Adinda Ayu Gadis cantik, cerewet dan ceria, banyak teman dan wanuta paling slow dan cuek sedunia
Hidupnya yang penuh warna mendadak menjadi suram dan abu abu tanpa warna, semenjak di Jodohkan dengan sosok laki laki yang tidak memiliki perasaan padanya,
Tapi Dinda bukan wanita yang terlihat sama dengan wanita yang lain, dia berbeda, Dia gak menyerah begitu aja, Dinda tetap Dinda gak mau berubah
Mungkin hatinya jadi abu abu, tapi lahirnya dia seperti Dinda yang semua orang kenal, ceria ramah dan sopan,
sikap bodoh amat selalu dia terapkan pada hal hal yang gak penting seperti Suaminya, Dimas !
Dan Hidup berumah tangga Tanpa Rasa Cinta cukup membuatnya merasa tertantang menjadi wanita kuat..
Bagai mana kisahnya? Selamat membaca 🙏🙏
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ulfatun khasanah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Tidak bangga
Sudah 2 minggu lebih Dinda di tempat pelatihan, dan Eka sudah dapat peringatan keras dari pihak sekolah,
Tapi Eka sama sekali gak merespon tentang keputusan dari pihak sekolah
Keberadaan Eka di sana, cukup mengganggu aktifitas Dimas, sempat Dimas juga dapat teguran karena di sana dia sekaligus pelatihan tapi justru keganggu sama Eka
" Sayang..." Panggil Eka manja
Dimas lagi bingung saat ini, gimana cara ngomong ke Eka tentang masalah ya saat ini yang kena tegur dari taruna
" Kamu besok pulang ya" Ucap Dimas to the poin
Eka langsung kaget dengan ucapan Dimas barusan
Eka sampe mengerutkan keningnya dan langsung pindah posisi ke hadapan Dimas
" Coba Ulang" Ucap Eka memastikan
" Besok kamu pulang ke PKU ya" Ucap Dimas sama sekali gak menatap Dinda
" Maksud kamu apa? Kenapa tiba tiba aku di suruh pulang, kamu gak suka aku Di sini" Ucap Eka langsung meledak
" Bukan begitu sayang, maksudku, kan kemaren kamu udah pernah dapat SP1, sayang kerjaannya kalau sampai kamu di rumahkan" Ucap Dimas memberi alasan
" Ya gak usah kerja lagi, gak masalah kok, kamu masih sayang kan sama aku" jawab Eka sama sekali tidak segan
" Ya masih, cuman sayang banget kalau harus di pecat sayang, " jawab Dimas lagi
" Kamu maunya aku kerja terus,? Kamu gak mau ngidupin aku gitu?" bantah Eka masih membelit
" Sayang... Bukan begitu, " Ucap Dimas masih lembut
" Masalahnya aku udah kena tegur sama atasan sayang... Kamu pulang dulu selesaikan masalahmu sama sekolah dulu, nanti kita jumpa saat sudah selesai hari kemerdekaan ya " Ucap Dimas memberi perngertian
Eka sama sekali tidak mau mendengar cuman Dimas kekeh dan memaksa Eka untuk segera pulang dan siap mengantarkan sampai bandara
Sampai akhirnya Dimas mengancam akan mencabut sewa hotel Eka dan akan membiarkan Eka hidup sendirian dan gak peduli, serta akan di putuskan
Dan akhirnya Eka nurut dan kini mereka sudah berada di bandara setempat dan Eka juga sudah di belikan tiket oleh Dimas
" Sayang kamu tega banget sih" Ucap Eka sembari menangis
" Maaf sayang... Ini untuk kebaikan bersama" jawab Dimas tegas
Hingga akhirnya mereka berpisah karena sudah waktunya untuk boarding
Malam harinya Dimas mengunjungi Dinda lagi, karena kembali Dinda gak aktif ponselnya
Dan orang tuanya kembali menghubungi Dimas lagi
" Apa lagi?" ketus Dinda saat di tarik sama Dimas
" Hpmu mana?" ketus Dimas balik
" Ilang" jawab Dinda lagi
" Kok Bisa, yang bener lho" ucap Dimas kesal
" Iya ilang, udah ah... Kenapa sih?" kesal Dinda lagi
" Di telfon sama mamak gak bisa, mau ngomong sama Elo" jawab Dimas
" Udah bilang aja, ponsel gue di sita gak boleh bawa hp selama beberapa hari kedepan, gue gak boleh di telfon juga, gitu aja" ucap Dinda yang gak mau bertele tele
Karena memang benar ponsel Dinda ilang dan entah di mana, masalahnya terakhir dia taruh di saku dan gak ada , apa lagi habis batrai mungkin
Dia gak mau ngomong sama orang tuanya dengan ponsel Dimas lagi, karena kemaren setelah itu dia kena amukan Eka, dan di fitnah yang enggak enggak sama Dimas
Dinda juga gak tau apa yang sebenarnya terjadi sama ponsel Dimas , tapi setelah selesai ngomong dengan orang tuanya menggunakan hp Dimas, Dinda di marah dan di salah salahkan dan semua karena Dinda
Apa lagi untuk memeinta di belikan, yang mana itu sebenarnya tanggung jawab Dimas, jadi Dinda gak ngarep sama sekali, kalau punya uang nanti beli
" Udah ya bilang aja gitu, gue takut pegang ponselmu, nanti lecet lagi gue juga yang salah" jawab Dinda langsung pergi dari hadapan Dimas
" Ini mamak yang mau ngomong sama kamu" Ucap Dimas lagi
" Udah bilang aja, gue sibuk gak boleh di hubungi dulu, waktu sudah mendekat, gue gak mau cari masalah sama lacar Elo" jawab Dinda yang terus berjalan
" Dia udah pulang ke PKU Din" teriak Dimas
Dinda tak menjawab dan gak peduli dan hanya melambaikan tangannya saja
_____________
Hingga hari ini adalah penentuan siapa yang akan menjadi petugas lapangan
" Adinda ayu, " sebagai pembawa baki di saat pengibaran sang saka merah phtih
" Haa.... " kaget Ayu saat mendengar itu
Itu tugas yang sangat menjadi sorotan dan ini kesempatan langka
" Selama Din" Ucap yang lain memeluk Dinda
" Makasih, " jawab Dinda dan lanjut untuk pengumuman yang lainnya
Mendengar hal itu Dimas sama sekali gak ada rasa bangga pada Dinda
.Sosok istri yang sebenarnya menjadi idaman setiap lelaki, setiap orang tua dan kebanggaan bangsa, Dimas yang menjadi suaminya tidak ada rasa bangganya sama sekali
Dinda melirik kearah Dimas dan bodo amat serta gak peduli suaminya mau bangga apa tidak
Di pagi harinya Dinda sudah siap dengan seragamnya dan juga hijabnya, Dinda sudah di make up sama petugas make up, dengan tampilan sederhana tapi menambah kecantikannya
Semua anggota paskibra sudah berkumpul di tempat yang di sediakan, mereka sarapan terleibu dahulu sebelum pindah ke istana merdeka untuk melakukan tugasnya
Kedua orang tua Dinda melihat tayangan dj TV, kabar Dinda yang dapat tugas apa sama selali mereka tidak tau
Dan saat upacara akan segera di mulai, mereka melihat sosok cantik Adinda ayu yang di kawan 2 lelaki tegap
Sedangkan Gildan mendapat kebagian sebagai sang pengibar bendera yang akan mengambil bendera dari Dinda memang pasangan yang so sweet kalau menurut teman temannya semalam
" Pak.... Anak perempuanmu pak ya Allah masyaallah" Ucap ibu Ana terharu mepihat putrinya
Begitu juga dengan pak Edi yang sangat terharu melihat putri cantiknya
Namanya di sebut di setiap kata yang mana ada nama Dinda
" Sedangkan yang membawa baki, adalah Adinda ayu, putri dari bapak Edi dan ibu Ana ini dari PKU, " Ucap penyiar yang di sampaikan di layar TV
Kini Dinda sedang melaksanakan tugasnya bersama teman seperjuangannya di sana hingga acara demi acara upacara hari kemerdekaan telah usai dan cukup membuat tangis haru mereka yang berhasil melaksanakan tugasnya dengan begitu baik dan lancar jaya
Selanjutnya mereka pindah ke tempat yang di sediakan berkumpuk dengan para pejabat untuk mengikuti makan siang bersama
Dan juga mereka dapat penghargaan dari bapak atau orang nomer 1 di Indonesia ini, dan mereka adalah putra putri kebanggaan bangsa Indonesia
" Gitu aja bangga" Ucap Dimas pelan untung tidak ada yang dengar
" Fota foto, gak jelas, gue aja yang serumah pengen buang"tanbahnya Dimas lagi saat melihat semuanya sedang berfoto ria
Suaminya sendiri justru tidak bangga sama sekali
padahal cerita nya Bagus lhoo👍👍✌️
jijik gue sama Eka.. amit² dech