Di bunuh oleh ayah kandung nya sendiri di pesta ulang tahun nya yang ke 21 tahun. Ketika Queen Anabelle membuka mata, jiwanya menempati raga putri ke empat kekaisaran Lythonsen. Anabelle Lythonsen.
Tidak hanya berbagi wajah dan nama. Nasib keduanya juga sama mirisnya. Mati di tangan ayah kandung mereka sendiri.
...
Putri ke empat yang di rumorkan tidak bergun4 yang bahkan tidak bisa berkultivasi, selalu mendapat perlakuan buruk dari orang-orang. Bahkan seorang pelayan rendah berani menghina dan melayangkan tangan.
Namun, kali ini jiwa dalam raga itu adalah Queen Anabelle, genius dokter di abad 21.
"Jika di kehidupan sebelumnya aku selalu menyelamatkan nyawa seseorang, bagaimana jika sekarang waktunya mempermainkan nyawa seseorang?"
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Bella Bungloon, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 22
"Mereka sudah akan tiba." Seorang pria berjubah hitam melapor pada pria lainnya.
"Bersiaplah. Misi ini tidak boleh gagal, kita harus membunuh putri mahkota dan calon anak nya." Sahut pria lainnya, yang merupakan ketua dari para pria berjubah lainnya.
Mereka kemudian melepaskan jubah hitam yang melekat dan memakai topeng.
"Target telah tiba." Gumam ketua sekelompok pria itu ketika melihat kereta yang membawa putri mahkota.
...
"Yang Mulia, setelah melewati bukit ini kita akan segera sampai di istana."
Zhao Shi, putri mahkota kekaisaran Lythonsen itu tersenyum tipis.
"Aku tahu itu, Yuwei, kau terlihat tidak sabar sampai di istana." Canda putri mahkota.
"Yang Mulia, hamba tidak sabar melihat reaksi orang-orang mengetahui kehamilan anda." Ungkap Yuwei.
Putri mahkota mengelus perut buncitnya. Dia juga tidak sabar melihat ekspresi putra mahkota, suaminya. Tanpa dia tahu, bahaya sedang mengincar nya.
"Yang Mulia, apa anda sudah mendengar kabar tentang putri ke empat? Hamba dengar putri ke empat bisa berkultivasi. Itu sungguh kabar yang mengejutkan."
Kening putri mahkota berkerut. "Maksudmu? Putri Anabelle? Aku tidak tahu jelas tentang nya. Yang aku dengar, dia tidak bergun4 dan di benci semuanya."
"Itu juga yang hamba dengar, Yang Mulia."
Ketika mereka sedang asyik mengobrol. Tiba-tiba kereta kuda berhenti.
"Yujin, ada apa? Mengapa tiba-tiba berhenti?" Teriak Yuwei dari dalam kereta.
"Putri mahkota, saya peringatkan anda untuk segera keluar. Jika tidak, saya akan menghabisi kalian semua."
"A-apa? siapa kalian?!"
...***...
"Kak Nunu, apakah tidak masalah kita mengambil semua perhiasan putri ke empat? Bagaimana jika putri ke empat mengetahui nya?"
Nunu, pelayan itu mendorong rekannya.
"CK, kau sangat berisik Joa. Diamlah! Memangnya kenapa jika si tidak bergun4 itu tau? Bahkan jika dia bisa berkultivasi, aku tidak takut." Ujar pelayan itu dengan sombong.
"Benarkah tidak takut?"
Nunu dan Joa terkejut, keduanya kompak menoleh ke belakang. Anabelle dengan tatapan dingin menatap mereka berdua.
"Putri ke empat?"
'brugh'
Anabelle menggunakan kekuatan nya, melempar sekotak penuh perhiasan miliknya ke wajah Joa.
"Kalian cari mati, berani mencuri barangku." Kali ini Anabelle menyerang Nunu.
Nunu tidak bisa menghindar. Dia terkena serangan Anabelle.
"Kau samp4h beraninya menyerang ku!" Teriak Nunu sembari menyerang ke arah Anabelle.
Namun dengan cepat Arion muncul dengan wujud raksasa dan menyerang ke arah Nunu.
"Tidak mungkin!!! Ini... Hewan roh suci!" Nunu membulatkan matanya terkejut.
"Yang Mulia, tolong ampuni kami..." Joa bersujud memohon.
Namun, Anabelle hanya berdecih. Kemudian menendang kep4la Joa yang bersujud di hadapan nya.
"Menyingkir dari hadapan ku." Desis Anabelle.
Nunu gemetar ketakutan ketika Anabelle berjalan mendekati nya. Terlebih serigala darah yang terus menatap nya.
"Yang Mulia, hamba mengaku salah. Tolong ampuni hamba...." Mohon nya.
Anabelle tertawa sinis. Hari telah sore, dan mereka berada di taman belakang istana yang tak pernah di kunjungi siapapun.
Anabelle berjongkok di hadapan Nunu, mencekram pipi wanita itu kuat.
"Hukuman untuk pencuri adalah memotong tangannya."
'krek'
Anabelle memutar leher pelayan itu hingga tulang leher pelayan itu berbunyi.
"Aaaakkkhhh!!! Sakit!!!" Teriak pelayan itu.
"Jika aku mengampuni mu, dan berwelas kasih, maka ke depan nya pelayan rendahan seperti kalian tidak akan tahu aturan, dan tidak menyadari siapa kalian."
"Sakiitttt..." Teriak Nunu sembari terus berontak.
"Kau iblis! Lepaskan aku!" Teriaknya lagi.
"Kau salah, aku adalah seorang malaikat. Banyak nyawa yang sudah aku selamatkan di tangan ku, tapi kalian lah yang membuat malaikat seperti ku menjadi iblis tanpa hati."
Anabelle mengeluarkan pedangnya. Dengan tanpa perasaan, Anabelle menebas putus kedua tangan pelayan di hadapannya.
Nunu melebarkan pupil matanya. Air matanya berubah menjadi merah darah.
"Ti... Tidak...."
Anabelle menarik tusuk konde yang masih melekat di kepala Nunu. Menatap tusuk konde itu sesaat, kamudian menusukkan nya ke kepala Nunu.
"Aaakkhhh..." Tubuh pelayan itu tergeletak dengan darah terus keluar dari lengan dan kepalanya.
"Ini adalah hadiah pertama yang aku terima, tapi kau menghancurkan nya." Dingin Anabelle berucap.
Joa yang menyaksikan itu semua terdiam dengan seribu ketakutan. Di hadapannya ini, bukan lagi putri tidak bergun4 yang selalu diam saja ketika di tindas, kini di depannya adalah iblis yang tidak boleh di usik.
Menyadari dirinya di tatap, Anabelle menoleh ke arah Joa, yang langsung menundukkan kepalanya.
"Kau sudah melihat hukuman bagi orang yang berani mencuri barangku? Aku tidak akan membunuh mu kali ini." Ujar Anabelle.
Joa langsung bersujud. "Terima kasih, Yang Mulia. Terima kasih.... Hamba berjanji akan setia melayani anda."
Anabelle tersenyum tipis.
"Lalu, apa yang akan kau lakukan dengan mayat ini?" Tanya Arion sembari menendang kepala Nunu yang telah mati.
"Benar, Tuan. Anda juga masih menyimpan mayat Jessy, apa yang ingin anda lakukan pada mayat-mayat itu?" Tanya Bee.
Anabelle berpose berpikir. Namun, ketukan di kepala nya membuatnya menoleh.
"Li?" Gumam Anabelle terkejut dengan kehadiran pria bertopeng yang kini berdiri di hadapannya.
"Sudah lama tidak bertemu. Kau pasti merindukan ku."
Annabelle memutar bola matanya malas. "Aku sedang tidak ingin bercanda. Aku harus mengurus mayat ini." Ujar Anabelle.
"Bagaimana jika kita jadikan makanan anjing saja pelayan tidak bergun4 mu itu?"
"Baiklah. tapi, apa yang kau lakukan di sini?" tanya Anabelle menatap lekat pria bertopeng di hadapannya.
"Aku ingin meminta bantuan mu. Namun, bukankah itu hadiah yang aku berikan untuk mu?" tanya Li menatap tusuk yang menancap di kepala pelayan Anabelle.
"Aku akan mengganti nya". ujar Anabelle.
"Itu sudah menjadi milikmu. Aku akan memberikan hadiah lainnya lain kali." ucap Li sembari mengeluarkan kekuatan nya.
tubuh pelayan itu seketika melayang, begitu juga dua tangannya yang putus.
"Tunggu, Li. masih ada mayat lainnya." ujar Anabelle menahan tangan Li.
"Oh, kira-kira seberapa banyak nyawa yang melayang di tangan putri ke empat yang di rumorkan tidak bergun4?"
"Aku sungguh penasaran."
bahkan Dy master kultivasi hebat banget👍🏻🥰