Cerita ini bermula dari perjodohan seorang anak SMA yang dijodohkan karena hutang keluarganya dia terpaksa menikah. ternyata laki laki yang akan menjadi suaminya adalah guru sekolahnya sendiri
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon santisnt, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
chapter 22
Sisil kemudian pergi kekamar dan mencari lemari pakaiannya.didalam pakaian itu terlihat jelas semua pakaiannya sangat sopan dan panjang bukan tipe Sisil
"baju apaanih gebor banget dia kira gue badut Ancol apa"ucap sisil melihat baju
"ini kan baju orang tua mama gue aja nggak pernah pakai kayak ginian "ucap Sisil membuka dan melebarkan baju daster
"pak baju yang bener nggak ada.kenapa baju orang tua semua"teriak Sisil kesal
Jordan hanya tersenyum licik dan puas mendengar kekesalan Sisil namun Jordan hanya diam tak bergeming
"oke lu kira gue bisa Lo kibulin nggak segampang itu manusia setengah iblis"ucap Sisil menyeringai
kemudian Sisil mengambil kaos milik suaminya itu dan hanya menggunakan selek sebagai celana.sisil dengan puas keluar dari kamar itu
"ehmmmmnm"ucap Sisil
"kamu sudah selesai,kamu kenapa menggunakan pakaian itu.bukankah itu pakaian saya "ucap Jordan terkejut
"ohhh jadi baju bau perngus ini punya bapak "ucap Sisil sambil berjalan
"lepaskan sekarang pakaian kamu dan ganti dengan yang telah disiapkan"ucap Jordan membalikan pandangan menuju Sisil
"bapak mau pakaian ini ambil kalau bisa"ucap Sisil memasuki kamar dan menguncinya
"ahhhh dasar bocah kencur"ucap Jordan kesal
Sisil tertawa puas mendengar ocehan Jordan yang semakin lama sudah terdengar seperti rapper dan tidak merespon apapun.sisil malah menggunakan headset.
"kamu cepat keluar buatkan saya makanan saya lapar"ucap Jordan mengetuk namun Sisil sama sekali tidak mendengarnya
"heiiiii kamu tuli ya,cepat keluar dan buatkan saya makanan kalau dalam lima menit kami tidak keluar dan tidak masak Jagan salahkan saya jika terjadi sesuatu nanti"ucap Jordan dengan kesal
namun kekesalan Jordan sama sekali tidak didengar dan direspon sisil.sisil malah sibuk mendengarkan lagu di YouTube dan tak menghiraukan jordan.sufah belalu 15 menit akhirnya Jordan merasa murka dan mematikan saklar lampu rumahnya
"ahhhhhhhhhhhhhh"teriak Sisil dengan jelas
"tolong aku takut gelappp siapa pun tolong "teriak Sisil histeris
"nah rasaiin tu"ucap Jordan tertawa kejam dalam hati
"ma,pa tolong Sisil takut "teriak Sisil semakin histeris tangisannya sudah menjadi Isak tangis
"apa anak itu setakut itu dengan gelap"ucap Jordan
suara Sisil sudaj terdengar serak Jordan yang mendengarnya tidak kuat dan menyalakan saklar lampu itu kembali dan menghampiri Sisil dikamar tamu
"Heii cepat buka sudah tidak gelap lagi"ucap Jordan mengetuk pintu
"ma,pa Sisil takut"ucap Sisil masih menangis
"kamu baik baik saja kan"ucap Jordan khawatir
namun Sisil masih saja menagis terisak serak.jordam kemudian mencoba membuka pintu kamar Sisil namun tidak bisa akhirnya Jordan memutuskan untuk mendobrak pintu tersebut.terluhat Sisil disudut ruangan meringkuk tertunduk sambil menutup telinganya
"hei kamu baik baik saja"ucap Jordan berlutut disamping Sisil
"bawa saya pergi pak saya mau pulang"ucap Sisil mengangkat wajahnya yang sudah sembap
"kamu tidak perlu takut ini lampu sudah menyala lagian tidak ada apa apa"ucap Jordan
"pak saya mohon bawa saya keluar dari sini saya mau pulang"ucap Sisil memeluk Jordan dengan tubuh yang gemetar
"okeyy tapi kamu tenang dulu,tunggu sebentar"ucap Jordan menuju lemari mengamby rok
"kamu gunakan ini untuk menutupi kakimu"ucap Jordan
kemudian Sisil langsung menyaluk kakinya dengan rok dan bergegas keluar dengan tubuh lemas dan gemetar selama diperjalanan Sisil nampak diam seperti depresi
GARA-GARA SEBOTOL MINUMAN