Xun JeHa, seorang anak yg lahir dengan kondisi tubuh cacat, jantungnya mengalami kebocoran menjadikan tubuhnya mudah lelah, serta kualitas tulang yg rendah membuat dirinya sama sekali tidak mempunyai harapan menjadi seorang pendekar.
Namun suatu kejadian telah merubah itu semua, merombak kehidupannya dan membuatnya menjadi pendekar tanpa tanding.
Sanggupkah pemuda berwajah rupawan itu memikul tanggung jawab dengan kekuatan yang dia miliki..??
Update setiap senin-jum'at.
sabtu-minggu libur (family time)
©by RubahPerak77
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon RubahPerak77, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Penyamun Gunung
Dua bulan berlalu sejak Xun JeHa diangkat Cucu oleh Yan Jian, perlahan tapi pasti keceriaan mulai terlihat kembali menghiasi wajah anak laki laki itu. Apalagi sekarang dia menemukan teman bermain se baya.
"Yan Ming, kembalikan sepatuku, jangan lari", Nampak kedua bocah itu tertawa dan bermain bersama. Yan Mou hanya geleng geleng kepala sambil tertawa kecil melihat tingkah polah kedua bocah tersebut.
Di waktu yang sama, telah terjadi kegemparan di desa lereng gunung pinus dikarenakan munculnya segerombolan penyamun yang saat ini melakukan serangan, penjarahan dan pengrusakan.
Penyamun itu berjumlah seratus orang, mereka mulai menjarah harta, hewan ternak dan hasil panen para penduduk desa. Murid murid sekte Pedang Pinus yang sedang berjaga di desa tersebut pun tak mampu berbuat banyak dikarenakan kalah jumlah. Salah satu murid yamg selamat langsung bergegas menuju sekte Pedang Pinus guna memberi kabar sekaligus mencari bantuan.
"Toloooong...ada perampok menyerang desa", Murid itu pun langsung berteriak saat mendekati gerbang sekte Pedang Pinus.
Ketua Yan sedang berada di ruangan nya saat menerima kabar penyerbuan desa tersebut tidak bisa menyembunyikan rasa geram nya.
"Segera kumpulkan para Tetua dan para murid inti yang ada, aku sendiri lah yang akan memimpin serangan pada para sampah itu...!!!!". Nampak aura membunuh memenuhi ruangan tersebut, membuat si pembawa pesan bergidik karena ngeri.
Tidak butuh waktu lama, tujuh puluh pendekar telah berkumpul di aula utama, diantara para pendekar itu terlihat Zhao Min dan Feng Shen yang sedang serius mendengarkan arahan dari Yan Jian.
"Mari berangkat dan jangan sisakan satu pun bedebah itu, tunjukan pada mereka siapa penguasa gunung pinus..!!!" Teriakan dan yel yel memenuhi aula utama setelah Yan Jian berkata demikian.
Mereka pun segera berangkat dengan nafsu membunuh yang memenuhi dada mereka, ke tujuh puluh pendekar tersebut bergerak sangat cepat, memperlihatkan kemampuan ilmu meringankan tubuh mereka di level yang tinggi.
Hanya butuh beberapa saat bagi rombongan pendekar sekte Pedang Pinus untuk tiba di desa terdekat, mereka melihat beberapa penyamun sedang membawa barang jarahan nya, sedang yang lainnya asyik membunuh penduduk tak berdosa. Yan Jian secara mengejutkan langsung berada di dekat penyamun yang sedang berusaha membunuh laki laki paruh baya. Belum habis rasa terkejut si penyamun ketika menyadari ada sesosok pendekar berada di dekatnya, Yan Jian langsung melepaskan jurus perubahan jenis api.
Seketika dari telapak tangan Yan Jian menyemburkan api yang sangat besar, api tersebut dengan cepat melahap tubuh si penyamun. Jerit kesakitan dari si penyamun itu segera membuat rekan rekan nya menoleh dan langsung menyerbu Yan Jian, namun belum sempat mereka mendekat, sudah datang sepuluh pendekar dari Pedang Pinus dan langsung menyerang para penyamun tersebut.
Ditengah tengah kekacauan dan pertarungan antara murid murid Pedang Pinus dan para penyamun, Yan Jian langsung bergerak untuk mencari Pemimpin penyamun dengan harapan untuk menyudahi pertempuran ini secepat mungkin.
Setelah mencari dan sekaligus membunuh beberapa penyamun yang ditemui nya, Yan Jian melihat di kejauhan Zhao Min dan Feng Shen sedang bertarung dengan dua orang pendekar yang akhirnya diketahui sebagai pimpinan dari para penyamun.
"Kalian ber dua mundurlah, biar aku yang menghadapi mereka", Yan Jian segera mengedarkan tatapan membunuh kepada kedua lawannya, seketika itu pula tubuh kedua pemimpin penyamun menjadi berat dan susah digerakkan.