NovelToon NovelToon
CHOSEN HUMAN

CHOSEN HUMAN

Status: sedang berlangsung
Genre:Action / Time Travel / Fantasi Isekai
Popularitas:2
Nilai: 5
Nama Author: Ya'purmansyah

Kisah petualangan seorang pemuda yang dipilih semesta untuk pergi bersama para roh pendampingnya ke dunia lain. Disana mereka akan membantu membereskan semua kekacauan yang di sebabkan oleh para pasukan Iblis.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ya'purmansyah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Ivie Si Gadis Kecil

Keesokan harinya Ipul pun terbangun dari tidurnya, ia terkejut karna melihat di sampingnya ada seorang anak gadis kecil dan di sekelilingnya terdapat pepohonan yang besar dan banyak.

“Seperti di dalam hutan, bukankah sebelumnya aku masih di dalam kamar istana. Jika ini berpindah tempat lagi, kenapa tidak ada cahaya terang di dalam mimpi sebagai pertanda akan berpindah.!” Gumamnya di dalam hati.

“Wah.! Syukurlah tuan sudah bangun.” Kata gadis kecil itu kepada Ipul yang masih duduk dan sedang merasa kebingungan.

“Perkenalkan nama saya Ivie, tuan siapa dan kenapa tidur di sini..?” Tanya gadis kecil sembari memperkenalkan dirinya.

“Nama saya Ipul, saya seorang pengelana.! Mungkin karena kelelahan saat perjalanan tanpa sadar saya tertidur di sini.!” Jawab Ipul sembari memperkenalkan dirinya kepada gadis kecil yang ada di sampingnya.

“Apakah tuan ingin tetap di sini menunggu ku, atau ikut dengan ku mencari tanaman obat dan setelah itu akan aku bawa tuan ke desa ku..??” Tanya ivie kepada Ipul

“Aku akan ikut saja bersamamu mencari tanaman dulu, dan setelah itu ajak aku ke tempat mu ya.!” Jawab Ipul.

Sembari tersenyum Ivie menjawab.

“Baik lah tuan.”

Lalu mereka berdua pun pergi memasuki hutan untuk mencari tanaman untuk obat-obatan dan jamur yang bisa dimakan.

Di sepanjang perjalanan mereka saling bercerita dan bermain-main sembari memetik tanaman dan jamur. Dan tanpa terasa tanaman obat dan jamur yang mereka petik sudah lebih dari cukup, dan sudah saatnya mereka untuk pulang ke desa.

Sesampainya di desa, Ipul langsung di bawa gadis kecil itu ke kediamannya yang kebetulan tempat kediaman kepala desa.

Di sana Ivie tinggal bersama ayahnya yang seorang kepala desa dan neneknya. Setiap Ivie selalu membatu neneknya meracik tanaman obat dan memasak makan untuk mereka sehari-hari.

Dengan makan seadanya mereka pun menjamu Ipul layak tamu mereka. Karna melihat mereka hanya makan sedikit, karna mungkin mereka takut tamunya kekurangan makan, Ipul pun tak tega melihat mereka.

Lalu ia mengeluarkan daging segar yang dibuatnya menggunakan Gelang Universal dari dalam ransel.

Agar mereka tak curiga, Ipul pun menjelaskan bahwa daging itu sisa buruannya semalam yang tak habis dimakan.

Karna takut busuk lebih baik dimasak di sini saja untuk mereka makan nanti malam. Dan besok ia kan coba berburu saat menemani Ivie mencari tanaman obat.

Melihat daging yang banyak itu, Ivie pun kegirangan. Karena sebelumnya mereka sangat jarang sekali makan daging walau setiap hari ayahnya selalu berburu di hutan.

Ivie pun mulai bergegas mencuci dagang tersebut hingga bersih, lalu memberikannya kepada neneknya untuk direbus dan dimasak untuk makan malam nanti.

Sembari menunggu rebusan daging, Ivie dan neneknya mulai meracik obat dari tanaman obat yang mereka petik tadi pagi.

Sedang kan ayahnya Ivie, setelah makan siang ia langsung pergi untuk berburu di dalam hutan.

Disitu Ipul yang hanya bisa melihat dan memperhatikan mereka berdua yang sedang menumbuk ramuan kering untuk di jadikan obat.

Tanpa terasa hari sudah mulai senja, dan ayah Ivie membawa hasil buruannya pulang. Hasil buruan tersebut langsung di bersihkan dan disimpan di sebuah tempat untuk diawetkan.

Setelah ayah Ivie selesai membersihkan hasil buruannya dan mandi, mereka semua pun berbincang dan bercerita tentang keadaan mereka dan seluruh keadaan penduduk yang ada didesa tersebut.

Dari cerita itulah Ipul baru tahu alasan kenapa mereka tidak bisa makan daging setiap hari, walau pun setiap hari mereka berburu.

Mendengar cerita itu Ipul pun tak tega, mulai besok ia akan membatu mencari buruan untuk mereka makan, dan ayah Ivie akan berburu untuk membayar upeti.

Tanpa terasa waktu makan malam mereka pun tiba, mereka pun mulai makan daging masakan si nenek. Terlihat Ivie sangat lahap dan gembira memakannya.

Ipul pun juga makan dengan lahap karna masakan sang nenek mengingatkannya pada masak ibunya di rumah. Walau pun mereka semua makan sangat banyak, namun daging yang dimasak masih belum habis di meja.

Karna sudah tak sanggup makan lagi, daging sisa tersebut disimpan nenek untuk mereka sarapan besok pagi.

Setelah selesai makan malam mereka segera bersiap untuk tidur. Ipul pun tidur dengan nyenyak setelah makan malam yang banyak bersama mereka tadi.

Di pagi harinya, Ipul sudah terlihat bersiap untuk pergi menemani Ivie mencari tanaman obat dan sembari berburu.

Setelah selesai sarapan pagi mereka berdua pun berangkat ke hutan bersama, sedangkan ayah dan nenek Ivie berangkat ke ladangnya untuk memanen gandum.

Sesampainya Ipul dan Ivie dihutan tempat mereka kemarin cari obat, Ipul berpura-pura untuk berburu. Mereka berpisah untuk masing-masing mencari buruan mereka dan berjanji bertemu di tempat yang sudah ditentukan oleh mereka.

Setelah merasa sudah jauh dari tempat Ivie mencari Obat, Ipul pun membuat seekor rusa besar menggunakan gelang Universal lalu menyembelihnya.

Lalu ia pun mencari tanaman obat dan jamur untuk membatu Ivie agar bisa cepat pulang.

Setelah kurang lebih tiga jam pura-pura mencari hasil buruan, Ipul pun datang menghampiri Ivie yang sedang asyik memetik tanaman obat dan jamur.

Tanpa disadarinya diam-diam Ipul memasukkan hasil petikannya ke dalam keranjang.

Melihat keranjangnya sudah penuh, mereka pun bergegas pulang ke desa dengan membawa hasil buruan Ipul yang cukup besar.

Sesampainya mereka di rumah, Ivie melihat rumahnya yang masih kosong. Lalu ia mengajak Ipul pergi ke ladang gandum untuk membantu ayah dan neneknya memanen.

Melihat mereka berdua datang ke ladang, sang nenek pun terkejut. Lalu Ivie bercerita bahwa hari ini mereka terlalu bersemangat dan tak sadar dengan cepat mengumpulkan semua yang mereka cari.

Lalu sang nenek pun tersenyum mendengar cerita cucunya itu.

Setelah selesai memanen gandum mereka pun segera pulang membawa hasil panen dan menyimpannya di tempat yang sudah mereka sediakan.

Karena hari ini akan datang pedang yang akan membeli hasil panen dan hasil buruan penduduk desa untuk dijual lagi ke kota.

Ayah Ivie pun mengeluarkan semua gandum dan hasil buruannya sudah disimpannya selama selama sepekan.

Dari hasil penjualan itulah penduduk desa tersebut dapat membayar upeti yang sangat tinggi ke pada bupati mereka yang ada dikota.

Jika mereka tidak mampu membayar upeti yang sudah ditetapkan, maka anak mereka akan diambil paksa untuk dijual ke kota sebagai budak.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!