NovelToon NovelToon
Ketika, Kau Menciumku

Ketika, Kau Menciumku

Status: tamat
Genre:Romantis / Tamat
Popularitas:235.7k
Nilai: 4.7
Nama Author: Motifasi_senja

Di lanjutkan season 2.
Mohon maaf jika up nya sedikit ya, soalnya author nulis 2 judul. 🙏🙏🙏

Moli adalah seorang gadis SMA yang periang. namun di balik cerianya itu Dia adalah seorang gadis yang sangat kesepian.

hingga suatu ketika Dia beretemu dengan seseorang yang lelaki yang masih duduk di bangku SMP bernama Yoga. Seiring berjalannya waktu mereka mulai akrab.

namun di sisi lain. hubungannya dengan sang kekasih (Diki) justru mulai retak karena kedatangan wanita lain. wanita yang telah lama mengenal Diki dari kecil.

Hubungan Moli dan Diki pada akhirnya merenggang. sementara Moli kini mulai terbiasa dengan kehadiran Yoga yang menurutnya bisa membuat dirinya selalu tersenyum menggantikan ruang sepi yang selama ini terjadi.

penasara.??? yukk langsung aja kepo in???

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Motifasi_senja, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Duapuluhdua

Karena penasaran Moli langsung membuka pesan dari Fani. Sebenarnya ada pesan juga dari Diki tapi malas untuk membaca atau sekedar melihat.

Jari nya meng klik sebuah video berdurasi sekitar 1 menit. Mata Moli membulat, ponsel itu di cengkeramnya dengan begitu erat. Perasaannya kembali tergores oleh sebuah Video mesum yang di lakukan Lia dan Diki.

“Aaaaaaaaaaa!!! Brengsek!!!”

Ponsel dalam genggamannya itu terlempar jatuh hingga ke lantai satu. Yoga yang sedang mengambil minuman di dapur langsung berlari mencari asal suara benda keras itu.

Yoga kaget melihat sebuah ponsel yang tergeletak menjadi 3 bagian itu. Ia mendongak ke atas, ternyata Moli sedang jongkok menyembunyikan tangisnya pada ke dua lututnya.

Mbok Ijah yang sempat kaget juga langsung ke luar dari kamarnya. “Ada apa Den?”

Yoga tak menjawab namun langsung menghampiri Moli yang kini tersungkur di atas lantai. “Ya Allah kak Moli kenapa lagi?”

Pelukan erat Ia berikan pada gadis yang tengah menangis itu. Dadanya berdegup semakin kencang kala tangisan Moli semakin keras.

“Kak Moli kenapa? Lihat Yoga.”

Yoga memegang kedua pipi basah itu. Matanya basah terlihat berantakan. Ada apa dengan bidadari ku?

“Mereka jahat Ga, jahat! Gue benci mereka.”

Moli memukul dada Yoga dengan keras. Hati dan perasaannya kali ini terasa remuk seperti di hantam benda keras. Sakit sungguh sakit. Yoga mendekap Moli semakin erat. Siapakah yang tega membuat gadis ini menangis? Tak akan di biarkan lepas begitu saja!

“Gue benci mereka!!”

Tangisan terus membanjiri wajah cantiknya. Suaranya parau seperti kehilangan tenaga. Sejahat itu kah mereka pada Moli?

“Ga... sakit Ga.”

“Iya iya... Yoga tahu, Yoga antar ke kamar ya.”

Yoga membopong tubuh lemas Moli menuju kamar. “Ambilin air hangat ya Mbok...” perintah Yoga pada Simbok yang dari tadi berdiri di samping mereka. Si mbok hanya diam bukan karena tak peduli tapi Ia terlanjur panik hingga bingung apa yang harus di perbuat. Untung saja ada Yoga di sini. Bayangkan saja jika di rumah hanya ada Simbok?

“Duduk sini dulu.” Yoga meletakkan Moli di atas sofa panjang.

Moli masih sesenggukan. Air matanya sudah mulai surut. Kini hanya terdengar nafasnya yang tersengal sengal. Yoga prihatin melihat keadaan Moli, hingga Yoga tak ikhlas melepas pelukannya pada gadis itu. Tak akan di biarkan siapapun yang berani menyakitinya lagi. Cukup ini saja!

“Ini Den air hangatnya.” Simbok menyodorkan satu gelas air putih yang masih hangat.

“Minum dulu gih, biar enakan.”

Usai minum Moli kembali mendekap Yoga lagi. Rasanya nyaman jika di dekatnya. Apa lagi Dia selalu ada di setiap suasana apapun. Buktinya saja sekarang Yoga ada di sini ketika perasaan Moli sedang hancur.

“Simbok tinggal ya Den.”

“Iya Mbok.”

Moli masih menyembunyikan wajahnya di dekapan Yoga. Adegan dalam video yang membuatnya menangis terngiang lagi dikepalanya. Bodoh rasanya, kenapa pernah mencintainya? Jikalau ini bukan cemburu atau merasa di khianati, akan tetapi hati ini tetap sakit. Sakit karena dengan bodohnya masih terdiam dan terus berusaha bersama hingga memberinya maaf dan sebuah kesempatan. Sakit bukan karena terlalu mencintanya, bukan pula karena masih sayang padanya. Hanya saja merasa hina melihat raga ini yang terus berpura pura baik baik saja padahal sudah tak ada cinta.

Memang betul yang di katakan Fani kala itu,

“Cemburu berbeda dengan perasaan tak terima”. Ya begitulah perasaannya saat ini yang sedang menimpa dirinya. Bukanlah amarah dalam sebuah kecemburuan akan tetapi perasaan tak terima karena hanya diam saja ketika tersakiti.

“Ga... gue mau udahan, gue nggak kuat.”

Suaranya terdengar serak. Yoga mengusap jemari Moli yang masih bergetar karena melihat sebuah video yang sebenarnya Yoga pun belum tahu apa isi video itu.

“Kita jalan yuk, gue denger denger lagi ada pasar malam di alun alun loh..l” Yoga berusaha mencairkan suasana supaya Moli kembali bisa tenang dan nyaman.

“Nggak mau.” Moli masih mendekap Yoga erat.

“Jadi lebih memilih berdiam diri karena hal yang nggak penting nih?”

Moli mendongak. Lalu berdiri melangkah ke depan cermin, menyisir rambutnya yang berantakan kemudian mengusap wajahnya lesu, tabur bedak kemudian menjambret tas slempangnya di atas rak. Yoga tersenyum melihat tingkah Moli, Lalu mengikuti langkahnya di belakang.

“Nah gitu dong, semangat!”

Moli melempar senyum kemudian berlenggok menuju sebuah Motor yang bertengger di halaman rumahnya. Ia langsung memakai helm dan melingkarkan kedua tangannya di pinggang Yoga yang sudah siap melesat dengan motor nya itu. Yoga mendesah, ada sedikit kelegaan dalam hatinya saat ini.

“Lebih kenceng Ga!”

Teriak Moli dengan kedua tangan telentang melawan angin yang berhembus menemani sang malam. Baru kali ini rasanya terbebas dari beban hidup yang selama ini menindih punggungnya hingga melupakan kebahagiaannya.

Ini gue! Gue yang bukan wanita lemah. Ini gue! Gue yang sekarang telah bebas!

“Aaaaaaaaa!!!”

Teriaknya kencang kemudian kembali mendekap tubuh tegap Yoga.

08.20 WIB

Suasana pasar malam tidak begitu ramai. Lebih banyak pengunjung anak anak yang pergi bersama keluarganya. Mungkin karena bukan malam minggu. Moli menyusuri setiap wahana yang tersedia disana, hingga langkahnya terhenti di sebuah wahana biang lala.

“Naik itu yuk.” Moli menarik lengan Yoga ke tempat kasir.

Yoga mengulum senyum melihat tingkah ceria Moli lagi. Mungkin dia sudah mulai cuek dengan masalah yang tadi. Syukurlah, ini yang terbaik.

Di dalam biang lala Moli tak henti bercerita mengenai pengalaman lucu yang pernah Ia alami ketika naik wahana ini. Hingga Yoga sampai kebingungan untuk membalas ucapannya itu. Terkadang Yoga lebih memilih fokus memandang wajah cantik Moli yang sudah ceria lagi.

Hampir sepuluh menit Mereka ada di kabin biang lala dan Moli sudah lebih ceria. Tentu saja, semua karena Yoga yang berhasil menghiburnya.

“Masuk itu yuk.” Yoga menunjuk sebuah wahana dengan kepala drakula di pintu masuknya. Sepertinya belum ada yang berani masuk ke wahana horor itu.

“Ayo...”

“Tapi Ga.”

Akhirnya mereka sampai di depan pintu masuk. Dari luar, ruangan itu sudah nampak terlihat gelap. Hanya ada beberapa bohlam lampu kuning yang menyala. Mereka melangkah masuk, Moli mencengkeram erat lengan Yoga. Sepertinya Moli ketakutan.

Yoga terkekeh. “Masa takut sih?” ledek Yoga.

“Siapa bilang? Nggak kok.” Moli melepaskan genggamannya dan berjalan lebih dulu di depan Yoga.

Ketika masuk ke lorong yang lebih jauh, sepertinya ada sesuatu yang bersembunyi di balik tirai hitam. Warnanya putih dengan rambut terurai panjang.

“hiii hiiii kikikiki....hooaaa.”

Mendengar suara itu Moli langsung berbalik hingga menabrak sesuatu. Sesuatu yang tegap di bagian tengah dan sesuatu yang hangat di bagian atas. Moli membuka matanya perlahan. Bibir tipisnya kini bersentuhan dengan Bibir seorang lelaki yang sedari tadi berjalan di belakangnya. “Yoga, ya ini Yoga.”

Mata mereka saling beradu. Kedua tangan Yoga melingkar di pinggang Moli yang refleks karena terkejut. Bibir itu masih bersentuhan, berlangsung beberapa detik. Hingga keduanya tersadar dan saling memundurkan langkah.

“Maaf nggak sengaja gue.” ucap Moli menyembunyikan rasa malunya. Untung saja ruangannya gelap, kalau terang bisa malu karena pipinya memerah seperti kepiting rebus.

“Nggak papa.”

Ini kedua kalinya mereka berciuman. Walaupun sebenarnya bukanlah sebuah ciuman yang nyata dan hanya tak kesengajaan, namun kejadian itu bisa membuat jantung masing berdegup lebih kencang. “Salting kan gue."

Moli menggigit bibir bawahnya. Perasaannya begitu bergejolak, seperti ada sesuatu yang menyambar ke dalam jantungnya. Bukan kesakitan namun sebuah rasa yang sulit untuk di jelaskan. Dan rasanya sedikit berbunga atau apalah itu istilahnya. Moli bergidik lalu melenggang melangkahkan kaki menuju penjual arummanis untuk menghindari Yoga sebentar saja karena nafasnya yang sudah tak bisa Ia kontrol.

“Sial! Malu nya gue.” gerutu Moli ketika sudah menjauh darinYoga.

Sementara Yoga masih tertegun menatap kosong ke arah wahana kapal perompak. Bukan tak mau bicara, Yoga berusaha tenang supaya badannya tak melompat karena kegirangan.

Ciuman singkat itu terus menumbuhkan perasaannya pada Moli. Dan Yoga berharap Moli juga merasakan hal yang sama dengan dirinya. Ia berharap bahwa memang suatu saat ada kesempatan untuknya bisa memiliki gadis itu.

“Mau Ga.” Moli menyodorkan satu bungkus arumanis

“Nggak ah, terlalu manis kaya kamu.” Yoga terkekeh dan langsung di balas pukulan oleh Moli di bagian lengan.

Di kursi panjang di depan penjual martabak mereka duduk melepas lelah karena sudah mengitari area pasar malam itu. Yoga duduk dengan pandangan mata mengarah ke anak kecil yang sedang merengek minta sebuah mainan. Ia tersenyum, sementara Moli diam diam terpesona dengan senyuman itu. Kenapa baru sekarang Ia menyadari bahwa lelaki ini jauh lebih tampan dari penghianat itu?

Yoga menoleh padaMoli yang sedang menatapnya sambil tersenyum. “Ganteng ya gue? Lihatin nya sampai bengong gitu?”

Sial! Ketahuan kan? Moli langsung melengos ketika Yoga menegur lamunannya. Malu lagi kan? “Makasih ya Ga.”

“Buat?”

“Semua yang lo lakuin ke gue, lo selalu ada pas gue butuh.”

Senyum di bibir Yoga mengembang, ucapan itu seperti sebuah pujian yang membawanya melayang ke awan. Ah lebay! Ini ada lah momen yang tak akan pernah Ia lupakan. Gadis pertamanya yang berhasil mengobrak abrik jantung hatinya, akan selalu Ia lindungi.

“Makasih ya Ga, besok pulang sekolah gue di jemput ya."

“Oke!”

Setelah Moli masuk rumah, Yoga langsung membelokkan motornya kemudian melaju meninggalkan rumah bidadarinya. Sebenarnya sampai saat ini Dia masih curiga dengan sebuah video yang membuat Moli berteriak histeris. Ia akan cari tahu besok, atau mungkin malam ini jika perlu.

Jangan salahkan aku jika gadis itu bersamaku, kau sendiri yang menciptakan sebuah masalah. Sadarlah!

Lampu seluruh rangan sudah padam. Seisi rumah mungkin sudah tertidur begitu juga dengan Diki. Yoga menarik nafas berusaha menenangkan hatinya yang sedari tadi masih memendam amarah. Untung saja sepulangnya dari rumah Moli, Ia sudah tak nampak wajah Diki. Jikalau saja Diki masih terjaga mungkin saja pertengkaran bersambung kemarin akan berpindah episode malam ini.

Sesampainya di kamar Yoga tak langsung memejam kan mata. Ia lebih memilih duduk di kursi menghadap keluar jendela. Saat ini jam sudah menunjukkan pukul 23.00 namun mata elangnya masih lebih memilih terjaga ketimbang harus mengukir sebuah mimpi dalam tidurnya. Terkadang kenyataan itu indah.

Yoga menatap layar poselnya, ibu jarinya mengetik sebuah tulisan.

Moli

Selamat tidur bidadariku.

Read.

Seperti ini kah rasanya jatuh cinta? Rela tersakiti hanya karena ingin melindungi yang terkasih. Yoga mengusap luka biru di samping bibirnya. Luka ini lah hasil karena tak rela jika bidadari yang mungkin sekarang sudah terlelap itu tersakiti. Lalu pada akhirnya akankah raga ini memenangkan hatinya? Tak ada yang tahu.

***

1
Oh Dewi
Mampir ah...
Sekalian rekomen buat yang kesusahan nyari novel yang seru dan bagus, mending coba baca yang judulnya Caraku Menemukanmu
🧸Syasha🔖
Ceritanya Bagus tapi Nama tokohnya sering ketuker Doni jadi Diki terus kadang Lia jadi Mia.
Sesilia Juwita
cerita nya bagus ,mudah d pahami tidak berbelit Belit ,,lanjut Thor
semoga jd novel terbaik 😍😍😍
Ummu Sakha Khalifatul Ulum
Next
Ummu Sakha Khalifatul Ulum
Lanjut
Ummu Sakha Khalifatul Ulum
Perhatian Yoga daripada pacar sendiri
Maretha Putri
baru kali ini aku baca novel,tapi serasa ngerasain
Nana_Ratna
Moliiii putusin c Diki, cowo plin plan bin bege
Nana_Ratna
Request order aza Ga, beruang kuningnya k pengrajin boneka
Dety Lefran's
thor..moli punya janggut ya😂😂🤭🤭
jekey🐰
jadi ini novel season kedua yaa?
Bintang Kejora: bukan say.. season dua, tanggal 30
total 1 replies
Putu Sugandi
kok namanya hampir mirip dgn novel gadis mungil ,pantesan Thor salah ketik nama Mona jadi Moli 😂😂,apalagi disini juga nama pemerannya sama ,ada mama Santi ada Fani ,jangan" nih novel ulang versi gadis mungil ya Thor🤭, habisnya mirip Diki = Arga , yoga =Radit ,Moli =Mona ,trus xx..?= Tiara /aura 🤭🙏
Bintang Kejora: nah itulah kenapa sering typo😭😭😭 karena pas nulis 2 judul harus selesai berbarengan. 😭 dan novel ini sedang di revisi tapi beluk sempat.
total 1 replies
Jac_Aline
maaf ya, disini ada kejanggalan cerita deh.... gimana gak bisa ada kabar, khan mereka bisa chat / telp buat kasih kabar dll.
maaf ya thor kalau aq kasih kritikan ✌️✌️✌️
Bintang Kejora: iya sayang. makasih krisannya, novel ini masih proses revisi.😃🙏
total 1 replies
Jac_Aline
namanya banyak yang kebalik ya?
semoga lebih teliti lagi ya thor
Dhea Chanyeol
Thor bingung gue sih Moli itu anaknya siapa?
Truss hubungan nya Ama season 1 apa?
Dhea Chanyeol: ohh gitu yahh
total 2 replies
W.Willyandarin
Keren thor cerita nya 👍👍👍

Jangan lupa mampir di cerita saya yang berjudul Cinta Abdinegara dan Putih Abu-Abu di tunggu feedback nya 🤗🤗🤗

Terimakasih 🙏🙏🙏
Muhammad Ari
bagus thor... ijin promo ya, jgn lupa baca novel dg judul "MY CLICK GIRL" ya 🙏😇
linanda anggen
semangat trs walau sudah end 😁👍
🎧ᖇ𝚎𝙴ʰⁱᵃᵗᵘˢ♫︎
padahal nunggu smpe Moli nikah ma yoga..tp ttp aq tunggu up nya Thor.. semangat
Bintang Kejora: iya sayang, kalau ada waktu aku pasti lanjur season 3. nanti kapan2 ada bonus chapter
total 1 replies
Yora
tim kreji up
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!