NovelToon NovelToon
Wanita Pendamping Tuan Edgar

Wanita Pendamping Tuan Edgar

Status: tamat
Genre:Dikelilingi wanita cantik / Nikah Kontrak / Crazy Rich/Konglomerat / Cinta pada Pandangan Pertama / Cinta Seiring Waktu / Tamat
Popularitas:21.1k
Nilai: 5
Nama Author: dita feryza

Ni Komang Ratri, yang akrab disapa Komang itu begitu terpuruk saat penginapannya hampir bangkrut, bahkan nyaris ia kehilangan penginapan yang juga tempat tinggalnya itu.
Namun tanpa diduga Edgar Marvelo yang saat itu menjadi tamu tak terduga di penginapannya itu tertarik pada kecantikan Komang, taipan bisnis kaya raya itu bahkan berjanji akan melunasi semua hutangnya, jika ia mau menjadi wanita pendamping bagi Edgar selama sebulan di Yach.
Akankah Komang mampu menghindar dari pesona Edgar yang dikenal sebagai Casanova itu??

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon dita feryza, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

#22 Aku Tidak Ingin Kau Pergi.

Dalam balutan gaun merah pendek milik Katrin, Komang mengamati tubuhnya di depan cermin, wajahnya sudah dipoles dengan lapisan bedak dan lipstik tipis berwarna merah marun. Rambutnya yang hitam lurus di kuncir kuda.

Menurut pendapat Komang, ia terlalu banyak memperlihatkan tubuhnya, karena gaun itu memperlihatkan punggungnya yang telanjang dan sebagian besar kakinya, tapi apakah pendapatnya penting?

Bagi Komang, ia memanglah tidak pantas berada di dunia Edgar yang eksklusif dan ia juga tak suka pergi ke kelab, dunia gemerlap begitu sangat membosankan bagi Komang yang notabene hidup di kampung, Komang meringis menatap dirinya yang seperti nampak bodoh dengan gaun itu.

Suara ketukan pintu mengejutkan Komang. Saat pintu terbuka, terlihat Katrin dengan lincahnya memasuki kamar Komang, bajunya berwarna hitam dengan terdapat banyak Payet gemerlap.

"Kau sudah siap?" tanya Katrin dengan semangat.

"Aku.. Sepertinya aku tak bisa pergi ke kelab malam ini." ujar Komang, ragu-ragu.

"Mengapa? Kau sudah berpakaian sempurna, kau tak bisa mundur begitu saja." terlihat wajah Katrin begitu kecewa.

"Aku tak pernah pergi ke kelab, karena aku tak suka semua hal tentang kelab." Komang tertunduk putus asa.

"Kau harus mencoba setidaknya sekali dalam hidupmu, Komang. Aku yakin kau pasti akan menyukai kelab." bujuk Katrin.

"Tapi.."

"Sudah, kau jangan terlalu risau, aku akan selalu menemani mu di kelab nanti." kata Katrin sambil menarik tangan Komang, yang akhirnya mengikuti langkah Katrin.

🌳

🌳

Suara musik yang dimainkan oleh seorang DJ (Disk Joki) menghentak-hentak, membuat semua pengunjung di kelab terbawa dan menggerakkan badannya untuk ikut berjoget, beberapa sudah memenuhi area luas yang disebut dance floor.

Di area kelab ini semua orang nyaris tak dapat mendengar suara lain selain musik DJ, bila ingin bercakap-cakap maka harus dengan volume tinggi agar bisa mendengar satu sama lain.

Komang duduk disamping Katrin di sebuah sofa mewah diruang duduk VIP, Katrin begitu menikmati alunan musik yang menggelar sambil berjoget-joget kecil dan meneguk bir, dia nampak asik.

Berbeda dengan Komang, rasanya dia sudah pergi terlalu jauh dengan berada di tempat seperti ini, nyaris tak ada yang membuatnya tertarik, suara musik ini begitu berisik dan mengganggu pendengaran Komang.

Komang bahkan begitu pusing dan mual berada ditempat itu, karena aroma alkohol dan nikotin membaur jadi satu, membuat pengap, Komang sungguh tidak tahan dibuatnya.

Di meja lain beberapa meter dari tempat Komang duduk, Edgar tampak berkuasa seperti raja yang memerintah. Pria itu berada di dunianya, di kelilingi botol-botol sampanye dan gadis-gadis cantik yang bersaing untuk menarik perhatiannya.

"Apa kau ingin minum?" tanya Katrin, sambil menunjuk salah satu minuman beralkohol pada Komang.

"Aku tidak minum." ujar Komang.

"Virgin Margarita, ini adalah koktail yang rasanya sangat ringan karena tanpa alkohol, minuman ini sangat cocok untukmu yang tak terbiasa minum alkohol, cobalah."

"Terimakasih, Katrin." ucap Komang sambil meraih gelas yang diberikan oleh Katrin.

"Mengapa kau begitu tidak bersemangat Komang?" tanya Katrin.

"Aku tidak terbiasa, apakah selalu seperti ini dengan Edgar?"

Mendengar pertanyaan Komang, Katrin tidak berpura-pura tak memahami maksud dari pertanyaan Komang. "Kau harus mengerti bahwa sejak masih remaja, dia sangat penuntut." jelas Katrin. "Dia pria kaya dan tampan, yang jelas dia sangat menarik banyak wanita, para wanita ingin untuk dinikahi oleh Bos, tapi Bos tidak ingin menikah."

"Itu tidak mengejutkan ku," ucap Komang. Komang melirik ke arah orang-orang yang berkumpul dengan Edgar. Tiga wanita dengan pakaian setengah tel*njang tengah menari semacam tarian perut yang begitu konyol di depan Edgar dan teman-temannya.

Tawa genit dan cara mereka memamerkan tubuh dengan menggoda membuat Komang begitu muak melihatnya. Edgar juga nampak tertawa puas seperti tawa yang begitu melecehkan. Tapi anehnya para wanita itu begitu bangga telah membuat Bos besar tertawa.

Kepala Edgar yang angkuh terangkat dan menoleh seakan bisa merasakan bahwa dirinya diamati oleh Komang. Dengan mata berkilau Edgar melambaikan tangannya memanggil Komang, bermaksud agar Komang bergabung dengannya.

Komang begitu tersinggung dengan lambaian Edgar, seolah Komang adalah pelayan atau anjink peliharaan atau sejenisnya. Dengan tubuh kaku karena dugaan itu, Komang pun mengabaikan isyarat Edgar, ia pun berdiri dari duduknya dan pergi meninggalkan tempat terkutuk itu.

"Hey, kau mau kemana?!" teriak Katrin yang bingung dengan sikap Komang. Namun Komang tetap pergi tak menghiraukan teriakan Katrin.

Sesampainya di area luar, Komang bertemu Roger, alis Roger bertaut saat menatap wajah Komang.

"Roger, bisakah kau menghubungi kapal lain untuk menjemput ku? Aku ingin pulang." kata Komang dengan sadar karena ia tak mungkin bisa pergi begitu saja.

Sesaat Roger nampak membeku. "Tentu saja." katanya. "Beri aku waktu lima menit untuk mengaturnya, kau bisa menunggunya di balkon." ujar Roger lalu ia nampak menghubungi seseorang dari handphone genggam milik nya.

Komang yang tak menaruh curiga pada Roger hanya menurut dan menunggu di balkon. Balkon itu nampak luas, terlihat lautan pekat yang begitu luas, langit malam yang tak berawan begitu nampak bintang-bintang bertaburan.

Semilir angin malam begitu terasa dingin seakan memeluk tubuh Komang yang memang hanya mengenakan baju mini tipis. Komang mengusap-usapkan tangannya ke seluruh kulitnya agar terasa hangat.

"Kau nampak kedinginan mengenakan baju itu." suara Edgar mengejutkan Komang yang tengah mengamati lautan.

"Kau..." Komang terkejut karena lelaki itu berada disini, apakah Roger yang memanggilnya.

"Apa yang kau pikirkan, mengapa kau ingin pulang?" tanya Edgar dengan lembut.

Komang merasa berutang penjelasan pada Edgar, mungkin tidak realistis meyakini ia bisa pergi begitu saja tanpa perdebatan karena seorang Edgar Marvelo tidak akan menerima sesuatu yang tidak jelas.

"Aku bukan tahanan mu," kata Komang dengan dagu terangkat. "Aku bisa pergi kapan saja aku suka."

"Dan kau mau pergi kemana, malam-malam seperti ini dan ditengah lautan pula.

"Aku rindu Sweta, aku ingin bertemu adikku. Hiks.." ucap Komang tak mampu menahan gemuruh dihatinya.

"Tapi aku tidak ingin kau pergi." ucap Edgar dengan nada lembut.

"Akui saja, kalau bukan Roger yang mengatakannya padamu, kau nyaris tidak memperhatikan kehadiranku." jawab Komang datar. "Kau dikelilingi banyak wanita malam ini...."

"Tapi aku tak menginginkan satupun dari mereka," tukas Edgar, "Aku hanya menginginkan dirimu."

Komang murung sekaligus geli dengan pengakuan jujur pria disampingnya itu. "Maka kau memilih cara yang salah mendapatkan diriku."

"Tidak ada cara yang benar denganmu, kau tak pernah menghargai usahaku."

"Usaha apa yang kau maksud... Hatciiiihhh!!!" tiba-tiba Komang bersin, hidungnya memerah karena kedinginan.

"Kau nampak tak sehat, sebaiknya kau istirahat dulu."

"Biarkan saja aku, kenapa kau begitu peduli?"

"Jangan keras kepala." tiba-tiba Edgar melepaskan jaket kulitnya dan menutupi badan Komang. Dan hal yang tidak diduga Edgar mengangkat tubuh mungil Komang, menggendongnya bagai pria perkasa.

"Apa yang kau lakukan? Turunkan aku Edgar!" pekik Komang. Namun Edgar mengabaikan teriakan itu dan terus membawa tubuh Komang pergi dari area balkon.

Bersambung.......

1
Protocetus
jika berkenan mampir ya ke novelku Frontier
neur
😎😎
💜⃞⃟𝓛 🆈🅰🆈🆄🅺🍒⃞⃟🦅🏡s⃝ᴿ
smgt berkarya kk
karna berkarya tidak mudh
💜⃞⃟𝓛 🆈🅰🆈🆄🅺🍒⃞⃟🦅🏡s⃝ᴿ
ini gimna cerita dari 3 teman ya di edgar kk
yg mana edgar sllu merasa temen nya konyol dgn 1 wanita tp skrg dia mlh bucin akut
💜⃞⃟𝓛 🆈🅰🆈🆄🅺🍒⃞⃟🦅🏡s⃝ᴿ: hooo lho kk
total 4 replies
💜⃞⃟𝓛 🆈🅰🆈🆄🅺🍒⃞⃟🦅🏡s⃝ᴿ
hayoooo kannn
💜⃞⃟𝓛 🆈🅰🆈🆄🅺🍒⃞⃟🦅🏡s⃝ᴿ
dassr ulat bulu sihh yaaa
💜⃞⃟𝓛 🆈🅰🆈🆄🅺🍒⃞⃟🦅🏡s⃝ᴿ
wehhh sidah candu
begitualha pengantin baru
💜⃞⃟𝓛 🆈🅰🆈🆄🅺🍒⃞⃟🦅🏡s⃝ᴿ
hahahaha kannn bucin tenan tooo
💜⃞⃟𝓛 🆈🅰🆈🆄🅺🍒⃞⃟🦅🏡s⃝ᴿ
salin dsik napa sih
💜⃞⃟𝓛 🆈🅰🆈🆄🅺🍒⃞⃟🦅🏡s⃝ᴿ
huahahahaaaa.. basah2 mandi air ujan aja
💜⃞⃟𝓛 🆈🅰🆈🆄🅺🍒⃞⃟🦅🏡s⃝ᴿ
so sweeet deh
💜⃞⃟𝓛 🆈🅰🆈🆄🅺🍒⃞⃟🦅🏡s⃝ᴿ
haisss.. ada2 saja
tp dlm hati bilang mau2
💜⃞⃟𝓛 🆈🅰🆈🆄🅺🍒⃞⃟🦅🏡s⃝ᴿ
eleh malu tp mau yaaaa kann
wkwkwkkk
💜⃞⃟𝓛 🆈🅰🆈🆄🅺🍒⃞⃟🦅🏡s⃝ᴿ
vote untuk mu kk
💜⃞⃟𝓛 🆈🅰🆈🆄🅺🍒⃞⃟🦅🏡s⃝ᴿ: sama2 kk
total 2 replies
💜⃞⃟𝓛 🆈🅰🆈🆄🅺🍒⃞⃟🦅🏡s⃝ᴿ
aseeek.. lanjutkan
💜⃞⃟𝓛 🆈🅰🆈🆄🅺🍒⃞⃟🦅🏡s⃝ᴿ
huuuu huui
💜⃞⃟𝓛 🆈🅰🆈🆄🅺🍒⃞⃟🦅🏡s⃝ᴿ
lanjutttt
💜⃞⃟𝓛 🆈🅰🆈🆄🅺🍒⃞⃟🦅🏡s⃝ᴿ
nahhh kann mulai kecantol tooo
💜⃞⃟𝓛 🆈🅰🆈🆄🅺🍒⃞⃟🦅🏡s⃝ᴿ
lahhh wktu yg akan berbicara
dan cinta kan tumbuh dgn sndriny
💜⃞⃟𝓛 🆈🅰🆈🆄🅺🍒⃞⃟🦅🏡s⃝ᴿ
wow lagsg aja dia gila
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!