tari seorang gadis miskin yang bekerja menjadi pembantu rumah tangga bersama ibunya harus terusik saat dia bekerja sendiri dengan tuan Angga seorang pria muda yang mapan dan juga tampan namun memiliki sikap yang kasar dan tempramen kerena masa lalunya yang kelam
awalnya tari pikir hidupnya akan berubah menjadi lebih baik dan bisa mewujudkan mimpinya untuk hidup layak namun tuan Angga sering memperlakukannya dengan kasar dan menyiksa tari secara fisik dan batin dengan ancaman
siapa sangka ternyata benih cinta secara diam diam mulai tumbuh mengiringi kebersamaan mereka yang selalu berbeda sikap, saat tuan Angga mulai termakan cemburu buta dia memperkosa tari
menjadi korban pemerkosaan oleh tuan Angga telah merubah perilaku tari yang mulai menyukai kehidupan sex bebas tuan Angga hingga menariknya pada jurang kehancuran
dan hamil diluar nikah.
padahal disisi lain ada pria lain yang mencintai tari secara tulus tuan jagad sahabat tuan Angga sendiri
.
apakah tari dan Angga masih bisa menemukan kebahagian yang sejati? dan seperti apa kisah itu akan berhenti ? saat cinta sangat sulit terlihat sebab tertutup oleh rasa sakit hati dan benci
" aku tidak suka dibantah " Angga
" aku tidak suka kau mengekang diriku " tari
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon tra lala, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
undangan pesta
dua hari kemudian setelah tari mengutarakan akan isi hatinya yang memprotes akan peraturan kerja yang tuan Angga buat untuk tari patuhi selama bekerja dirumah tuan Angga
tuan Angga mulai bersikap aneh seperti mencoba menghindari tari atau semacam ada perasaan canggung bila harus berhadapan dengan tari seperti biasanya
tuan Angga selalu pergi tanpa sarapan dan selalu pulang larut malam dalam kondisi mabuk berat sambil mengoceh tentang banyak hal yang tidak tari pahami
tari sempat berfikir apa perkataan dirinya dua hari yang lalu begitu menjadi beban untuk tuan Angga sampai dia harus menghindar dan lebih memilih untuk mabuk dari pada membentak ataupun menampar tari seperti biasanya
tari hanya bisa memandang dalam diam setelah membaringkan tuan Angga keatas tempat tidurnya dan melepaskan sepatu serta jas yang dia kenakan lalu menyelimuti tubuh tuan Angga sebelum keluar
harusnya tari tahu bahwa tuan Angga bersikap seperti itu pasti ada alasannya dan tari telah memilih untuk tinggal disamping tuan Angga ( demi uang.) itu artinya tari harus siap menerima segala bentuk sikap dan sifat dari tuan Angga sepenuhnya termasuk peraturan kerja yang dia terapkan ho ....ah
******* """"""""""
sore hari sekitar pukul tiga pak Giman supir dari kantor tuan Angga datang ke rumah saat tari sedang sibuk merapikan tanaman hias milik tuan Angga yang mulai rimbun
sesaat tari hanya acuh karena tuan Angga tidak berpesan apa apa padanya tadi pagi waktu tuan Angga pergi bekerja dan dalam hati tari berniat melaporkan pak Giman kalau pria tua itu berani macam macam dipadanya tanpa sepengetahuan tuan Angga
" dek ! "
" ck , ada apa pak bapak kemari ? "
jawab tari jutek pada pak Giman
" disuruh sama bos untuk jemput kamu "
" untuk apa ?"
" nggak tahu katanya suruh anter adek kehotel f***** sekarang "
" pasti ini akal akalan bapak saja iyakan ? tuan Angga nggak ada pesan apa apa sama saya, pasti bapak ada niat nggak bener nih pura pura pakai nama tuan Angga untuk tameng "
" hai !! wong edan, aku biar tua dan cuma supir aku juga milih kalau mau cari cewek buat di ajak ena ena, kamu udah item kucel lagi, mana selera aku sama kamu "
" ya siapa tahu ....... sekarang kan banyak manusia jahat tapi syukurlah kalau bapak nggak minat sama saya , setidaknya berkurang satu ancaman untuk diriku dari kadal buntung "
" kadalnya ya mati dapat mangsa kayak kamu dek, pahit "
" sombong, bapak yang mati duluan lantaran banyak tingkah "
" alah alah udah sana bersih bersih tuan Angga nyuruh cepat nih, ini malah ngemeng nggak jelas "
jawab pak Giman yang mulai kesal karena tari masih saja sibuk mengurus tanaman sambil mengejek dirinya
" iya , sabar pak tuaa "
jawab tari jutek sambil membereskan peralatan kebunnya dan menyimpannya kembali pada tempatnya lalu masuk kedalam rumah untuk bersih bersih
tak sampai 30 menit tari sudah siap bersih bersih dan sedikit merapikan rambutnya dengan mengepangnya menjadi satu supaya terlihat rapi sehingga dapat menampilkan jenjang lehernya yang tinggi
" ayo pak kita pergi "
ajak tari menghampiri pak Giman yang sedang duduk di kursi yang berada di teras rumah sambil merokok
" kamu nggak mandi ya "
" mandi kok, bapak nggak lihat rambutku aja sudah rapi begini "
" tapi bajumu sama kayak tadi "
" iya masalahnya aku tidak boleh memakai pakaian lain selama jam kerja dan seragam warna seperti ini ( merah warna bajunya ) itu ada dua, ini yang bersih ! baju tadi sudah aku ganti "
" aneh aneh aja masa mau ke hotel pake daster "
" ini bukan daster tapi seragam kerja !, udahlah ngapain bapak mikirin baju seragam saya tugas bapak itu cuma jemput dan ngantar saya saja kan, cerewet"
" iya cepat masuk "
pak Giman dan tari segera pergi dari rumah tuan Angga menuju hotel f***** yang terletak di pusat kota ditengah perjalanan mereka masih sedikit berdebat pasal penampilan perempuan
" hai dek, bapak bilangin ya pria jaman sekarang itu kebanyakan cari wanita itu yang bening dan sedap untuk dipandang mata, kamu kan sudah dewasa dan sudah kerja lagi nggak ada salahnya kamu belajar merawat diri biar cantik jadi cepat dapat jodoh "
tutur pak Giman memberikan sedikit nasehat untuk tari
" males. lagian siapa yang mau nikah cepat-cepat "
" memang kenapa kalau nikah cepat "
" nggak mau, aku mau punya usaha dulu dan bisa senang senang sama ibu, nikah mah bisa nanti nanti "
" lagi pula kalau sudah jodoh dia pasti mau terima apa adanya kita, kulitku ini mau digosok sampai lecet-lecet sekalipun nggak bakalan putih pak sudah cetakannya dari sana "
" itu bapak tahu dek, tapi setidaknya kamu bisa pakai pelembab atau apa gitu biar nggak pecah pecah dan juga bekas bekas luka kamu juga bisa hilang,
" masa anak gadis kulit tangannya scart semua, banyak belangnya..... ada yang seperti gambar gigi lagi kamu digigit siapa sih ? "
tanya pak Giman yang tanpa sengaja melihat bekas luka di lengan dan tangan tari sepintas sehingga membuat tari malu dan langsung menyembunyikan tangannya kebelakang
" cerewet....... bapak ini, udah nyetir aja yang bener nggak usah banyak cerita "
jawab tari jutek pada pak Giman
tari mengalihkan pandangannya keluar kaca jendela mobil yang terus melaju membelah jalanan sore yang ramai jauh dalam hati tari pun ingin tampil cantik dan glowing seperti gadis gadis lain seusianya
bisa memakai pakaian yang dia suka dengan model model baju masa kini yang sedang trendi sesuai seleranya namun apa dikata satu baju jelek saja tari sudah tidak punya hanya seragam kerja satu warna dengan baju tidur yang tari miliki
tari hanya bisa menarik nafas dalam-dalam sembari mencoba meredam suasana hatinya yang sempat gemuruh karena kritikan pak Giman akan penampilannya yang kucel dan lusuh
tak berapa lama tari sampai dihotel pak Giman mengantar tari sampai kedalam lobi dan menghampiri seorang petugas hotel alias belboy tari tidak paham akan apa yang mereka bicarakan namun kemudian petugas hotel itu " imam " tertera nama klip bajunya mengantarkan tari masuk kedalam lift
awalnya tari sempat bingung dan juga cemas kalau kalau pak Giman menjebak dirinya sebab tadi sebelum tari pergi dari rumah dia sempat ingin meminta pada pak Giman untuk menelpon tuan Angga namun karena takut tuan Angga akan marah tari hanya bisa mengurungkan niatnya dalam hati saja
imam petugas hotel itu membawa tari naik kelantai paling atas saat pintu lift terbuka mata tari begitu takjub dengan pemandangan yang dia lihat begitu indah dan mewahnya tempat itu serta ramai akan orang orang yang berpakaian rapi untuk pria dan cantik serta sexi untuk wanita,
nyali tari tiba tiba menciut dan juga sedikit malu saat orang orang yang berada ditempat itu memandang sinis padanya seakan akan mereka bertanya gembel dari mana yang salah masuk kamar penampungan
tari melihat pada dirinya sendiri, pada baju seragam yang mirip daster pendek yang dia pakai serta pada dandanannya, wajahnya yang terasa lembab karena keringat dan juga minyak begitu terasa saat tari mencoba menyentuh wajahnya sendiri pasti dirinya nampak begitu jelek dan kucel sekarang
* sial permainan apa ini yang sedang tuan Angga tunjukkan padaku, tak perlu seperti ini kan kalau mau membuat aku malu, ........ tak perlu dipermalukan juga aku memang gadis miskin yang jelek dan hitam, dasar tuan Angga brengsek ! *
* ah, ..... seharusnya aku tadi pakai sepatu yang satunya biar agak mendingan sedikit gitu ini ? ah .......... sial sial jelek banget sih nasibku ini, baru sekali dapat undangan pesta dadakan malah bikin malu diri sendiri, kacau!!*
ucap tari dalam hati mencoba mengasihani dirinya sendiri yang berpenampilan buruk di tempat ini
berada di tempat itu nyali tari benar benar kecil serta merasa sangat kerdil sekarang sampai sampai tari tidak berani untuk beranjak dari tempatnya berdiri, seolah olah kakinya telah membatu sehingga susah untuk digerakkan
tari sangat merasa malu melihat tamu tamu yang hadir ditempat itu begitu cantik dan glamor sementara dirinya kucel banget, tari berfikir kalau mungkin dia salah tempat dan hendak pergi dari tempat itu namun sebuah suara yang sangat ramah dan juga lembut memanggil namanya dari belakang
" tari "
tuan jagad tersenyum ramah pada tari dia kemudian berjalan mendekat kearah tari yang masih mematung ditempatnya berdiri
" tuan jagad anda disini juga, tadinya aku pikir aku salah masuk ruangan "
" apa kau baru sampai "
" iii ya, apa tuan bersama tuan Angga ? pesta siapa ini mewah banget tempatnya "
" Angga ada dilantai atas dekat balkon, ini namanya griya Tawang tentu saja mewah apa kamu baru pertama kali ketempat seperti ini ? "
" iya tuan ,.... "
" bagaimana kalau aku mengajak kamu keliling tempat ini terlebih dahulu sebelum kita ketempat Angga dan anak anak yang lain "
" apa tuan jagad tidak malu mengajak aku yang cuma pembantu ini untuk berkeliling tempat ini ?"
" tidak, pembantu itu hanya pekerjaan dan banyak orang melakukan pekerjaan itu menurut ku tidak ada yang salah "
" maaf kan saya tuan jagad yang tidak tahu berterima kasih atas perhatian yang tuan berikan pada saya "
" udah biasa' aja ayo..... "
tuan jagad mengajak tari pergi sembari menggandeng tangannya yang kasar mencoba melewati kerumunan orang-orang yang sedang menikmati pesta itu dengan kawan ataupun orang lain yang baru mereka kenal
dalam hati ada seribu genderang perang yang bertubuh mengiringi tiap langkah mereka yang terasa begitu indah meski tari merasa malu pada kulit tangannya yang kasar saat bersentuhan dengan kulit tangan tuan jagad yang halus namun tari tidak berniat untuk melepaskan genggaman tangan itu bahkan tari menikmati nya .........
sebuah senyuman menghias diwajahnya dengan jelas tanda dia sedang senang ....
di ikat dulu ya ceritanya kelanjutannya lebih seru silakan meninggalkan jejak bagi yang suka like komen saran dan vote buat penulis makasih
Sekalian rekomen buat yang kesusahan nyari novel yang seru dan bagus, mending coba baca yang judulnya Caraku Menemukanmu