Seorang gadis SMA yang bar - bar jodohkan dengan anak sahabat mamanya. Perjodohan itu tidak bisa di elakkannya, karena terikat dengan sumpah keramat yang di ucapkan oleh mamanya dengan sahabatnya tersebut.
Gadis itu tidak tahu, entah akan bagaimana dengan nasibnya kelak. Secara pria yang di jodohkan dengannya itu adalah orang yang sangat menyebalkan.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rill Ridho, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 22
"Ambil yang di butuhkan saja dan seperlunya!" seru Ardian saat di melihat Kyara yang sedang melirik kearah barang - barang yang berbau korea.
"Iya, pelit banget sih ." dengus Kyara.
Ardian hanya menggeleng melihat tingkah Kyara yang mirip anak kecil.
"Jangan banyak - banyak makan coklat, kamu mau diabetes?" Ardian kembali meletakkan beberapa batang coklat yang baru saja di ambil Kyara.
"Itu gak banyak kok, "protes Kyara, Ardian mengacuhkannya dan memilih berjalan duluan sambil mendorong troli belanjaannya kearah per-sayuran.
Kyara mengepalkan tangannya dan melayangkan tinjunya di belakang Ardian. Seandainya Kyara bisa melayangkan satu bogeman-nya itu pada pria yang menyebalkan di depannya ini.
Bagaimana tidak kesal, sedari tadi Ardian terus saja melarangnya ini itu, bahkan pria itu juga melarangnya untuk membeli snack kesukaannya.
"Baru juga sehari tapi hidup gue sudah seperti ini" gumam Kyara, berjalan dengan lamban di belakang Ardian.
"Kamu suka sayur apa?"tanya Ardian.
"Gak suka sayur."jawab Kyara malas.
"Kamu tu harus makan banyak sayur biar badan kamu sehat!"ujar Ardian, pria itu memasukkan berbagai macam jenis sayur kedalam trolinya.
Setelah beli sayur, Ardian pun berjalan kearah perdagingan, ia juga mengambil banyak daging.
"Mau beli apa lagi?"
"Sabun, kita belum beli sabun" kata Kyara, tanpa menjawab Ardian langsung berjalan menuju ke tempat sabun. Kyara mengambil semua yang di butuhkannya.
"Dasar cewek, untuk mandi saja bisa menghabiskan sabun sebanyak ini.."kata Ardian menggeleng melihat perlengkapan mandi Kyara.
"Ini bukan sabun semua, bapak bisa baca sendirikan kalau ini tu beda - beda manfaatnya"
"Terserah, ayo cepat! Ini sudah terlalu larut, besok kamu sekolah kan?" tanya Ardian sambil berlalu pergi dan me dorong troli.
"Dasar menyebalkan!"
~
Setelah selesai belanja, Ardian mengajak Kyara untuk makan di restoran. Karena melihat waktu yang sudah larut, dan itu tidak memungkinkan untuknya memasak.
"Cepat makannya, jangan terlalu lama mengunyahnya!"
"Iya sabar, ini juga udah cepat" balas Kyara sambil memasuk kan sepotong daging kedalam mulutnya.
Karena terus di desak, akhirnya Kyara pun menyudahi makannya. Ardian pun mengernyit melihat Kyara yang tidak menghabiskan makanan.
"Kenapa tidak di habiskan?"tanya Ardian.
"Gimana mau di habiskan kalau kamu merepet gitu"kata Kyara dengan nada kesal.
"Kalau gitu, ayo!" Ardian berdiri dari duduknya dan ia berjalan keluar.
Kyara tidak bisa berkata apa pun lagi, dia benar - benar kesal dengan suaminya itu.
~
"Tidak ada yang mau dibelikan?"tanya Ardian sambil mengemudikan mobil.
"Gak."jawab Kyara singkat.
Setelah mendengar jawaban Kyara, Ardian pun mengangguk dan mengemudikan mobilnya menuju ke apartemen.
Sesampainya di apartemen, Kyara langsung berjalan ke kamar sementara Ardian membawa barang - barang belanjaannya ke dapur.
"Gini amat punya istri" gumam Ardian.
ia menyimpan semua barang belanjaannya, mengisi kulkas, mengisi botol bumbu dan sebagiannya. Ardian sudah terbiasa melakukan hal ini, karena saat kuliah ia sudah pisah rumah dengan kedua orang tuanya.
Setalah menyelesaikan urusannya di dapur, Ardian pun pergi ke kamar. Ia masuk ke kamar dan melihat Kyara yang sedang bermain ponsel di atas ranjang.
"Gantilah baju mu itu dulu, tadi kamu berkeringat, tidak sehat untuk kesehatanmu" ujar Ardian.
"Aku nyaman pake ini, lagian tadi gak terlalu keringetan" balas Kyara.
"Terserah kamu, aku cuma mengingatkan"
"Bawel!" seru Kyara.
"Bisa nggak sih kamu itu kalau ngomong yang sopan sedikit?"tanya Ardian.
"Nggak bisa, kalau pun bisa malas ngelakuinnya."
"Yasudah, nikmati saja dosa yang kamu peroleh" setelah mengatakan itu Ardian masuk ke dalam kamar mandi.
Kyara yang mendengarnya pun terdiam, apa yang di katakan oleh Ardian memang benar. Disini bukan Ardian yang rugi, tapi dirinyalah yang menanggungnya.
"Tapi iiihhhh, malas banget ngomong baik sama dia, gue masih kesal banget sama dia yang sudah menerima perjodohan ini" gumam Kyara, ia mengacar rambutnya.
"Kenapa nasib yang seperti ini yang menimpaku... Ya tuhannn..." teriak Kyara.
tio bkn nya teman kyara
laki2 lemah...😏😏
kedua kk kyara mn siihh...kok gk ngawasin adek nya...mdh2 an ketahuan sm kk nya kyara gmn adrian yg punya pacar
cemburu luu yaa kyara d antar kenan..syukurin😄..luuu jalan sm pacar luu juga...