NovelToon NovelToon
Alex

Alex

Status: tamat
Genre:Romantis / Teen / Komedi / Tamat
Popularitas:413.5k
Nilai: 4.9
Nama Author: dewi

Namaku Alex Fredrica
Sering di panggil Alex, tapi aku lebih suka di panggil Chacha. Gara-garanya dulu abangku maunya cuma punya adik cewek, dan sudah nyiapin nama segala macam pas si Mama masi hamil muda. Pas lahirnya ternyata cewek cantik kayak aku, eh, si Abang Nganbek!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon dewi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

bab 22

Ternyata Bang Harris itu baik banget, meskipun sudah ketemu siang dan malam dia tetap aja baiknya gak berkurang. Padahal sebelumnya aku sempat khawatir, karena bagaimanapun kami adalah dua orang yang sebenarnya belum terlalu mengerti dengan kebiasaan satu-sama lain. Walapun aku yakin mencintai Bang Harris dengan sepenuh hati, tapi kenyataannya selama ini kami memang jarang bersama.

Kalau di rangkum dari awal, kami sebenarnya memang hanya bertemu beberapa kali di tiap kepulangannya yang singkat dan langka. Bahkan saat tiba-tiba kami memutuskan utuk menikah, sebenarnya aku sudah mempersiapkan diri, jikapun nanti akan ada beberapa hal dari sifat kami masing-masing yang mungkin tidak sesuai. Karena kupikir hal seperti itu juga sangat wajar terjadi di setiap hubungan. Kadang kita memang baru akan mengetahui sifat asli pasangan kita setelah hidup bersama, tapi sekali lagi kukatakan, Bang Harris sangat baik, dan nampaknya dia juga sudah sangat tenang untuk bisa menghadapi ketidak dewasaanku.

Walau dia tidak pernah memberiku bunga atau kado yang dibungkus pita, tapi dia seolah sudah memberikan seluruh energinya untuk membuatku bahagia. Kadang hanya dengan kesederhanaan, saat kami menikmati secangkir kopi berdua di balkon, dan Bang Harris mulai menceritakan kegiatan dan pekerjaannya sepanjang hari. Kadang dia juga suka sedikit membual saat mengatakan ingin membawaku serta kekantor agar dia tidak terus merasa ingin cepat pulang.

"Abang akan bosan? "

"Kenapa? "

"Kata Mira, Chacha cerewet."

Bang Harris hanya menggeleng kemudian menarikku ke pangkuannya.

"Aku akan gendut dan pinggangku membesar sampai Abang gak akan tahan membiarkanku duduk seperti ini lagi."

"Aku, akan jelek dan lebih dulu beruban darimu, " balas Bang Harris, kemudian aku menyentuh garis wajahnya yang indah dan aku tau itu adalah milikku.

"Abang akan tetap setampan Richard Gere, " kataku kemudian dan dia tertawa sampai dadanya bergetar.

"Boleh, gak Chacha nanya? " kataku ketika meraba bekas luka melintang di balik kemeja flanelnya.

Kutunggu beberapa saat sampai akhirnya Bang Harris mengangguk dan menarik pinggangku untuk lebih dekat pada dirinya.

"Kenapa, Abang mau nungguin Chacha? "

"Karena adiknya Bang Nugie cantik."

"Telat, Bang, kalau Abang ngegombalnya lima tahun lalu mungkin Chacha percaya, " kataku kemudian pas nempelin dahiku di dahi Bang Harris yang kembali tertawa pelan.

"Aku serius, Bang,"___"beneran, aku juga penasaran sejak kapan Abang peduli sama Chacha? "

"Apa itu masih penting, jika sebenarnya kita bisa mencari kegiatan lain yang lebih menyenangkan?"

Ku akui Bang Harris cukup pintar untuk mengalihkan perhatianku dengan segala keahlian terkutuknya. Sayangnya aku sedang tidak ingin tergoda untuk mengikuti keinginannya, walaupun jujur dalam hati aku sedang ingin mengumpat, karena entah bagaimana dia bisa berbuat seperti itu. Sambil menahan bibirku yang bergetar aku hanya bisa menggeleng pelan, tapi cukup tegas untuk meyakinkannya bahwa aku belum mau mengalah dan membiarkannya menjelajahiku sesuka hati.

"Apa kau benar-benar ingin aku mengakui bahwa aku sudah ingin menculikmu dari Bang Nugi saat itu juga."

"Dan apa kau bisa terima jika aku ingin melakukan semua ini padamu saat itu?"

Aku diam untuk menatap Bang Harris  yang kali ini benar-benar terlihat serius dengan ucapannya, dan sepertinya memang ada sebuah kepedihan yang coba di akuinya.

"Kuterima saat Nugie memukulku, sungguh aku sediri juga merasa sangat buruk karena tidak bisa berhenti menginginkanmu."

Kusentuh bibirnya agar berhenti bicara, kemudian aku memeluknya, dan hanya bisa memeluknya, dengan perasaan haruku yang luar biasa.

"Tahun-tahun itu terasa berat, ketika aku sama sekali tidak bisa melihatmu."

Aku mengangguk dalam isakan lirih, karena aku juga masih ingat seperti apa rasanya waktu itu. Saat aku sama sekali tidak mendengar kabarnya, bahkan berpikir sudah terlupakan begitu saja, sementara hatiku tetap tidak bisa berhenti menginginkannya. Kurasakan kali ini Bang Harris menarikku lebih erat kedalam pelukannya dan berbisik, "Sekarang, Alex hanya milik Bang Harris"____"Lantas, bagaimana kau bisa berpikir hal sepele seperti berat badan bisa mengubah semua itu."

Kugunakan salah satu tanganku untuk menyisir gelombang ikal di rambutnya yang terasa ringan di sela-sela jemariku, sementara tangan ku yang lain masih menelusuri bekas luka melintang di dadanya dan berulangkali bersyukur. "Terimakasih, " kataku kemudian ketika menempelkan kembali dahiku padanya dan kubiarkan Bang Harris mulai menciumku.

Bahkan sampai saat ini setiap sentuhannya masih terasa seperti keajaiban, sama halnya dengan Cinta, dan aku mulai percaya jika hanya orang-orang beruntung saja yang bisa menemukan nya. Seperti tumpukan hadiah yang menyenangkan, seperti itulah yang kurasakan tentang dirinya.

Aku mencintai jiwanya yang sederhana, dan sama sekali bukan karena apapun yang ada di sekitarnya. Orang bisa saja menganggap aku sangat beruntung, meski sebenarnya mereka tidak pernah tau seberat apa perjuangannya, tapi aku tetap akan bersyukur dan tidak akan pernah berhenti berterima kasih karena telah memilikinya. Mencintai itu sebenarnya bisa lebih mudah jika kita masing-masing hanya ingin saling membuat pasangan kita bahagia.

Aku ingat dengan kutipan dari sebuah buku yang sudah di tebalkan oleh Bang Harris untukku. Sayangnya saat itu aku masih belum sepenuhnya paham jika ada sesuatu yang coba disampaikan nya padaku melalui kutipan tersebut.

I used to think that when people fell in love, they just landed where they landed, and they had no choice in the matter afterward. And maybe that's tru of beginnings, but it's not true of this, now.

I fell in love with him. But I don't just stay with him by default as if there's no one else available to me. I stay with him because I choose to, every day that I wake up, every day that we fight or lie to each other or disappointed each other. I choose him over and over again, and he chooses me.

(DIVERGENT by VERONICA ROTH)

1
Lina Ningdyar
😅
Alvian Denis
nyimak Thor..zeru kek nya
tenny
sy udah vote yaa, suka ceritanya
tenny
alur ceritanya bagus, gaya bahasanya juga, walaupun ada beberapa yg typo tapi masih bisa kita ngerti kok. semangat yaa ❤️
RAHMAWATI SUDARMADJI
apakah masih lanjut kak?
RAHMAWATI SUDARMADJI
biarin lah Alex hamil lagi, kan pengen anak cowok kak
RAHMAWATI SUDARMADJI
best friend
RAHMAWATI SUDARMADJI
sayang banget deh sama adeknya
RAHMAWATI SUDARMADJI
nice story', tdk bosen" bacanya walaupun berulang-ulang
Silcilia Sisca
begitu ceritanya..😬
lita
trus gmn brandon sama mini
lita
bener2 bagus nih thor, nggak salah ngasih favorit d novelmu
lita
ini cerita bener2 bagus bgt
lita
ceritanya bagus bangett.... cara penyampainnya jg bagus, mungkin ada bbrp kata aja yg perlu direvisi
tp menurutku ceritanya gk ngebosenin seneng banget, beda dr yg lai
Silcilia Sisca
😭😭😭
Silcilia Sisca
baru Nemu ni cerita.part awal Uda bikin senyum2.
sepertinya menarik..🙂🙂
Indira Susanto
Allamakkkk bewoknya
nggak ku-ku Thor
he....he....
Virgo Girl
Setuju Cha. Gw jg ilfil sm org yg suka buang sampah sembarangan. Aplg dibuang dr mobil keren, benciiii bangets...l Orang kaya tp mental miskin😠😠
nyi iteung
ngakak... Ha-ha-ha
tapi tau ga Thor ada temen kek anak bang Haris gitu, jadi diye (temenku) lahir Pebruari trs adiknya lahir Desember
mirip kan... hehehehe
nyi iteung
si Nugie ngapain sih bawaannya marah dll sama bang Haris
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!