NovelToon NovelToon
Menjadi Permaisuri Kejam

Menjadi Permaisuri Kejam

Status: tamat
Genre:Time Travel / Mengubah Takdir / Romansa / Fantasi Wanita / Tamat
Popularitas:276.5k
Nilai: 5
Nama Author: Dea Anggie

Ellena De Veloz, Permaisuri Kekaisaran Veloz yang diabaikan dan meninggal ditangan Kaisar Winter De Veloz, karena difitnah seorang wanita jahat bernama Catharina. Berhasil mengulang waktu dan ingin mengubah takdir hidupnya. Jika pada kehidupan pertama ia hanya terus bekerja keras agar diakui dan diperhatikan orang-orang sekitar termasuk Sang Kaisar. Maka dikehidupan kedua, ia mengabaikan semua itu. Ia merasa tak butuh pengakuan atau perhatian siapapun. Baginya yang paling utama adalah nyawanya. Ia tak mau meninggal di tangan suaminya karena difitnah wanita simpanan suaminya.

Ellena yang dikenal polos, baik dan ramah pun berubah total. Ia menjadi Permaisuri kejam dan dingin, bahkan tak segan lagi untuk menghukum siapapun yang berani menyinggungnya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Dea Anggie, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

22. Mencuri Ramuan

Keesokan harinya. Seperti apa yang sudah direncanakan oleh Winter dan Ellena, Catharina diajak pergi meninggalkan istana oleh Winter. Winter menugaskan Erwan ke luar meninju  daerah perbatasan. Setelah kereta kuda yang membawa Winter dan Catharina pergi meninggalkan istana, Ellena langsung memerintah Janette untuk segera meminta Bertha bergerak.

Bertha yang sudah bersiap pun langsung bergerak. Bertha sudah mengirim pelayan lainnya ke gudang makanan untuk mengambil bahan makanan. Ia sedang menyelinap masuk ke kamar Catharina untuk mengambil sedikit ramuan obat yang  memang pernah ia lihat saat merapikan kamar  Catharina. Dengan sangat hati-hati bertha bergerak. Ia tidak mau meninggalkan jejak apapun yang nantinya akan membuatnya ketahuan.

Setelah mencari-cari, akhirnya Bertha menemukan botol obat yang ia cari. Catharina ternyata memindahkan botol obat ke dalam laci meja tempat di sisi tempat tidur. Bertha langsung mengambilnya dan membuka penutup botol. Ia langsung menuang sedikit rmuan obat ke dalam botol yang sudah ia siapkan. Setelah mendapatkan sedikit ramuan obat, ia mengembalikan botol ke tempat semula. Bertha langsung keluar dari kamar tidur Catharina untuk menemui Janette yang sudah menunggu di luar kamar. Bertha langsung memberikan botol berisi ramuan yang ia curi pada Janette. Dan Janette langsung pergi meninggalkan Bertha. Meninggalkan istana Dandelion.

***

Janette menemui Ellena dan menunjukkan ramuan yang berhasil dicuri Bertha. Ellena senang, Bertha berhasil. Ellena langsung mengirim Janette pergi ke kediaman Grand Duke dan menyerahkan botol itu pada Ayahnya.

"Apa kau paham maksudku, Janette?" tanya Ellena.

"Ya, Yang Mulia. Saya mengerti. Saya akan segera pergi bersama sir Wishtone." kata Janette berpamitan.

"Ya, pergilah. Hati-hati di jalan." kata Ellena.

Janette pun membawa botol berisi ramuan itu bersamanya meninggalkan kamar Ellena. Ia menyembunyikan botol dibalik lengan gaunnya agar tak ketahuan sapa-sapa. Ia pergi menuju tempat janjiannya dengan Carlos. Dan setelah bertemu, mereka langsung pergi dengan menunggangi kuda. Carlos membawa Janrtte menunggang kuda bersamanya. Janette duduk di belakang dengan perasaan canggung. Ini kali pertamanya menunggang kuda, terlebih ia harus berpegang erat pada Carlos yang sibuk memacu kuda agar berlari secepat kilat.

Janette berharap agar perjalannya selamat sampai di kediaman Grand Duke. Bagaimanapun caranya, ia harus menyerahkan ramuan yang ia bawa kepads Grand Duke Laros untuk diteliti. Agar penawar sesungguhnya bisa dibuat. Janette tidak mau Ellena disakiti wanita rendahan seperti putri baron. Baginya Ellena bukan hanya sekadar majikan, melainkan teman sepermainan yang sangat ia sayangi.

Hal serupa dipikirkan oleh Carlos. Sebagai teman masa kecil sekaligus rekan latihan dan Komandan pasukan, ia bertugas atas keselamatan Winter. Sebagai orang terdekat Winter, ia mengemban tanggung jawab yang besar  kalau sampai sesuatu hal buruk terjadi pada Winter. Ia yang sudah tahu rencana licik Catharina dan Erwan pun tak bisa tinggal diam membiarka dua orang itu bersenang-senang tanpa tahu diri.

Carlos semakin cepat memacu kudanya. Ia meminta Janette berpegangan lebih erat. Karena waktu yang mereka miliki sangatlah berharga, meski hanya sedetik.

***

Di tempat lain. Di rumah busana ibu kota. Catharina sedang memilih gaun di temani Winter. Terlihat wajah bosan Winter, tapi ia harus terus mengurai senyuman layaknya pria kasmaran pada wanita yang dicintainya.

"Mereka pasti sudah berhasil, kan? sampai kapan aku akan menemani wanita jahat ini? Aaahh ... aku sangat muak." batin Winter.

"Yang Mulia, bagaimana dengan ini? apa ini bagus saya kenakan?" tanya Catharina dengan manja.

Winter menganggukkan kepala, "Bagus. Semua tampak bagus kalau kau yang mengenakannya. Aku akan beli semua gaun yang di rumah busana ini. Kirim gaunnya dan tagihannya ke istana," kata Winter.

"Ba-baik, Yang Mulia." Kata pemilik rumah busana.

Winter menatap Catharina, "Kau hanya akan memilih gaun? tidak mau makan kudapan dan minum teh?" tawar Winter.

Winter tidak menawari dengan tulus. Sebenarnya ia hanya ingin mempersingkat waktu saja agar bisa segera kembali ke istana dan lepas dari jeratan Catharina. Mendengar ajakan Winter, Catharina senang dan langsung mengikuti Winter keluar dari rumah busana.

Keduanya masuk kesebuah toko dessert. Melihat Kaisar datang, pemilik toko langsung memberi salam dan menyambut. Pemilik toko terkejut, karena seseorang yang dibawa Winter bukanlah Permaisuri melainkan wanita lain. Beberapa orang pembeli juga menatap, tapi mereka tak berani bergosip. Tak mau dibicarakan, Winter langsung meminta pelayan menyiapkam menu terbaik di toko mereka.

"Segera siapkan dessert terbaik toko kalian. Aku ingin mencicipinya," kata Winter.

"Cih ... aku sudah tidak tahan lagi. Semua orang yang di sini pasti berpikir kalau Kaisar Kekaisaran Veloz sudah gila karena cinta. Pikiran meraka tidaklah salah, karena aku datang bukan membawa bunga yang harum, melainkan duri beracun." batin Winter.

Catharina merangkul legan Winter, "Yang Mulia ... apa Anda senang? saya sangat senang bisa jalan-jalan seperti inu dengan Anda. Bisakah kita sering-sering seperti ini?" kata Catharina.

Catharina sengaja berbicara keras agar semua orang mendengar ucapannya. Winter seolah terjebak. Kalau ia menolak atau tidak menjawab pertanyaan Catharina, tentu saja Catharina serasa dipermalukan. Dan Catharina bisa langsung curiga kalau Winter tidak dalam pengaruh cuci otak. Kalau mengiakan, ia serasa mengkhianati Ellena. Dan itu membuatnya hatinya sakit seperti rertusuk pisau

"Tentu saja. Wanita yang kusayangi kan hanya kau ... " jawab Winter.

"Wanita sialan! lagi-lagi kau membuatku membual. Apa maumu sebenarnya? sampai mana kau akan melewati batas, hah? asal kau tahu, sejujurnya aku bahkan tak sudi menatapmu." batin Winter menahan diri.

Winter terus meminta hatinya bersabar dan pikirannya untuk tenang. Ia tidak boleh egois mementingkan perasaan pribadi. Ia berpikir, apa yang sudah ia rencanakan dengan Ellena harus terlaksana dengan baik. Ibarat melempar dua burung dengan satu batu. Ia ingin menagkap Catharina dan Erwan sekaligus karena itu ia harus bersabar meski apa yang dilakukanya tak sesuai keinginan hatinya.

"Demi Ellena, aku akan lakukan apa saja. Meski harus membual ratusan kali seperti ini pun. Asal Ellena tetap berada di sisiku. Asal aku tak kehilangannya. Semua akan kuberikan padanya, hati, tubuh dan semua yang kumiliki." batin Winter.

Catharina dan Winter duduk berdampingan. Pelayan menyajikan dessert dan teh terbaik yang ada di toko mereka. Catharina menggoda Winter, ia menyuapkan sepotong kue pada Winter. Catharina menguji, apakah Winter dalam pengaruhnya atau tidak. Dan saat Winter membuka mulut, lalu memaka kue yang diberikan Catharina, ia sangatlah yakin, jika Winter sudah ada dalam pengaruhnya dan bisa ia gerakkan.

"Ckckck ... siapa sangka, kau akan tertangkap dengan sangat mudah, Winter De Veloz. Kau memang rupawan, tapi kau itu bukan tipeku. Kau memang cocok bersanding dengan wanita murahan seperti Ellena. Yah ... bisa kukatakan kalian serasi. Hahaha ..." batin Catharina.

Seolah tahu apa yang dipikirkan Catharina, Winter tiba-tiba tersenyum tampan menatap Catharina. Ia sebenarnya tersenyum karena ingin menertawakan Catharina dengan segala pikiran jahatnya.

1
Murni Murniati
apakah Baron itu adalah bastian, erik tau itu tp dia tak cerita, n apakah ellena tak punya sihir
Siti solikah
bagus
Siti solikah
kok beda ya alurnya
Siti solikah
mungkin mata2nya adalah orangnya baron
Siti solikah
aku suka caramu ellina
Siti solikah
sepertinya menarik
Yennie Susantie
wkwkwk puaas banget.
Yennie Susantie
kok tamu songong?
Siti S
Luar biasa
Mary 1283
apakah di masa lalu kaisar winter@catarina pernah berhubungan intim memandang Catarina itu seorang jalang????!!!
apakah erwan membenarkan pacarnya itu di sentuh oleh pria lain kemudian mendapat bekas ckckckckck menjijikkan sekali!!!
Marry🔥
suka saya suka thor
Ahmad Risqi
Luar biasa
lily
memang dulu sudah ada bahasa 'akting"? kalo bahasa "berpura-pura" ku rasa lebih bgus
lily
namanya kek nama merek mobil
Hilmiya Kasinji
detik detik tamat kah ?
Hilmiya Kasinji
elena nanti ya yg akan jadi musuh si sabastian
Hilmiya Kasinji
semakin seru
Hilmiya Kasinji
si elena lucu ya ... mungkin karna dia berfikir winter gak cinta dia
Hilmiya Kasinji
nah bener kan si kaisar juga ngulang waktu.
Hilmiya Kasinji
oh berarti si kaisar juga menjalani kehidupan kedua kah?
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!