Cinta bisa datang dan juga pergi, tetapi cinta sejati akan datang pada waktunya...!!!
Siapa yang tak memiliki masa lalu....?
Semua orang tentunya memiliki masa lalu bukan....?
Dan akan ada orang-orang dari masa lalu itu yang tidak pernah dan tidak mungkin kita lupakan .....
Kadang kenangan atau memori yang masih begitu lekatlah....
Yang menjadi faktor utama, mengapa orang-orang dari masa lalu itu begitu sulit kita lupakan.
📖📖📖
Pagi ini terasa sangat berbeda bagi seorang gadis cantik dengan kulit putih bersih dan mata biru bening, sudah hampir sejam dia terus mondar-mandir di dalam kamarnya
" Apa yang harus kulakukan sekarang.... " Tanyanya pada dirinya sendiri
" Apa aku harus meninggalkan ibu dan juga ayah...? Hik... hik... jika kalian tidak meninggalkan kami semua tidak akan seperti ini.... " Ucapnya lagi sejenak dia menghentikan langkah kakinya dan memandang foto seseorang yang begitu di rindukannya
" Kau apa kabar sekarang...? Apakah kau sudah bahagia di sana...? " Ucapnya seraya menatap sendu ke arah foto di hadapannya itu
" Kau bilang tak akan meninggalkanku, kau bilang kau akan kembali... hik... hik... kau bohong, kau pembohong, aku sangat merindukanmu jadi kembalilah... " Kini wanita cantik itu semakin menangis piluh seraya mengelus perutnya yang makin hari makin membuncit
Ya kini wanita cantik ini tengah menggandung dan usia kandungnya sudah memasuki minggu ke 36
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nur inayah safariyah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
1.22
Sedangkan Ayumi yang mendengar penuturan bi Rami barusan begitu merasa sedih dan ketakutan, dan mau tak mau dia harus menerima penuturan dari bi Rami.
" Baiklah bi... " Jawab Ayumi lirih, sedangkan bi Rami merasa kasihan melihat wajah Ayumi yang murung.
" Maafkan saya nona, saya harap tuan mudah segera membebaskan anda " Batin bi Rami seraya menatap sendu wajah cantik di depanya.
Kini waktu sudah menunjukkan pukul 1 pagi, Ayumi merasakan tubunya di peluk dengan nyaman oleh orang di sampingnya.
" Ternyata bi Rami tidak benar-benar pergi, syukurlah setidaknya aku tidak sendirian di tempat yang tidak kuketahui samasekali " Batin Ayumi seraya membalas pelukan orang di sampingnya.
" Bi... bibi ternyata tidur di sini juga ya, aku tadi sangat takut jika harus tidur sendiri di tempat asing seperti sekarang ini, tapi karna ada bibi aku tidak takut lagi " Kata Ayumi begitu lirih.
" Kau tau bi... aku sekarang merasa seperti berada di perlakukan ibuku, meskipun aku tidak pernah tau bagaimana rasanya berada di perlakukan seorang ibu" Lanjut Ayumi menangis pilu.
Seketika tangan yang memeluknya itu langsung menyeka air mata Ayumi dengan lembut, namun Ayumi merasakan hal yang aneh ketika sebuah tangga menyetuh pipinya.
" Kenapa tangannya begitu lembut dan sangat dingin " Batin Ayumi, namun dia memcoba untuk menghiraukan hal itu dan kembali memejamkan matanya.
***
Di negara z
*Kini jam menunjukan pukul 6 pagi*
" Ana... apa kau yakin dengan keputusanmu ini...? " Tanya Racel yang masih sibuk membatu ayana menyiapkan, beberapa perlengkapan yang akan mereka gunakan meski matanya rasanya masih ingin untuk melanjutkan tidurnya.
" Tentu saja Ra..." Jawab Ayana dengan percaya diri.
" Kau tak perluh khawatir Ra aku sudah mengatur semua dengan baik, jadi waktu kuliah kita tidak akan terganggu.
" Aku tidak mau merepotkan bibi dan juga bunda, aku ingin memiliki penghasilan sendiri dan membuat mereka bangga " Lanjut Ayana lagi seraya tersenyum hangat kepada sahabatnya.
" Kau memang wanita yang begitu sempurna Ana, selain wajah yang cantik hatimu juga tak kalah cantik " Tutur Racel yang terkagum-kagum kepada sahabatnya yang satu itu.
" Kau terlalu berlebihan Ra... " Sangga Ayana seraya menggelengkan kepalanya atas penuturan sahabatnya barusan.
*Enam puluh menit kemudian *
" Ok semua sudah beres, jadi kita akan mulai usaha kita hari ini " Jawab Ayana bersemangat.
Ya kini Ayana dan Racel sedang memulai usaha kue mereka, dengan menyewa tokoh yang terbilang cukup sederhana namun terlihat begitu menenangkan mata, yang di hiasa bayak tanaman hijau di sekitar tokoh tersebut.
" Wah... kuenya sudah matang kelihatannya sangat enak " Tutur Racel dengan antusias yang melihat Ayana baru saja menyelesaikan kue buatannya, sedangkan Ayana hanya tersenyum mendengarkan penuturan Racel barusan.
" Kau memang luar biasa Ana, sudah cantik, pandai memasak,pandai dalam hal kesenian bahkan untuk urusan pelajaran kau sudah sangat mahir, otakmu itu terbuat dari apa sebenarnya, apa kau ini... " Ucap Racel panjang lebar dan di potong oleh Ayana.
" Kau ini berlebihan sekali si Ra..." Tutur Ayana dengan suara lembutnya.
" Aku ini hanya manusia biasa sama sepertimu... " Lanjut Ayana lagi serayah sibuk membereskan sisa-sisa peralatan masaknya.
Sedangkan Racel yang dasarnya memang kurang mahir dalam hal membuat kue hanya membantu Ayana untuk menyiapkan kebutuhan apa saja yang di perlukan Ayana dalam membuat kue.
" Ana apa dari kecil kau sudah sering membuat kue, kelihatannya kau sangat mahir dalam membuatnya " Tanya Racel yang memerhatikan setiap gerakan Ayana dalam mengolah kue buatannya.
" Memasak merupakan salah-satu hobiku Ra... " Jawab Ayana seraya tersenyum hangat ke arah sahabatnya itu.
" Sejak kecil aku sering memerhatikan bibi dan bunda apabila tengah memasak, dan aku menjadi tertarik akan hal itu makanya aku meminta bibi untuk mengajariku untuk memasak, kau tau bibi sangat jago dalam hal memasak bahkan bibi dapat memasak beberapa masakan dari luar negeri dan masakannya tidak kala dengan restoran bitang lima..." Tutur Ayana bersemangat seraya membayangkan wajah wanita yang membesarkannya penu dengan kasih sayang.
Karna waktu kuliah Ayana dan Racel di mulai dari hari senin sampai kamis, jadi mereka memutuskan untuk tidak membuka tokoh kue mereka di hari-hari tersebut, jadi mereka hanya membuka toko kue tersebut pada hari jumat sampai dengan minggu, seperti hari ini misalnya mereka akan memulai usaha kecil mereka di hari minggu ini.
Ketika tengah asik berbincang-bincang ringan, percakapan mereka terhenti tak kala mendengar ketukan dari arah pintu.
" Biar aku saja " Cega Racel kepada sahabatnya itu dan segera berjalan untuk membuka pintu dan di balas anggukan oleh Ayana.
Ceklek...
Suarah pintu di buka dan mampaklah seseorang yang begitu wamiliar di hadapan Racel.
" Kau... bagaimana kau bisa ada di sini...? " Ucap Racel yang begitu terkejut.
" Ya ampun kak, apakah seperti itu cara menyapa tamu yang baru datang " Jawab seorang gadis dengan pipi yang begitu cabi dan kulit putih bersih itu.
" Ra siapa yang datang kau tidak mempersilakannya masuk..? "Tanya Ayana lembut seraya berjalan menuju ke arah pintu.
Jika kalian bertanya mengapa Ayana dan Racel nekat menjalankan usaha mereka walaupun tinggal di asrama, maka jawabannya bahwa sekarang mereka telah pindah dari situ dan mengotrak rumah sederhana yang letaknya tidak jauh dari kampus, karena asrama yang mereka tempati sebelumnya memang hanya di persiapkan selama satu bulan bagi para penerima beasiswa dan setelah itu mereka di berikan kebebasan untuk tinggal di mana saja sesuai dengan ke ingginan mereka.
Karna mendengar suara Ayana barusan Racel langsung membalikkan badannya serayah tersenyum kikuk.
" Ana apa kau tidak keberatan dengan kedatangan adikku... ?" Tanya Racel ragu-ragu.
" Ya ampun kak sejak kapan kau berteman dengan bidadari...? "Kata Mika tiba-tiba seraya berjalan melewati kakaknya begitu saja dan bergegas menghampiri Ayana.
" Hai kak kenalkam aku Mikayla biasa di panggil Mika... " Tutur Mikayla dengan antusias.
" Ayana... " Jawab Ayana lembut dan membalas uluran tangan Mikayla serayah tersenyum
" Ra mengapa harus meminta izin dengan kedatangan adikmu ini, bahkan aku akan sangat senang jika dia ikut tinggal di sini juga " Lanjut Ayana lagi serayah mengalikan tatapannya menatap ke arah sahabatnya yang mematung sejak tadi
" Waah... benarkah...? "Tanya Mika antusias dan di balas anggukan oleh Ayana
" Kak kau dengarkan bahkan kakak bidadari mau menerima adikmu ini dengan suka cita, tidak sepertimu yang menyambutku seperti itu... " Tutur Mika menyombongkan diri
" Ana kau jangan termakan dengan rayuan anak nakal ini, kau pasti kabur lagikan dari rumah...? " Tanya Racel seraya berjalan menghampiri adiknya itu dan menjewer telingan adiknya.
" Adu.... kaka sakit, kak bidadari tolong aku dari nenek lampir ini " Teriak Mika seraya meringis menahan sakit.
" Aaapaa.... " Ucap Racel seraya memelotokkan matanya ke arah adiknya itu.
" Heheehe... tidak... tidak... aku hanya bercanda kak, lagian sejak kapan kaka ku ini menjadi nenek lampir " Ucap Mika cengengesan.
" Ra... apa yang kau lakukan kasian adikmu" Ucap Ayana lembut, entah mengapa menyebut kata adik membuatnya kembali merasa sedih.
"Dek kaka harap kau masih hidup, kaka sangat merindukanmu " Batin Ayana tampa terasa air matanya menetes.
Racel yang melihat sahabatnya menitikan air mata, segera melepaskan tanggannya dari telingga adiknya dan menghampiri Ayana dengan penuh rasa khawatir.
.
.
.
###
Assalamualakum semuanya, jangan lupa beri like, komen dan juga votenya ya... biar Author semangat buat lanjutin ceritanya
Terimakasih 😊🙏
salam dari my Kids My Hero
Salam dari"Cium aku atau bunuh aku"
mampir juga di karyaku terbaru ku
kisah Aluna