NovelToon NovelToon
EMBRACE YOU : Kehadiran & Racun

EMBRACE YOU : Kehadiran & Racun

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis / Action / Misteri
Popularitas:650.3k
Nilai: 5
Nama Author: Nurani Setiaasih

"Menurut Virginia Satir, seorang terapis keluarga, dia mengatakan seseorang butuh 4 pelukan perhari untuk bertahan hidup, 8 pelukan untuk kesehatan dan 12 pelukan untuk pertumbuhan dan kebahagiaan." Katanya.

"Tapi aku butuh lebih dari 12 pelukan perhari hanya untuk bertahan hidup." Aku bergurau.

"Aku tahu itu. Aku akan memberikan tubuhku padamu. Kau bebas memelukku kapan saja, sebanyak apapun. Aku hanya milikmu." Bisiknya seduktif.




***


Natasha Icha Danendra tidak bertemu dengan pria baru untuk mereka saling jatuh cinta, dia hanya bertemu Bayu Christ Jeremy. Pria yang sudah ia kenal, pria yang dengan berani untuk kembali padanya.

Di tengah masalahnya dengan sang Ibu, Bayu datang untuk melengkapi bab cinta yang tulus dan lebih dalam dari sebelumnya. Meskipun Icha tahu, memeluk pria itu bagaikan memegang bunga mawar yang berduri. Icha sadar dia selalu menjadi target untuk musuh-musuh Bayu.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nurani Setiaasih, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 22

...

 

 

“Ya ampun, kamu ini ternyata imut sekali kalau sudah kesal seperti ini!”

Aku masih menatapnya kesal. “Wanita lebih percaya diri jika disebut tampak lebih muda atau awet muda daripada

disebut cantik.”

“Baiklah wanita muda, kau terlihat cantik saat sedang kesal seperti ini.”

“Aku tidak menerima dua kata pujian dalam satu kalimat, kau tahu itu ‘kan?” Bayu mengangguk cepat. Aku yang pura-pura kesal tidak tahan menghadapi Bayu yang dalam mode penurut.

“Tidak perlu khawatir, manis. Tentu saja gadis muda ini selalu cantik dalam ekspresi apapun.” Aku tertawa kencang mendengarnya. Meskipun sudah bertahun-tahun tidak mendengarnya tapi aku tidak pernah bosan dengan kejahilannya ini.

“Mulai sekarang, sekalipun aku sedang bertugas, aku akan menyempatkan untuk mengabarimu.” Aku mengangguk,

lelaki ini selalu tahu bagaimana membuatku nyaman.

“Sekali lagi terima kasih sudah mau mendengarkanku.”

“Cemburu itu boleh tapi cemburu yang dewasa adalah cemburu yang mendengarkan dan tidak menduga secara salah.”

“Siapa yang cemburu?”

“Kau cemburu pada pekerjaanku.”

“Ya ampun!! Berhenti meledekku!!” Aku menghujaninya dengan pukulan. Yang terjadi justru Bayu semakin tertawa

kencang.

“Baiklah, ampun!” Bayu akhirnya menyerah. Aku menghentikan pergerakkan tanganku dan menatapnya waspada

kalau-kalau dia ingin melanjutkan aksinya.

“Kau ingin pizza? Kita mengobrol sambil makan.” Aku mengangguk semangat. Bukan karena mendengar pizza tapi

karena aku senang bisa mengobrol lebih lama dengannya.

Setelah mengunci pintu rumah dan pintu gerbang, Bayu yang ternyata membawa mobil jeep hitam terparkir tak jauh dari depan rumahku, dia melompat naik dan menyalakannya.

Sebelum aku masuk ke dalam mobil, aku merasakan seperti ada yang sedang menatap kami dari kejauhan. Ketika aku menoleh ke belakang mobil, dugaanku ternyata benar. Seseorang di dalam mobil hitam yang terparkir tak jauh dari mobil milik Bayu tengah melihat kearaku.

Sesaat aku merasa mengenali siluet orang itu. Tapi aku tidak ingat. Atau mungkin hanya perasaanku saja?

“Cha?”

Aku bergumam menjawab panggilan Bayu dan segera masuk ke dalam mobil.

***

“Selesaikan laporannya siang ini agar aku dapat memeriksanya. Lalu periksa lagi list data dan kumpulkan semua

bahannya, aku akan bantu cari. Oh ya jangan lupa tagih sisa persyaratan sebelum tim marketing berangkat.” Semua anggota timku ini mengangguk setelah aku menutup brifing pagi bersama mereka. Beberapa hari tidak masuk kerja membuatku harus di sibukkan dengan banyak pekerjaan di pagi hari.

Tapi hari ini terasa berbeda, moodku dan suasana hatiku sangat berbeda. Walaupun banyak pekerjaan tapi aku senang mengerjakannya.

Mengingat tadi malam aku dan Bayu bisa mengobrol panjang, banyak hal kecil yang kami ceritakan mulai dari Bayu yang sedang di beri libur satu minggu ini atau tentang aku yang menceritakan kegiatanku bekerja dan kuliah malam.

Memang masih agak canggung bias bersamanya lagi. Selain Bayu berubah lebih dewasa dan terlihat lebih tampan,

aura mengintimidasi dan kharismanya sangat terasa. Lalu caranya berbicara, bagaimana intonasinya yang lembut, perlahan dan teratur begitu melekat dalam ingatanku.

Jenis suara Dark tambornya tidak bisa aku lupakan. Semua yang ada pada diri lelaki itu terlihat istimewa. Aku tidak pernah menyangka akan merasakan perasaan seperti ini lagi, terlebih pada Bayu,

“Oy Cha, kenapa senyum-senyum sendiri?” Suara Camila membuyarkan lamunanku. Aku tidak menyadari jika ternyata aku tersenyum tanpa sadar.

“Hehehehe..” Camila hanya menggeleng dan meninggalkanku di ruang rapat ini sendirian. Semuanya sudah keluar dan aku tidak sadar mereka sudah tidak ada.

.

..

“Tuh kan makanannya ga di makan!”

“Oh? Ya ampun, maaf. Aku makan sekarang.” Camila berdecak menatapku di depan meja saat makanan dalam kotak di atas mejaku belum tersentuh. Saat istirahat aku memang minta titip beli makanan pada mereka karena aku benar-benar tidak bisa beranjak dari depan laptop.

Banyak sekali laporan yang harus di rekonsil dengan karyawan pusat dari chat online atau ketika ada tamu dadakan perwakilan dari karyawan perusahaan yang menjalin kerjasama dengan perusahaan ini, mau tak mau aku yang harus menyambut mereka dan memenuhi apa yang mereka perlukan hingga harus datang ke kantor.

Karena absen beberapa hari, pekerjaan benar-benar menumpuk, aku sampai lupa tidak mengecek pesan di ponsel

dan sekarang sudah hampir waktunya jam pulang.

“Makan siang sekaligus makan malam.” Camila meledekku. Aku tersenyum lebar tidak menyalahkan perkataannya.

Sambil membuka makanan yang di beli Camila, dalam hati bersyukur karena hari jum’at ini tidak ada jadwal kuliah. Baru saja hendak menyuapkan satu sendok ke dalam mulut tapi pergerakkanku terhenti melihat seseorang muncul dari ambang pintu ruangan.

Dia adalah staff kebersihan. Lelaki itu menatapku dari sana sembari mengatakan jika ada yang mencariku dan sedang menunggu di ruang rapat.

“Siapa?” Lelaki yang lebih muda dariku ini menggeleng tidak tahu. Akhirnya aku mengangguk dan segera berdiri.

Berharap bukan salah satu client karena jika ya, pasti pertemuan ini akan lama.

Sebelum beranjak dari depan meja, aku meraih ponsel dan mengecek pesan masuk sembari berjalan keluar ruangan. Beberapa dari orang-orang kantor dan dari Bayu.

Otomatis aku tersenyum ketika membaca isi pesan Bayu yang mengatakan jika dia akan menjemputku dan aku di

minta mengabarinya jika sudah selesai. Pesan itu di kirim tiga jam yang lalu.

Kembali pada seseorang yang mencariku, aku sudah berdiri di depan pintu ruang rapat. Saat membukanya, aku

melihat seorang wanita yang bisa di perkirakan seumuran denganku ini sedang duduk di salah satu kursi.

Dia menoleh menatapku ketika aku sudah masuk ke dalam dan menutup pintu. Sembari tersenyum aku berjalan

mendekatinya, merasa asing dengan wajahnya.

“Lama tidak bertemu.”

“Maaf, kamu siapa?” Aku mengerutkan kening setelah berada di hadapannya. Wanita ini berdiri lalu menatapku dari

bawah ke atas, seolah sedang menilai penampilanku. Dan tindakan ini sangat tidak sopan!

“Kau lupa denganku? Kita bertemu delapan tahun lalu.” Dari nada bicaranya, aku bisa tahu wanita ini sedang

menahan kekesalannya.

Dan aku benar-benar tidak ingat siapa dia.

“Delapan tahun lalu? Kita bertemu di mana?”

Wanita di hadapanku ini mengerlingkan matanya kesal. “Aku Jane! Jane Alexander!!”

Aku menahan napas tanpa sadar setelah mendengarnya. Jane Alexander adalah seorang wanita yang seumuran

denganku, dia memiliki sifat yang arrogant dan pemarah ketika aku bertemu dengannya saat remaja.

Kesan pertamaku terhadapnya sangat buruk. Dia adalah putri tunggal keluarga Alexander, keluarga yang memiliki

perusahaan properti di kota ini.

Sudah lama sekali aku melupakan wajahnya. Bertemu dengannya lagi membuatku merasakan rasa bersalah dan perasaan marah sekaligus.

Tiba-tiba bahuku seperti merosot dan aku merasa lemas tidak bertenaga, sikap defensif yang sebelumnya ingin aku

tunjukkan hilang seketika. Jika dia sampai bertemu lagi denganku, berarti semuanya karena—

 

...

1
Prestilya Ndoen
mendidihhhh
Prestilya Ndoen
sudah lama ngga up torrr
Prestilya Ndoen
berdeba dari novel yang lain
Prestilya Ndoen
kapannn up Thor
amalia gati subagio
haaaa cek segera penyimpanan sertifikat aset warisan, ada duo garang serdarah dgn palu hakim berjubah jaksa keluar dr pintu rumahmu!!! buleh gak sih dicap ibu benalu berhati bengkok mode on modus serakah arogan egois
amalia gati subagio
ibu gila mode on benalu, menciptakan benalu bebal kuadrad penderita cacat mental nih ibu, iri dengki kok dgn anaknya??!!!? hadehhhh 🤓
diana pungki
dagdigdug baca nyaa🥲🤪🤪
Sepriyanti Adelina
kok belum up lagi thorrr...
Sepriyanti Adelina
apa Bayu ngidam pengen pakai baju warna violet🤔🤔🤔
Sepriyanti Adelina
baca novel ini kaya naik rollercoaster 👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻
Siti Fatimah
ada apah dengan violet
Sepriyanti Adelina
tegang lagi thoorr😫😫😫
kayaknya nggak ada aman2nya dehh Icha sama Bayu
Siti Fatimah
aduh gimana ini penuh dengan hal hal yg bikin jantung berdetak dengan cepat
Chintia Sukma Handayani
semoga happy ending ya thor...
Sepriyanti Adelina
semangat upnya thorr...
jangan lama2 yess aku selalu menunggu muuu
Sepriyanti Adelina
tambah tegangg,taambah deg-degaann
Sepriyanti Adelina
buuummmm ada apa lagi thorr...
Siti Fatimah
thor ko ga kerasa baca nya udah habis lagi
Sepriyanti Adelina
ditunggu up selanjutnya
Sepriyanti Adelina
belum ada ttitk terangnya ya thorr...
ceritanya masih muter2
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!