"maaf Ren, aku sudah menyembunyikan penyakit ku dari mu. aku harap, suatu hari nanti kamu mengerti maksud ku menyembunyikan penyakit ini." Luna Wijaya.
~~~~~~~~
sebelum membaca Novel ini, di saran kan untuk membaca novel sebelum nya ya. yang berjudul "Benih kakak tiri ku" agar kalian nyambung dengan cerita ini. baiklah, terimakasih banyak.
Luna Wijaya anak bungsu dari pasangan Elbra Wijaya dan Kania Azahra, awalnya ia adalah perempuan yang sehat dan aktif. Namun tak di sangka, sebuah penyakit membuat nya menjadi lemah. hingga membuat nya mudah pingsan, beruntung nya ada sang kakak yang mengetahui penyakit nya, dan sang kakak berniat ingin memberi tau orang tua nya mengenai penyakit Luna, namun Luna memohon untuk tidak memberi tahu siapapun soal penyakit nya karena sebuah alasan. bahkan Ren, teman sekaligus orang yang ia suka, tak ia beri tahu soal penyakit nya. bagaimana kah kondisi Luna kedepannya? apakah bisa sembuh? atau malah sebaliknya? yuk baca 😉
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Tanzila mutiara, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
past trauma [chapter 22]
|Korea Selatan|
Pukul 20:00, di rumah keluarga Jena. Kini sudah berkumpul semua keluarga besar nya di meja makan. Mereka mengobrol tentang banyak hal, dan juga tak lupa para bapak bapak membicarakan bisnis nya. Sedangkan seonghoon dan Jena juga sibuk berbincang-bincang dengan sepupu nya.
Saat sedang asik mengobrol, tiba tiba seonghoon membicarakan salah satu pasien nya di rumah sakit.
"Oh ya, Nuna. Di rumah sakit ada pasien baru loh." Beri tau seonghoon sembari menikmati hidangan yang ada di hadapannya.
"Loh, bukan nya sudah biasa ada pasien baru setiap Minggu nya." Heran Jena pada adik nya yang tiba tiba memberi tau kan pasien baru.
"Tapi Nuna, pasien kali ini berbeda." Jawab seonghoon.
"Berbeda bagaimana yang kamu maksud, seonghoon. Nuna rasa, semua pasien sama saja, mau yang baru maupun yang lama?" Tanya Jena dengan raut wajah bingung.
"Pasien kali ini, cantik banget kak. Padahal ya, dia habis kehilangan rambut panjang nya, tapi walaupun begitu ia masih terlihat cantik. Bahkan menurut ku dia keren dengan rambut baru nya." Ucap seonghoon yang sangat excited menceritakan kecantikan pasien nya.
"Wait wait wait..... cantik? Seonghoon-ah, apa kamu tertarik pada pasien mu?" Tanya sepupu laki laki nya yang sedari tadi Hanya menyimak, dan kini mulai bertanya karena cerita seonghoon yang sangat menarik.
"Ti-tidak, bukan begitu maksudku, Hyung." Jawab seonghoon sedikit gugup.
"Oh jadi maksud mu, kamu terpesona?" Ucap sepupu nya yang berniat menjahili.
"Bukan Hyung, tapi maksud ku" Jawab seonghoon belum selesai. Karena sudah di potong oleh Nuna nya.
"Ohh jadi maksud nya adik Nuna yang manja ini, sudah menemukan wanita yang cocok." Sambung Jena yang ikut menjahili adik nya.
"Shibal, mereka sangat menyebalkan." Maki seonghoon dalam hati, ia sangat kesal karena tak bisa menjelaskan, dan terus di jahili oleh Nuna dan sepupu nya.
"Kenapa oppa diam, Jadi benar oppa punya pacar?" Tanya sepupu perempuannya nya yang masih polos dan masih berusia 4 tahun.
"Astaga, tolong siapa pun bawa aku pergi. Lelah sekali mengobrol dengan mereka." Batin seonghoon yang sudah frustasi menghadapi manusia manusia menyebalkan itu.
"Wajah oppa seonghoon memerah, seperti tomato, Hahahh."adik sepupu nya pun tertawa melihat wajah merah seonghoon yang menahan kesal.
"Hahahha iya mirip sekali seperti tomato." Sambung Jena yang setuju dengan ucapan adik sepupu nya itu.
"Sudah sudah, kasihan adik Nuna. Seperti nya sudah sangat lelah ya," ucap Jena dengan senyum jahil nya, sembari sedikit menyenggol lengan seonghoon.
"Oh ya, memang nya siapa pasien baru mu itu?" Tanya sepupu laki laki nya yang mulai penasaran.
"Nama nya Luna, dia masih sangat muda. Tapi ia menderita kanker otak, sangat di sayangkan masa muda nya terlewatkan karena harus terus di rumah sakit. Tapi akan ku pastikan ia sembuh, karena imun nya kuat, dia pasti bisa bertahan." Jawab seonghoon selengkap mungkin, hingga membuat Jena dan sepupu nya ikut sedih mendengar tentang Luna.
"Aku ikut sedih mendengar nya, aku harap ia cepat sembuh, agar bisa kembali menikmati masa muda nya." Ucap sepupu laki laki nya dengan raut wajah sedih.
"Iya Hyung, aku juga berharap begitu." Jawab seonghoon.
"Luna?" Gumam Jena yang merasa tak asing dengan nama tersebut. Ia pun mengingat ingat di mana ia mendengar nama itu, hingga akhirnya ia ingat.
"Nama nya mirip seperti anak Kania, Kania sering cerita tentang putri nya. Tapi kan putri nya sudah meninggal, ah mungkin hanya mirip aja nama nya." Batin Jena yang mencoba ber positif thinking.
"Kenapa Nuna, apa Nuna mengenal nya?" Tanya seonghoon yang membuat Jena tersadar dari lamunannya.
"Ah tidak, Nuna hanya teringat seseorang." Jawab Jena.
_____
|Mansion milik Raka Wijaya|
"Sabar, El. Jangan emosi terus." Ucap Raka, selaku papa Elbra. Ia berusaha menenangkan putra nya yang sedang emosi.
"Aku gak habis pikir pa, ma. Kania sekarang berubah sangat jauh, Elbra udah berusaha sabar ngadepin nya. Tapi kania malah bentak aku, pa." Adu Elbra pada papa dan mama sekaligus mama mertuanya. Ia tak tau lagi harus cerita ke mana, selain ke orang tua nya.
"Sabar, El. Sekarang kamu sedang melihat sikap asli istri kamu. Mungkin kamu baru tau jika istri mu begitu, kamu harus tau, El. Dia begitu karena trauma masa lalu nya yang dulu juga pernah kehilangan. Saat Kania masih berusia 10 tahun, nenek nya meninggal dunia. Ia sangat terpuruk, karena nenek nya itu selalu menemani nya kemanapun ia mau, saat itu ia selalu murung dan sangat sulit kami bujuk. Bahkan hampir 3 Minggu ia terus bersedih, hingga akhirnya ia kembali ceria, karena berhasil kami bujuk. Lalu saat usia Kania 14 tahun, ayah nya juga meninggal. 4 tahun ia berhasil mengikhlaskan nenek nya, sudah harus di tinggalkan lagi oleh ayah nya. Meninggal nya sang ayah sama seperti nenek, ia terus murung dan banyak menangis. Tapi yang ini cukup lama, hampir 2 bulan ada nya. Karena itu lah Kania menjadi anak yang pendiam semasa SMA, dan setelah memiliki anak. Ia kembali menjadi ceria. Dari seorang anak, orang tua merasa seperti di beri semangat hidup, melihat anak anak nya tumbuh sehat dan ceria, membuat Kania ikut ceria. Tapi sekarang 1 anak nya telah pergi, dan itu membuat Kania menjadi kembali tak bersemangat. Jadi mama harap, kamu bisa lebih sabar membujuk Kania. Beri lah ia semangat kembali, agar bisa cepat mengikhlaskan Luna." Cerita syakia panjang lebar mengenai trauma putri nya.
"Tak di sangka hidup Kania se menyedihkan ini, aku jadi kembali merasa bersalah. Dulu selalu ngebully dan nyakitin dia, bahkan sampai merebut mahkota nya. Maafin aku Kania, aku belum bisa jadi suami yang baik untuk kamu." Batin Elbra yang merenungi masa lalu nya yang pernah menyakiti Kania.
_____
|Rumah sakit Korea Selatan|
Pukul 07:00, matahari pagi menyinari kamar Kania lewat ventilasi udara. Gadis itu sudah bangun dari 1 jam yang lalu, kini ia sedang menunggu Ibrania yang sedang membeli sarapan. Sembari menunggu kedatangan sang kakak, Kania menyempatkan diri nya untuk menulis buku diary nya.
"Hi buku diary ku, sudah lama ya aku tidak menulis di sini. Maaf kan aku, aku sedang di rawat Sekarang, rasanya begitu bosan. Aku terus berbaring dan melihat pohon yang ada di luar jendela itu. Melihat pohon besar itu, aku jadi teringat pada Ren. saat kecil Ren pernah memanjat pohon tinggi untuk mengambil balon ku, dan dia berhasil mengambil balon nya. Tapi dia hampir saja terjatuh karena salah tempat injakan, saat itu aku sangat takut, takut dia kenapa kenapa. Untung saja Malaikat menjaga nya, hahaha. Kenangan yang sangat lucu, aku jadi merindukan mu Ren, aku harap malam ini mimpi ku ada diri mu." Batin Luna sembari tangan nya sibuk menulis di buku diary nya.
to be continued~
mohon dukungan nya 😉
see you again 👋🏻
Revan mending ke Alex aja deh🤣✌️✌️
Khawatir keadaan Ren yang lompat dari lantai 2 kalau terlalu lama updatenya🤭
Sefrustasi itu aku🤧🤧
Revan lu bener-bener, ya🫵👊👊👊
Itu resolusi bukan sih?😅
Yang ku mau itu, walau sulit rasanya🤧🤧🤧