Laras demi membahagiakan ibunya yang menginginkan cucu, rela menerima suami temannya yang dijadikan barang jaminan agar bisa mendapatkan uang yang banyak.
Seiring berjalannya Waktu, Laras benar-benar jatuh cinta pada suami jaminannya yang bernama Rayyan. Demikian pula Rayyan yang ternyata amnesia karena kecelakaan dan ditemukan oleh istri pertamanya( Naya) ia jatuh cinta pada Laras.
Mengetahui suaminya ternyata kaya raya, Naya ingin kembali pada suaminya dan melakukan berbagai usaha untuk memisahkan Rayyan dan Laras.
Akankah Laras bahagia dengan Rayyan? Siapakah yang akan dipilih Rayyan?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Aryani Ningrum, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
bab 22
"Laras, memangnya nak Rayyan sakit apa? Mengapa tidak ada yang memberi tahu emak jika Rayyan sakit?!" Suara Mak Harti tiba-tiba menghentikan kedua kubu yang masih bersitegang itu.
Glek!
Laras dan Rayyan menelan kasar ludahnya. Mereka telah lupa memberi tahu mak Harti kalau Rayyan sakit waktu itu.
"Mmm ... Itu, Mak. Mas Rayyan masuk angin, jadi dia pingsan karena tidak kuat. Ya sudah karena bingung, Laras bawa dia ke rumah sakit. Dan karena lupa juga waktu itu emak pergi ke kampung, Laras tidak mengabari emak," jawab Laras dengan wajah polosnya. Sedikit ia berbohong agar ibunya yang sangat menyayangi menantunya itu tidak marah.
Entah apa yang terjadi jika Mak Harti tahu kalau pernikahan anaknya hanyalah pernikahan kontrak selama satu tahun saja. Tidak bisa Laras bayangkan, ibunya itu akan sakit hati. Untuk itu Laras sudah matang untuk hamil anak Rayyan meskipun nanti pada waktu kontrak selesai dia harus menjadi single parent.
"Oh begitu, emak kira Rayyan sakit parah, jika benar sakit parah. Emak tidak akan ampuni kalian yang sudah merahasiakan semua dari emak. Kalian tahu emak ini sudah tua, emak hanya ingin melihat Laras hidup bahagia dengan lelaki yang akan menjaganya seumur hidupnya. Jika kelak emak yang sudah tua ini telah tiada lagi di dunia ini, masih ada yang akan menjaga dan menemani Laras."
Rayyan merasa terharu dengan dua wanita yang tampak saling menyayangi dengan tulus itu. Seketika dirinya ingin pada wanita yang tulusnya sama dengan Mak Harti meskipun dia tidak memiliki ikatan darah dengan wanita itu.
"Mama ... Rafael sangat merindukan mama, akan tetapi Rafael tidak bisa pulang menemui mama demi kebahagiaan wanita yang sudah mengikat janji dengan Rayyan. Wanita itu akan Rafael bawa pada mama nanti. Mama pasti senang punya menantu seperti mama. Polos, lembut dan juga cerdas," seru Rayyan di dalam hati mengingat ibu asuhnya.
"Emak, Rayyan berjanji tidak akan meninggalkan Laras dan emak sendirian di kota besar ini," sahut Rayyan memberikan hawa positif pada mertua dan istrinya itu.
Laras menatap Rayyan dengan wajah tidak percaya kalau Rayyan akan memilih dirinya dibandingkan Naya yang dua kali lebih cantik dari Laras dan juga lebih modis juga stylish dibanding penampilan Laras yang apa adanya, bahkan terkesan udik.
Rayyan membalas tatapan Laras dengan sebuah senyuman yang membuat Laras semakin tidak ingin berpisah dari Rayyan. Akan tetapi perjanjian kontrak dengan Naya tetap harus diselesaikan terlebih dahulu.
"Mas ... Jangan memberikan janji yang tidak bisa kau tepati. Biarkan kita berjalan apa adanya dahulu," ucap Laras menghentikan ucapan Rayyan yang belum tentu sepuluh bulan lagi akan berkata hal yang sama.
Laras menghela napas dalam-dalam lalu mengembuskan perlahan. Di dalam hati dia berdoa semoga saja Laras segera hamil, dengan begitu Laras tidak akan kesepian saat ditinggal Rayyan kelak.
"Apa maksud kalian, janji apa yang kau berikan pada anak saya Laras, Nak Rayyan? Ingatlah jangan pernah menyakiti hati wanita karena kau pun terlahir dari rahim wanita. Apalagi jika kau punya adik wanita, jangan sampai karma atas apa yang kamu lakukan akan berlaku juga pada adik perempuan mu!" sarkas Mak Harti. Dia tidak ingin anak perempuan yang sangat dia sayangi itu terluka.
Mak Harti tahu penderitaan Laras sewaktu banyak sekali tetangga yang selalu menghinanya hingga dijuluki 'Perawan Tua Tak Laku.' Sungguh kata-kata keju tetangga itulah yang membuat Mak Harti nekat melakukan aksi bundir jika Laras tidak menyetujui permintaanya.
"Mak, tenang dahulu. Tidak ada yang akan tersakiti, Rayyan sangat menyayangi kalian. Kalian bisa pegang kata-kata Rayyan ini," ujar Rayyan seraya merengkuh Mak Harti ke dalam pelukannya. Dia sangat rindukan ibu asuhnya.
Mak Harti menangis di pelukan Rayyan. Tangisan Mak Harti menyayat hati Rayyan. Mana tega dia akan meninggalkan Laras dan juga Mak Harti. Rayyan akan meneguhkan hati untuk bisa tetap memilih Laras sebagai istrinya.
"Mak ... Sudah, sekarang waktunya Laras untuk ke butik. Semoga usaha Laras ini semakin jaya, hingga bisa untuk menghidupi cucu emak nanti," ucap Laras berniat pamitan pada wanita yang dia anggap sebagai sosok yang selalu memberikan keberuntungan di setiap bisnisnya.
"Baiklah, Kalian hati-hati. Jangan sampai terpisah. Rayyan jaga anak emak baik-baik ya," ucap Mak Harti melepas dua orang yang sangat dia sayangi itu.
Laras melajukan mobilnya menuju ke butiknya. Hari ini mungkin dia akan lembur karena besok pagi adalah hari Minggu dan butik Laras libur. Laras meliburkan karyawannya agar bisa ada waktu bagi para karyawan untuk menghabiskan akhir Minggu dengan berkumpul bersama keluarga mereka.