Bayangan orang-orang untuk status putri tunggal keluarga pengusaha ternama, adalah gadis anggun yang penuh pesona dan wibaya seorang penerus tahta.
Tapi nyatanya, itu tidaklah berlaku untuk Larissa Moretti. Meskipun ayahnya seorang pengusaha kaya raya yang tersohor di Kolombia, serta memiliki ibu yang anggun dan lemah lembut.
Gadis itu sama sekali tidak mewarisi sikap ibunya, gadis itu adalah gambaran gadis jalanan yang urakan, suka membuat masalah hingga membuat sang ayah menggeleng-gelengkan kepalanya yang hampir pecah.
Puluhan bodyguard yang di sewa ayahnya selalu mengundurkan diri bahkan sebelum mereka bekerja satu Minggu mengawal gadis urakan itu.
Hingga untuk terakhir kalinya, sang ayah menyewa bodyguard melewati agensi terbaik di Kolombia, dan menyewa seorang bodyguard yang memiliki reputasi terbaik disana.
Gavin Kingsley, pria berumur 30 tahun dengan perawakan super atletis dan yang paling membuat Larissa tertegun adalah wajahnya yang tampan.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon By.DarkRose, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 10: "Saya Hanya Menjaga Aset Tuan Moretti"
...Suasana di dalam kabin mobil sedan hitam yang melaju membelah jalanan kota Bogota siang itu terasa begitu sunyi dan dingin, kontras dengan teriknya matahari Kolombia di luar sana....
...Setelah insiden memerahnya telinga Gavin di kafe, pria itu langsung memaksa Larissa untuk menyudahi kegiatan belanjanya dan kembali ke mansion....
...Gavin duduk di balik kemudi dengan postur tubuh yang luar biasa tegap dan kaku....
...Kedua tangannya yang terbungkus sarung tangan kulit hitam mencengkeram stir mobil dengan erat, sementara sepasang mata biru cerahnya menatap lurus ke depan, fokus pada aspal jalanan dengan fokus yang berlebihan....
...Wajah tampannya kembali sedatar tembok, seolah-olah rona merah matang yang menghiasi telinganya beberapa menit lalu hanyalah halusinasi Larissa belaka....
...Namun, di balik topeng es itu, Gavin sedang mengerahkan seluruh dirinya yang dia miliki untuk menetralkan kegugupan gila yang masih tersisa di dalam dadanya....
...Gengsi tingginya sebagai pemimpin tertinggi Kingsley Syndicate terluka parah karena dia sempat menunjukkan kelemahan di depan gadis berusia 24 tahun itu....
...Jiwa tsundere-nya meronta, menolak mentah-mentah mengakui bahwa hatinya sempat berdetak tak normal hanya karena bisikan lembut Larissa....
...Oleh karena itu, satu-satunya cara bagi Gavin untuk menyelamatkan harga dirinya yang tersisa adalah dengan bersikap jauh lebih dingin, kaku, dan ketus dari biasanya....
...Sementara itu, di kursi penumpang sebelah kemudi, Larissa Moretti duduk menyamping, menghadap sepenuhnya ke arah Gavin....
...Gaun mini kuning cerahnya sedikit terangkat, mengekspos kaki jenjangnya yang seputih susu, namun fokus Larissa sepenuhnya terkunci pada samping wajah sang pengawal pribadi....
...Larissa menopang dagunya dengan tangan kanan, sementara sepasang mata hazelnya menatap penuh kelicikan dan kepuasan....
...Sifat usil dan bar-barnya kembali bergejolak....
...Dia merasa telah menemukan sebuah mainan baru yang jauh lebih menarik daripada menghancurkan kelab malam, yaitu menggoda robot kaku bernama Gavin....
..."Gavin," panggil Larissa dengan nada suara yang sengaja dibuat manis dan mengalun manja....
...Gavin tidak menyahut....
...Dia bahkan tidak melirik seujung kuku pun dari sudut matanya....
..."Gaaaviiiin," panggil Larissa lagi, kali ini sengaja memanjangkan namanya sambil menusuk-nusuk lengan kekar Gavin yang dilapisi kain jas hitam tebal menggunakan jari telunjuknya yang lentik....
..."Kamu belum menjawab pertanyaanku yang di kafe tadi. Kenapa telingamu merah sekali seperti kepiting rebus? Kamu benar-benar cemburu ya melihat Diego tadi mencoba menyentuhku?"...
...Mendengar nama pria yang hampir dia cacatkan tadi disebut lagi, rahang tegas Gavin mengeras seketika....
...Rasa posesif dan cemburu yang coba dia kubur dalam-dalam kembali memercik, memicu amarah dingin di dalam hatinya....
...Namun, harga dirinya yang tinggi melarang keras Gavin untuk bersikap jujur....
...Gavin menarik napas pendek melalui hidung, lalu menjawab dengan suara bariton yang sangat rendah, ketus, dan sedingin es, sengaja dibuat untuk memotong semua fantasi Larissa....
..."Jangan terlalu percaya diri, Nona Moretti. Saya tidak memiliki perasaan dangkal seperti cemburu," bohong Gavin dengan nada yang begitu kaku....
...Dia mencengkeram kemudi sedikit lebih erat hingga urat-urat di punggung tangannya tercetak jelas....
..."Tugas saya di sini murni bersifat profesional atas dasar kontrak kerja. Tugas saya hanya memastikan tidak ada lalat kotor atau pria tidak berguna yang berani mengotori aset berharga milik Tuan Moretti."...
...Larissa yang semula tersenyum penuh kemenangan langsung membeku....
...Senyuman usil di wajah cantiknya lenyap seketika, digantikan oleh binar mata hazel yang meredup karena rasa tersinggung yang luar biasa....
..."Aset?" ulang Larissa, suaranya naik satu oktav....
...Dia melepaskan tangan kanannya dari lengan Gavin, lalu melipat kedua tangannya di dada dengan kasar....
...Wajah cantiknya yang seputih susu langsung cemberut dalam, bibir mungilnya mengerucut jengkel....
..."Kamu menyebutku 'aset'? Jadi di matamu, aku ini sama saja seperti gedung perkantoran, saham, atau mobil-mobil mewah koleksi Papa?"...
..."Secara fungsional dalam tugas pengawalan saya, ya," balas Gavin ketus tanpa keraguan, meskipun di dalam lubuk hatinya yang paling dalam, batin Gavin menjerit karena mengutuk kata-katanya sendiri....
...Dia tahu dia telah berbohong demi gengsi, padahal baginya, Larissa adalah satu-satunya cahaya yang ingin dia miliki sepenuhnya, bukan sekadar aset milik orang lain....
...Tapi egonya terlalu besar untuk runtuh di hari pertama mereka bersama....
..."Kamu benar-benar menyebalkan, Patung Lilin Sombong!" omel Larissa berapi-api....
...Sifat bar-barnya kembali berkobar karena merasa direndahkan menjadi sebuah benda mati....
..."Aku ini manusia! Aku Larissa Moretti! Aku punya perasaan, dan aku bukan barang milik siapa pun, termasuk Papa! Kamu itu pengawal paling tidak punya perasaan yang pernah kutemui seumur hidupku!"...
...Larissa memalingkan wajahnya ke arah jendela samping dengan hentakan tubuh yang kasar, menolak untuk menatap Gavin lagi....
...Dada rampingnya naik turun karena emosi yang membakar....
..."Aset katanya? Awas saja kamu, Gavin. Aku bersumpah akan membuatmu berlutut dan menarik kembali kata-kata kaku itu!" batin Larissa bersumpah dengan penuh dendam....
...Mobil terus melaju, mulai memasuki kawasan jalanan perbukitan yang lebih sepi menuju kediaman Moretti....
...Keheningan di dalam mobil kini terasa begitu dalam oleh aura kekesalan Larissa dan kekakuan Gavin....
...Namun, Larissa Moretti tidak pernah menjadi tipe gadis yang akan diam dalam kekalahan terlalu lama....
...Otak cerdiknya yang hobi memicu keributan langsung memutar otak, mencari cara paling ekstrem untuk menghantam ego kaku sang pengawal berdarah dingin....
...Sebuah senyuman menantang kembali terukir tipis di sudut bibirnya yang ranum....
...Larissa kembali memutar tubuhnya menghadap Gavin....
...Kemarahannya sengaja dia sembunyikan, digantikan oleh tatapan mata yang memancarkan kilat sangat berbahaya....
..."Oh, jadi aku cuma 'aset' yang harus kamu jaga berdasarkan kontrak, ya?" tanya Larissa dengan nada suara yang mendadak berubah menjadi sangat tenang namun penuh akan intonasi menantang....
...Gavin tetap diam, mempertahankan ke fokusan nya pada jalanan di depan yang mulai menanjak sepi....
...Larissa memajukan tubuhnya sedikit, mengabaikan jarak aman, lalu melemparkan sebuah pertanyaan yang mematikan....
..."Oh ya? Kalau begitu, bagaimana kalau setelah ini aku memutuskan untuk pacaran dengan pria lain? Bagaimana kalau besok aku membawa seorang pria tampan masuk ke dalam kamarku, membiarkannya menyentuhku, memelukku, dan menciumku di depan matamu? Apa kamu juga akan diam saja dan menonton seperti robot bodoh karena itu tidak tertulis di dalam kontrak kerjamu?"...
...DEG....
...Kalimat Larissa bagai sebuah hantaman keras yang langsung menghancurkan seluruh kewarasan di dalam otak Gavin....
...Kata-kata "pacaran", "menyentuh", dan "mencium" yang keluar dari bibir Larissa mengenai bayangan pria lain seketika memicu rasa gila yang alami di dalam dada sang bos mafia....
...Naluri posesif yang ekstrem meledak tanpa bisa dibendung oleh ego atau gengsi tingginya lagi....
...Bayangan ada pria lain yang menyentuh kulit seputih susu Larissa membuat darah di kepala Gavin mendidih hebat hingga ke titik buta....
...Refleks mematikan Gavin sebagai seorang pembunuh berdarah dingin langsung mengambil alih kendali tubuhnya....
...CIIIIIIIIEEEEEEEEKKKKKKKK!...
...Tanpa peringatan apa pun, kaki kanan Gavin yang dibungkus sepatu pantofel hitam menghantam pedal rem mobil sedan itu dalam-dalam dengan kekuatan penuh....
...Ban mobil seketika mengunci, bergesekan hebat dengan aspal jalanan perbukitan yang sepi hingga mengeluarkan suara decitan yang sangat nyaring dan memekakkan telinga....
...Mobil sedan hitam itu tersentak hebat, bergeser beberapa meter ke depan sebelum akhirnya berhenti mendadak di tengah jalan yang sunyi, meninggalkan kepulan asap putih tipis dan bau hangus karet ban yang terbakar di udara....
...***...
...***...