NovelToon NovelToon
Cinta Yang Kau Abaikan

Cinta Yang Kau Abaikan

Status: sedang berlangsung
Genre:Penyesalan Suami / CEO / Romansa
Popularitas:58.3k
Nilai: 5
Nama Author: h.alwiah putri

8 Tahun pernikahan dan di karuniai seorang putri cantik,nyatanya tak mampu meluluhkan hati aldric pada Eveline sang istri.

Pernikahan mereka terjadi karena perjodohan keluarga, Aldric yang mencintai wanita lain namun tak mendapatkan restu dari orang tuanya,dan di desak untuk menerima perjodohan itu akhirnya menerima,namun tak pernah menganggap ada sang istri.

Selama bertahun tahun juga Eveline mengejar cinta Aldric, karena memang dia mencintai laki laki itu sedari lama. Segala cara dia lakukan,bahkan dengan memberikan keturunan bagi Aldric yang dia kira akan membuat laki laki itu menatap ke arah nya.

Namun nyatanya tidak, Aldric tetap sama bahkan setelah ada buah hati di antara mereka. Hingga akhirnya Eveline menyerah mengejar cinta sang suami dan hanya bertahan demi putri mereka mendapatkan figur seorang ayah, walaupun nyatanya tidak Aldric berikan pada putri mereka.

Akankah Eveline benar benar menyerah dan pergi meninggalkan Aldric? atau Aldric akan luluh dan mulai menerima Eve?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon h.alwiah putri, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

bab 22. Daddy terlupakan well

Suasana kolam renang pagi itu cukup ramai, namun bagi Aldric, dunia seolah menyempit hanya pada interaksi antara Rion dan Sera di pinggir kolam. Aldric berdiri mematung dengan tangan bersedekap, rahangnya mengeras setiap kali melihat Sera menggenggam lengan Rion dengan erat.

"Ayo, Sera. Dicoba dulu sedikit. Papi pegangin di bawah, oke? Ini gaya dada, biar Sera bisa berenang lebih tenang seperti katak," bujuk Rion dengan suara yang sangat lembut, penuh kesabaran yang tampak sudah terlatih selama bertahun-tahun.

Sera menggeleng kuat-kuat, matanya mulai berkaca-kaca. "Nggak mau, Papi Rion... takut. Nanti Sera tenggelam lagi kayak waktu itu. Sera mau gaya biasa aja."

Melihat putrinya merengek, ego Aldric terusik. Ia merasa inilah saatnya dia tampil sebagai sosok ayah yang tegas dan pemberani. Ia melangkah maju, berdiri di samping Rion dengan gaya otoriter.

"Sera, masa gitu aja takut? Kan cuma gaya dada, tinggal gerakkan tangan dan kaki. Gampang kok, Daddy dulu sekali belajar langsung bisa. Ayo, jangan manja," ucap Aldric dengan nada yang ia maksudkan untuk memotivasi, namun terdengar sangat menyepelekan di telinga orang lain.

Rion menoleh tajam, matanya menyipit penuh amarah yang tertahan. "Al, bisa diam tidak? Kamu tidak tahu apa-apa soal trauma Sera."

"Trauma apa? Hanya karena pernah tersedak air sedikit? Jangan terlalu memanjakannya, Rion. Dia anakku, aku tahu mentalnya harus dibentuk kuat," balas Aldric enteng.

Rion berdiri, menghadapi Aldric dengan napas yang memburu. "Tersedak air sedikit? Dia hampir tenggelam di kolam dalam tahun lalu saat kamu sedang asyik rapat di Singapura! Dia ketakutan setengah mati, Al! Jadi jangan datang ke sini tiba-tiba dan bicara seolah-olah kamu mengerti perjuangannya untuk sekadar mau menyentuh air lagi!"

Aldric tersentak. Kalimat Rion seperti bogem mentah yang menghantam ulu hatinya. Ia melirik ke arah Eveline yang duduk di bangku penonton. Istrinya itu hanya menatapnya dengan tatapan kosong, seolah membenarkan setiap kata yang keluar dari mulut Rion. Tak ada pembelaan untuknya.

Rion kembali berlutut di depan Sera, mengabaikan Aldric yang membeku. "Sera, lihat Papi. Papi nggak akan lepasin tangan Sera. Janji. Kalau Sera capek, langsung pegang pundak Papi, ya?"

Perlahan, Sera mengangguk. Dengan bimbingan Rion yang begitu telaten, Sera akhirnya mulai mencoba gerakan kaki gaya dada. Butuh waktu hampir tiga puluh menit sampai akhirnya Sera berhasil menempuh jarak lima meter tanpa bantuan.

Begitu Sera sampai di tepian, dia memekik senang. "Papi Rion! Sera bisa! Sera nggak tenggelam!"

Sera langsung menghambur ke pelukan Rion, membasahi baju pria itu. Rion tertawa lebar, mengangkat Sera dan berputar kecil.

"Hebat! Princess Papi emang hebat. Papi bangga banget sama Sera!"

Aldric yang berdiri hanya satu meter di samping mereka merasa seperti hantu. Ia ingin mengulurkan tangan, ingin berkata "Anak Daddy pintar", namun suaranya tercekat di tenggorokan. Sera bahkan tidak menoleh ke arahnya. Perayaan itu milik Rion dan Sera. Aldric hanyalah penonton asing di barisan paling depan. Dadanya terasa sesak, seolah dia sendiri yang sedang tenggelam di dasar kolam.

Selesai les, saat mereka berada di area parkir, Rion menoleh pada Eveline. "Eve, karena Sera sudah hebat hari ini, aku mau ajak dia main dan beli es krim seperti biasa. Boleh?"

"Boleh, Pi—" Ucapan Sera terpotong.

"Tidak boleh," potong Aldric cepat. Suaranya terdengar kaku. "Maksudku... kalau mau main, kita semua harus ikut. Aku dan Eveline akan ikut menemani Sera."

Rion menghela napas panjang, tampak jengah, namun dia hanya mengangguk pelan setelah melihat Eveline memberikan isyarat setuju. "Baiklah, kita makan siang dulu di mall dekat sini."

Mereka berempat akhirnya sampai di sebuah restoran keluarga yang cukup mewah di pusat perbelanjaan. Di dalam mobil hingga masuk ke restoran, Aldric terus berusaha mencari celah untuk bicara dengan Sera, namun Sera lebih asyik bercerita dengan Rion.

Saat mereka sedang menunggu pesanan tiba, tiba-tiba sebuah suara nyaring memecah suasana canggung itu.

"Woi! Gila, pantesan gue ke kantor lo sekretaris lo bilang bosnya lagi 'urusan keluarga penting'. Ternyata lagi nangkring di sini!"

Seorang pria dengan kemeja motif garis vertikal yang kancing atasnya terbuka melangkah lebar mendekati meja mereka. Itu Alex, sahabat Aldric dan juga Rion sejak masa kuliah. Pria itu dikenal sebagai sosok yang paling tidak bisa diam dan memiliki mulut yang "berbisa" namun humoris.

"Alex? Ngapain lo di sini?" tanya Aldric, sedikit terkejut.

"Ya makanlah! Masa mau berenang," jawab Alex asal sambil langsung menarik kursi kosong dan duduk tanpa disuruh.Matanya langsung tertuju pada Sera. "Wah, wah! Ini si cantik Sera ya? Gila, Al, lo nggak pantes punya anak secantik ini. Ini mah fiks mirip Mamanya semua."

Alex mencubit gemas pipi Sera. "Halo Sera, masih kenal Om Alex kan, cowok paling ganteng se-Jakarta setelah om Rion kamu ini."

Sera terkikik. "Halo Om Alex."

Pandangan Alex kemudian beralih pada Eveline. Dia memberikan senyum miring yang paling mematikan. "Dan ini... Nyonya Aldric yang legendaris itu? Aduh, Eve, makin hari makin glowing aja. Beneran deh, kalau lo bosen sama kulkas berjalan di sebelah lo ini, nomor gue masih sama kok. Gue lebih jago bikin ketawa daripada bikin sakit hati."

"Alex! Jaga mulut lo," desis Aldric dengan tatapan yang seolah ingin membunuh sahabatnya itu. Rahangnya mengeras melihat Alex berani menggoda Eveline di depan matanya.

Eveline hanya tersenyum tipis, hampir tak kentara. "Apa kabar, Lex? Masih sama saja kelakuannya."

"Masih dong, Eve. Konsistensi itu kunci," sahut Alex santai. Dia melirik Aldric yang tampak sangat tegang, lalu melirik Rion yang tampak lebih santai, lalu kembali ke Aldric. "Kenapa muka lo gitu, Al? Kayak orang baru ketahuan selingkuh aja. Santai dong. Eh, tapi tumben banget kalian formasi lengkap gini. Ada Rion juga. Wah, aroma-aroma persaingan sehat nih ya?"

"Jangan mulai, Lex. Kita cuma mau makan siang," ucap Rion mencoba menenangkan suasana.

"Yah, jangan serius-serius amatlah. Mumpung gue di sini, biar suasana nggak kayak pemakaman," Alex menyambar menu dan memanggil pelayan dengan sembrono.

"Mbak! Tambah satu porsi paling mahal, yang bayar bapak yang mukanya paling asem di ujung sana!" tunjuk Alex pada Aldric.

Makan siang yang tadinya sunyi mendadak menjadi bising karena celotehan Alex. Dia menceritakan kebodohan Aldric saat di kantor, yang justru membuat Sera tertawa terbahak-bahak. Di satu sisi, Aldric merasa kesal karena rahasia "lemahnya" terbongkar, namun di sisi lain, dia merasa iri. Alex yang baru datang lima menit saja sudah bisa membuat putrinya tertawa lepas, sementara dia yang sudah berusaha seharian masih dianggap asing.

"Tapi serius deh, Al," ucap Alex tiba-tiba sambil mengunyah steaknya. "Lo harus banyak belajar sama Rion. Lihat tuh, Sera nempel banget sama dia. Lo sih, kebanyakan makan gengsi. Hati-hati, gengsi nggak bisa dipeluk kalau lo kedinginan malam-malam."

Aldric terdiam. Sindiran Alex yang dibalut candaan itu menghujam tepat di titik terlemahnya. Dia melirik Eveline yang sedang membantu Sera memotong dagingnya. Tak ada satu pun kata dari istrinya untuk membela posisinya sebagai suami.

"Gue nggak butuh saran dari playboy cap kampak kayak lo, Lex," balas Aldric ketus, mencoba menutupi rasa malu dan sakit hatinya.

"Hahaha! Iya deh, si paling gengsi," Alex tertawa lebar sambil mengedipkan mata pada Eveline. "Eve, kalau dia makin parah kaku-nya, kasih tahu gue ya. Gue punya stok teman curhat yang lebih asyik."

Aldric mengepalkan tangannya di bawah meja. Hari ini benar-benar menjadi ujian berat bagi egonya. Diapit oleh Rion yang lebih mengerti anaknya, dan Alex yang terus menyudutkan harga dirinya, Aldric menyadari satu hal: dunia terus berjalan tanpa dirinya selama delapan tahun ini, dan kini, saat dia ingin masuk kembali, tidak ada tempat duduk yang tersisa untuknya kecuali dia mau membuang egonya ke tempat sampah.

Agak nyesek sih jadi aldric,tapi etsss gak boleh kasiann. Mari kita semakin membuat aldric menderita,wkwkwkk.

Seperti biasa gayss,tuliskan isi hati kalian setelah baca part ini di kolom komentar,kalau ada kritik dan saran tulis juga yah.

Satu lagi, follow Ig author @h.alwiah_putri.writers

Walau sekarang belum on lagi sosmed,tapi nanti aku bakal infoin update dan spoiler bab selanjutnya disana.

See you next chapter gayss

1
nn
next
Syifa
ko engga up sih tour udah lama nunggunya
Uthie
Kayanya bakalan Gol proyek nya sehabis ini nanti 😁👍
Nia nurhayati
mongho sing wareg mas aldric😂😂😂
Uthie
Semoga segera launching proyek adik baru nya Sera 👍😁
Yeni Wahyu Widiasih
bagus
Uthie
ikut senyum-senyum juga bacanya 😁👍👍
Uthie
Lanjuuttttt 😁👍
Daulat Pasaribu
selamat sera mommy dan daddymu lagi buat kan kamu adik🤣
smoga segera launching adikmu
Yeni Wahyu Widiasih
umur balita cadel wajar lah ini udah 7 thn
Dewi Yanti
aku setuju dengan tasya, bertahan demi anak tp malah anak nya yg menderita jg bodoh itu
Syifa
aaah udah engga sabar nunggu lonceng adeknya sera 🤩
Daulat Pasaribu
akhhh cepetan dong gak sabar kalau sera punya adik pasti lucu 😍
Uthie
Nahh....buruan dehhh bikin nya 🤩😂😂
Uthie
btw, sy senang sekali cerita-cerita soal kesempatan kedua yg Chemistry nya gak pudar pada tokoh2nya 👍👍👍🤩
Uthie
Ikut happy dengan kebahagiaan mereka 👍🤗🤗🤗
Uthie
Cerita lagi mengenai perkembangan hubungan mereka 👍👍🤗
Daulat Pasaribu
smoga langgeng rumah tanggamu aldric dan evlyn
Nia nurhayati
ya kesempatan kedua yang harus kamu gunakan dengan sebaik bauk nya aldric
Syifa
suka dengan ceritanya ..lanjut
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!