NovelToon NovelToon
Erlangga Aileen Satria

Erlangga Aileen Satria

Status: tamat
Genre:Playboy / Cinta pada Pandangan Pertama / Kehidupan di Sekolah/Kampus / Romansa / Tamat
Popularitas:61.6k
Nilai: 5
Nama Author: aria adelia

Kisah seorang laki laki tampan dan kaya raya yang memperjuangkan cintanya. Wanita ini amat galak, sinis dan kasar. Namun, Elang ini cinta pada pandangan pertama, walaupun ia yang memang seorang biawak bandoeng ini, namun ia tak pernah merasa deg deg-an saat berpacaran dengan beberapa wanita. Tapi saat bertemu Bulan, Ia benar benar terpaku oleh kecantikannya yang katanya bak bidadari yang turun dari kahyangan.

"Lan, Gua kira loe nerima gua karena alesan kasian, yah... Mana mungkin sih ya? Cewek cantik dan sempurna kayak loe punya tipe yang kayak gua, Pasti loe gak suka cowo kayak gua, yang super aktif ini, iya kan?" -Elang-

"Tapi asal loe tau lan, Gua, Erlangga, mencintai elo sampe ke ubun ubun, oke? Jangan lupain itu," -Elang-

Begitulah, elang masih mengira kalau cintanya diterima hanya karena semata mata bulan kasihan pada elang. Namun kenyataannya, bulan menerima elang dengan tulus dan mencintainya dengan sungguh sungguh. Bulan yang mulai luluh dengan Elang pun mulai menerimanya

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon aria adelia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 21

Bulan agak mematung melihat Elang. Napasnya tidak beraturan diikuti batuk yang lumayan parah. Ada apa ini??? Pikirnya Bulan heran.

"Tenang aja... Ya... Mochi, Neko, meoo, Cicil... Gua... Gak papa... Gak usah... Khawatir..."

"Lang?" panggil Bulan dari belakang, membuat Elang agak terperanjat kaget.

"Eeeh... Bulan... Aduh... Malu... Gua nya... Lagi kayak... Gini... Hosh... Hosh..." Jawab Elang menutup wajahnya.

"Loe kenapa? Loe asma?" tanya Bulan dan Elang menggelengkan kepalanya cepat.

"Bukaan... Sehat gua mah... Ini... Alergi gua kambuh... Hosh... Hosh... Hosh... Cape gua... Daritadi gini mulu... Takut mati... Masa gua meninggoy sebelum nikahin loe... Sih...???" Jawaban Elang yang membuat Bulan menjitak kepalanya.

"Ngomong tuh yang bener! Lagi gini juga masih bisa bisanya becanda lu ya?"

"Sakit... Hosh... Hosh... Engap banget ih... Hosh... Hosh..." Kata Elang sambil terus memukul mukul dadanya.

"Jangan dipukul! Nanti dada loe memar! Kayak si Chio aja loe, kalo mode bengek nya kumat pasti gitu," Ketus Bulan menahan tangan Elang agar tidak memukul dadanya lagi.

"Tapi.... Uukkh!!! Hosh... Hosh... Hosh..." Elang mencengkram dadanya kuat.

Bulan yang sedikit iba itu pun duduk di samping Elang. Ia mengusap kepalanya pelan, Elang pun menyandarkan kepalanya di punggung Bulan sambil sesekali memukul dadanya lagi.

"Bentar lan... Gak kuat... Hosh... Hosh... Hosh..."

"Loe punya obat nya gak?" Tanya Bulan kemudian.

"Gak ada..." Jawab Elang pelan.

"Lah terus gimana dong ini?"

Bulan pun membalikkan badannya dan memegang wajah Elang yang merah itu, Bulan juga membiarkan Elang duduk.

'Gue gak mau kayak gini tapi ini demi kesehatan si Elang,"

Elang yang agak membungkuk itu ditangkap bulan dan masuk ke pelukannya. Bulan mulai mengelus punggung Elang pelan pelan, membuat Elang terkejut, namun ia juga harus berusaha agar alerginya berhenti kumat. Elang mulai menarik napas dalam dalam dan membuangnya perlahan juga. Ia melakukan hal itu atas perintah mamahnya yang selalu begitu ketika Elang alergi.

*2 Tahun lalu...*

Elang menangis terus karena nyeri di dadanya tak kunjung hilang akibat alerginya terhadap kucing. Iya, dulu Elang adalah anak yang cengeng ketika ia sakit. Wajahnya mulai memerah akibat ruam dan demam. Satu serangan saja dapat membuat Elang tumbang. Sementara dokter menyarankan agar Elang di uap supaya tidak sesak lagi. Namun Elang yang keras kepala itu tetap enggan dan malah bersembunyi. Mamah mulai membujuknya supaya Elang menurut.

"Nggak mau... Elang gak mau di uap lagi... "

"Yaudah, sini liat mamah ya?" Ucap mamah lembut.

Elang pun duduk di sebelah mamah sambil terengah engah dan menangis.

"Coba sekarang Elang tarik napas dalem dalem, nanti buang pelan pelan. Kalo kamu gak mau di uap, kamu harus nurut sama cara mamah yang ini,"

Elang pun mulai menurut dengan arahan sang mamah sampai sesak nya berhenti. Dan itu rutin ia lakukan dulu, ketika Elang masih nakal untuk bermain bersama kucing kucingnya sampai alerginya parah.

*Flashback selesai...*

Elang pun mulai di baluri kayu putih ketika merasa sudah mendingan. Bulan juga membawakan teh manis untuknya yang ia buat.

"Huh! Niat ngasih tugas doang malah jadi ribet kek gini," Ketus bulan mulai berceloteh.

"Eeeh... Belajar jadi istri kan sekalian... Takutnya loe liat gue kambuh lagi kayak gitu, kan jadi tau." Jawab Elang setelah menyeruput Teh nya.

"Halu. Ha-Lu." Kata Bulan malu.

"No no no, its fine. Ini Elang, gak ada kata malu di rumus gua. Hehe... Makasih ya udah bantuin gua tadi. Jadi malu deh pas loe tiba tiba megang gua, Jadi... "Aku bergetar di sentuh bulan," gitu lho lan..." Ucap Elang malu malu kuching.

"Dih! Apaan! Dahlah, karna keadaan loe yang udah mendingan, mending loe isi keterangan disini. Cepet! Mau pulang!"

"Avaan tuh?" Kata Elang sambil menerima surat dari Bulan.

Elang mulai membacanya dengan seksama, ia pun tersenyum sambil memutar pulpennya dan mengisi formulir formulir itu dengan cepat.

"Nih, udah beres." Kata Elang sambil memberikan kertas itu.

"Cepet banget! Lu ngisi ngasal ya?!" Tanya Bulan Emosi.

"Nggak lah, mana mungkin Elang ngasal," Jawab Elang sambil menggaruk pipinya, padahal tidak gatal.

Bulan hampir lupa kalau ia hendak memberikan Elang bubur, ia pun mengeluarkan bubur itu dan buah buahan dari wadah nya, tentu saja Elang senang karena diberi sesuatu oleh Bulan.

"Waaahhh... Pas banget gua lagi laper, bentar. Gua mau ngambil sendok dulu," Seru Elang sambil berusaha berdiri, namun lagi lagi Bulan menahan Elang dan menyuruhnya untuk duduk.

"Kaki loe kan lagi sakit, minta tolong napa, " Keluh Bulan sambil pergi ke dapur Elang.

"Hehe... Mulutku hanya bisa berucap Cinta untukmu Lan," Jawab Elang terkekeh geli. Ia pun menerima sendok dari bulan.

"Anjir loe!" Ketus Bulan salting lagi, tidak dapat terhitung lagi berapa kali Bulan meng salting hari itu.

Elang pun mengusap tangannya dan bersiap nyerbu bubur Bulan. Dibukalah wadah itu, seketika mood makannya hilang karena bubur itu gosong.

"Mmm... Lan, kayaknya loe,, mandi lama ya sebelum ketemu gua jadi buburnya gosong gitu..." Ucap Elang ngeri, membuat bulan kembali malu. Sejujurnya bulan tidak bisa memasak, untuk membuat bubur saja ia harus melihat resep di youtube.

"Ng, nggak ih! Itu... Gak enak ya...? Ya, ya sorry! Gue gak bisa masak! Puas loe?!" Bulan yang malah emosi karena kesal.

Elang pun menutup mulutnya dan merasa bersalah, apakah perkataannya menyinggung bulan sampai ia marah begitu? Elang meraih kepala bulan dan menggerai rambutnya.

"Gak papa... Gak papa gak papa, nanti gue bakal ajarin cara masak ala mas Elang, suami paling baik yang tiada duanya!!!" Seru Elang sambil tertawa tawa, bulan pun ketularan tertawa karena suara Elang yang unik saat tertawa.

"Ehem, bantuin gua berdiri dong," Kata Elang yang kesulitan berdiri.

Bulan pun kembali membantu Elang dan memapahnya menuju dapur.

"Mari kita liat, apa apa aja yang ada di kulkas gua..." Gumam Elang sambil membuka kulkas estetok nya.

"Hmm... Cukup lah,"

Elang pun mengeluarkan bahan bahan masakan yang akan ia masak hari ini bersama Bulan.

30 menit pun berlalu sampai satu jam Elang asyik memasak di dapur. Walaupun terpincang pincang tapi ia semangat membuatkan makanan untuk Bulan. Sampai pada akhirnya... Selesai sudah. Makanan siap dihidangkan. Mereka pun duduk di meja makan sana. Entah ada berapa meja makan yang ada di rumah Elang.

"Finally!!!" Seru Elang sambil mengangkat kedua tangannya senang.

"Widiw... Keren keren..." Kata Bulan sambil bertepuk tangan kagum.

Seketika bulan berpikir, seharusnya ia yang memasak karena ia menjenguk, ini malah sebaliknya. Orang sakit yang melayani penjenguk bukan yang dijenguk. Bulan pun menundukkan kepalanya karena malu.

"Hm? Kenapa beb? Kok murung gitu...?" Tanya Elang yang muncul disebelah Bulan.

"Maap ya, harusnya gue ngasih yang terbaik buat loe, Tapi... Gue malah ngasih bubur racun ke elo," Jawab Bulan maluuuu sekali.

"Eh?! Baru nyadar loe?"

DEG!

1
Feni Novariani
Seru nih ceritanya...
Taurus06
uwaaw
Tini Timmy
liat fotonya




liat visulnya jadi inget wanna one lagi.....😌
Tini Timmy: sayang nya udah bubar.....
total 2 replies
Helmi Sintya Junaedi
thor, mo nanya si elang itu klo di dunia asli maen film ap atw grup k-pop ap??? serius nanya saya nh ...
jawab y thor
Helmi Sintya Junaedi: mantap thor,,, hayu buat novel baru lagi y
total 2 replies
Sunmei
2like hadir kak semangat
like balik iya
Ariaaa12: Makasih udah hadir ya kakak^^ Makasih juga udah mau mampir^^ Selamat membaca^v^
total 1 replies
Asep Najda
bagus,seru,rame,kocak,ngakak,luxu,
Asep Najda
lanjutin atuh kepo akunya
Ariaaa12: siap att a, di tunggu
total 1 replies
Helmi Sintya Junaedi
lanjuuuuut
Ariaaa12: halo^^ Boleh kenalan?
total 1 replies
Aron999
cerita seru kak, mantap👍
Tini Timmy
wah ganteng-ganteng banget 🤭
Ariaaa12: oh iya? ahahaha, makasih lho...
total 1 replies
Helmi Sintya Junaedi
bonus foto nya bikin senyum2,,,
Helmi Sintya Junaedi
semangat buat karya mu ya,,, 💪💪💪
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!