NovelToon NovelToon
SECOND CHANCE

SECOND CHANCE

Status: tamat
Genre:Identitas Tersembunyi / Diam-Diam Cinta / Romansa / Cinta Murni / Tamat
Popularitas:50.7k
Nilai: 5
Nama Author: Sopaatta

Mereka dijodohkan oleh sang Kakek sejak kecil dan direstui oleh kedua orang tua. Setelah dewasa, mereka tidak setuju dijodohkan dan melarikan diri sebelum pertunangan dilangsungkan, karena sudah punya kekasih.

Hanya berbekal sisa tabungan semasa kuliah dan sedikit keberanian, mereka lari dari rumah, meninggalkan proses pertunangan demi sang kekasih. Namun sangat menyakitkan, saat tahu kekasih mereka telah berpaling..

》Mungkinkah mereka terus berlari atau kembali pada keputusan orang tua?
》Mungkinkah ada kesempatan kedua untuk melanjutkan proses perjodohan sang kakek?

Ikuti kisahnya di Novel "SECOND CHANCE"

Selamat membaca.
❤️🙏🏻💚

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sopaatta, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

22. Babak Baru.

...~•Happy Reading•~...

Sontak Philemon melihat Maya dengan serius. "Iya, beb, bebek ! Jangan membuyarkan konsentrasiku, dengan bertanya. Sebutin lagi nomornya, nanti aku telpon." Ucap Philemon lalu berusaha fokus pada nomor telpon yang diucapkan Maya.

Kemudian dia berjalan kembali ke tempat duduk orang tuanya, tanpa menghiraukan wanita yang datang memanggilnya. Wanita itu melihat Maya dengan pandangan tidak suka dan kesal, karena ditinggal oleh Philemon.

'Kembali lagi. Ada yang mau berpacu. Ayank gondrong emang yaaa... Huuuuu...' Maya berkata dalam hati sambil meniup nafasnya dengan kuat, lalu berjalan pelan tanpa mengerti apa yang sedang terjadi dengan Philemon. Jantungnya berdetak tidak teratur mengetahui situasi yang tidak diduga dan tidak dimengertinya.

Orang tuanya yang melihat dia kembali dengan mimik wajah yang berbeda, menahan diri untuk tidak bertanya. Karena Maya langsung duduk diam di tengah orang tuanya tanpa protes atas apa yang dilakukan oleh orang tuanya terhadap Philemon. Dia menahan semuanya, karena mereka berada dalam situasi yang tidak memungkinkan untuk protes atau berdebat.

Orang tua Philemon yang melihat Philemon kembali berbicara dengan Maya, membuat mereka penasaran dan tidak bisa menahan diri." Kau mengenal wanita itu di mana?" Tanya Ibu Philemon, yang tidak sabar untuk bertanya, saat Philemon kembali duduk di sampingnya.

Philemon hanya diam sambil mengotak-atik ponselnya untuk menyimpan nomor telpon Maya, agar tidak lupa. Setelah menyimpan nomor telpon Maya dan yakin benar, Philemon memasukan ponselnya ke dalam kantong celana.

Tadi dia tidak mau mengeluarkan ponselnya saat bertanya nomor telpon Maya, karena dia mencegah ada yang melihat dan berpikir dia sedang minta nomor telpon Maya.

"Maaf, Bu. Tadi Ibu tanya apa?" Tanya Philemon, karena sedang fokus menyimpan nomor telpon Maya ke ponselnya, jadi tidak terlalu mendengar pertanyaan Ibunya.

Ibunya hanya bisa menggelengkan kepala, lalu kembali mengulang pertanyaannya. "Kau mengenal wanita itu di mana?"

"Siapa, Bu? Yang tadi aku bicara?" Tanya Philemon dengan serius. Ibunya mengangguk, mengiyakan.

"Namanya Kamaya, aku kenal di Moro." Philemon menjelaskan lengkap, agar Ibunya tidak bertanya lagi. Ada hal yang menjadi pemikirannya dan itu membuat dia tidak menyukainya.

Melihat Ibadah belum mulai, Philemon bicara dengan Ibunya. "Begini, Bu, aku tidak tahu ada persoalan apa antara Ibu dan Ayah dengan orang tua Kamaya. Tapi tolong bersikap baik, terhadap orang yang sedang turut berduka dengan kita."

"Gimana perasaan Ibu, jika Ibu diperlakukan seperti itu? Sangat tidak enak jika salaman kita tidak direspon." Philemon sengaja mengatakan itu, karena dia bisa rasakan perasaan Maya.

Dia yang laki-laki diperlakukan seperti itu oleh orang tua Maya, saja sangat tidak enak. Apa lagi Maya yang perempuan, mungkin bisa menyinggungnya. Dia yakin ada sesuatu diantara orang tuanya dan orang tua Maya.

"Fokus pada Ibadah. Itu sudah mau mulai." Ucap Ibu Philemon, tidak mau menanggapi apa yang dikatakan Philemon.

Sebelum Ibadah dimulai, Philemon melihat ke arah Maya dan keluarganya. Ketika melihat Maya hanya diam menunduk, dia jadi emosi.

"Ayah, pindah ke sini. Bicara dengan Ibu, agar jangan membuatku emosi untuk hal yang tidak perlu." Ucap Philemon minta pindah tempat duduk dengan Ayahnya, agar dia bisa konsentrasi beribadah.

~*

Setelah selesai Ibadah, orang tua Maya mengajak Maya berdiri dan langsung keluar ruangan tanpa berpamitan dengan keluarga duka seperti yang lain, membuat Maya terkejut. Sontak dia melihat ke arah Philemon dan mengatupkan kedua tangannya di dada, sebagai tanda minta maaf dengan wajah berharap dimaafkan.

Philemon yang sudah memperhatikan dari tadi dan dia sudah curiga dari awal hal itu akan terjadi, makanya dia minta nomor telpon Maya sebelum Ibadah. Dia mengangguk pelan ke arah Maya sebagai isyarat, tidak apa-apa.

Maya mengerti anggukan Philemon, lalu keluar ikut orang tuanya. Dia berharap dalam hati, semoga Philemon ingat nomor teleponnya dengan benar. Karena mungkin saja orang tuanya tidak datang pada acara pemakaman yang akan dilakukan di esok hari. Sehingga dia juga tidak bisa datang.

Ketika rumah duka mulai sepi dan hanya tinggal keluarga dekat keluarga duka, Philemon berdiri lalu menarik tangan wanita yang memanggilnya 'beb' untuk masuk ke dalam ruang keluarga.

"Apa yang kau lakukan tadi?" Tanya Philemon dengan emosi yang tidak bisa dikendalikan.

"Mengapa kau marah? Marah sama Tante yang meminta aku memanggilmu." Ucap wanita itu tidak senang dan tidak terima dimarahi Philemon. Tapi melihat wajah Philemon yang sedang marah, dia mencoba bicara dengan pelan.

Mendengar ucapan wanita itu, Philemon jadi makin marah. "Kau tidak tahu namaku?" Tanya Philemon tanpa menurunkan nada suaranya, membuat wanita itu kelabakan untuk menjawab.

"Kau bisa gunakan itu untuk memanggil bebek, bukan untukku. Jika aku mendengar sekali lagi kau memanggilku seperti itu, aku tidak akan mengijinkan kau menginjak halaman rumah ini. Ingat itu baik-baik." Ucap Philemon lalu meninggalkan wanita itu yang jadi tertegun melihat kemarahan Philemon.

"Ada apa lagi?" Tanya Ibu Philemon yang melihat wajah putranya sangat marah saat hendak melewatinya.

"Urus saudara Ibu itu. Ajarin dia etika." Ucap Philemon yang masih emosi, lalu meninggalkan Ibunya yang terkejut sambil melihat punggungnya.

"Tirsa, ada apa? Apa yang kau lakukan, hingga Phil bisa marah seperti itu?" Tanya Ibu Philemon yang sudah mendekati Tirsa.

"Ngga tahu, Tante. Tirsa ngga tahu kenapa Mas Phil marah. Tadi Tirsa hanya panggil sesuai permintaan Tante, karena sudah mau Ibadah." Ucap Tirsa dengan suara pelan dan hampir menangis.

"Ngga usah dimasukan ke hati. Phil sedang emosi, karena kehilangan Kakeknya. Jadi harap sabar dan mengerti." Ucap Ibu Philemon sambil mengusap lengan Tirsa pelan.

"Iya, Tante. Maaf, sudah merepotkan Tante." Ucap Tirsa semanis madu kw, lalu mengajak Ibu Philemon kembali ke ruangan duka.

Ibu Philemon berjalan sambil mengelus punggung Tirsa untuk menenangkan. Tindakan Ibu Philemon membuat hati Tirsa girang seakan mau bertepuk.

Philemon yang melihat sikap Ibunya terhadap Tirsa, rasanya dia mau mengeluarkan isi perutnya. "Ada apa denganmu?" Tanya Ayah Philemon yang datang mendekatinya, karena melihat wajah dan rahangnya kaku.

"Ada apa? Seharusnya aku yang bertanya, ada apa dengan Ayah dan Ibu. Apa Ayah dan Ibu tidak lihat Kakek itu? Kakek belum dimakamkan sudah buat semua drama ini." Ucap Philemon melampiaskan rasa marahnya.

"Kau marah karena wanita tadi dan keluarganya?" Tanya Ayah Philemon dengan pelan dan berusaha menenangkan Philemon.

"Bukan karena dia. Tapi itu, lihat sikap Ibu pada wanita itu." Ucap Philemon sambil menunjuk Ibunya dan Tirsa dengan pinggiran wajahnya.

"Karena Ayah sudah bicara tentang temanku tadi, aku mau bertanya? Apa pantas sikap Ayah dan Ibu padanya tadi? Dia ada salah apa sama Ayah dan Ibu?" Philemon kembali emosi.

"Kau mengenalnya di mana?" Tanya Ayah Philemon tanpa menjawab pertanyaan Philemon.

"Ayah bicarakan saja dengan Ibu. Aku tidak ingin lagi membahasnya. Dan juga bicarakan dengan Ibu untuk mengajari saudaranya itu etika, jika masih mau datang ke sini." Philemon masih marah dengan apa yang dikatakan Tirsa di depan Maya. Sangat memalukan, mengatakan beb pada saat dia sedang minta nomor telpon Maya.

...~•••~...

...~●○♡○●~...

1
❥␠⃝ ͭ🍁Erti💋🅹🆄🅽👻ᴸᴷ
kasihannnn kurang gercep kau kamaya kan jadi gak bisa hub sama lemon

apa lemon nanti pria yang dijodohkan sama kamaya
Endang Sulistia
keren
Endang Sulistia
somplak banget si maya🤣🤣🤣
Endang Sulistia
ada aja komentarmaya yg asbun...pantesan si papa kawatir..
Endang Sulistia
si Maya Nyamber aja..🤣🤣
Endang Sulistia
keren si kaya..👍🤪🤪
Endang Sulistia
tadi anus..ini lemon..🤣🤣
Endang Sulistia
🤦🤣🤣🤣🤣
🇮🇩 F E E 🇵🇸
Ok, ini awal2 bahasanya udah asyik ya. Jgn dibikin kaku Lg WoKeeeeeeH... Akoh Padamuuuu... 😅
melting_harmony
Luar biasa
❥␠⃝ ͭ🍁Katrin💋🅹🆄🅽👻ᴸᴷ: Waaaah... Makasih 👍❤️
Makasih dukungannya K♡ ..🙏😍🤗
total 1 replies
✤͙❁͙⃟͙Z͙S͙༻Stargirl✨
Kalau orang lagi murung terus gak ngomong, yang berada dekat dengan dia bakal penuh tanda tanya pastinya
✤͙❁͙⃟͙Z͙S͙༻Stargirl✨
Siapa yang tak haru melihat pemadangan seperti itu, anak yang sudah besar dan mampu bekerja dengan baik
✤͙❁͙⃟͙Z͙S͙༻Stargirl✨
Maya sungguh sangat teliti ya, dia memang anak yang sangat bisa di andalkan jika seperti ini
✤͙❁͙⃟͙Z͙S͙༻Stargirl✨
Ya, lagian lebih baik tak terlalu menunjukkan kekurangan kalau masih mampu. Biar gak terlalu di anggab lain
✤͙❁͙⃟͙Z͙S͙༻Stargirl✨
Orang pada ricuh Maya sibuk dengan urusannya sendiri adem ayem, namanya juga masih baru hehe
✤͙❁͙⃟͙Z͙S͙༻Stargirl✨
Hehe gak semua orang mampu bersikap seperti tak terjadi apa - apa walau hati ber api - api
✤͙❁͙⃟͙Z͙S͙༻Stargirl✨
Orang kalau liat gak Selo kadang - kadang ya, bikin lawan mereka jadi gak enakin sendiri
✤͙❁͙⃟͙Z͙S͙༻Stargirl✨
Heem, lebih enak identitas belum terbongkar jadi gak akan ada yang manfaat aja tau yang mana tulus yang mana enggak
✤͙❁͙⃟͙Z͙S͙༻Stargirl✨
Pasti kalau orang yang udah biasa gak merem di rumah itu adalah larangan yang sungguh berat, tentunya untuk di patuhi
✤͙❁͙⃟͙Z͙S͙༻Stargirl✨
Liat bunga yang mekar terawat, harum indah bikin suasana tenang banget terus susah berpaling ya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!