NovelToon NovelToon
Senyum Dua Bidadari

Senyum Dua Bidadari

Status: tamat
Genre:Trauma masa lalu / Janda / Anak Yang Berpenyakit / Tamat
Popularitas:52.7k
Nilai: 5
Nama Author: Lisa

"Dia putriku, Sofia." Begitu kata Judan ketika banyak perempuan bertanya siapa gadis cilik yang sedang bersamanya. Ia tidak ingin banyak orang tahu bahwa sebenarnya gadis cilik itu adalah keponakannya. Hingga akhirnya ia bertemu Runi, seorang Perawat di rumah sakit tempat ia menghabiskan waktu karena ingin melepas trauma buruk karena kematian kakak laki-lakinya yang tak lain adalah ayah dari gadis cilik itu.
"Dia adalah keponakanku," ungkap Judan akhirnya karena tidak mau perempuan itu salah paham. Ini pertama kalinya ia mau membuka diri pada seorang perempuan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Lisa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab. 22

Judan melepas pelukannya. "Nanti papa akan belikan boneka beruang untuk kamu."

"Tidak, aku tidak ingin boneka beruang. Sofia hanya ingin Papa tidak capek saja. Jadi Papa bisa tidur dengan nyenyak kalau malam. Aku kasihan sama papa yang enggak bisa tidur," ujar Sofia dengan raut wajah iba.

"Hmm begitu ya ... Kamu khawatir sama Papa?"

Kepala Sofia mengangguk.

"Kalau begitu, Papa juga butuh perawat nih untuk memperhatikan kesehatan Papa," canda Judan seraya melirik Runi. Dia bermaksud membicarakan perempuan itu.

"Ada Tante Runi kok yang bisa bantu Papa, jadi Papa jangan khawatir," ujar Sofia seraya menunjuk ke arah Runi. "

"Oh, iya itu benar." Judan setuju.

"Tante, nanti kalau Papaku butuh perawatan karena capek berkerja, Tante harus membantu Papa ya ..." Sofia mengajukan permintaan.

"Ah, ya ..." Runi pasrah.

...****************...

Rumah Judan sore hari. Dokter Gio datang melakukan pemeriksaan rutin. Meski sebentar lagi dia akan menikah, dokter Gio tetap memeriksa kondisi Sofia dengan teliti.

"Apa Sofia sudah makan banyak tadi?" tanya Gio seraya memeriksa tubuh gadis cilik ini.

"Emm ... agak banyak dari kemarin," jawab Sofia jujur.

"Wah, itu bagus."

"Berarti Sofia cepat sembuh dan bisa kembali ke sekolah ya, Om."

"Iya ... asal Sofia mendengarkan nasehat Tante Runi ya ..."

"Tentu saja."

"Sofia sangat patuh, Dok," timpal Runi membenarkan pernyataan gadis ini.

"Bagus." Dokter Gio memberikan jempolnya untuk memuji gadis ini. Judan hanya berdiri di dekat dinding sambil melipat tangan melihat dokter Gio melakukan tugasnya. Tak lupa ekor matanya selalu menatap ke arah Runi yang berdiri di sisi ranjang menemani dokter Gio.

Setelah selesai melakukan pemeriksaan, dokter Gio menjauh dari ranjang. Judan melepas lipatan tangannya menyambut Dokter Gio.

"Kita bicara di luar," kata dokter Gio. Judan mengangguk. Mereka menuju ruang tengah dengan pemandangan taman di depannya. Bibi di dapur sudah menyediakan makanan dan minuman di sana untuk mereka.

"Bagiamana kondisi, Sofia? Apa ada kemajuan?" tanya Judan ketika mereka sudah duduk dengan tenang.

"Tidak."

"Bukankah Sofia makan lebih banyak hari ini?"

"Ya. Lebih banyak tapi masih kurang. Nafsu makannya masih belum membaik. Mungkin terlihat lebih baik karena dia tampak selalu gembira. Apa ada hal baru yang membuatnya begitu?"

"Hal baru ... " Judan tampak berpikir. "Aku rasa tidak ada, kecuali ... keberadaan Runi yang merawatnya di sini. Itu hal baru di rumah ini bukan?"

"Rupanya Sofia sangat senang dengan keberadaan perawat Runi ya ..."

"Ya. Kamu tahu kisah mereka bukan? Bahkan Sofia menyebutnya Tante Malaikat." Judan tersenyum simpul setelah mengatakannya. Gio melirik.

"Lalu kisahmu dengan dia bagaimana?" celetuk Dokter Gio. "Jangan mengelak. Aku bisa membaca semuanya dari cara kamu menatap Runi. Katakan saja."

"Kamu terlihat memaksa."

"Benar." Dengan tegas Dokter mengatakan rasa ingin tahunya.

Judan tersenyum. "Jika aku sudah sangat terlihat begitu, apalagi yang bisa aku sembunyikan. Ya, aku menyukai perempuan itu." Dia tidak bisa bersembunyi lagi.

"Sudah ku duga."

"Kamu memperhatikan aku rupanya." Judan merasa terharu.

"Bukannya itu sudah wajar ... Lalu, apa kalian sudah mau meresmikan hubungan ini ke depannya? Seperti menyusul aku untuk menikah?"

"Hahaha ... Tidak, tidak. Hubungan kita bukan dalam tahap itu." Judan merasa geli mendengar pertanyaan itu.

"Maksud kamu?" Dokter Gio mengerutkan keningnya.

"Aku memang jatuh hati pada Runi, tapi hubungan kita belum sampai pada tahap memikirkan untuk menikah. Karena resmi menjadi kekasih saja, kita masih belum."

"Benarkah? Jadi kalian tidak dalam hubungan asmara?" Dokter Gio terlihat heran.

"Ya." Judan mengangguk seraya tersenyum dengan kebenaran ini. Dokter Gio paham.

"Artinya cintamu bertepuk sebelah tangan?"

"Hei, ini masih dalam proses. Tidak bisa langsung di sebut seperti itu. Aku juga belum mengungkapkan perasaanku, jadi belum kelihatan hasilnya."

"Kamu berpikir ini akan berjalan baik?"

"Ya."

"Optimis sekali," ledek Dokter Gio.

"Harus. Ini pertama kalinya aku ingin membuka hati pada perempuan setelah kematian kakak. Jadi aku ingin melakukan yang terbaik."

Dokter Gio melihat kesungguhan dalam sorot mata Judan. Dalam hal ini dia bersyukur pria ini mau membuka hati. Itu perubahan baik, tapi jika itu berhubungan dengan Runi ... Dokter Gio seakan sedikit ragu.

"Jadi kamu bersungguh-sungguh untuk mendapatkan hati Runi?" tanya Dokter Gio.

"Benar. Aku serius ingin mendapatkannya." Raut wajah Judan tidak main-main. Dokter Gio menghela napas pelan. "Ada apa dengan helaan napas itu? Kamu tidak merestui aku untuk mendekati Runi?" protes Judan.

"Aku bahagia dengan perubahan ini Judan. Sungguh, tapi ... apa kamu tahu soal siapa Runi?"

Mata Judan melebar. "Runi? Apa maksud kamu?"

"Apa kamu belum dengar sama sekali tentangnya?"

"Tentang apa, Gio? Katakan saja jangan memutar-mutar. Bicara langsung pada intinya." Judan sedikit gusar dan kesal.

"Oke, aku akan bicara langsung pada intinya. Karena kamu berniat serius mendekati Runi, sebaiknya aku katakan langsung tentang dia." Dokter Gio memberi jeda sebentar pada kalimatnya. "Dia adalah seorang janda, Judan."

Seketika suasana hening. Dokter Gio tahu ini akan mengejutkan untuk Judan. Setelah begitu lama ia menutup hati untuk seorang perempuan demi fokus pada keponakannya, sekarang ia mulai berani membuka hatinya. Namun perempuan yang membuat tertarik justru seorang Janda. Paling besar kemungkinan seperti ini, tapi Gio tidak tahu pasti apa yang ada di dalam pemikiran adik sahabatnya.

Judan tampak menunduk sejenak. Ia pasti berpikir panjang lagi. Gio diam seraya memperhatikan.

...----------------...

1
Apriska Manalu
luar biasa
Inah Ilham
berdamai dengan masa lalu, percayalah walaupun luka itu tetap ada tetapi itulah salah cara untuk meraih bahagia
Santunah Darlis
keren kak
✨rossy
ada yg baru ya thor tapi belum sempat singgah 🙏🙏🙏
✨rossy
tamat lagi sayang2nya ini.....
✨rossy
maka nya punya ego itu jangan selalu di turutin
Desilia Chisfia Lina
eh tamat /Frown/
susi_ambarsari
Berharap kak Lady khilaf terus ada extra partnya 🤭 dkasih hati minta ginjal 🤣🤣🤣... Yok lanjut Getir yok kak 😘 semangat kakaaaaaak 💪🏽💪🏽💪🏽
Siti Sarifah
Ikut emosional bacanya, bagus critanya
✨rossy
bagus lah kau harus jujur
✨rossy
teruslah berdrama Sofia biar mereka bersatu
LisA: 🤣🤣🤣🤣🤣
total 1 replies
Inah Ilham
kisah Runi mirip dengan kisahku, suamiku pernah dipaksa untuk menceraikanku atau dia tidak akan mendapatkan apapun tp dia tetap mempertahankan aku. disini anak Runi masih hidup meskipun dipalsukan kematiannya sedangkan anakku lahir dalam keadaan meninggal 😭😭😭 sampai ketika Ibu mertuaku terkena stroke aku dan suami yg merawatnya dan sekarang kami sudah baik2 saja. Tapi terus terang luka itu tidak bisa sembuh dan masih ada, setiap kata hinaan dan makian yg terlontar masih terngiang tp aku berusaha untuk ikhlas memaafkan. maaf ya teman" jadi curhat kan
LisA: Peluk erat-erat dari jauh🤗
total 1 replies
Desilia Chisfia Lina
mungkin bu Dewi buka jalan buat menyelesaikan masalah mereka
✨rossy
kann bener dugaan ku
Desilia Chisfia Lina: wah apay kira2 permintaan sofia
total 1 replies
✨rossy
ibu Dewi ini sebenarnya mau menunjukkan Runi tak serendah pikiran nya
✨rossy
akhirnya mama Judan dapat lawan yg seimbang ga melulu merendahkan Runi
✨rossy
sampai ga bisa berkata kata melihat mama Judan... pingin langsung jorokin aja
Inah Ilham: ayok lah ku bantuin...
total 2 replies
Desilia Chisfia Lina
wah semakin seru nih lanjut 👍💪
✨rossy
kannnn
.. jangan sampai mengacaukan hasil tes DNA
✨rossy
duhh mak Lampir kah??
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!