Kehidupan yang tidak mudah harus aku jalani. Aku Nisya. wanita usia 29 tahun, seorang Ibu dari 3 orang anak. Awal pernikahan hidup kami baik-baik saja dengan ekonomi yang cukup. namun, setelah tiga tahun menikah dan gaji suami ku jauh lebih besar di banding sebelumnya, ia mulai berubah. Mabuk, judi hingga perselingkuhan mewarnai rumah tangga kami. Bahkan uang bulanan yang biasanya lebih dari cukup itu kini berubah menjadi serpihan kenangan. Ya.. Suamiku, Gani. Kini memberikan nafkah kepada kami dengan asal-asalan, bahkan tak jarang ia justru memberikan makian disaat aku meminta hak kami.
"Kerja kalau mau uang tuh, kerjaannya minta terus. Kamu gak tau kan kalau kerja itu capek, kamu taunya hanya minta saja!" selalu kata itu yang terucap.
Mulai dari situ, hidupku aku rubah. Aku tak ingin lagi berleha-leha. aku ingin merubah hidupku bagaimana pun caranya.
Mari ikuti kisah perjalanan aku mengubah hidupku kali ini😊
Fb : Adivahalwahasanah
Ig : @Adivahasanah
Tt : A.H Hasanah.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Amie.H, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 24
Setelah menempuh perjalanan beberapa jam, akhirnya Nisya dan juga keluarganya sampai di tempat mereka ingin menghabiskan waktu liburan kali ini. Adila dan Hawa yang baru kali ini berlibur pun merasa senang, pasalnya dari dulu mereka sama sekali tidak pernah merasakan apa itu namanya liburan.
"Kita sampaaaii" kata Lia pada kedua ponakannya yang sudah pandai berbicara itu.
"Kita udah sampe Ante? Kita liburan di sini?" tanya Adila yang tampak takjub melihat villa yang di sewa oleh Ryan.
"Iyaa Dil, kita liburan di sini. Baguskan?" kata Lia.
"Iyaa bagus banget Nte, Dila baru kali ini liburan. Biasanya, liburan itu cuma dirumah main sama temen Dila yang juga nggak liburan atau waktu mereka selesai liburan sama keluarganya" kata Adila membuat Lia tersenyum kecil.
"mulai sekarang kamu akan sering jalan-jalan dan liburan ya Dil, Uti sama Akung pasti akan ajak kamu jalan-jalan kemana pun kamu mau. Ayok kita masuk, di dalam jauh lebih bagus loh!" kata Lia menghibur Adila. Lia mengajak Adila dan juga Hawa memasuki Villa dengan langkah cepat.
"Assalamualaikum...." Gumam ketiganya.
"Waalaikumsalam" jawab Mama yang berada di belakang mereka.
"Ayo Masuk!" lanjut Mama.
"Waaahh ini yang namanya Villa ya Uti, aku baru kali ini loh ke Villa Uti!" kata Hawa.
"Iyaa ini Villa, nanti kita akan sering datang kesini kalau kalian suka ya?" kata Mama.
"Iyaa Uti, tapi selain kesini kita juga mau liburan ke tempat lain ya Ti" kata Adila.
"Iya nanti kita ke beberapa tempat wisata yang ada di sekitar sini, kecuali air terjun ya? Kasian Adik Alisya kalau kita ajak kesana, karna masih bayi" kata Mama.
"Iyaa Uti, makasih ya Uti udah ajak kita liburan kesini. Kita seneng banget akhirnya kita bisa liburan juga kayak gini!" kata Adila dengan mata berkaca-kaca.
Nisya melihat semuanya, bahkan dia juga mendengar apa yang Adila kata kan pada Lia tadi.
"Iyaa sayang. Adila, Hawa sama adik kalau udah besar nanti bisa minta apapun sama Uti atau akung, tapi harus dengan persetujuan Bunda ya? Do'ain aja Uti sama Akung sehat terus supaya bisa temani Adila dan adik-adik jalan-jalan kayak gini" kata Mama. Keduanya menganggukkan kepala dengan senyum mengembang.
"Iyaa Uti, kita pasti do'ain Uti sama Akung kok" jawab Adila yang juga di benarkan oleh Hawa.
"Sudah, ayok kita masuk. Di belakang juga ada kolam renang nya loh, besok pagi kita berenang ya? Sekarang kalian semua istirahat saja di kamar" kata Mama.
"iyaa Uti" jawab keduanya bersamaan.
Jam memang sudah menunjukkan pukul delapan tiga puluh, beberapa jam di jalan yang begitu melelahkan.
"Ma... Aku sama anak-anak biar satu kamar aja ya?" tanya Nisya.
"Kamu tidur sama Lia dan juga Alisya aja ya, biar Adila sama Hawa tidur sama Mama dan juga Bapak!" kata Mama.
"Kok gitu? Nggak apa-apa biar anak-anak semuanya tidur sama aku sama Lia aja" kata Nisya.
"Sempit lah kalau kalian rame-rame, udah nggak apa-apa. Biar Adila sama Hawa tidur sama Mama sama bapak, tuh bapak juga udah masuk kamar. Adik-adik kamu juga pasti udah masuk kamar!" kata Mama.
"yaudah kalau begitu, aku tidur sama Lia sama Alisya. Aku titip Adila sama Hawa ya Ma" kata Nisya.
"Iyaa udah kamu tenang aja, mereka juga nggak akan ngerepotin Mama kok!" kata Mama.
Mereka pun masuk kedalam kamar masing-masing, Lia yang tidur bersama Nisya langsung bebersih. Terlihat dari Lia yang baru saja keluar dari kamar mandi yang ada di dalam kamar itu.
"Mbak kamu nggak bersih-bersih dulu?" tanya Lia.
"iyaa bersih-bersih kok, tapi nanti dulu aku gantiin dan elapin badan Alisya dulu biar dia juga tidur nya nyaman" kata Nisya.
"Udah aku aja sini yang gantiin dan elapin Alisya, Mbak Nisya bersih-bersih aja biar kita bisa sama-sama istirahat." kata Lia mengambil alih pekerjaan Nisya.
"Nggak apa-apa nih kamu yang gantiin pakaian Alisya?" kata Nisya.
"Ya nggak apa-apa lah Mbak, kayak sama siapa aja sih! Aku kan Ante nya yang paling cantik!" kata Lia membuat Nisya terkekeh kecil.
"Yaudah kalau gitu Mbak Mandi dulu, badan Mbak juga rasanya udah lengket banget ini!" kata Nisya yang langsung di angguki oleh Lia.
"Yaudah sana, kalau udah bersih-bersih kan enak tidurnya nyaman!" kata Lia sambil menggantikan diapers Alisya.
"Iyaa.. Yaudah titip Alisya ya?" kata Nisya kembali.
"Iya Mbak... Yaampun..." kata Lia membuat Nisya terkekeh.
Keesokan paginya semua penghuni Villa itu sudah bangun tepat pukul tujuh pagi, Adila dan juga Hawa sudah menangis janji Mama Nisya untuk mengajak mereka berenang pagi ini.
"Uti ayoo katanya kita mau berenang?" kata Hawa.
"Iya Ti, ayok kita berenang" Ajak Adila.
"Eh kalian mau renang? Ayok sama Om Ryan sama Om Syahrul aja, Uti lagi masak di dapur" kata Ryan yang keluar dari kamar.
"Uti lagi masak? Tapi uti semalem janji mau ajak kita renang di belakang loh Om" kata Adila.
"Iyaa kalian renang nya sama Om aja, kan sama aja renang-renang juga. Lagian nggak mungkin Uti masuk kolam renang pagi-pagi kayak gini, dinginnn" kata Ryan.
"Iya juga, yaudah deh. Ayok kita renang Om" kata Adila.
"Ayok.. Sebentar, Om bangunin Om Syahrul dulu biar ikut kita renang" kata Ryan.
"Emang Om Syahrul belum bangun, Om?" tanya Adila.
"Belum... Ayok kalian bantu Om bangunin?" kata Ryan menaik turunkan alisnya.
"Boleh Om!" jawab keduanya kompak.
Mereka masuk kedalam para bujang, terlihat Syahrul masih dengan posisi tidurnya. Adila dan juga Hawa langsung menubruk tubuh Om nya dari depan dan juga samping.
"Om Syahruuulll... Ayooo banguunnnn... Kita renang ayoo" teriak Hawa membuat Syahrul menyergapkan matanya.
"Apaa sih Hawaa... Masih pagi ini" kata Syahrul menutup wajahnya menggunakan bantal.
"Ayok kita renang Om, kata Om Ryan kita disuruh bangunin Om buat ajak kita berdua renang...." kata Adila.
"Ajak aja Om Ryan nya... Om nggak mau ah, dingiinnn" kata Syahrul membuat keduanya mengerucutkan bibir.
"Om... " kata Hawa dengan mata berkaca-kaca. Syahrul mengintip dari sela-sela bantalnya.
"Eehhh kok nangis sih, duuhhh siapa sih yang ngasih ide pagi-pagi berenang kaya gini?" kata Syahrul yang mau tak mau bangun dari tidurnya.
"Mama itu yang janjiin mereka Mas, tapi Mama lagi masak jadi aku inisiatif ajak mereka renang habis bangunin kamu" kata Ryan dengan kekehan. Syahrul berdecak kesal.
"ck... Kenapa kamu nggak bisa biarin aku tidur tenang, kenapa nggak kamu aja sih yang nemenin mereka?" tanya Syahrul dengan wajah kesal.
"Yaa kali aku sendirian ngasuh mereka, nggaklah!" kata Ryan.
"Ya kan kamu bisa ngajak Lia, dia juga pasti semangat kalau di ajak renang. Kenapa aku yang kamu bangunin?" kata Syahrul membuat Ryan menggaruk kepalanya yang tak gatal.
"Iya ya.. Kenapa aku nggak kepikiran! Yaudah si Mas ayok lah ajak mereka renang, kasian loh tuh matanya udah berkaca-kaca kayak gitu. Kalau sampai nangis, nanti past kita kena marah sama Mama!" kata Ryan.
Mau tak mau Syahrul pun bangkit dengan malas, kemudian mengambil Hawa dari gendongannya dan menggandeng Adila di tangan kirinya.
"Ayok kita renang ya.. Jangan nangis, nanti nggak jadi kalau kalian nangis!" kata Syahrul membuat keduanya tersenyum lebar.
"Ok Om!" jawab keduanya dengan senyum mengembang.
"Eh Rul... Kok kamu gedong kedua bocil itu?" tanya Mama yang melihat anak lelaki nya menggendong keponakannya.
"Pagi-pagi udah ngeributin ngajak berenang ini loh, Mama sih janjiin mereka!" kata Syahrul dengan wajah kesal menaruh keduanya di kursi meja makan.
"Ya kan maksud Mama nggak sekarang juga, nanti lah jam sembilan atau jam sepuluh!" kata Mama.
"Ya mereka mana ngerti Ma, tau nya di janjiin pagi ya pagi nya udah nagih!" kata Ryan.
"Yaudahlah sana kalian ajak aja renang, nanti air nya ganti pakai air hangat aja!" kata Mama yang terpaksa di angguki oleh keduanya.
Bersambungg...
****
Hayoooo kalian penasaran nggak sih sebenernya siapa keluarga Nisya dan seberapa kaya mereka? Bener nggak sih kalau Bu Ratih bagian dari Masa lalu keluarga Pak Sabar, Ayah Nisya? Nanti akan outhor jelaskan ya, sesuai dengan yang di cerita episode sebelumnya. Tapi sebelum nya outhor juga mau minta maaf kalau jarang update, karna kadang otak juga ngeblank apalagi kalau udah kecapekan sama kerjaan rumah dan ngurus anak. Sampuraaaa sunn nyak?🙏