putraku anak dari pak CEO
wanita berusia 25 tahun, bernama Alina Pratiwi mengunjungi sebuah tempat hiburan malam terbesar di kotanya, demi hanya agar sejenak melupakan berbagai tuntutan dari ibunya yang ingin segera melihat putri semata wayangnya itu menikah sebelum sang ibu tutup usia.
sedangkan Alina sendiri sama sekali tidak pernah ingin menikah, karna trauma nya yang memergoki sang ayah berselingkuh dengan wanita lain.
namun niat hati Alina ingin hanya sekedar menghibur diri,justru Alina malah mendapatkan peristiwa yang membuat dirinya kehilangan kehormatan nya
akankah Alina mampu menjalani kehidupan yang berbeda ?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon tinta digital, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
22. Kesempatan?
seorang wanita berpakaian serba hitam, serta sebagian wajah yang tertutup sebuah masker berwarna senada.
nampak sedang berbincang dengan seorang pria, yang cukup tampan di sebuah cafe
"jadi apa mau mu? " pria itu menyesap kembali kopi itu dengan memicingkan matanya menatap wanita itu
"aku hanya ingin kau menjauhkan wanita pengganggu itu! "
"bagaimana mungkin? dia bukan orang sembarangan! bahkan terlalu banyak pengawal di sekelilingnya. " pria itu bernafas berat sembari memijit pangkal hidung nya
"ayolah jim! aku tahu kamu juga begitu menyukai wanita itu! jadi apa susahnya ?hanya cukup kau membawanya pergi jauh dari hidupku dan tidak mengganggu tuan muda Anderson!" ucap wanita itu dengan penuh penekanan membuat pria itu terlihat sedikit frustasi dan mengacak-acak rambutnya
"oke! Tapi jangan gunakan cara kotor mu, apalagi mencelakai mereka!" ancam nya
pria dan wanita yang sedang berbincang itu tidak lain adalah Chelsea dan juga Jimmy, yang terlihat cukup akrab karena memang mereka masih memiliki hubungan keluarga
................
suasana malam ini sedikit tenang, setelah beberapa waktu lalu seorang perawat memberitahu kabar baik.
Felix berdiri di belakang Alina yang duduk di sebuah kursi tunggu pasien, tak bisa di pungkiri lagi bahwa ada rasa hangat yang berhasil mengisi kembali setelah beberapa tahun terpuruk dalam keputusasaan
"vino... Mommy kangen suara tawa mu nak, cepat bangun! Mommy sudah tepati janji mommy..."
Alina noleh ke arah Felix yang kini duduk di tepi ranjang dimana Alvino berbaring
"lihatlah, dulu kamu sering bertanya bagaimana wajah Daddy kandung mu? Vino...."
Air matanya semakin deras di kala Felix mendekap tubuhnya
"suttt .... Aku disini dan tak akan melepaskan kalian! Beri aku kesempatan untuk memulai kembali dari awal" Felix menghapus air mata di pipi Alina dengan ibu jarinya
Di tatapnya dengan lekat, wanita yang sangat di rindunya
"Alina, mari menikah setelah putra kita pulih" Felix menggenggam kedua tangan Alina yang kini kembali berkaca-kaca
"Felix, aku...."
"tidak usah di jawab sekarang, aku tau tidak mudah memaafkan bajingan seperti ku!" Felix tersenyum getir dengan mata yang berembun
"terimakasih... Kamu pria yang bertanggung jawab, mari kita pikirkan nanti perihal pernikahan kita" Alina tersenyum dengan tatapan yang saling mengunci
"apa kau sungguh...."
"Felix, bolehkah aku belajar mencintaimu?" Alina menundukkan kepalanya
Felix meraih wajah Alina dengan kedua tangannya, memajukan wajahnya hingga kedua hidung mereka beradu
"bolehkah aku..."
Cup!
Felix mematung, dengan membulatkan matanya mendapat sebuah kecupan manis dari wanita yang telah lama di carinya
Alina hendak menjauhkan wajahnya yang kini terlihat memerah karna merasa malu atas tindakan spontan nya
"jangan kabur lagi!"
Felix menarik tengkuk Alina dan mencumbunya lembut, baik Alina ataupun Felix sama-sama saling mencurahkan rasa rindu yang menggebu di dada
keduanya terus berpagutan, saling menyesap yang kini di penuhi gairah
Brakkk!
Pintu terbuka lebar menampakkan Edwin dan Felicia yang menerobos ke dalam sana
"Astaga!!!" Felicia dan Edwin langsung berbalik badan menghindari pemandangan yang cukup panas
"sebaiknya kita tidak mengganggu untuk beberapa saat" Edwin menarik istrinya berjalan keluar dari ruangan itu
Sementara Alina yang menyadari kedatangan kedua orangtua Felix segera mendorong kuat dada bidang nan kokoh itu hingga berhasil melepaskan pagutannya
Dahi mereka saling beradu, nafas yang terengah-engah di sertai wajah yang merona dari keduanya
"maaf..." Felix mengusap bibir Alina yang terlihat sedikit membengkak dan basah karna benang Saliva yang terputus
...****************...
hallo readers....
Author kembali menulis untuk menemani mu🥰
kopi pagi thor... 🍞☕️ semangat
sukses sll💪🏻😍😍