NovelToon NovelToon
Brandal Couple

Brandal Couple

Status: tamat
Genre:Cinta Seiring Waktu / Cintapertama / Playboy / Keluarga & Kasih Sayang / Tamat
Popularitas:101.1k
Nilai: 5
Nama Author: lizkook lovers

"Gue gak akan pernah suka sama cewek modelan monyet liar kayak Lo!!" -Reynhart Adhitama
"Gue juga gak sudi punya cowok bentukan babi hutan kayak lo!!" -Rosyi Amelia





Terpaksa menjalin kasih karena sebuah tantangan, akankah hubungan keduanya berjalan semulus jalan tol? atau malah di penuhi tikungan tajam yang jauh lebih tajam daripada pisau daging?

Yuk, ikuti kisah mereka dalam cerita "Brandal Couple."

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon lizkook lovers, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

*Reyn Demam

Sejak pulang sekolah hingga kini sudah malam, Reyn terus saja mengurung dirinya didalam kamar. Flo sudah berkali-kali memanggil Reyn untuk turun makan namun anaknya itu sama sekali tak menunjukkan pergerakan.

Tok...Tok...Tok...

"Reyn, makan dulu yuk ganteng. Kamu dari siang belum makan lho." Flo cemas, ia takut jika terjadi sesuatu pada Reyn didalam sana karena anaknya itu sama sekali tak menjawab panggilannya.

"Sayang." Jay menepuk bahu sang istri pelan, ia baru saja pulang dari kantor. Tadinya ia kebingungan kenapa sang istri tidak menyambut kedatangannya, ternyata Flo tengah berada di depan pintu kamar Reyn.

"Sayang, tolong suruh Reyn keluar kamar," Mohon Flo dengan mata berkaca-kaca.

Dahi Jay berkerut. "Ada apalagi sama anak itu?"

"Reyn sejak pulang sekolah gak mau keluar kamar, aku khawatir kalau dia kenapa-napa."

Jay menarik sang istri untuk sedikit mundur.

Tok... Tok... Tok...

"Reyn, ini daddy. Ayo keluar, jangan buat istri ku khawatir!"

Bahkan suara bariton Jay saja tak mampu membuat Reyn untuk keluar dari kamar. "Anak ini benar-benar."

"Kamu mundur dulu sayang, biar aku dobrak pintunya." Flo mengangguk, ia pun mundur, biarkan Jay mendobrak pintu kamar sang anak.

Jay menjatuhkan tas kantor nya, melepas jas nya dan menaikkan lengan kemeja putih yang ia kenakan. Ia memundurkan langkah lalu menghantam pintu kamar Reyn dengan kuat.

BRUAK...

Sekali dobrakan dan pintu kamar itu langsung terbuka.

Flo langsung masuk, ia sangat khawatir, apalagi ketika melihat bahwa kamar anaknya begitu gelap karena sang empu yang tak menghidupkan lampu.

Prok...Prok...

Lampu kamar menyala dengan sendirinya. Flo dapat melihat sang anak yang berbaring membelakanginya dengan selimut tebal yang membungkus tubuh besar itu.

"Reyn, bangun sayang. Ayo makan dulu, kamu kan belum makan." Flo mengguncang tubuh Reyn pelan, laki-laki itu hangat bergumam parau lalu kembali memeluk guling nya.

"Reyn... ASTAGHFIRULLAH." Flo terkejut ketika rasa panas menyentuh telapak tangannya ketika ia menyentuh pipi Reyn.

"Ada apa sayang?"

"Reyn panas banget, gimana dong?" Flo panik, pasalnya panas tubuh Reyn itu benar-benar tinggi.

Jay memeluk Flo untuk menenangkan istrinya. "Kamu jangan panik, aku akan memanggil dokter untuk datang."

Flo mengangguk, Jay melepaskan pelukannya, m ngusap kepala sang istri sebentar lalu keluar untuk menelfon dokter khusus keluarga.

"Emh..." Silau dari lampu membuat Rosyi tak bisa membuka mata sepenuhnya.

Perlahan-lahan silau itu mulai pudar hingga akhirnya Rosyi dapat membuka mata penuh. "Di_dimana ini?" Ia melihat ke sekeliling.

Tempat itu terlihat begitu asing, ini bukan kamar Rosyi, bukan juga kasur Rosyi.

"Apakah aku sudah berada di Singapura? Mommy menyuruh orang untuk menjemput ku?"

Rosyi termenung beberapa saat, sebelum suara pintu kamar yang terbuka membuatnya menoleh.

"Selamat malam nona." Seorang wanita tua dengan seragam pelayan itu membungkuk, di belakangnya ada dua gadis muda yang juga mengenakan pakaian yang sama, salah satunya membawa nampan berisi sepiring makanan dan satu gelas air putih dan segelas susu. Sedangkan yang satunya lagi membawa satu stell baju.

Prok...

Wanita tua itu menepuk tangan sekali dan dua gadis di belakangnya langsung bergerak. Yang satu menaruh nampan makanan ke atas nakas, yang satu lagi meletakkan pakaian yang ia bawa ke atas kasur.

"Anda bisa makan terlebih dahulu nona, lalu mereka akan membantu Anda untuk membersihkan diri."

APA?! MEMBANTU MEMBERSIHKAN DIRI?! Apakah wanita tua itu bercanda?

"A_aku rasa tidak perlu, aku bisa mandi sendiri," Tolak Rosyi dengan senyuman canggung.

"Tapi nona, luka Anda?" Rosyi langsung melihat pada dahi dan tangan nya yang di bungkus perban. Oh, Rosyi juga merasa ada kapas yang menempel pada punggungnya.

"Mereka akan membantu anda memasang kembali perban Anda nona."

"Baiklah, tapi aku mandi sendiri. Mereka hanya akan. membantuku memasang perban."

Wanita tua itu mengangguk, "Sesuai keinginan anda, saya permisi."

Wanita tua itu pergi, sedangkan dua gadis tadi masih berdiri di tempatnya. Rosyi berusaha mengabaikan mereka dan mulai mengambil piring berisikan makanan itu walau sedikit kesusahan.

"Nona, tolong izinkan kami menyuapi Anda."

"Maksudmu?" Rosyi menatap keduanya dan mereka langsung menundukkan kepala dengan segera. "Ma_maksud saya, tangan anda masih sakit, jadi biarkan kami menyuapi Anda nona."

"Tidak perlu, aku bisa makan sendiri. Dan ya, angkat kepalamu, dan jangan memanggilku nona, itu berlebihan," Ketus Rosyi.

"Maaf nona, ini sudah menjadi peraturan. Kami tidak diperbolehkan menatap langsung wajah majikan, dan kami wajib memanggil majikan kami dengan sopan." Oh, apa ini? Rosyi baru melihat ada pembantu yang sampai seperti ini, bahkan pembantu di rumahnya saja tidak sebegitunya.

Rosyi sudah selesai makan, juga sudah selesai mandi, kedua maid muda itu juga sudah selesai memasangkan perban pada bagian tubuh Rosyi yang luka.

"Sekarang sudah malam, anda sebaiknya beristirahat nona."

"Aku ingin bertemu mommy sebentar, boleh tidak?" Kedua gadis muda itu nampak saling saling bertukar pandangan bingung. "Emm... mungkin besok saja nona, anda butuh istirahat."

Menghela nafas, Rosyi pun hanya mengangguk, tubuhnya juga masih terasa lemas. "Baiklah, ngomong-ngomong siapa nama kalian?"

Mereka saling pandang lagi, lalu akhirnya yang lebih tinggi mengangkat sedikit kepalanya. "Saya Rania dan ini adik saya, Riana."

"Owh, kalian kembar?" Rosyi nampak terkejut. Keduanya mengangguk bersamaan.

"Baiklah, kalian boleh keluar, aku akan beristirahat sebentar."

"Baik nona. Jangan lupa minum obat anda sebelum tidur, kamu permisi." Rania dan Riana membungkuk lalu keluar dari kamar yang Rosyi tempati.

"Mereka sedikit aneh."

Demam Reyn sangat tinggi, padahal sudah minum obat dan di kompres oleh Flo semalaman namun demam nya belum turun juga.

Sebagai seorang ibu, Flo tentu sangat khawatir dengan keadaan sang putra. Reyn jika di ajak bicara selalu diam, makan pun paling banyak 5 sendok, bagaimana dia bisa sembuh coba kalau begini terus?

Dokter pribadi keluarga nya saja sampai memasangkan infus untuk Reyn karena kondisinya yang begitu lemah.

Pagi ini Liam, David, Nadia dan Amira datang untuk menjenguk Reyn karena subuh tadi Flo menelfon bahwa Reyn sedang sakit. Mungkin Flo berpikir bahwa kedatangan teman-temannya akan membuat kondisi Reyn lebih baik.

"Lho, kok kalian gak bareng Rosyi? Padahal dari semalam Reyn selalu mengigau kangen Rosyi. Rosyinya Tante telfon juga gak di angkat, sebenarnya ada apa sih?"

Keempat nya langsung saling pandang ketika tiba-tiba di serbu dengan ribuan pertanyaan oleh Flo.

"Tante gak tahu ya?" Tanya Amira pelan.

Dahi Flo berkerut, "Tahu apa?"

"Reyn sama Rosyi kan udah putus beberapa hari yang lalu, orang perjanjiannya udah selesai, iyakan?" Kenapa? KENAPA DISAAT SEPERTI INI NADIA MALAM CEPLAS-CEPLOS?!

"APA?!" Terkejut? Tentu iya.

"Setahu Tante, hubungan Reyn dan Rosyi itu baik-baik aja. Lalu kenapa tiba-tiba putus? Terus perjanjian? perjanjian apa?"

Oh saat ini juga, Amira rasanya ingin sekali mencekik Nadia dan membuang gadis itu ke sungai Amazon.

...\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=...

Rania dan Riani

1
Mechellangelica
ciri² ibu yang harus di gebrek-gebrek biar gepeng sekalian🥰
Bening
ini itu maksud nya berkencan
Rara
ngeriii euy
adindameythadwiutami
Ih
Eduwin Suhandi
bahagia apanya thor, lawak lo thor
Ay
wkwk lawak banget endingnya
Helmi Sintya Junaedi
lah????
melongo saya😮😮😮😮
𝐣𝐞𝐨𝐧 𝐓𝐢𝐠𝐞𝐫
akhirnya kok gini si Thor
saya sdh merasa di bodohi😑
𝐣𝐞𝐨𝐧 𝐓𝐢𝐠𝐞𝐫
kok gini😢
hadiya nur Jannah
lah blm liat reyn dan rosyi bahagia udah tamat aja Thor mana Endingnya reyn mlh meninggal duluan lagi😥😥😥
나의 햇살
tak santet juga nanti keluarga Freins ini
Angel Nindya
Tor, kalau gw muncul dlm novel.. dn membunuh Kelvin, apa yg akan terjadi..
Angel Nindya: ide bagus
total 6 replies
나의 햇살
kyknya Rosyi udah terpengaruh sama Reyn dan kawan²nya makanya sifatnya jadi kyk gitu, padahal dia belum tau cerita yang sebenarnya kenapa bapak yang dianggapnya bapak kandung gk peduli sama dia dan mamanya juga tiba² kambuh karena mama dan bapak kandungnya dijebak sama bapak tirinya
Angel Nindya
lnjt thor
나의 햇살
entah ngapainlah Rosyi kabur, padahal bapak kandungnya gk pernah ketemu sama dia tapi dia malah lebih milih pria yang udah melukai hatinya
Angel Nindya: hanya rosyi yg tau,, tpi kmu tau kn rosyi suka kebebasan? si bapak nya itu kyk ngitung dia dirumah, blg keluar itu pun sama bodyguard. .
total 1 replies
𝐣𝐞𝐨𝐧 𝐓𝐢𝐠𝐞𝐫
jangan buat mereka langsung ketemu sama Vico y thor
𝐣𝐞𝐨𝐧 𝐓𝐢𝐠𝐞𝐫
yeee I like it
𝐣𝐞𝐨𝐧 𝐓𝐢𝐠𝐞𝐫
macam tak cerita 2 pemeran utama
mereka pisah terus 😤
ini kapan ketemuany
itu si Vico ga kyk sayang sama ankny tapi bawaanny obsesi😒😔
𝐣𝐞𝐨𝐧 𝐓𝐢𝐠𝐞𝐫
ya elah konflik baru dtng konflik lain blm siap lah Thor 😔
𝐣𝐞𝐨𝐧 𝐓𝐢𝐠𝐞𝐫
ikut alur aj deh
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!