Beby gadis berumur 21th yang bekerja sebagai OB disebuah perusahaan besar,banyak orang yang ingin bekerja di perusahaan tersebut meskipun hanya sebatas OB.
Dan sial nya Beby yang sedang mengendarai motornya ia hampir saja menabrak seorang anak laki-laki berumur 4thn,yang entah datang dari mana anak itu tiba-tiba ada didepan motor Beby.Membuat Beby mengerem mendadak dan ia jatuh,untung saja tidak menabrak bocah itu.
" Aauww " Pekik Beby yang merasakan kakinya sakit
" Siapa anak itu,kenapa bisa berkeliaran di jalan " Ucap Beby bangkit dan menghampiri bocah itu
" Sayang kamu tidak apa-apa" Tanya Beby dengan lembut ia berjongkok di depan bocah itu
" Momy " Ucap bocah itu membuat beby kaget karena dipanggil momy oleh bocah itu
Bagaimana tidak kaget Beby baru umur 21th dan ia belom menikah bahkan pacar pun tak punya, bagaimana Beby bisa mempunyai anak yang berumur 4thn.Dan herannya kenapa bocah itu memanggil nya dengan kata momy??
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mentari, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
22
Percuma saja Baby berdebat dengan Pak Joni ia tetap akan kalah yang lainnya juga sama akan memanggil Nona padahal Baby kurang nyaman dengan sebutan Nona, tapi bagaimana lagi itu sudah jadi aturannya apa mungkin Baby harus ngomong dengan Saga.
Akhirnya Pak Joni menjalankan mobil menuju ke sekolah Sean dengan kecepatan sedang,pagi ini lalulintas cukup rame karena masih jam jam berangkat kerja jadi agak macet.
Sedangkan Saga sudah sampai di perusahaan ia sedang mengadakan meeting dengan beberapa direksi, karena Saga merasa ada kejanggalan dibeberapa direksi jadi pagi-pagi sekali Saga mengadakan Meeting mendadak yang membuat beberapa orang panik.
" Bari tahu kepada semua direksi untuk keruangan rapet sekarang Bram, karena ada beberapa tikus yang harus dibasmi " Ucap Saga dengan tegas
" Baik Tuan " Ucap Bram ia pun pergi untuk menginformasikan kedapa semua direksi untuk rapat dadakan
" Untuk semua direksi segera menuju ke ruangan rapat sekarang " Teriak Bram
Semua orang yang ada ruangan mulai panik karena mereka belum menyiapkan apapun untuk rapat dadakan ini, ada beberapa orang yang saling pandang membuat Bram merasa curiga.
Sebenernya Bram mencurigai seseorang tapi ia tidak mau gegabah Bram harus mendapatkan bukti yang akurat baru ia bisa menyimpulkan, bahkan Bram sudah memberitahu ke Saga ada beberapa orang yang ingin bermain-main dengannya.
" Bagaimana ini pak " Bisik seseorang
" Kau tenang saja, bukanya selama ini kita aman² aja " Ucap orang tersebut
" Betul juga Pak " Jawabnya
Saga dan Bram sudah duduk diruangan rapat, Saga duduk di kursi paling depan dengan gagah dan tatapan tajam seakan-akan ingin memakan seseorang.
Semua orang sudah berada di ruang meeting tanpa aba-aba Saga langsung mengebrak meja dengan sangat keras membuat orang yang di ruangan meeting kaget kecuali Bram.
Brak.....
" Apa kalian ingin bermain-main dengan saya haa " Teriak Saga menggelegar
Semua orang saling pandang dan mereka langsung menundukan kepala tidak berani menatap Saga yang sedang mode Singa.
" Sudah berapa lama kalian kerja di perusahaan ku " Tanya Saga dengan intonasi yang sama
Merasa hanya diam tidak ada yang mau jawab karena mereka menunggu ada seseorang yang mulai bicara, tapi sayangnya tidak ada yang memulai bicara.
" Jawab apa kalian bisu " Teriak Saga
" Li... Lima tahun Pak " Jawab Mino
Ada yang jawab tujuh tahun, sepuluh tahun bahkan ada yang baru dua tahun.
" Apa kalian sudah membaca peraturan saat bekerja di perusahaan ku " Tanya Saga
" Su... Sudah Pak " Jawab mereka
" Jika sudah kenapa kalian berani bermain dengan ku, kalian pikir aku bodoh dan tidak tau apa yang kalian lakukan terutama kau Rega " Ucap Saga menatap tajam ke arah Rega yang langsung menunduk kali mendapatkan tatapan tajam dari Saga
" Mak... Maksudnya Pak Saga apa saya tidak tau " Ucap Rega berusaha biasa saja untuk mengalihkan rasa gugupnya
" Tidak usah pura-pura tidak tau, mau mepalsukan laporan keuangan selama tiga tahun terakhir" Ucap Saga
" Sa... Saya tidak pernah melakukan itu Pak " Jawab Rega yang masih berusaha menutupinya
Disisi lain ada orang yang berkeringat dingin karena merasa semua Ini akan terbongkar.
" Beraninya kau masih tidak mau mengaku dan kau Dea apa rumah mu yang ada di komplek xxx sudah lunas " Ucap Saga langsung ultimatum ke Dea yang sudah berkeringat dingin
" Ma... Maksudnya Pak Saga apa " Ucap Dea gugup
" Bukanya rumah itu dibelikan oleh Rega untukmu " Tanyak Saga dengan tajam
" Ti...tidak sa... saya membeli rumah itu dengan uangku sendiri Pak " Ucap Dea
" Jadi kalian berdua masih tidak mau mengaku, kau dan Rega sering menghabiskan waktu di puncak bahkan Rega sering membelikan berangkat branded bukan " Ucap Saga menohok membuat Dea kaget kenapa bisa Saga mengetahui jika dia sering menginap di puncak jika libur kerja.
" Pantas saja Rega dan Dea kelihatan dekat " Ucap mereka berbisik
" Iya aku sering melihat mereka berdua pulang bareng " Ucap yang lain
" Bukanya Rega sudah mempunyai istri dan anak " Ucap Yang lian
" Iya aku tau Istri memiliki usaha makanan " ucapnya lagi
Saga membiarkan mereka yang sedang berbisik-bisik membicarakan Rega dan Dea
" Tidak... tidak saya dan Pak Rega tidak mempunyai hubungan apapun kita hanya sebatas atasan dan bawahan " Jawab Dea dengan panik
Saga melempar beberapa lembar Foto dan bukti transaksi yang selama ini mereka lakukan, orang yang ada diruang itu pun melihat foto itu dan ternyata itu adalah Rega dan Dea dibeberapa tempat bahkan ada foto mereka yang sedang berciuman di depan villa.
Dea yang melihat itu langsung merebut dari tangan mereka dan menyembuhkan ke dalam saku bajunya.
" Aku tidak menyangka jika kau jadi pelakor " Ucap teman Dea
" Tidak aku tidak menjadi pelakor ini salah paham " Ucap Dea panik
" Masuk lah " Ucap Saga mempersilahkan seseorang untuk masuk ke ruangnya
Semua orang yang ada diruang langsung menatap ke pintu dan tampaklah seseorang wanita yang masih cukup muda melangkah dengan anggun, Rega dibuat kaget karena orang itu adalah Istrinya.
" Oh jadi ini pelakor suami saya " Ucap wanita itu menjambak rambut Dea dari belakang dan ia langsung duduk di kursi yang kosong
" Selamat pagi Pak Saga " Ucapnya dengan senyuman
" Pagi Bu Dini " Ucap Saga
" Kedatangan saya kemari menerima kerja sama kita tidak hanya itu saya kesini juga ingin melihat wanita simpanan suami saya " Ucap Dini menatap tajam ke arah Rega yang terlihat panik
" Baik nanti Bram akan mengurusnya " Jawab Saga
" Terimakasih Pak Saga semoga kerjasama kita berjalan dengan lancar " Ucap Dini
" Hem,Kua Rega Dea mulai sekarang kalian berdua bukan karyawan dari Perusahaan Wijaya kalian dipecat tak terhormat dan jangan mimpi mendapatkan pesangon dari Perusahaan. Kalian berdua harus bertanggungjawab atas berbuatan kalian di kantor polisi " Ucap Saga
Rega dan Dea sangat kaget dengan ucapan Saga
" Aku mohon jangan pecat saya Pak Saga " Ucap Dea
" Saya sudah mengapdi di perusahan ini selama delapan tahun kenapa saya dipecat begitu saja bahkan tidak mendapat pesangon " Protes Rega bisa-bisanya dia mengatakan itu setelah apa yang ia lakukan
" Manusia serakah, apa kau belum setelah mencuri uang ku bermiliar'an " Ucap Saga menatap tajam ke arah Rega
" Tapi saya ... " Belum selesai mengucapkan kata Rega mendapatkan Bogeman dari Saga membuat Rega terjatuh dari kuri
" Ini akibatnya bermain-main dengan saya, Bram jebloskan dia kepenjara " Ucap Saga dan ia langsung meninggalkan ruangan rapat
" Baik Pak " Jawab Bram
" Untuk kalian yang tidak bermasalah silakan pergi dari ruangan ini " Ucap Bram
" Baik Pak " Jawab mereka
Satu persatu mereka pergi meninggalkan ruangan sekarang yang ada di ruang hanyalah Bram Dea dan Dini, Bram sudah menelepon pihak polisi untuk datang ke perusahaan.
Dini langsung minta ceria saat itu juga dengan suaminya karena Rega sudah berkhianat dalam pernikahan mereka berdua.