kematian membuat dia hancur, namun kematian orang yang disayang juga yang membuat dirinya bangkit.
Berjuang dan bertarung menjadi jalan hidupnya yang baru, jalan hidup menuju keabadian. Anak polos yang menjadi harapan bagi semua manusia.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon MartimbulSiregar, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 22
Dua tahun berlalu dengan cepat, semua berjalan tanpa terasa, semua berlalu tak terasa, hanya perubahan alam yang menunjukkan jika alam semakin gelap, gelap di tutupi oleh kejahatan dari golongan hitam.
"ke kiri!"
"ke kanan!"
"Atas!'
Suara teriakan seorang pemuda berambut panjang yang berlatih dengan kayu menggema di jurang di gunung kemelut.
Keringat di tubuh pemuda itu membanjiri seluruh tubuhnya, gerakan-gerakan nya begitu halus dan begitu lentur, tak ada yang tahu jika dia berlatih tanpa mengenal lelah di jurang itu sendirian, tanpa seorang guru. Hanya kitab usang yang menjadi panduan pemuda itu.
Pemuda itu Jaka Srenggi, wajah nya telah berubah semakin gagah, kulitnya yang sawo matang berotot menambah kegagahan dari pemuda itu.
"hiat!'
"hiattt!'
Jaka Srenggi mengayunkan kayu di tangannya bagaikan memegang pedang, gerakan nya bagaikan penari yang membius penonton nya.
Dalam dua tahun Jaka Srenggi sudah menguasai lima belas jurus dari tujuh belas jurus dari kitab pedang seribu. Dia sudah mencoba untuk mempelajari jurus ke enam belas dan jurus ke tujuh belas, tapi ada sesuatu yang membuat nya tak bisa mempelajari jurus itu.
"Sebenarnya apa yang kurang dengan ku? Aku sudah mencoba semua yang tertulis, tapi gerakan ku tak bisa mengikuti nya. Apa ada rahasia dari gerakan di jurus ini??" gumam Jaka Srenggi.
Pemuda yang sudah berumur tujuh belas tahun itu berpikir bagaimana cara menguasai dua jurus tersisa, tapi tak ada jalan menurut nya yang bisa dia lakukan.
Jaka Srenggi membaca lagi petunjuk di jurus ke enam belas.
"HANYA ORANG YANG MEMILIKI VIDA YANG BISA MENGUASAI JURUS INI. BERHATI-HATI MEMPELAJARI JURUS INI!'
itu lah bunyi tulisan pada jurus ke enam belas.
"Vida? Vida itu apa?" gumam Jaka Srenggi.
Di dunia persilatan selain tenaga dalam, pendekar kelas tinggi memiliki sesuatu yang membuat seorang pendekar menguasai teknik yang lebih kuat. dan itu namanya Vida.
Vida lebih kuat dari pada tenaga dalam, tapi untuk menguasai Vida tak semudah yang di bayangkan seorang pendekar, hanya pendekar dengan potensi tertentu yang dapat memiliki Vida.
Vida di bagi atas empat macam.
Vida jiwa, penguasaan akan jiwa dan penyatuan dengan jiwa. Vida senjata, penguasaan tentang bagaimana bersatu dengan senjata yang di miliki oleh seorang pendekar. Vida jiwa senjata, penyatuan dari Vida jiwa dan Vida senjata.
Vida terakhir sangatlah langka dan paling sulit di miliki oleh seorang pendekar, seseorang yang sudah memiliki Vida pun belum tentu memiliki Vida ini.
"Vida mata"
Dan Vida ini juga terbagi dua, Vida dewa dan Vida Iblis.
Vida dewa akan di miliki yang golongan putih, dan bisa iblis untuk golongan hitam.
Vida ini memiliki keunggulan membuat lawan akan merasa sangat takut dan juga tunduk jika seorang pendekar menggunakan Vida itu.
Tapi Vida mata tak akan berpengaruh pada seseorang yang memiliki tenaga dalam tinggi, dan juga tak akan berpengaruh pada seseorang yang memiliki Vida jiwa tingkat tinggi.
Seseorang yang sudah memiliki Vida pasti akan berdiri di puncak dunia persilatan, seperti raja pedang dia menguasai tiga dari empat Vida, itu yang membuat dia sangat kuat. Hanya topeng perak yang mampu sedikit mengimbangi kemampuan dari raja pedang.
"Vida? Kepada siapa aku akan mencari tahu tentang Vida ya??" gumam Jaka Srenggi.
Guru tak pernah menceritakan tentang Vida kepada ku, Atau guru tak tahu?'
Jaka Srenggi tak tahu jika Petapa muka dua tak memiliki Vida, itu di sebabkan karena sikap tak jelas dari gurunya, di tambah Petapa muka dua tak pernah belajar dan mempelajari vida.
Setiap pendekar pasti tahu Vida, dan setiap pendekar pasti menginginkan Vida, Vida dambaan setiap pendekar, itu lah mengapa banyak pendekar berlatih keras hanya demi memiliki vida.
Jaka Srenggi menutup buku usang itu, dan di sampul terakhir kembali Jaka Srenggi membaca sesuatu.
"SEORANG PENDEKAR PEDANG AKAN MAMPU MEMBUAT SENJATA DARI BENDA APA PUN. MESKIPUN HANYA KAYU RAPUH JIKA DI ALIRI TENAGA DALAM DAN VIDA MAKA KAYU ITU AKAN LEBIH KUAT DARI PADA SENJATA MANA PUN"
"Vida lagi? Kepala ku sakit karena Vida ini!'
Jaka Srenggi selama dua tahun sudah mampu menguasai dengan baik lima belas jurus dari kitab pedang seribu. Jaka Srenggi juga sudah mampu menguasai tenaga dalam nya, dan mampu mengalirkan tenaga dalam ke kayu yang di jadikan nya senjata.
Selain itu Jaka Srenggi juga terus mempelajari pernapasan langit dari kitab usang miliknya. Itu semakin menambah tenaga dalam Jaka Srenggi, dan itu sudah modal yang cukup untuk bertahan di dunia persilatan.
Dunia persilatan juga memiliki tingkat kependekaran.
Pendekar bumi, pendekar yang paling dasar dan telah mempelajari jurus, kebanyakan pendekar bumi berada di perguruan dan memperdalam jurus-jurus nya.
Pendekar awan, tingkat setelah pendekar bumi, pendekar awan kebanyakan para perampok kelas teri, mereka hanya hidup untuk merampok, sementara jika dia murid perguruan dia masih tetap dalam perguruan nya.
Pendekar langit, pendekar ini mulai malang melintang di dunia persilatan untuk mengasah kemampuan nya.
Pendekar raja, pendekar juga seperti pendekar langit, terus mengasah kemampuannya.
Pendekar raja langit, pendekar ini sudah memiliki julukan di dunia persilatan, namanya sudah cukup terkenal di telinga pendekar.
Pendekar dewa, pendekar ini hanya bisa di hitung jari, saat ini hanya raja pedang dan topeng perak yang sampai ke pendekar dewa, itu di sebabkan Vida mereka yang memang mencapai tahap yang tinggi.
Pendekar dewa langit, pendekar seperti ini hanya ada dalam legenda saja, belum pernah di ketahui ada seorang pendekar dewa langit, tingkah pendekar ini hanya ada dalam legenda. pernah ada tapi itu terjadi ratusan tahun yang lalu, jauh sebelum Jaka Srenggi lahir.
Saat ini di tingkat manakah Jaka Srenggi??
Setelah pencapaiannya dalam ilmu pedang dan tenaga dalam dari guru serta menambah dari alam tingkat kependekaran Jaka Srenggi sudah cukup tinggi, dia berada pada tingkat pendekar raja langit.
Jaka Srenggi sudah setingkat dengan topeng hitam dan ketua lorong Lima lain nya, tapi Jaka Srenggi pasti kalah dalam pengalaman bertarung.
Meskipun seseorang memiliki tingkat lebih tinggi, jika tak memiliki pengalaman bertarung, maka itu akan menjadi sebuah kesulitan bagi dirinya, apalagi menghadapi lawan yang banyak memiliki tipu muslihat.
Tapi perbedaan tingkatan akan terlihat jika pertarungan sama-sama sudah memiliki pengalaman bertarung. bagaimana dengan Jaka Srenggi??
Jaka Srenggi sedikit pun belum memiliki pengalaman bertarung, karena Jaka Srenggi terus berlatih tanpa ada lawan tanding, hanya berlatih dan berlatih.
"Besok aku akan keluar dari gunung ini. Aku akan mulai petualangan ku, dan mencari tahu, apa itu vida?' ucap anak muda itu.
"Selamat datang di dunia persilatan Jaka Srenggi!"