mencarikan aku wanita"
"Kau tinggal melelangnya saja apa susahnya" jika saja Zey bukan sahabatnya sudah ia pastikan pria itu akan ia buang dari lantai sepuluh. Pasalnya ia sangat menyebalkan.
"Aku hanya bercanda" Lanjut Zey dan mendapatkan tatapan dingin dari David. "Kau hubungi saja Samuel bukankah dia pakar wanita?"
"Ah iya juga, aku akan menghubungi pria itu!"
David menghubungi pria itu dan beberapa saat kemudian seorang pria tampan bertubuh tinggi tegap datang sambil memainkan rambutnya.
"Ada apa kau memanggil ku?"
"Aku ingin kau mengabulkan tiga permintaanku!" Kata David sambil terkekeh.
"Jangan lupakan lampu ajaibnya David"
Mereka semua tertawa kecuali Zey pastinya. Samuel adalah pria dua puluh tujuh tahun yang juga teman David. Dia merupakan pria yang di rebuti banyak wanita hingga mereka menyebutnya pakar wanita.
"Sudahlah, Samuel aku membutuhkan bantuan mu, besok adalah pesta pernikahan Lily aku menginginkan wanita yang bisa ku ajak kesana"
"Kau menemui orang yang tepat David. Aku mempunyai tiga wanita yang cocok"
Samuel memberikan tiga foto wanita cantik kepada David. "Mereka semua cantik bukan?" David mengangguk.
"Aku ingin wanita ini" Kata David menunjukan wanita dengan rambut pirang yang terurai.
"Namanya Clieftin Xienfroa Adelronea. Dia wanita keturunan Kanada cantik dan juga seksi dia adalah mantan model tapi terpaksa di berhentikan karena kasus narkoba dan pembunuhan" David melempar foto itu sambil bergidik ngeri. "Aku tidak akan mengajak penjahat itu ke pesta. Aku akan memilih wanita ini saja"
David kembali menunjuk wanita cantik berambut sebahu Dangan manis dan menawan. "Itu adalah Varelieanda Gromilan Grendo. Wanita kelahiran Inggris yang sangat manis usianya baru dua puluh tiga tahun" David tersenyum sambil memandang foto wanita itu. "Dan juga janda anak tiga"
"Ukhuk" David tersedak air liurnya sendiri mendengarkan lanjutan Samuel. "Aku tidak mau mengajak janda itu. Yasudah yang ini saja"
David memandang miris foto wanita dengan rambut biru bergelombang, dadanya yang penuh bibir bulat dan hidung mancung.
"Dia adalah Mieran Clofiader Myno. Wanita itu sangat seksi aku menemukannya di klub malam temanku dia adalah wanita miskin yang tidak di bayar setelah melayani seorang pria"
David menggretakan rahangnya. "Lalu kau mau aku mengajak wanita itu huh? Kau benar benar tidak bisa di andalkan. Setidaknya bawakan aku wanita yang normal"
"Apa mereka tidak normal?" Cetus Zey.
"Sudah lah kau pilih wanita yang akan kau ajak ke pesta"
"Tidak ada" David mendesah panjang. "Aaakhh..lalu siapa yang akan ku ajak ke pesta"
"JOANA" jawab mereka berdua dengan serentak.
"Dia adalah wanita yang pas" Lanjut Samuel.
"Ah..baiklah Joana" Jawab David dengan nada malas
____
mari saling mendukung.
yuk mampir uga di novelku.
🙏🙏