(SEDANG DI REVISI ULANG)
"Ibnu Atmajaya" Adalah seorang pengusaha yang sukses. Ia sudah menjabat sebagai seorang CEO di perusahan yang ia lanjutkan dari sang papa sejak usia nya menginjak 26 tahun. Dan kini usianya sudah menginjak yang ke 36 tahun. Dia terkenal sebagai orang yang sangat datar dan dingin. Apalagi dengan orang yang baru dikenalnya. Dia sudah berstatus sebagai suami dari seorang wanita yang bernama Renata Fadilla. Seorang dosen di fakultas XXXXX.
"Laras Safitri" Adalah salah satu mahasiswa dimana Renata mengajar. ia orang yang sangat pendiam.
Suatu hari, dia sedang tertimpa masalah. Mamanya masuk rumah sakit dan harus segera dioperasi. Dia sangat kebingungan harus mencari biaya operasi untuk operasi mamanya. Karna berasal dari keluarga yang tidak mampu, membuat ia kesulitan mendapatkan uang.
Tapi dia akan melakukan apapun saat seorang dosen bersedia membantunya namun dosen itu mengajukan syarat ke pada nya.
Ya... syarat nya adalah...
Dia harus menikah dengan suaminya...
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon khalisa maisara, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 22
Hai... Mon maaf ya, aku belom mau membalas si om ganteng, aku masih mau ngebuat dia masih ga suka sama Laras 😊
Dan pada akhir nya dia bakalan jadi si bucin akut 🤣🤣🤣 Mon maaf yak 🙏🙏
happy reading !!!
...🏵️🏵️🏵️🏵️🏵️🏵️🏵️🏵️🏵️🏵️...
Satu Bulan kemudian.
Pagi pagi sekali, Laras sudah selesai membereskan rumah, memasak dan menyiapkan sarapan. Tak lupa ia selalu menyiapkan pakaian kantor suami nya sebelum Ibnu terbangun. Ibnu memilih untuk tidur di kamar tamu sejak satu bulan lalu setelah pertengkaran nya bersama Renata.
Semenjak kejadian itu, Laras berusaha untuk melupakan segala yang membuat hati nya hancur. Mengikhlaskan dan menerima. Dia berpikir akan terus berusaha menjadi istri yang baik. Mengerjakan semua pekerjaan rumah memasak dan melayani segala kebutuhan sang suami.
Ia meminta kepada Renata untuk mengambil alih semua pekerjaan rumah. Meski sering kali Renata memaksa untuk membantu nya. Dengan keras Laras menolak nya. Ia senang melakukan semua pekerjaan rumah. Ia berpikir, mungkin dengan cara ini, Ibnu dengan perlahan bisa menerimanya.
Jam masih menunjukkan pukul 06.30 pagi.
sedangkan ia masuk kuliah jam 9 pagi. Masih terlalu banyak waktu untuk ia mengistirahatkan tubuh nya.
Tiba tiba perut nya terasa seperti ter aduk aduk. Laras merasa sangat mual pada perut nya itu.
Ia pun segera berlari menuju kamar mandi dan berusaha mengeluarkan isi perut nya. Tapi hanya cairan bening yang berhasil dia muntahkan. Tiba tiba tubuh nya terasa lemas dan kepala nya sangat pusing.
"Apa aku masuk angin ya.." Ujar nya yang menerka-nerka keadaan nya sendiri.
Ia pun bergegas untuk pergi kuliah, Meski keadaan tubuh nya sedang dalam keadaan yang kurang baik, sama sekali tak mematahkan semangat nya untuk mengejar impian nya.
Menapaki anak tangga satu persatu dengan perlahan. Ia melihat sudah ada Ibnu dan Renata yang duduk di kursi meja makan sambil menikmati secangkir kopi nya masing masing.
"Ras..." panggil Renata yang menoleh ke arah tangga. "Ayo sarapan." Titah wanita cantik itu
Laras melangkah kan kaki nya dengan pelan untuk menuju meja makan. Karena semenjak kejadian satu bulan yang lalu, Laras benar benar ketakutan jika bertatap pandang dengan Ibnu. Namun ia dengan suka rela nya masih menjalan kan tugas nya sebagai seorang istri.
Dia hanya bisa berharap dan berharap. Meski kelak harapan nya itu akan sia-sia.
Dia hanya Berharap Ibnu akan berubah, dan mencabut semua kata kata yang menyakiti hati nya.
Mendudukkan diri nya di salah satu kursi meja makan yang kosong. Menatap semua makanan yang ia hidang kan tadi. Tiba tiba saja perut nya kembali terasa bergejolak. Dengan cepat ia bangkit dan berlari menuju kamar mandi yang ada di lantai bawah.
Dengan susah payah ia berusaha untuk memuntahkan isi perut nya. Namun lagi lagi hanya sebuah cairan yang keluar.
Renata yang melihat Laras dengan susah payah memuntahkan isi perutnya, ia pun berusaha membantu nya.
"Ras, kau kenapa ??? Apa kau sakit." Tanya nya dengan sedikit khawatir.
"Aku tidak apa apa mba. Hanya masuk angin biasa." Ujar nya yang sudah selesai dan mengelap bibir nya dengan tisu.
"Oh.. Kalau tidak enak badan tidak usah kuliah ras." Ujar Renata
"Aku tidak apa apa mba." Ujar nya cepat sambil tersenyum.
...*****...
Tiba di kampus, Laras merasa perut nya sangat lapar. Ia tidak sarapan karena tiba tiba ***** makan nya hilang tadi
Ia merasa tiga hari ini tubuh nya sangat aneh. Tiba tiba tidak ***** makan, Tapi tiba tiba ia lapar dan hanya ingin makan mangga muda.
"Duh laper.. Tapi pengen makan mangga muda." Ujar nya sambil memegangi perutnya.
"Laras ...!!" Teriak ke dua teman Laras berbarengan dari arah belakang. Siapa lagi kalau bukan Dava dan Putri. Mereka mempercepat langkah nya untuk menghampiri Laras.
"Hey.. tumben kau datang lebih awal.." Tanya Dava yang langsung merangkul pundak Laras dari arah belakang.
Bau parfum Dava benar benar membuat perut Laras terasa bergejolak. Dengan cepat ia menepis tangan Dava dan menjauhkan diri nya.
"Apaan sih...!!" Sungut Dava pada Laras yang menjauhi nya itu
"Jauh jauh kamu dariku..." Ujar Laras seraya menutup hidung nya.
"Yee... biasa nya aja nemplok terus..." Sungut Dava yang mencibir.
Laras yang sudah tak tahan dengan cepat ia berlari mencari toilet.
"Ras mau kemana..???" Tanya putri.
Karena tak ada jawaban, Putri pun langsung berlari mengikuti Laras dan meninggalkan Dava yang masih kesal.
"Ras.. kamu kenapa..??" Tanya putri yang sedari tadi menunggu Laras di depan toilet.
"Gak tau, tiba tiba aja perut aku mual nyium bau parfum nya Dava." Jawab perempuan itu
"Kok aneh sih. Biasa nya juga kan enggak. Lagian Dava gak pernah ganti parfum kok. Kamu kaya kaka aku aja bau parfum suami nya mual mual karena dia lagi hamil." Ujar putri
Sontak Laras terkejut dan membulatkan mata nya. Apa katanya tadi. Hamil ???
Laras pun tengah berpikir keras dengan ucapan putri barusan.
Perut yang tiba tiba sering bergejolak, mual. muntah. tiba tiba tak ***** makan. Tidak menyukai bau parfum Dava yang biasanya sangat ia sukai. Dan hanya ingin selalu makan mangga muda jika perut nya terasa lapar.
Apa.... perubahan pada tubuh nya adalah tanda tanda kehamilan ???
.
.
.
.
.
...******...
gengs... segini dulu ya...
aku dah gak kuat melek gaes 😀 😀
Tenang aja. Author akan tetep membalas si om ganteng Ibnu ya 🤣🤣
Jangan lupa dukungan nya tapi,
Like, komen, tekan favorit, dan vote nya 🙏
Dan.... kalian juga boleh dukung author untuk membalas si om ganteng ya..
selamat malam dan selamat istirahat
see yuuu ❤️❤️❤️
yg harusnya cerai tu renata krn dia yg g bs ksh anak