Ingin adalah karya yang sebelumnya dan Sudah direvisi di beberapa bagian.
Naura menerima tawaran kakak sahabatnya dengan imbalan tiga puluh juta rupiah. Tugasnya juga mudah hanya membatalkan pernikahan seseorang. Tanpa bertemu, hanya berbicara melalui telpon, dan uang muka juga sudah dia terima, Tentu saja gadis itu bersedia, dan pergi ke acara pernikahan dengan cara menyamar.
Tapi siapa sangka aksinya itu justru membuat dirinya terjebak pernikahan dengan pria yang dia batalkan pernikahan nya. Pria itu memaksanya, jika tidak mau di laporkan ke polisi. Tentu saja dia menolak karena takut identitas nya ketauan,
Bagaimana Naura menghadapi suaminya?
Bagaimana pernikahan nya?
Apakah akhirnya rahasia dia terbongkar?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon mamie kembar, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Laras
Naura sedang berbaring di atas ranjang, gadis itu milih tidur di kamarnya, dan mengunci pintunya dari dalam.
Sudah berbagai posisi dia coba namun belum juga menemukan kenyamanan, gadis itu terus membolak-balikkan badannya.
Sayang netra kecilnya masih enggan terpejam. Bayangan peristiwa beberapa menit yang lalu masih terus berputar di kepalanya, seperti drama yang sayangnya tak mau berakhir.
"Aaaaaa....." teriak gadis itu di bawah bantal, sengaja dia menutup wajahnya ke bantal agar Dewa tidak bisa mendengar suaranya.
"Bodoh...bodoh.... kenapa aku bisa sebodoh ini, dasar Dewa, aaaa...." ucapnya yang masih dihantui rasa malu.
Senyum dan tawa Dewa masih saja tak mau hilang dari matanya, seringai penuh ejekan yang membuat gadis itu semakin malu dan kesal. Dewa berhasil mengerjainya.
Naura duduk dan meletakan bantal diatas pangkuannya, dan berpikir bagiamana caranya dia akan membalas perbuatan Dewa, setidaknya dia bisa membalas rasa malu itu.
*
Di kamarnya Dewa jiga tersemyum tanpa sadar. Wajah polos dan kesal Naura tak juga mau hilang dari pandangannya, apalagi saat gadis itu sadar dia mengerjainya.
Dewa terus saja tersemyum lucu, hingga dering ponsel membuyarkan lamunannya.
Diliriknya benda pipih yang tergeletak diatas meja, tertulis nama mantan yang sudah hampir terlupakan.
"Laras, ada apa dia menghubungi ku selarut ini," batin Dewa
Naluri menuntunnya untuk mengangkat panggilan tersebut, "Dewa...tolong aku" ucapnya dengan suara menangis
"Laras, kamu kenapa?"
"Tolong aku Dewa, aku...aku..."
"Kamu dimana?"
"Aku, di apartemen ku," sahut gadis itu sambil terisak.
Tanpa pikir panjang Dewa segera mengambil kunci mobilnya dan pergi menemui Laras. Sepanjang jalan Dewa tak henti mengkhawatirkan gadis yang pernah menjadi mantan calon istrinya itu.
"Setengah berlari, Dewa masuk ke dalam lift menuju kamar gadis itu,
Alangkah terkejutnya dia saat masuk ke dalam dan melihat apa yang terjadi.
"Sayang, akhirnya kamu datang." ucap Laras menyambut kedatangan Dewa dengan pakaiannya yang seksi
"Kamu...kamu tidak apa-apa?"
"Maaf, aku hanya-"
"Kau membohongi ku!' ucap Dewa menaikan satu oktaf nada suaranya.
"Aku merindukan mu, dewa" tanpa malu gadis itu memeluk dewa. Pria muda itu memejamkan matanya, berusaha sekuat tenaga meredam amarah yang membakar dadanya, bisa-bisanya wanita itu membohongi nya hanya agar dia datang ke tempat itu.
"Lepas." ucap Dewa datar dan melepaskan tangan Laras yang memeluk pinggangnya.
Gadis itu terkejut mendapatkan penolakan Dewa, "Sayang, aku masih mencintaimu, maafkan aku sayang, kini aku sadar aku tidak bisa hidup tanpa mu, sayang ayo kita menikah" bujuk Laras
Dewa tersemyum remeh, "Menikah?" tanyanya dengan nada rendah
"Iya, kita menikah bukankah kau juga masih mencintai ku, aku juga sangat mencintai mu"
"Benarkah?"
"Maafkan aku Dewa, aku salah tapi aku tidak mau mengulangi kesalahan ku itu, aku mau memperbaiki nya dan kita menikah"
Tangan Dewa kembali menarik tangan Laras yang bersikukuh terus memeluk nya "Kau terlambat"
"Apa maksudmu?"
"Aku sudah menikah dengannya." sahut Dewa dengan nada datar
"Bagaimana bisa?" tanya Laras tak percaya, ini tidak benar, kau pasti bohong.
"Itu benar, dan dia sekarang istriku,"
"Tidak, itu tidak boleh terjadi, kau hanya akan menikah denganku,"
"Maafkan aku, tapi hubungan kita sudah berakhir saat kamu meninggalkan ku saat itu, permisi."
Dewa melangkah pergi dan menutup pintunya dengan keras. Dia menghembuskan napas kasar dan berat, tidak mudah mengatakan itu semua, tapi Iyah kenyataan, meskipun Laras sudah menyadari kesalahannya dan meminta maaf, tapi takdir cinta mereka tidak berubah, Dewa sudah menikah dengan orang lain.
Di dalam kamarnya Laras marah dan membanting beberapa benda yang dekat dengannya. Gadis itu marah, dia kesal kenapa dewa secepat itu berubah. Tapi bukan berarti dia menyerah, Laras akan merebut kembali Dewa dari gadis kecil itu.
Dewa melajukan mobilnya pelan, pikirannya juga kacau. Bagiamana pun dia bersikap dan bicara kasar pada Laras, jauh di dasar hatinya dia masih sangat mencintai gadis itu.
Hubungan yang mereka jalani tidak Sebentar dan harus sirna karena gadis yang bernama Naura, yang paling menyakitkan hatinya Laras percaya begitu saja dan meninggalkan nya ,lalu kenapa kini dia kembali?
Dewa menepikan mobilnya di jalanan yang sunyi, dia duduk dan merenung. Pria itu memukul stir mobilnya, meluapkan semua isi hatinya saat ini.
Beberapa saat kemudian, dia kembali melajukan mobilnya pulang, hatinya sudah jauh merasa lebih baik dan dia juga tidak lagi memikirkan Laras.
"Aku sudah memutuskan untuk menikah dengan Naura, dan aku tidak akan mengubahnya sampai gadis itu bicara jujur."
nggak usah bikin cerita yang banyak tapi gantung 😔
ceritanya nanggung nih...