NovelToon NovelToon
Young Bride

Young Bride

Status: tamat
Genre:Nikahmuda / Beda Usia / Keluarga & Kasih Sayang / Romansa / Tamat
Popularitas:672.8k
Nilai: 4.7
Nama Author: Grace Putry

Hanya kenyataan yang sangat cepat membuat ku merasakan hidup bersama orang baru yang sama sekali tidak aku kenal terlebih di usiaku yang baru menginjak 18 tahun.

Dan kejadian kejadian yang terjadi seperti proses kehidupan terkhusus untukku.
Angelina Clarzie.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Grace Putry, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

21

Author POV

Aktivitas kedua insan yang baru saja bertunangan kembali seperti semula. Xavie dengan kesibukan di kantor dan Angelina yang hanya di istana besar mereka.

Pagi ini Xavie berangkat lebih awal karena ada sesuatu yang mendesak dan mendadak. Sedangkan Angelina masih bergelung dengan damainya di ranjang empuk mereka.

"Hoaamm.."Angelina bangun dan langsung saja terduduk. Dia melirik jam di nakas, pukul 08.30.

Dia berjalan turun dari atas ranjang untuk mencari Xavie. Apa Xavie sedang mandi? Atau sudah berangkat?Kenapa tidak membangunkanku?Pikir Angelina.

Angelina berjalan keluar kamar menuju ke arah dapur. Di sana dia bertemu Susan, salah satu pekerja di mansion.

"Susan, apa Xavie sudah berangkat kerja?."

"Ya Nona. Tuan sudah berangkat sejak pagi tadi. Apa Nona tidak di beritahu?."Tanya Susan.

"Ah begitu rupanya. Tidak. Xavie tidak memberitahu ku."

Susah hanya menunduk. Setelah itu Angelina kembali ke kamar lalu nersiap-siap. Dia memilih akan berkujung ke kantor Xavie sebab pagi tadi dia tidak terbangun saat Xavie berangkat kerja.

Setelah bersiap-siap Angelina turun menemui Susan dan menyuruh untuk membuatkan makan siang. Makan siang yang akan di bawa untuk Xavie.

"Susan tolong buatkan satu porsi makan siang yang cocok untuk Xavie hari ini. Aku belum terlalu tahu makanan apa saja yang sangat di sukai oleh Xavie. Jadi aku minta tolong kepadamu."Ucap Angelina kepada Susan sambil memelas.

"Baiklah Nona. Dan sekedar info, Tuan Xavie sangat menyukai daging sapi terserah itu olahan apapun Tuan akan sangat menyukainya."Jawab Susan. Angelina yang mendengar itu hanya mengangguk tanda paham. Angelina juga yang belum terlalu pandai memasak hanya duduk dan memakan makanan yang sudah di siapkan untuknya sambil memantau apa yang di lakukan oleh Susan.

Setelah hampir sejam menunggu makanan untuk Xavie pun siap. Angelina bergegas membungkus semua makanan itu lalu memanggil supir untuk mengantar nya ke kantor Xavie.

*****

Angelina POV

Hari ini aku bangun kesiangan dan tidak mendapati Xavie di sebelahku seperti biasanya. Aku mencari nya ke kamar mandi tetapi tidak ada. Aku lalu bertanya kepada Susan dan katanya Xavie sudah berangkat sejak pagi tadi.

Huft... Aku tertidur pulas dan tidak di bangunkan. Sebenarnya ada hal mendesak apa yang membuat Xavie pagi-pagi sekali sudah berangkat.

Aku memilih bersiap-siap dan akan mengunjungi Xavie ke kantornya sembari membawakan makan siang untuk nya. Dan maafkan aku yang belum terlalu pandai memasak dan sekali lagi harus meminta bantuan Susan untuk memasakan makan siang untuk tunangan ku itu.

Sekarang aku dalam perjalanan ke kantor Xavie bersama dengan supir yang di tugaskan khusus mengantarku kemana saja.

"Pak Karim, Apa kantornya masih jauh?."Tanyaku. Percayalah ini pertama kali nya aku akan berkunjung ke kantor Xavie setelah lebih sebulan aku hidup bersamanya.

"Sedikit lagi sampai Nona."Jawab Pak Karim sopan.

"Ah baiklah. Tapi apakah Xavie sedang berada di kantor jam segini? Tidak kemana-mana bukan?."

"Untuk itu saya tidak terlalu tahu Nona. Atau lebih baik Nona menelepon Tuan terlebih dahulu untuk memastikan apakah Tuan ada atau tidak."Usul Pak Karim.

Ah ada benarnya juga. Tapi aku ingin memberi kejutan berserta makan siang ini untuk nya. Tidak akan seru kalau sudah mengabarinya terlebih dahulu.

"Tidak usah Pak. Aku ingin memberi kejutan untuk Xavie. Setelah mengantarku Bapak boleh kembali. Pulang nanti aku akan bersama Xavie."Kataku lagi sambil tersenyum kepada Pak Karim.

"Baik Nona."

Perjalanan kami pun sampai. Aku melihat betapa tinggi menjulangnya bangunan kantor milik Xavie. Walau tidak ada bedanya dengan punya Papa tapi tetap saja aku masih kagum dan berdecak suka dengan semua yang di potret mataku ini.

Aku melangkahkan kaki jenjangku menuju ke dalam kantor. Aku menuju meja resepsionis. Aku melihat sesosok wanita cantik dengan busana yang sopan sedang duduk di meja itu.

"Permisi.."Kataku sopan. Aku melihat wanita itu berhenti sejenak dari pekerjaannya dan melihat ke arahku.

"Selamat datang. Ada yang bisa saya bantu?."Katanya sambil langsung bangun dan berbicara sopan kepadaku.

"Ah.. Maaf apa saya bisa bertemu denga Xavie?."Tanyaku sambil tetap tersenyum.

"Maaf tapi apakah anda sudah membuat janji dengan Tuan Xavier?."

"Ehmm. Belum tetapi saya hanya ingin mengantarkan makan siang untuk nya."

"Maaf tetapi peraturan kantor ini apabila setiap tamu yang ingin bertemu dengan boss kami harus membuat janji terlebih dahulu."Jawabnya sambil tersenyum sopan kepadaku.

Aku yang mendengar itu hanya mendesah pelan. Seharusnya aku mendengar ucapan Pak Karim untuk memberi kabar terlebih dahulu kepada Xavie.

"Baiklah terima kasih."Kataku sambil berbalik ingin melangkah keluar.

Tetapi langkahku terhenti ketika bunyi dentingan lift terbuka dan suara high heels terdengar. Aku mengalihkan mataku ke arah sumber suara. Dan betapa terkejutnya aku melihat Xavie berjalan dengan seorang perempuan cantik dan berpakaian sexy. Walaupun wajah Xavie terlihat sangat dingin tetapi aku bisa melihat kalau dia tidak merasa terganggu dengan perempuan cantik yang sedang bermanja di lengan kekarnya itu.

Aku melihat mereka berjalan menuju kedepan. Dan aku berdiri di antara beberapa tembok untuk bersembunyi. Astaga.. Hanya melihat mereka bergandengan tangan mesra bisa membuat ku hampir tidak bernafas.

Aku masih memandang ke arah mereka dan betapa terkejutnya aku untuk kedua kalinya, perempuan yang entah siapa itu mencium Xavie tiba-tiba dan seperti itulah Xavie hanya diam sambil terlihat sedikit mendorong tubuh perempuan itu menjauh. Aku sungguh panas. Langsung saja aku berjalan ke arah mereka dan melemparkan box makanan di tangan ku ke arah mereka.

Aku melihat perempuan itu melepaskan ciumannya lalu memandang marah ke arahku. Begitu juga dengan Xavie yang terkejut sekali melihat kehadiranku.

"Hey. Apa anda terkejut Tuan?."Kataku mengejek. Xavie yang mendengar ucapanku seketika mendorong jauh tubuh perempuan itu lalu berjalan mendekati ku.

"Baby. Itu tidak seperti yang kamu lihat oke?.Aku bisa menjelaskannya hem?."Katanya sambil berusaha memegang tanganku tetapi langsung saja ku tepis.

"No no Tuan Xavier. Urusi dulu perempuan mu ini. Saya permisi."Kataku sambil berlalu tanpa memperdulikan teriakan Xavie dan juga teriakan perempuan yang tidak ku ketahui siapa namanya itu.

Aku bisa mendengar perempuan itu memanggilku jalang dan menyumpah serapah ku. Tetapi apa? Aku tidak mendengar belaan dari Xavie saat perempuan itu berteriak merendahkan ku.

Hatiku sungguh sakit. Aku melangkah aambil menghapus air mata yang mulai berjatuhan. Sungguh tidak adil bukan? Baru kemarin aku dan dia meresmikan hubungan kami sekarang sudah ada masalah tak baik seperti ini? Apa aku yang terlalu kekanakan dan tidak mau mendengar penjelasannya? Ahh sungguh kepalaku hampir pecah.

Aku berjalan mencari taksi dan bergegas kembali kerumah lama ku. Rumah Papa. Aku ingin sendiri dan semoga saja aku tidak lagi trauma dengan rumah itu dan bisa berada disana untuk beberapa saat.

1
Grace Putry
Hai gais kalo cerita ini aku revisi dan terbirkan jdi buku kalian mau ga buat dukung?🤭
Rhenii RA
baby, hem, ish😁
Grace Putry: Yukk kak mampir cerita baruku. Dijamin suka kayak cerita yg pertama 🥰
total 1 replies
Rhenii RA
nampan bukan mapan thor
Rhenii RA
Plin plan sekali jadi orang🥴
Rhenii RA
Iblisnya bisa diperdaya Xiela tapi😆
Rhenii RA
masalahnya berbelit2 gak kelar
Rhenii RA
Pertanyaannya kenapa dia cepet2 pengen liat Xavie kalau ujungnya lari lagi kaya kuda pengen e'ek?
Rhenii RA
dari dulu ancamannya itu terus mas Xavie, tapi tetep aja ngebiarin si Jal**g bebas berkeliaran🤪
Rhenii RA
terlalu baik membuat kita terlihat sangat lemah😑
Rhenii RA
Seharusnya itu si ibu tiri dimasukin dulu ke dalem karung, biar ga kabur2
Rhenii RA
tuh kan kebanyakan POV, ceritanya jadi ngulang2 thor😌
Rhenii RA
Saran aja thor, kalau bisa POVnya dikurangi agar ceritanya tidak terkesan berulang☺
Sudirman Sudirman
bkn main si babang main nyosor aja 😁😁😁
Sudirman Sudirman
baru baca sepertinya seru ....
Paramitha Tikva
kenapa gak dilaporin ke polisi aja
Paramitha Tikva
heis kenapa tdk minta tolong papanya X buat tanya nomor camernya biar dikasih nomor angel,,bah hidupmu X riweh amat
Ahmat Hapids
kalo gini caranya jangan salahin sikap angelina kedepannya kalo benci sama xavier
Ahmat Hapids
wow beda usia 18 tahun
Rhenii RA
labil sih ceweknya, malah kabur
Rhenii RA
antara baik dan bego hanya beda tipis😪
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!