Bagaimana jadinya jika persahabatan yang di jalin begitu lama, ternyata menimbulkan benih benih cinta ?
Ya, itulah yang di rasakan oleh Sasikirana, seorang gadis yang masih duduk di bangku SMA.
Si gadis tomboy, dan selalu menjadi biang ribut di sekolah, siapa yang menyangka ternyata memiliki perasaan cinta pada sahabatnya sendiri.
Akankah Sasi jujur dengan perasaan nya ? ataukah dia akan mengubur dalam dalam perasaan itu ?
Ikuti terus kisah nya, Sasi si gadis tukang bikin rusuh.
Happy Reading 🌹
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ratu_halu, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Hampir menyerah
Menit berganti hari,
Hari berganti minggu,
Minggu berganti bulan,
dan Bulan pun sudah berganti dengan tahun,
Waktu tidak bisa di percepat juga tidak bisa di perlambat. waktu selalu berputar pada poros nya dan dia tidak bisa di ulang kembali, begitupun dengan masa lalu yang di rasakan sasi,
4tahun sudah dia tidak bertemu dengan orang yang selalu dia sebut dalam doanya, lelaki yang akan selalu menjadi cinta sebelah tangannya,
Semenjak kejadian hari itu, sasi menutup akses agar orang itu tidak tau keberadaan dia. sasi juga meminta kedua orang tua dan kakaknya untuk tidak memberitahukan dimana dia berada.
Jika di tanya, apakah sasi merindukannya ? tentu saja jawabannya iya, tapi sasi masih mengingat dengan jelas setiap kata yang di ucapkan oleh laki laki tersebut, kata kata yang begitu menyakitkan bagi sasi, kata kata yang membuat hati nya sangat terluka.
"non, berangkat sekarang ?" tanya bi sumi
"iya bi, ayo.." jawab sasi sambil membawa dua koper besar, satu milik sasi dan satu lagi milik bi sumi
"sini non, biar bibi yang bawa," bi sumi seraya mengambil pegangan koper di tangan sasi
"gak apa apa bi, nggak berat ko," jawab sasi sambil tersenyum
Mereka berdua pun berangkat menuju bandara dengan menggunakan taxi online,
"non, gak nyangka ya akhirnya non sasi udah lulus," bi sumi memulai obrolan selama perjalanan menuju bandara,
"bibi nggak nyangka loh, non sasi bisa bertahan tanpa ibu dan bapak (panggilan bi sumi untuk ayah dan bunda sasi),"
Sasi menolehkan kepalanya dan tersenyum, "makasih ya bi, udah nemenin sasi selama 4tahun ini," sasi memegang tangan bi sumi,
Sasi kini sudah menjelma menjadi wanita seutuhnya, dia sudah tidak lagi menggunakan celana sobek sobek yang selalu menjadi kebanggaannya, sasi yang sekarang sudah bisa berdandan walau seadanya, dia juga tidak lagi menjadi sasi yang ceroboh dan biang ribut seperti saat sekolah dulu,
"non, kenapa saat kuliah dulu non sasi gak pernah pulang untuk ketemu ibu dan bapak dan kak bian juga ?" tanya bi sumi penasaran, karna selama ini sasi tidak pernah pulang bahkan saat liburan semester,
"pernah bi, kan kalau hari raya sasi pulang, bibi juga pulang kampung kan tiap hari raya ?" kini giliran sasi membalikkan keadaan,
"iya sih non, tapi kalau liburan semester non sasi cuma dirumah aja nggak kemana mana, padahal kan lumayan non liburan semester bisa dua bulanan kan ?" tanya bi sumi lagi
"bukan gak mau bi, tapi aku takut ketemu dia !"
Sasi hanya menjawab dengan senyuman,
Karna sibuk berbincang, mereka pun tidak menyadari sudah tiba di bandara,
Setelah menunggu selama hampir 2jam di bandara, akhirnya sasi dan bi sumi pun sudah duduk di dalam pesawat, dengan sasi yang berada di dekat jendela,
"Non, bibi takut," ucap bi sumi
sasi mengerutkan keningnya, "takut apa bi ?"
"takut naik pesawat, ini kali ke dua bini naik pesawat yang pertama pas nganter non sasi berangkat 4 tahun lalu," ucap bi sumi sambil memegang dengan kencang sabuk pengamannya
"tenang bi, cuma satu jam ko nggak lama, bibi berdoa aja ya sambil tutup mata, nanti sasi kasih tau kalau udah mau sampe,"
Terlihat jelas bukan bagaimana sasi yang sekarang ? sasi kini lebih kalem dan nada bicaranya pun lembut,
**
Sementara itu,
"Kak, please, Axel mohon, kasih tau dimana sasi !"
"ni anak, udah 4 tahun kalau ketemu yang ditanyain cuma sasi, sasi, sasi terus !" jawab Bian
"ya lagian kalian jahat banget sih, gak ada yang mau ngasih tau dimana sasi, 4 tahun ka aku gak ketemu sasi,"
"tanya mami papi kamu, udah sana pergi ah, ganggu aja," usir bian di ruang kerjanya
"mereka juga gak mau ngasih tau dimana sasi," seru Axel
"kalau gitu sama, ha ha ha, pergi sana, kamu kaya gak ada kerjaan lain aja tiap hari datang kesini,"
*
Flashback On
Setelah menginjakkan kakinya di hongkong, Axel tidak lagi di perbolehkan kembali ke jakarta, mami dan papinya meminta axel untuk melanjutkan kuliah di negara itu,
Lagi lagi, axel tidak bisa menolaknya, hari demi hari axel jalani dengan kerinduan terhadap sahabatnya itu, seperti di telan bumi semenjak hari ujian terakhir di sekolah menengah nya dulu sasi tidak pernah terlihat lagi, dia sudah mencoba mencari dimana sasi tapi tidak ada yang mau memberitahunya, termasuk kedua orang tuanya,
Axel bahkan bertanya pada teman sebangku sasi dulu, tapi dia juga tidak tau kemana sasi, ya Wulan teman sebangku sasi yang bercita cita ingin kuliah di kampus impiannya ternyata tidak bisa karna gagal di seleksi awal,
Axel tidak pernah mengganti nomer hpnya, dia selalu mencoba menghubungi nomer sasi berharap sasi sudah tidak memblokirnya lagi, dan itu dia lakukan setiap hari selama 4 tahun,
Axel beberapa kali mencoba untuk berpacaran dengan gadis hongkong, teman kampusnya, tapi lagi lagi selalu gagal, karna hati dan pikiran Axel terus tertuju pada sasi,
Dan saat ada reuni sekolah, Axel selalu datang berharap sasi pun hadir di pertemuan itu,
dan hari ini setelah 4 tahun berada di hongkong, axel memutuskan untuk kembali ke jakarta,
"apa aku harus menyerah dan tidak lagi mencari kamu ?
*
Flashback Off
**
Setelah di usir Kak bian, axel pun kembali ke apartemennya. Ya, seperti kebanyakan para pewaris tahta, dia lebih memilih tinggal di apartemen daripada di rumah mewahnya,
Axel sudah berada di jakarta selama hampir 5bulan, dan kegiatannya setiap hari adalah mengunjungi kakak dari sahabatnya, membujuk ka bian untuk memberitahukan dimana adiknya berada.
Dan selain itu juga, axel sudah menjadi seorang CEO muda, usianya baru 23tahun, tapi dia sudah di percaya oleh kedua orang tuanya untuk menjalankan bisnis keluarga yang ada di jakarta. Siapa yang tau, bahkan tanpa pengalaman apapun selama 5bulan ini perusahaan yang di pegang Axel berkembang pesat,
Setelah tiba dikamar nya Axel segera memilih baju, karna hari ini adalah hari pernikahan teman sekolahnya, axel tidak mau terlambat untuk menghadiri pesta tersebut,
Axel sudah janjian dengan teman teman nya untuk berangkat bersama menuju acara itu, setelah selesai berpakaian axel lalu menyambar kunci mobilnya dan menuju tempat yang di janjikan,
Hampir 30 menit Axel dan teman temannya sudah tiba di gedung, tempat pernikahan itu berlangsung,
"xel, apa kabar ?" ucap seseorang
"baik," jawab axel sambil menerima uluran tangan orang itu "lo gimana, Gar ?" Axel bertanya balik
Ya, orang itu adalah Gara, teman sekelasnya dulu, yang pernah secara terang terangan mengatakan menyukai sasi, sahabatnya
"baik," jawab gara,
Setelah saling berbasa basi, axel dan kawan kawan nya pun berjalan menuju pelaminan,
Axel berjalan lebih dulu dan di ikuti oleh teman temannya,
"selamat ya za, gue gak nyangka dari kita lo duluan yang merit," ucap axel sambil memeluk sekilas temannya tersebut
Benar sekali, hari ini adalah hari pernikahan Reza dan Wulan, setelah lebih dari 4 tahun mereka berpacaran, akhirnya Reza memberanikan diri untuk meminang kekasih hatinya itu,
"Thanks bro, udah nyempetin dateng ke pernikahan gue," ucap Reza membalas pelukan axel
Mereka pun bergantian untuk mengucapkan selamat pada Reza dan Wulan, tidak lupa mereka mengabadikan moment dengan berfoto di atas pelaminan itu,
"xel, tunggu !" panggil Wulan saat axel dan teman teman nya turun dari atas panggung pelaminan..
Wulan meminta axel untuk naik lagi ke atas panggung pelaminannya,
"Ada apa ?" tanya Axel saat sudah berada tepat di depan kedua raja dan ratu sehari itu,
"Sasi tadi kesini,"
...**************...
Mohon dukungannya ya, untuk Like dan Komentarnya dan kalau berkenan boleh kirim bunga dan kopi nya 🌹
Jangan lupa untuk klik tombol Vote dan Favorit buat yang belum yaa...
Love You All 🥰
💜