[ VOTE DAN FOLLOW DULU SEBELUM MEMBACA ]
Yang tidak pernah terbayangkan oleh Reygan, yaitu perjodohan.
Pernikahan adalah proses pengikatan janji suci antara laki-laki dan juga perempuan yang saling mencintai satu sama lain. Tetapi tidak dengan Reygan, dia harus menikahi seorang wanita yang sama sekali tidak ia kenal, wanita itu bernama Nasya.
Rumah tangga mereka berdua sama sekali tidak dibumbui oleh rasa cinta, mereka berdua harus menikah saat mereka menginjak kelas dua SMA.
Awalnya bukan Nasya lah yang seharusnya menikah dengan Reygan, melainkan kakak tirinya. Tapi karena Kakak tirinya enggan untuk menikah muda akhirnya Nasya lah yang harus menggantikannya.
Perasaan Reygan bukan untuk Nasya, melainkan kekasihnya yang bernama Zora. maka dari itu Reygan selalu memperlakukan Nasya dengan tidak baik bahkan ia secara terang-terangan berpacaran dengan Zora tepat di depan mata istrinya.
Nasya tidak bisa berbuat apa-apa, mereka berdua juga harus merahasiakan pernikahan
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon NG STORY, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
22
Para murid yang ada di kelas Nasya sudah mengganti pakaiannya menggunakan pakaian olahraga.
Olahraga hari ini adalah bermain bola basket, para murid membuat dua barisan dan mereka di haruskan melempar bola ke arah lawannya saat itu.
Reygan berada tepat di samping Nasya, setelah Gianna menangkap bola yang di lemparkan oleh Reygan, gadis itu menatap Nasya sambil tersenyum miring.
Beberapa detik kemudian Gianna meleparkan bola kearah Nasya secara tiba-tiba, sedangkan Nasya yang terkejut saat itu langsung memejamkan kedua matanya.
Reygan langsung berdiri tepat di depan Nasya sedangkan bola yang dilempar oleh Gianna tadi mengenai punggung laki-laki itu.
Beberapa orang yang ada disana terkejut terutama Gianna, gadis itu langsung menghampiri Reygan dengan wajah penuh ke khawatiran.
"Kau tidak apa-apa?" tanya Gianna.
Nasya membuka perlahan kedua matanya dan menatap kedua bola mata suaminya saat itu.
Tatapan Reygan berubah menjadi tajam, dia menatap Gianna dengan tatapan yang mematikan.
"Apakah kau sengaja melakukannya?" tanya Reygan meninggikan suaranya.
Keempat sahabatnya datang menghampiri Reygan dan mencoba menenangkan laki-laki itu.
"Aku, aku-"
"Reygan, sudah." kata Nasya yang ikut menenangkan suaminya.
Suara peluit terdengar nyaring, guru olahraga menghampiri keributan itu dan langsung membubarkan para siswa yang ada di lapangan.
"Sudah, kembalilah ke kelas kalian." ucap guru olahraga itu.
Januartha langsung menarik tangan Nasya untuk kembali ke kelas, disusul oleh Gala, Gavin, Savian, Reygan dan juga Gianna.
Di lorong sekolah, Nasya berpamitan kepada Januartha untuk pergi ke kamar mandi sebentar.
Saat di depan kamar mandi Nasya bisa mendengar suara orang menangis.
"Kau pikir jika gadis itu melindungimu, aku akan membiarkanmu?"
"Hidupmu pasti sangat menyenangkan sekali." ucap Airin sambil menatap Valeryn.
"Hidupku sangat membosankan." lanjutnya sambil melipatkan kedua tangannya di dada.
"Maafkan aku." isak Sena berharap ada orang yang menolongnya.
"Kau mempermalukan aku di depan semua murid sekolah, apakah aku harus memaafkanmu?"
Airin mendorong kepala Sena kearah wastafel yang sudah diisi oleh air, Airin dan kedua temannya tertawa.
"Sialan!" umpat Nasya sambil mengambil ponselnya di saku celana, lalu membuka kamera untuk merekam Airin dan juga teman-temannya.
"Teruskan saja, aku akan mengunggah ini ke media sosial." kata Nasya sambil berjalan menghampiri mereka.
"Bagaimana jika vidio ini tersebar apalah kau akan dikeluarkan dari sekolah atau-"
"Dasar ******!" Airin melangkahkan kakinya mendekati Nasya.
"Jika kau menindas murid yang ada disini lagi, aku tidak akan diam." ancam Nasya menghampiri Sena dan langsung menarik tangan gadis itu untuk keluar dari kamar mandi.
Sena mengikuti langkah Nasya dari belakang, gadis itu masih menangis sambil terisak.
"Sena, kenapa kau tidak melawannya?" tanya Nasya menghentikan langkahnya.
"Apakah kau tahu, kau sama sepertiku dulu, saat orang seperti mereka menindasku tetapi aku hanya diam saja."
"Daripada di perlakukan seperti itu dan kau sakit hati lebih baik kau melawannya."
"Jangan berpikir itu semua salahmu, jangan membenci dan menyalahkan diri sendiri atas apa yang terjadi,mengerti?"
Nasya memeluk tubuh Sena untuk menenangkannya. "Itu semua salah mereka, semuanya akan baik-baik saja." ucap Nasya sambil mengelus punggung Sena.
***
Nasya baru saja pulang dari kantin membelikan makanan untuk suaminya, sebagai ucapan terima kasih karena sudah menolongnya tadi.
Gadis itu menyimpan makanan dan juga botol minuman tersebut di meja Reygan, Nasya tersenyum mantap menatap makanan tersebut.
Reygan yang baru saja datang ke kalas langsung menghampiri Nasya dan berdiri tepat di belakang istrinya sambil menatap makanan yang ada diatas mejanya.
"Apa itu?" tanya Reygan.
"Astaga, kau mengejutkanku." ucap Nasya sambil mengelus dadanya.
"Ini makanan yang aku beli di kantin tadi, makanlah." kata Nasya langsung pergi begitu saja ke luar kelas.
Keempat sahabat Reygan masuk ke kelas dan menghampiri meja laki-laki itu.
"Apa ini?" tanya Gala sambil membawa kotak makanan.
"Makanlah." kata Reygan langsung duduk di kursinya.
"Wah, kau sangat peka sekali." ucap Gala langsung membuka tutup kotak tersebut.
"Tentang kemarin malam, kenapa kau tiba-tiba mengikuti balapan liar?" tanya Gavin duduk di atas meja Reygan.
"Karena Zora." jawab Reygan dingin.
"Kenapa kau sampai melakukan hal yang berbaya seperti itu, untung saja kau hanya terluka ringan saja." imbuh Gala.
Reygan tidak bergeming, memang benar itu semua karena Zora.
"Jangan kasih tau ke dia maupun istriku." ucap Reygan
dasar Reagen lebay
ngga ada akhlaknya...
korban dari orang tua yg selingkuh
menjodohkan anak yg masih sekolah