Anggraini Puspitasari yang sering disapa Anggi adalah sosok perempuan dan ibu yang tangguh.
Dia adalah seorang janda berusia 25 tahun yang memiliki 2 anak laki-laki yang tampan.
Disuatu ketika,Anggi berkenalan dengan seorang abdi negara diakun media sosial miliknya.
Dia bernama Ari Arif Hans yang biasa dipanggil Ari.Namun Anggi lebih suka memanggilnya dengan sebutan bang Hans.
Ari seorang laki-laki mapan yang usianya terpaut 10 tahun dengan Anggi.
Ketika Ari mengadakan kunjungan kerja ke Yogyakarta,mereka menyempatkan waktu untuk bertemu.Karena Anggi berdomisili di Yogyakarta.
Disaat pertemuan pertama,Ari menyatakan keseriusannya pada Anggi.
Apakah Anggi akan menerima keseriusan Ari yang mana Anggi masih berusaha untuk memulihkan hati paska bercerai?
Lalu apakah keluarga besar Ari akan merestui hubungan mereka mengingat status Anggi yang seorang janda?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Tutiek, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
ILYOT Episode 22
*Rintik hujan kembali menyapa bumi
Menghilangkan hangat sang mentari
Mengganti dengan seribu dingin yang menusuk hati
Sang petir pun tak berdiam diri
Ikut meramaikan serta meneriakai
Menghias senja yang sunyi
Anggraini Puspitasari*
**Hai hai hai
Selamat siang semuanya....gimana kabar kalian hari ini...?Semoga selalu dalam lindungan Allah yaa...aaaammiiinn.
Sambil menikmati hangatnya sang mentari,yuuuk kepoin Anggi dan Om Tampan nya
Happy reader ya guys**....
Sepanjang sore itu,Anggi,anak-anaknya dan juga Ari seru-seruan dipantai.Mereka disana sampai maghrib menjelang.
Setelah itu mereka pulang yang sebelumnya mereka makan malam dulu disalah satu resto.
Disepanjang hari itu,bibir Anggi terus menyungingkan senyumnya.Dia tidak menyangka kalau Ari akan begitu dekat dengan anak-anaknya.
Dan sepertinya,anak-anak juga begitu bahagia.Belum pernah Anggi melihat anak-anaknya begitu bahagia.
Bahkan dulu sewaktu liburan dengan ayah mereka pun,mereka tak sebahagia dan selepas ini.
Ari benar-benar sosok ayah yang sangat didambakan anak-anaknya.
"Nggi....kamu ga papa...",tanya Ari membuyarkan lamunan Anggi.
"Ng....ke-napa bang...?",tanya Anggi kelabakan.
"Kamu kenapa ...capek...kok tiba-tiba bengong bigu...?"
"He he he...ngga kok...aku cuma seneng aja"
"Seneng kenapa ...?"
"Ya gimana ga seneng,sepanjang hari ini anak-anakku terus tersenyum dan tertawa lepas.Terimakasih ya bang sudah mengjadirkan kebahagiaan untuk Arif dan Ardi",jawab Anggi panjang lebar.
"Sama-sama.Aku juga seneng kok sama mereka.Anak-anakmu tu bener-bener anak yang penurut.Pinter kamu mendidiknya",jawab Ari sambil mengusap kepala Anggi dengan tangan kirinya.Sementara tangan kanannya terus memegang setir mobil.
"Masa sih bang....padahal aku sering keluar taring loh pas mendidik mereka...he he he",jawab Anggi sambil terkekeh menyembunyikan rasa malunya.
"Benar cinta....Eh ngomong-ngomong kok mereka ga ada suaranya....",kata Ari sambil melirik kaca spion.
Sedangkan Anggi begitu sadar akan ucapan Ari,langsung menoleh kebelakang.
Begitu menoleh kebelakang,lantas Anggi dan Ari sama-sama menoleh sambil terkekeh.
"Pantas saja sepi....ternyata mereka tidur.Sepertinya mereka kecapean main",kata Anggi.
"Bener....coba lihat mereka begitu menggemaskan ketika sedang tidur begitu.Sama menggemaskannya denganmu",timpal Ari sambil mengedipkan sebelah matanya.
"Iiihh abang.....teruuus aja nyari kesempatan",jawab Anggi mengerucutkan bibirnya dengan lucu.
"Kenapa tuh bibir...minta dicium ya...ha ha ha"
"Abang...apaan iihh...",wajah Anggi langsung merona.
Spontan detak jantungnya bergetar tak karuan."Setiap bersama dengan mu,detak jantungku tak pernah bisa normal bang",kata Anggi dalam hati.
"Ngelamun lagi....beneran abang cium lho nanti".
"He he he...."
Tak terasa mereka pun sudah sampai dihalaman rumah ibu Anggi.
Anggi langsung turun dan membuka pintu belakang,berniat membangunkan kedua anaknya.Namun belum sempat Anggi membangunkan kedua anaknya,Ari bersuara,"jangan dibagunkan.Biar aku angkat mereka.Kamu siapkan saja tempat tidurnya"
"Ooh...okay bang...",agak kaget Anggi namun tetap menjalankan apa yang diperintahkan oleh Ari.
Anggi bergegas masuk kerumah dan langsung menuju ke kamar anak-anaknya.
Tak lama kemudian Ari menyusul dibelakangnya sambil membopong Arif.Setelah menurunkan Arif,Ari segera kembali kemobil untuk mengangkat sikecil Ardi.
Anggi mengekori dibelakangnya,Ari membopong Ardi,sedang Anggi mengambil barang-barang keperluan anak-anaknya.
Mereka beriringan masuk kerumah,Anggi lansung menuju belakang,sedangkan Ari menuju ke kamar anak-anak Anggi.
Setelah meletakkan barang-barang anaknya,Anggi berjalan menuju ke kamar anak-anaknya.
Ketika tiba dikamar anak-anaknya,Anggi melihat Ari yang tengah mencium kening kedua anaknya.Arif dan Ardi juga sudah tertutup selimut.
Anggi begitu takjub dengan perlakuan Ari kepada kedua anaknya.Hingga tak terasa kristal bening meleleh begitu saja dikedua pipi mulusnya.
Setelah mengecup kedua anak Anggi,Ari segera berbalik.Dan alangkah kagetnya Ari ketika menyadari Anggi sudah dibelakangnya.Lebih kaget lagi ketika Ari mendapati Anggi sedang menangis.
Langsung saja Ari menuju ke Anggi dan langsung menghapus air mata Anggi sambil berkata,"kamu kenapa kok nangis...maaf kalau aku mmembuatmu tersinggung"
Anggi bukannya menjawab,tapi malah berhamburkan tubuhnya kedalam dada bidang Ari.
Ari yang kaget hanya mampu membalas pelukan Anggi.Hingga Anggi bersuara,"te-terimakasih...hiks...abang...hiks...untuk kasih sayangmu...hiks...keanak-anakku...hiks...".
Sambil sesenggukan Anggi mengungkapkan rasa terimakasihnya ke Ari.
"Udah ga usah nangis ah ...cengeng...",gurau Ari mencairkan suasana.
Meski saat itu Ari pun merasa begitu bahagia karena perlakuan Anggi.
"Bukannya untuk mendapatkan hati maknya,abang harus meluluhkan dulu hati anaknya ya...",kata Ari sambil meraup kedua pipi Anggi.
Anggi hanya mampu mengerjap-ngerjapkan kedua bola matanya sambil sesengukan kecil.
"Senyum dong....jangan nangis.Jadi tambah cantik tahu ga sih kamu kalau nangis gitu",goda Ari lagi.
Anggi pun hanya mampu tersenyum sambil memukul kecil lengan kokoh Ari.
"Aku akan melindungimu dan anak-anakmu.Aku janji Nggi"kata Ari lagi.
Tak ada jawaban dari Anggi,karena dia hanya menatap kedalam dua bola mata Ari.Berusaha mencari kebohongan disana.Namun yang Anggi temukan justru ketulusan yang begitu besar.
"Kamu percaya padaku kan...?",tanya Ari masih meraup kedua pipi Anggi.
Hanya anggukan kepala dan senyum manis yamg bisa Anggi berikan untuk Ari.
Dari senyum dan anggukan Anggi,Ari sudah mendapat jawabannya.Lalu perlahan Ari mendekatkan wajahnya ke wajah Anggi.
Cuup...Ari mengecup lembut kening Anggi sambil berkata," terimakasih Nggi...".
Cukup lama Ari mengecup kening Anggi,hingga suara sikecil menyadarkan keduanya.
"Bu....sudah sampai rumah ya...",tanya Ardi sambil mengeyip-ngeryip lucu karena masih mengantuk.
"Eh ....iya sayang sudah sampai.Adikntidur lagi aja,udah malem loh"jawab Anggi.
Ardi pun kembali tidur.Anggi mendekat kearah kedua anaknya lalu mengecup kening keduanya sambil berkata,"maaf malam ini ibu langsung ke Jogja ya nak.Besok ibu masuk kerja.Kalian sekolah yang rajin ya!"
Setelah itu Anggi mengajak Ari keluar untuk minum yang tadi sudah disiapkan oleh Uti nya anak-anak.
"Arep langsung ngulon po Nggi (mau langsung balik Nggi)?,tanya Uti begitu Ari dan Anggi duduk dikirsi tamu.
"Nggih mak...mbenjang kulo mlebet enjing,trus bang Ari nggih bade budal teng Jakarta (iya mak...besok saya masuk pagi,terus bang Ari juga mau berangkat ke Jakarta),jawab Anggi.
"Iya bu...saya sekalian nyuwun pamit besok mau budal ke Jakarta...",Ari ikut-ikutan ngomong pakai bahasa jawa,meski hasilnya belepotan.
Uti jadi tertawa mendengar Ari bicara bahasa jawa,sembari berkata "Wes ga usah pake bahasa jawa.Emak bisa bahasa Indonesia kok.."
Ari hanya mampu menggaruk kepalanya yang tidak gatal sambil nyengir....
semangat selalu kk bikin ceritanya💪💪💪😍😍