NovelToon NovelToon
Bukan Menantu Sampah

Bukan Menantu Sampah

Status: tamat
Genre:Menantu Pria/matrilokal / Tamat
Popularitas:413.4k
Nilai: 4.6
Nama Author: tompealla kriweall

Dianggap sebagai seorang sampah karena tidak memiliki pekerjaan dan bodoh, membuat Abiyasa harus berpikir ulang.

Abiyasa—selepas dari kecelakaan akibat orang lain mengincar nyawanya, siapa sangka dia mendapatkan sebuah kemampuan. Semacam kekuatan Forecast yang berguna untuk memperkirakan informasi yang bersifat prediktif dalam menentukan arah di masa depan.

Dengan kemampuannya itu, Abiyasa membuktikan diri bahwa dia tidak bisa dikatakan sebagai seorang sampah lagi.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon tompealla kriweall, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Langkah Pertama

Aji, yang percaya pada Indra, memutuskan untuk menginvestasikan uangnya dalam saham Crypto tanpa melakukan penelitian yang cukup terlebih dahulu. Dia menerima ide Indra tanpa berpikir panjang dan tanpa menyadari bahwa rencana tersebut mungkin hanya bagian dari rencana balas dendam Abiyasa.

Padahal di dalam bisnis seperti ini, betapa pentingnya melakukan penelitian dan analisis yang matang sebelum memutuskan untuk menginvestasikan uang. Jangan terburu-buru dan jangan mudah mempercayai seseorang hanya karena mengenal mereka atau karena mereka terlihat meyakinkan dengan semua reputasi yang dimilikinya.

Untuk saat ini, Aji benar-benar terkecoh oleh Indra yang memang begitu meyakinkan.

Saat ini Aji ada janji bertemu dengan Indra di perusahaan Alex, yang saat ini sudah dipegang oleh Indra.

"Selamat siang, Pak Indra."

"Halo pak Aji, selamat siang. Bagaimana kabarmu?" tanya Indra, disaat Aji datang dan memberikan salam.

"Kabar baik, Pak Indra. Saya datang sesuai dengan kesepakatan kita untuk bertemu membahas soal saham Crypto Currency."

Aji mengutarakan maksud kedatangannya, karena memang mereka sudah memiliki janji bertemu dua hari kemarin.

Indra mengangguk mendengar perkataan Aji yang mengingatkannya. "Ya, saya ingat. Saya punya ide yang menarik nih, bagaimana jika kita investasi di saham Crypto dengan dibagi dua?" Indra memberikan usulan.

"Hmm, sepertinya menarik. Tapi saya tidak terlalu paham tentang Crypto." Aji mengaku.

Indra tertawa kecil mendengar pengakuan Aji. "Tidak masalah, saya sudah melakukan penelitian dan mempelajari pasar Crypto. Saya yakin itu akan menjadi investasi yang menguntungkan bagi kita. Jadi, Anda tidak perlu khawatir." Indra meyakinkan.

"Tapi bagaimana risiko investasi ini?" Aji tampak ragu, meskipun Indra sudah mengirimkan beberapa penjelasan ke email perusahaan Aji.

"Tentu ada risiko, seperti investasi lainnya. Namun, jika kita memilih dengan bijak, kita dapat meminimalkan risiko tersebut. Dan saya yakin, investasi di Crypto akan memberikan keuntungan yang besar bagi investornya." Indra kembali meyakinkan.

Aji mengangguk-anggukkan kepalanya mendengar penjelasan yang diberikan oleh Indra. "Baiklah, saya tertarik. Bagaimana cara kita memulainya?"

"Kita bisa membeli saham Crypto dari platform online yang terpercaya. Saya sudah siapkan rencana dan strategi untuk investasi ini. Jadi, Anda tidak perlu khawatir. Apakah Anda setuju untuk mengikuti ide ini?" tanya Indra, seakan-akan memberikan waktu kepada Aji untuk kembali berpikir.

"Baiklah, saya percayakan kepada Pak Indra. Saya akan menginvestasikan uang saya dalam saham Crypto." Aji tidak membuang-buang kesempatan untuk bisa sukses seperti yang dia bayangkan.

Indra tersenyum mendengar keputusan yang dibuat oleh Aji. "Kita akan segera memulai investasi ini, Pak Aji. Saya yakin kita akan mendapatkan keuntungan yang besar. Terima kasih atas kepercayaannya."

Aji tidak tahu bagaimana hubungan antara Indra dengan Abiyasa, jadi dia benar-benar tidak tahu jika semuanya ini adalah rencana untuk menjatuhkan dirinya. Dia justru berpikir bahwa Indra adalah rekan bisnis yang baik dan peduli terhadap kemajuan perusahaannya.

Sepertinya Aji memiliki kepercayaan buta terhadap Indra, yang tentu saja bisa berbahaya dalam bisnis dan investasinya. Aji tidak mengetahui hubungan antara Indra dengan Abiyasa, sehingga ia tidak menyadari bahwa rencana investasi di Crypto sebenarnya adalah bagian dari rencana Abiyasa untuk membalas dendam padanya.

Dia tidak melakukan penelitian dan analisis yang matang sebelum memutuskan untuk bergantung pada seseorang dalam bisnis atau investasi. Padahal harusnya, sebagai seseorang yang sudah lama terjun dalam dunia bisnis, Aji seharusnya selalu berhati-hati dan waspada terhadap orang-orang di sekitarnya. Terutama dalam situasi bisnis yang seringkali memiliki persaingan yang ketat.

Seorang pembisnis seharusnya memeriksa dan melakukan verifikasi pada sumber informasi sebelum membuat keputusan besar seperti investasi. Jangan terlalu percaya dan tergantung pada satu orang atau rekan bisnis tanpa melakukan pengecekan yang lebih jauh. Selalu berhati-hati dan jangan mudah terkecoh oleh kepercayaan buta seperti yang dilakukan Aji saat ini.

***

Setelah tiga jam lamanya meeting dengan Aji dan sudah mencapai kesepakatan, Indra segera melapor pada Abiyasa untuk keberhasilan merencanakan mereka menjatuhkan Aji, di saat kakaknya Abiyasa itu sudah dipastikan pulang.

Indra tidak mengirim pesan, dan langsung menghubungi lewat telepon, karena tadi sudah diberitahu Abiyasa jika di rumahnya Endang sedang tidak ada orang.

Tut tut tut

..."Halo, Mas Abi. Kandang macan telah diisi rusa. Dia sudah masuk tanpa curiga." ...

..."Good Indra, ini adalah kabar baik. Selamat atas keberhasilanmu kali ini!" ...

..."Terima kasih, Mas Abi. Rusa masih berpikir bahwa macan adalah teman dan rekan bisnis yang baik. Saya sudah meyakinkannya untuk menginvestasikan uangnya dalam saham Crypto dalam jumlah yang besar." ...

..."Hebat! Jadi, kita bisa merugikan dia dalam investasi itu?"...

..."Tepat sekali. Kita akan memanipulasi pasar Crypto dan membuat Aji kehilangan uangnya dalam waktu dekat." ...

..."Aku suka itu. Terima kasih, Indra. Kamu memang bisa diandalkan dalam keadaan seperti ini." ...

..."Terima kasih, Mas Abi. Saya siap membantu. Kita harus membuat dia secepatnya jatuh." ...

..."Ya. Aku ingin dia merasakan balas dendam atas kejahatannya selama ini."...

..."Tepat sekali. Kita akan menjatuhkan dia dan membuatnya merasakan kesulitan yang sama seperti yang pernah dia lakukan padaku, meskipun dalam keadaan yang berbeda." ...

..."Siap, Mas Abi." ...

Tut tut tut

***

Di rumah Endang, Abiyasa tersenyum puas setelah mendapatkan kabar dari Indra tentang kesepakatan bersama Aji. Rencana balas dendam yang tidak bisa dia lakukan sendiri, akan dilakukan oleh Indra dengan Abiyasa sendiri yang merencanakan untuk merugikan Aji dalam investasi Crypto.

Abiyasa ingat betul bagaimana Aji yang tega memanipulasi kecelakaan yang terjadi padanya sewaktu masih usia SMA. Bahkan Aji mempunyai rencana untuk membunuhnya dalam peristiwa kecelakaan tersebut.

"Maaf kak. Aku sebenarnya tidak ingin melakukan semua ini. Tapi kamu sendiri yang sudah keterlaluan dan tiga denganku."

Meskipun Abiyasa adalah adik kandung satu-satunya, nyatanya Aji begitu tega melakukan sesuatu yang merugikan adiknya sendiri. Dan itu hanya karena ketakutan Aji, yang tidak ingin membagi kekuasaan di perusahaan keluarga mereka.

Aji takut jika adiknya akan menyingkirkan dirinya setelah dewasa dan menjadi salah satu pemimpin di perusahaan. Oleh karena itulah, Aji merencanakan kecelakaan yang mengakibatkan Abiyasa koma dalam waktu yang cukup lama.

Brakkk brakkk brakkk

"Abi! Abi keluar!"

Gedoran pintu kamar membuat lamunan Abiyasa buyar. Dan yang baru saja memanggil namanya dengan berteriak-teriak adalah Endang. Mertua Abiyasa yang sedang tertekan dengan pikirannya sendiri, karena kekasihnya, Bram, belum juga ada kabarnya.

"Ck! Itu nenek lampir ada apa lagi sih?" Abiyasa mengerutu sendiri, tapi tidak juga beranjak dari tempat duduknya.

"Ehem... hem..."

Abiyasa justru berdehem beberapa kali, kembali pada perannya yang biasanya.

"Aji, ayo keluar! Jangan molor aja kerjaannya!"

Endang kembali menggedor-gedor pintu kamar, meminta pada menantunya yang bodoh agar segera keluar.

"Ayo keluar Abi! Bantu buang sampah! Itu sampahnya sudah membusuk seperti kamu!"

"Abiyasa.... Dasar tuli!"

1
Mazree Gati
untung baca endingnya dulu,,endingnya ga asik
Omah Tien
cewe nya jg lembek g bisa jg diri
Omah Tien
malas nya ko g tegas ya biar kaka kalu jahat gapain mau lembek gitu
Omah Tien
ko tulisan nya ulang2 sih
roy
Luar biasa
Manusia Biasa: hai kak Jangan lupa mampir di novel
s2 dari Rahmat

sistem analisis nilai bangkitnya sang penguasa bisnis
total 1 replies
Jakaria Hidayat
Lumayan
Edy Sulaiman
no coment, ...!"
Edy Sulaiman
Mc Bloon.
Edy Sulaiman
Abyyasa sebagai Mc nmpknya tetap dungu dan oon sdh dikasih kelebihan dlm melihat masadepan dan sebelumnya masih tidak nengetahui siapa musuhnya saat ini.
Edy Sulaiman
sebenarnya AuThor ingin menggambarkan sedikit situasi Hukum di Negara Konoha
Edy Sulaiman
memang dalam Novel Durasi permainan wkl...wik..wik...sgt panjang, berbanding terbalik di alam nyata...hhh..semangat thor jgn kasih kendor wik...wik... nya..
Edy Sulaiman
mantap dua jam apa gak lecet tuh Goa kenikmatan Ajeng....hhhh
Edy Sulaiman
kok dihilangkan mayatnya, Seharusnya Abi tak langsung membunuh Yayan,Yayan dilumpuhkan dan telepon Polisi.
Edy Sulaiman
Idiot bin Tolol Mcnya.
Deki Marsoni
waduh nih orang gak niat buat cerita ya
Deki Marsoni
lebayyy lu buat nih orang
Deki Marsoni
gak ngeh liat yg kayak gini,
Deki Marsoni
lah dalah tadi bisa diliat dgn CCTV on bukan di dapur, kok masih cari k dapur, aaannneh
Deki Marsoni
eleeeh kamu gak sadis om
Hadimulya Mulya
klo ini crita emang org idiot,bukan nyamar,nyatanya pintu. aja gk di kunci katanya takut ketahuan
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!