NovelToon NovelToon
CAHAYA YANG HILANG (PTSD)

CAHAYA YANG HILANG (PTSD)

Status: tamat
Genre:Romantis / Misteri / Patahhati / Romansa-Percintaan bebas / Tamat
Popularitas:131k
Nilai: 4.9
Nama Author: Simple Hayati

Ini kisah kejiwaan seseorang yang diakibatkan oleh trauma masa lalu, bercerita tentang seorang gadis yang tidak bisa melepaskan kenangan masa lalu yang telah merenggut kehormatannya. Dia habiskan bertahun-tahun hanya untuk bertemu dengan pria yang ternyata tidak pernah mengingatnya sama sekali.

Akankah dia menemukan kebahagiaan yang telah hilang?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Simple Hayati, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

PTSD -22

Ray duduk bersandar di kursi kerjanya. Baru saja beberapa menit yang lalu Komisaris Hans pulang. Diliriknya jam meja yang ada di sudut, sudah jam 2 siang.

Sejak pagi tadi dia sudah sibuk menyambut kedatangan Komisaris Hans. Mempersiapkan segala sesuatu bersama Dety sekertarisnya. Merasa khawatir karena menyadari kelalaiannya kemarin, meninggalkan kantor tanpa memberi kabar, bahkan gawainya dengan sengaja dia matikan. Ray mempersiapkan mentalnya menghadapi kemarahan Komisaris Hans, walaupun dia merasa bahwa pekerjaannya mengelola perusahaan selama ini berjalan dengan baik dan beberapa proyek berhasil dengan sukses.

Ray menarik nafas panjang, membuangnya perlahan dengan senyum tipis tersungging di bibirnya. Ternyata kekhawatirannya terlalu berlebihan. Komisaris Hans datang jauh-jauh dari Brisbane bukan karena ada kesalahan operasional di kantornya, justru dia ingin mengucapkan selamat atas pencapaian kinerja Ray di sini yang masih terbilang baru tetapi sudah menunjukkan progress yang sangat baik.

Setelah mengadakan rapat pimpinan, mereka kemudian menghabiskan waktu berjam-jam untuk berbincang. Komisaris Hans sangat menghargai kinerja Ray yang luar biasa, dia tak henti-henti memberi pujian. Dia juga tidak mempermasalahkan alasan Ray kemarin yang tidak kembali ke kantor setelah makan siang. Meskipun demikian Ray tetap menyampaikan alasan mengapa dia tidak kembali ke kantor.

Ray mengatakan bahwa kemarin dia tidak kembali ke kantor karena bertemu dengan kawan lama yang memiliki prospek untuk menjadi klien barunya. Dia juga mengatakan bahwa gawainya mati karena habis baterai dan dia lupa tidak membawa charger.

Pertemuan Ray dengan Komisaris Hans ditutup dengan makan siang yang hangat. Dan di sinilah sekarang Ray, duduk bersandar di kursi kerjanya yang empuk dengan wajah yang sumringah.

Sekilas dia teringat pada gawainya. Tadi pagi banyak sekali chat dan panggilan masuk dan dia belum sempat memeriksanya. Ada juga panggilan dan chat dari Mira yang belum sempat dia balas. Bersegera dia mengambil gawainya yang tergeletak di atas meja.

Ray mulai membuka chat whatsapp-nya.

Dia membuka pesan yang dikirim Mel kemarin lalu membacanya satu persatu.

[Mas, kamu di mana? Kok belum pulang?] – 18.35

[Panggilan masuk] – 19.10

[Mas kenapa HP-nya gak aktif?] – 19.12

[Mas, kamu makan malam di rumah kan?] – 19.20

[Aku minta maaf atas kejadian kemarin. Aku sungguh menyesal, maafkan aku ya Mas] – 21.31

[Mas kamu di mana?] – 22.26

[Panggilan masuk] – 22.28

Ray menarik nafas dalam. Ada rasa kasihan pada Mel di sudut hatinya.

Semalaman kemarin dia pasti cemas memikirkan aku. Seharusnya aku lebih sabar dan tidak egois. Tapi kejadian kemarin itu memang menyebalkan sekali, tinggal sedikit lagi, lagi enak-enaknya, tiba-tiba saja dia cut begitu saja hanya karena telepon dari temannya, huff!!

Tapi ya sudahlah, bagaimanapun juga dia istriku, aku harus lebih sabar menghadapinya. Aku sangat mencintainya, jadi mana mungkin aku tega membiarkan dia dalam kesedihan dan kecemasan.

Ray menulis pesan di kolom chatnya.

[Sayang, masak yang enak ya buat makan malam kita hari ini] – tersenyum.

Tak butuh lama untuk mendapat balasan dari Mel.

[Iya Mas, siap! Mas mau makan sama apa, nanti aku siapain]

[Apa saja, aku pasti makan. Tapi harus ada udang asam manis]

[Oke!]

[Mas pulang jam berapa nanti?]

[Sebelum jam 5 Mas sudah di rumah]

[Oke Mas, sampai ketemu nanti di rumah]

[Ya sayang]

[Oh ya, nanti malam Mas mau nagih yang kemarin belum tuntas]

Mel membalas dengan emoticon tersenyum malu.

[Tanpa gangguan!] lanjut Ray.

[Siaapp komandan!!]

Ray tersenyum. Hatinya lega setelah berdamai dengan Mel.

🖤

Sekarang Ray membuka kolom chat dari Ayya.

[Panggilan masuk] – 07.03

[Selamat pagi Mas, gimana tidurnya tadi malam? Pasti cape ya] – 07.05

[Panggilan masuk] – 07.09

Ray menekan tombol telepon berwarna hijau. Dia akan menelepon Ayya.

Tuuut… tuuut….

“Halo, selamat siang Mas,” suara Ayya lembut terdengar di telinga Ray.

“Selamat siang, Mira. Maaf aku baru bisa telepon sekarang. Tadi pagi ada kunjungan pimpinan aku dari Brisbane.”

“Oh ya?!, aduh, maaf ya aku jadi mengganggu. Aku tidak tahu.”

Ayya pura-pura terkejut, padahal dia sudah tahu karena tadi pagi dia menelepon Dety.

“Tidak apa-apa. Santai aja. Gimana semalam, bisa tidur?” tanya Ray.

“Bisa dong Mas, justru jadi lelap karena lelah hehe….”

“Syukurlah kalau begitu,….”

“Emang Mas gak bisa tidur ya?”

“Aku sih kalau sudah kena bantal gak ada alasan untuk tidak bisa tidur hahaha….” Ray tertawa.

Obrolan berlanjut dengan bercanda dan tertawa.

“Oh ya Mas, kapan Mas ada waktu, aku ingin ngajak mengunjungi villa aku di Puncak. Aku ingin merenovasinya tapi aku bingung mau seperti apa modelnya dan estimasi biayanya. Nah, karena Mas Ray ini ahlinya di bidang property jadi aku mau minta saran,” suara Ayya terdengar lebih serius setelah obrolan yang mengundang tawa.

“Boleh! Nanti aku lihat dulu waktunya ya, cari waktu yang kosong biar leluasa.”

“Sip! Kalau bisa seharian ya Mas, karena kan lumayan jaraknya, jadi biar gak terburu-buru.”

“Nah itu! makanya harus cari waktu yang kosong. Lagian aku udah lama banget gak ke Puncak. Dulu sih waktu kuliah sering banget ke sana, hampir tiap minggu.”

Tentu saja. Aku tahu itu, bukankah kamu merusak dan menghancurkan hidupku juga di sana? Batin Ayya.

“Oh ya?! Ngapain aja Mas tiap minggu ke Puncak?” Ayya pura-pura tidak tahu.

“Ah.. biasalah anak muda haha…”

Mereka berbincang di saluran telepon hingga hampir satu jam lamanya. Ayya memang pandai mencari topik pembicaraan yang ringan tapi menyenangkan.

Ray mengakhiri teleponnya dengan Ayya setelah melihat jam menunjukkan pukul 3 lebih. Dia harus bersiap untuk pulang.

“Dety, kemari!” panggil Ray pada sekertarisnya melalui interkom.

“Baik Pak!” jawab Dety.

Tok … tok… tok…

“Masuk!”

Dety membuka pintu ruang kerja Ray.

“Iya Pak?” tanya Dety setelah duduk di kursi yang menghadap Ray.

“Tadi kamu sudah catat ya apa-apa saja yang disampaikan oleh Pak Hans?” tanya Ray.

“Sudah Pak.”

“Jangan lupa saran beliau untuk memasang alat deteksi tamu dan pengunjung segera dikerjakan.”

“Iya Pak, tadi saya sudah mulai mencari penyedianya, mudah-mudahan besok sudah bisa buat janji untuk survey barang dan harga,” jawab Dety.

Dety memang sekertaris yang cekatan dan bisa diandalkan.

“Bagus! Ya sudah itu saja,” ucap Ray.

“Baik Pak, saya permisi,” Dety berdiri hendak kembali ke mejanya yang ada di depan ruang kerja Ray.

Tunggu sebentar!” suara Ray menghentikan langkah Dety. Dia teringat sesuatu.

Dety menghentikan langkahnya dan kembali memutar badannya menghadap bosnya, “Ada apa Pak?”

“Tadi kamu menyuguhkan makanan dari Cahaya Catering ya?” tanya Ray menatap Dety.

Saat rapat tadi sekilas Ray melihat label Cahaya Catering pada makanan yang disuguhkan.

“Oh iya Pak. Bagaimana menurut Bapak, rasanya lebih enak kan dari kue-kue yang biasanya kita order?” tanya Dety dengan sorot mata berbinar, “Cahaya Catering toko makanan yang terkenal di sini Pak.”

“Bagaimana kamu bisa membeli makanan dari Cahaya Catering?”

“Saya pernah membelinya beberapa kali untuk acara di rumah Pak, dan rasanya enak sekali, jadi saya pikir makanan itu akan cocok untuk disuguhkan pada rapat direksi atau rapat pimpinan,” jelas Dety, “Maaf kalau Bapak tidak suka.”

“Tidak apa-apa, tidak apa-apa,” jawab Ray, “Aku hanya bertanya saja karena melihat kue yang disuguhkan beda dari yang biasanya. Bukankah harganya mahal ya?”

“Itu sebabnya hanya saya suguhkan untuk rapat pimpinan atau direksi saja Pak.”

“Hmm….” Ray mengangguk-anggukkan kepalanya lalu memberi isyarat untuk mempersilakannya pergi.

“Saya permisi Pak.”

🖤🖤🖤🖤

Happy reading semuanya, selamat tahun baru 2021, semoga keberkahan dan kebahagiaan selalu tercurah pada kita semua, aamiin...😍😍😍😍

Jangan lupa like, komen, dan votenya🙏🙏🙏🙏

 

 

 

 

 

 

 

1
🐝⃞⃟⃝𝕾𝕳Faᷟtᷢan 🄷a Anaza ࿐
ratu ACC akun ini
it's me oca -off
apa kbar onel
⍣⃝ꉣꉣ𝑞𝑢𝑒𝑒N
cerita yg bagus
UNI NANNI
aku kasih rating dulu kak, nanti baru baca pelan-pelan.
🐝⃞⃟⃝𝕾𝕳Simple Hayati
great one
🐝⃞⃟𝕾𝕳𝕸𝖗𝕼𝖎𝖚𝖖𝖎𝖚🦐⚔️⃠
semangat thor
❤️⃟Wᵃf🍾⃝ ͩMᷞᴇͧᴍᷡᴀͣ༄⃞⃟⚡
𝚑𝚒𝚍𝚞𝚙 𝚐𝚊𝚔 𝚜𝚎𝚕𝚊𝚕𝚞 𝚜𝚎𝚖𝚙𝚞𝚛𝚗𝚊 𝚙𝚊𝚜𝚝𝚒 𝚊𝚍𝚊 𝚔𝚎𝚔𝚞𝚛𝚊𝚗𝚐𝚊𝚗 𝚗𝚊
𝚝𝚞 𝚕𝚊𝚑 𝚢𝚐 𝚊𝚍𝚊 𝚙𝚊𝚍𝚊 𝚊𝚢𝚢𝚊

𝚜𝚎𝚖𝚊𝚗𝚐𝚊𝚝 𝚢𝚊
it's me oca -off
uda bca awal ampe akhir sedih bget ceritanya
🇮🇩⭕Nony kinoy❃hiat🇵🇸
Kok... Ray bisa lupa sih ma Ayya saat kejadian itu
it's me oca -off
untung masi ada bisnis
it's me oca -off
ayya yg kuat ya
it's me oca -off
uda bca dari awal ampe akhir sedih bget ceritanya😶
🇮🇩⭕Nony kinoy❃hiat🇵🇸
hadeh, jd begini cerita nya, klu sudah begini solusi nya tetep org terdekat, sesuatu yg terpendam harus di ungkap kan agar ada kelegaan, lepas beban dan mulai hidup baru..tp masih menjadi teka-teki kelanjutan, nony tunggu kelanjutan nya nexs thor
🇮🇩⭕Nony kinoy❃hiat🇵🇸: hehehe...Oce bos👌👮
total 2 replies
🇮🇩⭕Nony kinoy❃hiat🇵🇸
ooohhh...jd inti nya kenangan masa lalu yg menghantui itu lah penyebab nya satu, sebenar nya solusi nya adalah keluarga atau org terdekat, tp ini masih awal..blm nony mengerti kejelasan selanjut nya, nexs Kren thor lanjut
🐝⃞⃟𝕾𝕳Mhd Fauzy🐧²⁴
kopii☕
it's me oca -off
setiap kehidupan puya masalah tersemdiri tergatung kita nya yg menanggapi dan memecahkan solusinya
it's me oca -off
ehm onel
🧸 ⃝Pᵛᵐelia🌈ᴀᷟιиɑ͜͡✦
Like and like😍
it's me oca -off
onel zeyenk🥰
🧸 ⃝Pᵛᵐelia🌈ᴀᷟιиɑ͜͡✦
Semangat 💫
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!