NovelToon NovelToon
Villainess Raising The Flower

Villainess Raising The Flower

Status: tamat
Genre:Ibu Pengganti / Anak Yatim Piatu / Identitas Tersembunyi / Romansa / Fantasi Wanita / Fantasi Isekai / Chicklit / Tamat
Popularitas:58.6k
Nilai: 5
Nama Author: Laigtomea

Dorothy Perkins, wanita jahat paling terkenal di desanya yang suka melakukan tindakan kekerasan kepada keponakannya, Hyacinth Perkins. Namun suatu hari tiba-tiba ia berubah. Dia baik kepada Hyacinth dan merawat Hyacinth sebagaimana mestinya. Perubahan Dorothy tidak tanpa alasan karena Dorothy dirasuki oleh seseorang perempuan dari dunia lain. Perempuan itu mendapatkan ingatan Dorothy dan mengetahui kenapa Dorothy bertindak kejam kepada Hyacint. Dia memutuskan untuk menjadi Dorothy Perkins lalu menebus dosa-dosa Dorothy dengan membesarkan Hyacinth menjadi gadis dewasa yang cantik di masa depan.

Ini adalah kisah seorang Villainess yang merawat bunga-bunga cantik dalam hidupnya.

[UPDATE 2 CHAPTER SEHARI]

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Laigtomea, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Singa Yang Tertidur 4

Semua dimulai dari Mistelir yang sudah muak karena dihiraukan oleh Duke Kalister. Dia berusaha mendapatkan perhatian dari Duke Kalister tapi gagal. Duke Kalister sama sekali meliriknya. Bahkan dia mengaku sudah menjadi anak baik dengan mengajari Hyacinth tata krama dan etika dengan benar. Padahal dia tidak menyukai Hyacinth sama sekali karena latar belakangnya sebagai anak panti asuhan. Dia juga tidak menyukaiku karena Duke Kalister terlihat sering berbicara denganku ketimbang dirinya.

Dia sudah mencubit dan menampar Hyacinth beberapa kali. Kenapa dia melakukan itu? Pelampiasan. Keberadaan Hyacinth dan diriku adalah penghalang untuknya mendapatkan Duke Kalister serta posisi Duchess Kalister. Terutama Hyacinth, dia sudah kelewatan membenci Hyacinth sampai pernah hendak membunuhnya.

Kekerasan yang dilakukan Mistelir sudah diluar pengawasanku, aku lengah. Hyacinth memang pandai menyembunyikan sesuatu yang dia alami. Hyacinth hanya dapat diam dan menerima kemarahan Mistelir. Persis seperti apa yang dia alami dahulu dengan Dorothy Perkins. Dia hanya diam dan menerima setiap pukulan yang dilayangkan kepadanya.

Namun ada satu hal yang membuatku terkejut dari Hyacinth. "Kesepakatan? Kesepakatan apa yang kau buat dengan anak itu," tanyaku.

"Di-dia akan membantuku untuk dekat dengan Kaden serta bersedia untuk menjadi samsak tinjuku jika aku marah. Imbalannya aku berjanji untuk tidak melukaimu atau membuang mu jauh-jauh dari istana Kalister.."

Dia mengancam Hyacinth akan membuang ku dari istana ini? Kenapa? Kenapa Hyacinth? Untuk apa dia membuat kesepakatan seperti itu?! Aku tidak pernah membuat dia bahagia, hanya luka yang aku tinggalkan untuknya. Kenapa dia sampai membuat kesepakatan seperti itu?!

"Dorothy? Kau baik-baik saja?," tanya Duke Kalister.

Aku menghela nafas dengan kencang. Ok tenang. Jangan terdistorsi oleh hal lain dulu. Fokus kepada masalah di depan. "Setelahnya, kau memukuli Hyacinth tanpa sebab kan?".

Mistelir bergidik mendengar pertanyaanku. Dia cemas, panik, dan takut lagi. Matanya melihat keberbagai arah, seperti mencari tempat untuk bersembunyi. Semakin aku kesal melihat tingkahnya ini. "JAWAB BANGSAT!".

Dia meloncat dari kasurnya dan pergi ke balik gorden untuk menutupi dirinya. Si bangsat ini jadi sulit untuk diajak bicara.

"Dorothy, aku juga pasti akan seperti nona Mistelir jika nada bertanya mu itu bak mengancam nyawaku," ucap Duke Kalister.

"Berisik! Tenangkan itu mantan tunangan itu. Aku akan keluar sebentar!".

Segera aku meninggalkan kamar si Mistelir. Bergegas aku pergi ke taman bermain Hyacinth. Disana aku berdiri diam tidak melakukan apa-apa. Pandanganku kosong, di otakku hanya ada Hyacinth dan ingin membunuh Mistelir.

Angin berhembus dengan deras menerpa wajahku. Angin bagai hendak membelaiku untuk menenangkan amarah dalam diriku. Aku menunduk dan melihat banyak bunga yang bergoyang mengikuti angin. Hyacinth putih diam membatu tidak bergerak oleh terpaan angin. Kuat dan kokoh, tidak terpengaruhi oleh sejuknya angin yang berhembus.

Ada yang mendekatiku. Pria dengan pakaian lusuh dan kusam menggunakan topi. Dia membuka topinya dan memeluk di dadanya.

"Saya sudah mendengar semuanya dari Kaden," ucap Kaisar.

"Anda hampir terlambat," ucapku.

"Untungnya tepat waktu."

Kaisar berjongkok dan memperhatikan bunga Hyacinth putih. Dia tersenyum lalu berkata, "Apa kamu tahu kenapa Camelia memilih nama Hyacinth untuk anak itu?".

Aku tidak menjawab. Tidak ingin aku melakukan obrolan yang tidak bermanfaat dengan dia. Aku mengalihkan pandanganku ke arah rumah kaca yang menjadi tempat ku dan Hyacinth bermain berduaan saja.

"Hyacinth adalah bunga yang tumbuh dari tanah yang mengubur Saintess pertama, Josafina. Hyacinth memiliki banyak makna namun yang paling kentara adalah penyesalan."

Benar. Hyacinth memiliki makna penyesalan. Aku berpikir Camelia menamai anaknya Hyacinth sebagai ungkapan penyesalan karena dia belum sempat meminta maaf kepada Dorothy Perkins.

"Tapi Camelia mengatakan, anak kami bukanlah bentuk penyesalan. Malahan bentuk kebahagiaan dan keceriaan. Camelia memaknai Hyacinth yang dia cintai sebagai Cahaya. Berdoa agar Hyacinth menjadi cahaya bagi siapapun yang mengenalnya."

Kaisar memegang pundakku. "Dorothy, sebagai ibu pengganti Hyacinth aku ucapkan terima kasih dan aku minta maaf sebesar-besarnya. Kejadian ini adalah tanggung jawabku, aku akan melindungi mu dari hukum—".

Segera aku berbalik, menarik kerahnya Kaisar dan berkata, "Bukan itu yang aku butuhkan, Kaisar! Aku hanya ingin Hyacinth bangun dari tidurnya!".

Kaisar menurunkan tanganku dari kerahnya. "Aku sudah meminta dokter terbaik di kekaisaran untuk memeriksanya. Hasilnya dia hanya tertidur pulas, tidak ada hal yang kritis pada dirinya."

Tetap saja tidak membuatku tenang atau amarahku menurun. Yang aku butuhkan dia bangun dan kembali seperti biasanya.

Aku pergi meninggalkan Kaisar. Aku pergi ke tempat latihan dan melihat Sir Marfield dan Dame Emma sedang sparring. Aku menghampiri mereka dan Sir Marfield langsung menyambut ku, "Nona Perkins, ada apa—".

Langsung aku melirik Dame Emma, "Anda kesatria sihir juga kan?," tanyaku.

Dia terlihat panik saat kutanya. "I-Iya?".

Aku menggulung kedua lengan bajuku. Mengikat rambutku agar tidak mengganggu ku untuk bergerak. "Ayo sparring. Sir Marfield, jadilah wasit."

Mereka berdua tampak tak bisa menolak permintaan ku. Maafkan aku Dame Emma, aku harus mengalihkan pikiranku ke tempat lain agar aku tidak gila sendiri. Alias, kamu harus jadi samsak tinjuku.

Kami berdiri saling hadap-hadapan. Dame Emma menggunakan pedangnya. Syukur jika dia melawanku dengan sungguh-sungguh. Setelah kami berdua siap, Sir Marfield mempersilahkan kami berdua untuk mulai bertarung.

Segera aku membuat Flame Spear yang banyak, menyerang Dame Emma tanpa henti. Dia menghindar, meloncat, sampai berguling untuk menghindari sihirku. Baknya kelinci menghindari peluru dari pemburu. Aku tidak berhenti dari sana, ku gunakan sihir angin untuk menerbangkan debu-debu di lantai agar penglihatannya terganggu. Aku berlari mendatanginya ketika dia berusaha menghilangkan debu disekitarnya. Tapi dia cekatan, segera dia gunakan pose bertahan untuk menangkis serangan sihirku. Tampak jika dia menggunakan pedang yang bisa menetralisir sihir saat terkena bilahnya.

Aku mundur beberapa langkah dan merapalkan sihir, "Di bawah cahaya bulan es, kekuatan magis membeku dalam kesejukan, memayu hayuning bawana. Ice Spike!".

Aku menghentakkan kakiku ke lantai dengan sangat keras, memunculkan duri-duri es besar yang mengejar Dame Emma kemana pun dia pergi.

"Nona Perkins! Apa saya ada salah dengan anda?!".

"Tidak ada."

Dame Emma memanglah seorang kesatria, dia bisa menghentikan duri es yang mengejarnya. Aku sudah kehabisan akal dan tenaga. Nafasku tidak karuan, sesak dan terasa sakit. Tapi aku tidak berhenti, segera ku rapalkan sihir Flame Spear dan Tempest untuk menciptakan tornado api—

"Hentikan nona Perkins!," teriak Sir Marfield.

Tidak kudengar. Aku terus merapalkan sihir itu walaupun untuk berbicara pun aku kesulitan. Setelah terbentuk sihir yang kubutuhkan, aku mengarahkannya ke Dame Emma dan tercipta Tornado Api.

"Nona Perkins!," teriak Dame Emma.

Sialnya Dame Emma masih bisa menghindari sihir itu dengan sempurna. Dia masih baik-baik saja. Berarti si bajingan Duke Kalister kemarin sengaja mengalah.

Aku tidak ada pilihan. Aku harus menggunakan Flame Spear lagi lalu—

"Bodoh! Kamu mau mati?!!".

Tch, datang lagi si Duke Kalister. "Kenapa?!".

"Lama-lama aku yang gila. Aku sudah bilang untuk tenang, masih saja!," teriak Duke Kalister.

Tiba-tiba aku merasakan ada yang mengalir dari hidungku. Aku pegang hidungku, ternyata mimisan. Sepertinya aku telah melewati batasanku sendiri. Kakiku terasa lemas hingga aku terjatuh di lantai.

"Aliran darahmu jadi kacau. Apakah kamu ingin Hyacinth yang baru bangun melihat keadaanmu seperti ini?".

Tunggu sebentar. Aku langsung menoleh ke Duke Kalister? "Hyacinth sudah bangun?!".

"Barusan. Dia berlari-lari ke seluruh istana mencarimu—".

Aku memaksakan kakiku untuk berdiri, kemudian berlari melewati Duke Kalister. Aku berlari menuju dalam istana. Di aula aku berteriak, "Hyacinth!!!".

Tidak ada respon. Aku naik tangga lantai dua sambil meneriakkan namanya. Masih tidak ada respon. Aku pergi ke kamarnya tidak ada dirinya ataupun seseorang. Aku lari lagi ke lantai 3, 4, dan terakhir lantai 1 ke area pelayan. Masih tidak ada juga dia.

Aku pergi ke dapur dan melihat Mina. Dia kaget melihatku. Segera ku tangkap dia dan bertanya, "Kamu melihat Hyacinth?!".

"Eh—Hyacinth? Siapa?".

Bodohnya aku. Lupa jika dia bernama Karina Kalister disini. "Karina! Karina! Dia dimana?!".

"Bi-Bibi...."

Aku menoleh ke arah suara berasal. Hyacinth berdiri di belakangku. Rambutnya berantakan dan wajahnya habis menangis.

Sial... Sekarang aku sudah menemukannya. Aku yang selalu berharap dia bangun sampai pikiranku kacau. Kenapa sekarang malah aku terdiam menjadi batu? Benar. Aku takut. Takut dia menolakku. Aku melukainya lagi padahal aku sudah berjanji kepadanya.

Dia berjalan perlahan mendekatiku. Aku mundur perlahan ke belakang. Dia sadar jika aku mundur untuk menjauhinya. "Bi-Bibi? Ke-kenapa?".

Terasa dari seluruh ujung kaki hingga kepalaku merinding ketakutan. Semua anggota tubuhku seperti mengatakan "lari!".

Seketika aku lari menjauhi Hyacinth. Lari, lari, dan lari tanpa arah tujuan. Aku takut. Takut. Sekali lagi takut dia menolakku. Aku berlari hingga tersandung batu. Muka ku menghantam lantai hingga dahi dan keningku berdarah. Aku tidak sadar sudah berlari sampai ke pohon besar dimana aku membuatkan ayunan untuk Hyacinth.

Aku berdiri lagi dan berjalan dengan keadaan pincang. Aku memegang tali tambang ayunan Hyacinth dan perlahan duduk di ayunannya.

1
Frando Wijaya
trs terang gw sgt benci takdir....takdir bs di jdikn racun yg sgt mematikn
Frando Wijaya
tdk slh lgi....
Frando Wijaya
ternyata saat hyacinth msh bayi si jlng miliana itu mlh awasi? urusan Dr gereja sampah itu? bner2 tdk Tau malu
Frando Wijaya
miliana...skrg jd boneka selanjutny
Frando Wijaya
pertama kli bertemu saat terbuang di daerah kumuh.... bner2...nasib yg sgt kejam
Frando Wijaya
hanya krn obsesi?! bner2 lelucon bgt
Frando Wijaya
ibu duke ternyata terbunuh Oleh count itu.... terbunuh Oleh pangkat rendah...wah2
Frando Wijaya
NANI!!!? berarti jlng itu asliny rakyat jelata? wah! sungguh mengejutkn
Frando Wijaya
idiot 😏....Bru skrg trauma? segitunyn enak gunakan kekerasan pda org asing utk buat trauma? skrg giliran lo gmna? gmna rasany trauma? wkwkwkwkwkwkwk 🤣🤣🤣🤣.....😈😈😈😈
Frando Wijaya
gk slh lg...jiwa asli Dorothy
Frando Wijaya
tempest? ada sihir nma tempest? gw Bru tau nih
Frando Wijaya
flame spear...jd teringet AO yg hero spear pke skill flame spear di lvl 100
Frando Wijaya
klo zaman modern skrg...hanyalh mitos...nah itu kecualu org gila yg berpikir hanya sihir..
Frando Wijaya
HA! ternyata oh ternyata....gereja yg skrg mlh minta bantuan pda iblis kuno?! HA! sgt memalukn
Frando Wijaya
gereja sialan...
Frando Wijaya
yap! dugaan gw bner...alasan bayi milik wanita itu ternyata sengaja gk blh perlhtkn kaisar
Frando Wijaya
bner2 deh....lain kli beritau alasan yg bgs
Frando Wijaya
ingin seperti harry Potter? yare2 😌
Frando Wijaya
ya ampun... pdahal seharusny yg slhkn bpk kandung itu.... bner2 deh
CaH KangKung,
👣👣
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!