NovelToon NovelToon
Bangkitnya Sekte Kuno: Meraih Puncak Tertinggi

Bangkitnya Sekte Kuno: Meraih Puncak Tertinggi

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi Timur / Balas Dendam / Kultivasi
Popularitas:12.5k
Nilai: 5
Nama Author: Miss_Dew

Sekte kuno Pedang Langit yang berjaya selama seribu tahun, dalam lima ratus tahun terakhir mengalami kemunduran akibat seluruh guru besar dan murid sekte bahkan sesepuh serta ketua sekte tewas dalam perang melawan Klan Iblis. Hanya tersisa, seorang murid luar Li Tianchen dan mendapatkan warisan dari guru besar. li Tianchen menjadi ketua sekte Pedang Langit.
Hidup damai dan nyamannya mulai terusik, saat Sekte -sekte baru menyerang dan ingin menguasai wilayah sekte Pedang Langit.
Mampukah Li Tianchen mempertahankan sekte pedang Langit? Dapatkah Tianchen mendapatkan murid untuk membantu sekte meraih puncak tertinggi?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Miss_Dew, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

SEKTE KUNO 33

BLAMMMM!

Sebelum Kepala Desa sempat menarik kembali pedangnya, Guru Besar Zhao bergerak secepat kilat. Ia muncul tepat di depan Kepala Desa, mendaratkan satu tendangan berlapis qi Ranah Suci tepat di perut pria itu!

BUMMM!

"Guhaaak!" Kepala Desa memuntahkan darah dalam jumlah banyak, tubuhnya melayang menghantam tanah dengan keras, pedangnya terlempar dan patah menjadi dua bagian. Ia terkapar lemas, tidak mampu lagi bangkit berdiri.

Warga desa menjerit ketakutan, berkerumun saling memeluk dengan wajah dipenuhi keputusasaan.

Guru Besar Zhao mengibaskan tangan bajunya, merapikan lipatan kainnya dengan raut wajah sangat dingin dan kejam. Matanya memancarkan niat membunuh yang amat pekat saat menyapu seluruh warga desa.

"Desa terpencil yang tidak tahu aturan dan tidak kooperatif..." bisik Guru Besar Zhao dengan suara yang menusuk tulang. "Karena kalian telah berani melawan dan menghina kehormatan Sekte Awan Surya, maka tidak ada gunanya membiarkan desa ini tetap berdiri. Hari ini, aku akan memusnahkan kalian semua agar menjadi pelajaran bagi desa-desa lainnya!"

Guru Besar Zhao mengangkat kedua tangannya ke udara. Energi spiritual Ranah Suci meluap deras dari tubuhnya, membentuk puluhan tombak api membara di atas kepala warga desa, siap menghujani dan membakar habis seluruh pemukiman beserta isinya!

"Mati kalian semua!" seru Guru Besar Zhao kejam!

"TIDAAAAK!" jerit warga desa dalam kepanikan luar biasa.

Namun, tepat pada detik ketika puluhan tombak api itu hendak meluncur turun...

"Sekte sebesar itu, tapi kelakuannya lebih menjijikkan dibanding cacing tanah."

Sebuah suara datar, tenang, dan sangat dingin mendadak bergema murni di tengah lapangan desa, memotong seluruh gemuruh energi api di udara.

Ssssshh!

Tanpa ada kilatan cahaya atau guncangan angin sama sekali, puluhan tombak api membara milik Guru Besar Zhao mendadak padam dan lenyap begitu saja dari udara tipis, seolah-olah tidak pernah diciptakan!

Semua orang di lapangan tertegun membeku.

Di tengah-tengah antara warga desa yang terancam dan rombongan Sekte Awan Surya, sesosok pemuda bermuka tampan dengan jubah putih bersih telah berdiri dengan santai. Kedua tangannya terikat tenang di balik punggung. Pria itu tidak lain adalah Tianchen!

Mata Guru Besar Zhao membelalak kaget. Ia mundur setengah langkah, terkejut karena tidak mampu mendeteksi dari mana pemuda ini muncul atau bagaimana caranya memadamkan serangan tombak apinya dalam sekejap!

"Siapa kau?!" bentak Guru Besar Zhao dengan raut wajah murka karena diganggu. "Beraninya kau mencampuri urusan Sekte Awan Surya! Kau bosan hidup?!"

Tianchen menatap Guru Besar Zhao dari atas ke bawah. Pandangannya begitu tenang, bagaikan seorang manusia dewasa yang sedang memperhatikan seekor serangga kecil di tanah.

"Aku hanya seorang pejalan kaki yang kebetulan lewat," sahut Tianchen santai. "Tapi melihat seorang tua bangkai yang mengaku dari sekte besar menindas anak kecil dan orang tua renta... sungguh pemandangan yang sangat mengganggu mataku."

Mendengar kata "tua bangkai", wajah Guru Besar Zhao seketika memerah padam oleh kemarahan yang meluap-luap! Sebagai seorang ahli Ranah Suci yang dihormati di mana pun ia berada, belum pernah ada orang yang berani menghinanya secara terang-terangan seperti ini!

"Bocah tengil tidak tahu tata krama!" teriak Guru Besar Zhao, auranya meledak kembali dengan penuh niat membunuh. "Kau pikir hanya karena kau memiliki sedikit trik aneh, kau bisa bersikap sombong di hadapanku?! Aku adalah Guru Besar Sekte Awan Surya, seorang ahli Ranah Suci! Hari ini, aku sendiri yang akan mencabut nyawamu dan menguliti tubuhmu!"

Ssssrreeeeng!

Guru Besar Zhao menarik sebilah pedang panjang berwarna merah membara dari sarungnya. Aura Ranah Suci Tingkat Awal memancar penuh, menggetarkan tanah di bawah kaki semua orang.

Tianchen hanya menghela nafas halus, menggeleng-gelengkan kepalanya dengan agak prihatin saat menatap pedang membara tersebut.

"Hanya Ranah Suci?" gumam Tianchen pelan, suaranya sangat jelas terdengar oleh semua orang di lapangan. "Di mataku... kau tak lebih dari seekor semut yang merayap di tanah."

Seluruh lapangan seketika menjadi hening mencekam!

Mata kedua murid Sekte Awan Surya membelalak hampir keluar. Warga desa menahan napas dengan rasa tidak percaya yang amat sangat. Seorang pemuda yang tampak sangat muda... baru saja menyebut seorang ahli Ranah Suci sebagai seekor semut?!

"APA YANG KAU BILANG?!" raung Guru Besar Zhao dengan mata menyala merah oleh amarah yang menggelegar! Tubuhnya bergetar hebat karena rasa terhina yang membakar jiwanya! "Ranah Suci dianggap semut?! Lalu kau menganggap dirimu apa?! Seorang Maharaja?! Dasar anak muda bodoh tidak tahu diri yang hanya bisa sesumbar!"

"Aku tidak perlu sesumbar di hadapan seekor semut," balas Tianchen datar.

"MATI KAU, BOCAH SIALAN!!"

Tanpa mampu menahan amarahnya lagi, Guru Besar Zhao melompat kencang ke udara! Pedang merah membaranya memancarkan tebasan api raksasa setinggi sepuluh meter yang sanggup membelah bukit! Dengan seluruh kekuatan Ranah Suci miliknya, ia mengayunkan tebasan mematikan itu tepat ke arah kepala Tianchen!

BUMMMMMMM!

Tebasan api raksasa itu menghantam lokasi berdiri Tianchen dengan ledakan yang sangat dahsyat! Debu, batu, dan kobaran api membumbung tinggi ke langit, menutupi seluruh pandangan mata. Warga desa berteriak histeris, menyangka pemuda pemberani itu telah hancur menjadi abu.

Namun, saat uap api dan debu perlahan tertiup angin...

Semua orang melotot dengan mulut terbuka lebar!

Tianchen masih berdiri tegak di tempat yang sama persis tanpa bergeser satu milimeter pun! Jubah putih bersihnya bahkan tidak terkena setitik pun debu atau percikan api!

Dan yang paling mengerikan... Tianchen mengangkat tangan kanannya, dan dua jarinya, hanya dua jari sedang menjepit ujung pedang merah membara milik Guru Besar Zhao secara sempurna!

Tebasan api Ranah Suci yang sanggup meratakan bukit... dihentikan hanya dengan jepitan dua jari!

"A-Apa... Apa-apaan ini?!" jerit Guru Besar Zhao histeris! Wajahnya seketika pucat pasi bagaikan mayat. Ia berusaha menarik kembali pedangnya dengan seluruh tenaganya hingga urat-urat di lehernya menonjol keluar, namun pedang itu seperti tertanam di dalam gunung besi yang tak tergoyahkan!

Tianchen menatap mata Guru Besar Zhao yang dipenuhi rasa syok dan ketakutan yang mendalam.

"Selesai?" tanya Tianchen datar.

"T-Tidaaaak! Hantu! Kau monster!" teriak Guru Besar Zhao panik, berusaha melepaskan pegangan pedangnya dan melompat mundur.

Namun, sebelum ia sempat bergerak...

KLAK!

Dengan satu tekanan ringan dari dua jari Tianchen, pedang merah tingkat tinggi milik Guru Besar Zhao patah dan hancur menjadi belasan serpihan besi!

Tianchen mengibaskan tangannya. Satu serpihan besi yang patah meluncur bagaikan kilatan petir, menembus tepat di bahu kanan Guru Besar Zhao!

CZZZT! BAMM!

"AAAGHHHHH!"

Jeritan kesakitan yang sangat memilukan terdengar saat tubuh Guru Besar Zhao terlempar kencang dan menghantam tanah dengan keras, memuntahkan darah segar dan kehilangan seluruh kekuatan kultivasinya dalam sekejap!

1
SENJA
ga sia sia turun gunung 🤣
SENJA
wah mantabs! instan hasilnya
SENJA
hmmm kemana kesombongan kalian 🤨
❥␠⃝ ͭ🍁ˢ⍣⃟ₛ 𝐓𝐞𝐬𝐚🤎GD 😋🦄
wihhhh enaknya ada pil panjang umur disini bagi dong Li 🤭🤣🤣🤣🏃🏻‍♀️🏃🏻‍♀️🏃🏻‍♀️
❥␠⃝ ͭ🍁ˢ⍣⃟ₛ 𝐓𝐞𝐬𝐚🤎GD 😋🦄
Zhao ini merasa dia paling sakti saja jadi dia menindas orang seenaknya sendiri memaksakan kehendaknya sendiri belum tau aja kalo ketemu Li Tiancheng habis kau
❥␠⃝ ͭ🍁ˢ⍣⃟ₛ 𝐓𝐞𝐬𝐚🤎GD 😋🦄
ini ketua sekte apaan suka intimidasi orang seenaknya sendiri mana mau memaksa lagi padahal anaknya tidak mau😏
✿⃟‌⃟ᶜᶠᶻтяι'𝐆🤎 ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ🏡s⃝ᴿ
baru juga di tingkat Ranah suci sombongnya amit amit ini Zhao woy diatas langit masih ada langit kau memang cocok diseumpamakan dengan serangga kecil 🤭
SENJA
sukur lu 😤
SENJA
lu ga tau dia lebih hebat tapi ngga sombong dan banyak bacot kaya lu 😄
SENJA
hmmm sombong amat 😤😤😤
✿⃟‌⃟ᶜᶠᶻтяι'𝐆🤎 ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ🏡s⃝ᴿ
dihhh ini sekte awan kok memaksa anak kecil supaya masuk ikut ke sektenya aneh anaknya mau kali kakeknya juga ikut tapi dia tak mau menerima kakeknya 😏
SENJA
mantabs! lawang sekte sombong begini 😤
SENJA
hmmm baru sekte menengah aja gayanya selangit 😮‍💨
✿⃟‌⃟ᶜᶠᶻтяι'𝐆🤎 ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ🏡s⃝ᴿ
wah bakalan seru nih nanti Valeska sama Su Ziyan 🤔🤭🤣🤣🤣
SENJA
berasa jalan jalan aja 😄
SENJA
lemah aja sok keras Lu 😄
SENJA
baru setitik itu 🤣
SENJA
belum tau aja kau rubah 🤣
✿⃟‌⃟ᶜᶠᶻтяι'𝐆🤎 ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ🏡s⃝ᴿ
Ling Ling kalo kau keras kepala yang rugi kau sendiri bilang tidak mau lagi kau yang akan rugi
✿⃟‌⃟ᶜᶠᶻтяι'𝐆🤎 ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ🏡s⃝ᴿ
berpikir positif aja luu Valeska kau itu terluka parah kultivasi juga turun jauh kalo nurut sama Li Tiancheng minimal kau disembuhkan dan bisa kembali kuat lagi bahkan lebih 🤭
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!