NovelToon NovelToon
My Possessive Triliuner

My Possessive Triliuner

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis / Teen / CEO
Popularitas:142.2k
Nilai: 5
Nama Author: Brdngkrl

Cerita tentang keputus tuhan dan settingan alam. Takdir yang mempertemukan Layra gadis SMA dengan sejuta tingkat barbar dan nakal nya. Dengan Deral pria pemegang saham utama di Abercio Crop.

Kisah cinta antara manusia dengan selisih umur delapan tahun. Yang dibumbui dengan kepossessivan Deral pada Layra, Layra gadis yang sudah masuk kedalam ruang hatinya.

Namun Layra tetap lah Layra dengan prinsip hidup 'Hidup itu bebas, jalani aja sesuka hati' . Dan Deral juga tetaplah Deral dengan moto 'Layra milikku dan akan aku jaga dengan sejuta cara!' .

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Brdngkrl, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter Twenty Two

07.30

Gadis cantik yang harusnya sudah berada disekolah dan belajar dengan rajin. Kini masih terdampar dikasur dengan lilitan selimut mebalut tubuhnya, Layra.

Tok tok tokk

"Non Aya! Bangun non udah siang" Ucap bi Intan setengah teriak.

Lengkuhan kecil keluar dari mulut nya, matanya mencoba membuka walau sudah nyaman menutup. "Enghh, iya bi" Jawabnya.

Dengan lunglai ia masuk ke kamar mandi, melaksanakan riatual harian sejuta umat. Beberapa menit kemudian Layra siap dengan seragam putih abu abu, rambut dicepol asal menyisakan beberapa helai dipelipis nya terkesan simpel namun natural.

Tak lupa melapisi seragam nya dengan jaket putih dan terakhir menyemprotkan parfum andalan nya ke beberapa titik. Dilihatnya jarum jam hampir mendekati angka delapan, namun bukan hal wow baginya.

Layra menuruni tangga sambil menyampirkan tas di bahu kanannya. "Bi Aya berangkat sekarang! Asalamualaikum!!" Teriaknya saat di ambang pintu.

"Waalaikumsalam non! Hati hati" Jawab bi Intan dari dapur.

Motor sport putih ia kendarai, menerobos kabut tipis yang menutupi jakarta. Jalanan nampak tak seberapa ramai, mempercepat perjalanan menuju sekolah.

 ---

Kini Layra sampai ditembok samping sekolah, setelah memarkirkan motornya dibelakang sekolah tempat parkir khusus bagi dirinya. Ia mengambil ancang ancang lalu naik lewat pohon mangga pendek disamping nya.

Walaupun menggunakan rok bukan masalah baginya. Buktinya dengan lancar dan lihai ia dapat melewati tembok setinggi kurang lebih dua meter lebih dan sampai di halaman samping gudang.

Namun sepertinya kelancaran aksinya hanya sampai sini. Alarm tanda bahayanya mendeteksi keberadaan bahaya, dari arah depan gudang bu Amrita berdiri mengamati Layra tak tau sejak kapan.

Matanya membulat sempurna, wajahnya mencerminkan Singa yang hendak memangsa buruan nya. "Layra! Sini kamu". Dan suara lantang namun membuat Layra susah menelan ludah.

Otak cantik Layra mulai berpikir, namun hanya ada satu cara yang dilahirkan. "Cuman satu cara, kaburlah selagi bisa"

Kecepatan kilat tiba tiba ia dapatkan, tanpa tau dari mana asalnya. Dengan moto kabur lah selagi bisa, ia berlari bersama bu Amrita dengan jarak beberapa meter.

Melewati koridor sekolah lantai bawa. Sampai di tikungan sebelah tangga bu Amrita terlihat mulai tertinggal. Layra melihat bu amrita mulai jauh bisa bernafas sedikit lega, namun ia sampai tak melihat orang didepannya dan....

Brukk

Tabrakan pun tak terhindarkan. Layra dan korban yang ja tabrak terjatuh dilantai sangking kerasnya. Saat Layra berusaha bangun, ada uluran tangan yang membantunya.

Layra menerima uluran tangan tersebut tanpa ragu. "Aww! Sorry sorry, ga liat" Ujarnya.

"Yh gapapa" terdengar biasa namun telinga Layra mengenal suara ini, suara yang lama tak ia dengar.

Dengan spontan Layra mengangkat kepalanya, menempatkan tatapan matanya pada pria didepannya. "Tala!".

Raut terkejut bercampur senang terlihat jelas di wajah Layra. Bertemu Sahabat yabg telah lama tak bertemu siap yang tak bahagia.

Atla tersenyum melihat kembali wajah yang telah lama ia rinduka. Ia merentangkan kedua tangan dan sambut pelukan erat dari Layra, tanpa disadari pelukan tersebut akan membangunkan sosok iblis pencabut nyawa.

"Ini lo Atla!??" Tanya nya.

"Yah emang gue punya kembaran!?"

"Punya ,monyet jawa"

"Dasar bocah, ga berkembang dari dulu. Pendek" Kalimat sakral yang dari dulu membuat Layra kesal sekarang ia ucapkan kembali.

Sebagai hadiah dari ucapannya Layra menginjak keras keras kaki kanan Atla. "Aw aww sakit ay!"

"Bodo!"

"Yaelah gitu amat lo ama sa----" Ucapan Atla terpotong oleh teriakan menggelegar yang kembali membunyikan alarm tanda bahaya.

"LAYRAAAAAAA!!! JANGAN KABURRR KAMU...!!!!" Terlihat bu Amrita berjarak satu meter dari posisi Layra dan Atla.

Situasi mendesak yang mengharuskan otak Layra kembali melahirkan solusi. Namun sepertinya otaknya masih memegang teguh moto kabur lah selagi bisa.

Dan tanpa memperdulikan Atla yang kebingungan akan situasi, Layra dengan kilat berlari menaiki tangga ke lantai atas. Sementara Atla masih diam kebingungan.

"LAYRAAA...!!!" Namun sudah terlambat karena Layra sudah tak terlihat dan tenaga bu Amrita pun sudah ludes.

"Heh! Kamu siapa?" Tanya bu Amrita pada Atla dengan nafas tersengal sengal.

"Saya?" Ulang Atla yang otaknya masih loding..

"Yah masa saya tanya tembok?! Kan cuman kamu disini!" Ujar bu Amrita tak santai.

"Saya Atla bu" Jawabnya santai.

"Murid baru?! Cari ruang kepala sekolah? Trus ketabrak Layra? Yaudah ikut ibu, ibu antar ke ruang kepala sekolah" Pertanyaan berbaris dari bu Amrita semakin membuat si otak Atla kebingungan.

'Alurnya gimana seh!? Ga paham gua' Batin Atla

"He kamu! Ayo sini ibu antar, jangan malah ngelamun" Ujar Bu Amrita.

Atla pun hanya bisa mengangguk dan mengikuti bu Amrita dari belakang. Otaknya pun sudah enggan untuk mencerna situasi, biarlah yang penting ia bisa sampai ke ruang kepala sekolah.

--- 

Dengan cucuran keringat didahi nya dan nafas tersengal sengal akhirnya Layra sampai di kelasnya. Namun ia masih berdoa agar keberuntungan bersamanya dan kelas sedang tidak ada guru.

Perlahan Layra mengintip ke arah jendela dan fyuhh.. Keberuntungan masih bersamanya. Kelas sedang free class, entah kemana guru mata pelajaran nya. Layra pun dapat masuk kelas dengan tenang.

"Ngapa lo ngos ngosan?" Tanya Liza sesaat setelah Layra duduk bangku sebelah nya.

"Maraton" Jawabnya ngasal.

"Ha? Serah lo ah" Lebih baik ia iyakan daripada ribet. "Ay lo udah tau belom? Ada someone yang bakalan bikin lo terkejoet".

"Tala" Jawabnya cepat.

"Lah kok lo udh tau? Cenayang lo" Sahut Ayres.

"Tabrakan sama gue tadi dibawa" Jelasnya.

"Truss?" Tuntut Ayres ingin tau kelanjutan nya.

"Yah trus bangun, kaget, pelukan, lari lagi" Cerita singkat yang sulit dicerna kalang biasa.

"Truss?" Ujar Ayres.

"Lo tinggalin gitu?" Kini Faro nimbrung.

"Truss?" Ujar Ayres lagi.

"Gak, gue serahkan pada bu Amrita" Entah itu benar atau salah yang penting bagi Layra begitu.

"Bilang aja lo tinggalin cuman lo perhalus dengan alasan lo serahkan" Perkataan Liza mungkin ada benarnya.

"Serah lo" Pasrah Layra.

"Trussz?" Lagi lagi Ayres.

"Gua tampol lo trus trus!" Gemas Liza.

"Tampol tampol, tampan kali gua ini" Kepercayaan diri overdosis memang tak baik.

"Pede parah lo" Kata Faro.

"GUYSSSSS....!!! BU AMRITAAAA TERDETEKSI...!!!" Teriak Owen dari ambang pintu.

Dengan sigap murid kelas pun merubah posisi seperti bisa, rapi dan kondusif. Kelas yabg tadinya ramai bagai kapal oleng,kini rapi dan sunyi bagai kuburan lama.

Bu Amrita masuk diikuti siswa laki laki yang menyandang gelar murid baru. " Assalamualaikum dan selamat siang anak anak! Ibu kesini mau memperkenalkan murid baru" Ujarnya.

"Silahkan perkenalkan dirimu" Pinta bu Amrita pada murid baru.

"Atla Danendrra, Jogja" Perkenalan singkat namun mampu membuatnya masuk jajaran cogan SMA Whingston.

"Anjay, kiriman cogan" Celetuk Thayna dan disambut sorakan dari siswi lainnya.

"Stok bertambah lagi nihh" Sambung Madia si paling pintar matematika.

"Dasar para jomblo!" Ucap Fendo.

"Heleh kaya lo engga aja" Timpal Zara.

"Ayo teruskan kawan kawan" Kompor Ayres, mungkin talenta mulutnya kian bertambah lagi.

"Provokator yang baik" Puji Owen.

"Kompor kompor mulu! Kaga tau elpiji mahal apa" Saran Madia.

"Wah kini Madia tidak hanya pintar matematika tapi juga pintar mengurus toko sembako kawan kawan" Ejek Ayres dengan nada alaynya.

"Ayresss! Kembaliin contekan pr gue tadi!! Ngeselin looo!' Kesalnya ingin mencabik cabik mulut Ayres.

"Kata uven ivin nanti 'burok siku kau' "

Perdebatan antara penghuni kelas pun terus berlanjut dengan solidaritas saling sahut menyaut dan suport provokator dari bagian yang lain. Menjadikan kepala bu Amrita ingin meledak detik itu juga.

Tarikan nafas panjang bu Amrita ambil dan. "ANAKK ANAKK...!!! DIEM ATAU SAYA BAKAR JADI SOSIS KALAINN!!" .

Bukannya diam Ayres malah menyahuti. "Lah bu Amrita ga tau juga yah, minyak tanah mahal buk". Sarannya.

"AYRESSSS!!".

---

 

HAEEE pemirsa

Ini double up demi menembus telat up kemarin yh. Moga tamah sukak dan jangan lupa terus didukung. Dan ada ilustrasi Zayn, Galaxy and Naomi, dan maap apabaila tidak sesuai dengan ekspetasi kalian.

Okee see you next chapter.

1
Nabila
aku suka cerita anak sekolah
Ainul
kapan up lagi thorrr
SENJA ROMANCE: makasih like nya kak
total 1 replies
Veni
lanjut thor
Efektiftorlaia
haiss nunggu maning nunggu maning 😭
Wina
Lanjut thor
Nurul Aini
up
Lilis Suryani
mantul ceritanya
Wdy Ramadhan
up nya jgn lama2 donk ka..
wwaidann
yuk thor semangat!
see._
crazy thorr
setan cilik alsib&kak upe😏
aku saja senyum senyum vaca suratnua apa lagi layra
Dinda Kirana agustina
bagus iih ... seru aku syukaaaa
Dinda Kirana agustina
bagus iih ... seru aku syukaaaa

semangat Thor
cexo_.
LANJUTTT THORRR
Dara Darojatun
lanjutkan thor
Ilan Irliana
al...love U...
Dian Ameera
kayaknya seru dan asek nie ceritanya....❤❤❤👍👍👍
Firaa Safiraa
sukaa bgtt sama ceritanya
Risma Sari
sehari dua kali dong torr
Dahadah14: waduh terlalu berat, biar dilan saja
total 1 replies
Saputra
next aku suka
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!