NovelToon NovelToon
Wanita Arogan Terjebak Dalam Dunia Novel

Wanita Arogan Terjebak Dalam Dunia Novel

Status: tamat
Genre:CEO / Transmigrasi ke Dalam Novel / Romansa / Dendam Kesumat / Chicklit / Tamat
Popularitas:224.3k
Nilai: 4.7
Nama Author: R.angela

Percayakah kamu adanya kesempatan kedua?

Seolah semesta ingin menghukum sekaligus memberikan kesempatan kedua bagi Senja, gadis Arogan yang selalu bersikap sesuka hatinya, entah bagaimana saat membuka mata setelah dibunuh oleh kekasih dan asistennya, Senja berada dalam dunia novel yang dia tulis sendiri.

Lantas, bagaimana kisah Senja di dunia Novel?

Siapkan imajinasi liar Anda, berpetualang dengan Airin Senja!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon R.angela, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Penculikan

Orang tua dari kedua anak yang sudah diselamatkan Senja mengucapkan terima kasih banyak kepada gadis itu karena sudah berhasil menyelamatkan anak mereka.

Kedua ibu itu memeluk Senja bergantian, menangis penuh haru atas semua yang Senja lakukan untuk menyelamatkan anak mereka.

Langkah Senja semakin ringan, dia semakin mencintai pekerjaan itu, yang bisa memberikan kebahagiaan dan keceriaan serta harapan bagi orang yang sedang sakit.

Sorenya papa Heru menjemputnya ke rumah sakit, karena dia sudah lama tidak pulang dan tidur di rumah mereka.

"Papa berharap kamu bisa kembali mendekatkan diri dengan mamamu, bagaimanapun sikapnya terhadapmu dia adalah Ibu kandungmu, Din," ucapnya mengingatkan putrinya untuk menjalin hubungan dengan ibu kandungnya.

Senja tidak mengatakan apapun, hanya mengangguk samar, menatap jauh ke luar jendela, menatap jalan raya.

Heru juga berinisiatif untuk membawakan sesuatu untuk mama Ratna. Mereka turun ketika melewati toko roti, membeli kue yang disukai ibunya.

Tapi kenyataannya tidak segampang yang dipikirkan Heru, buktinya begitu melihat kedatangan suami dan putri bungsunya, mama Ratna justru masuk ke dalam kamar.

Papa Heru menoleh ke arah anaknya dengan tatapannya mencoba mengatakan 'Kau harus bersabar.' Senja hanya membalas dengan senyum kaku, lalu pamit untuk naik ke atas.

Selalu begitu, saat makan malam keempatnya makan dengan hening, tidak ada canda tawa dan juga kegembiraan. Jadi, beralasan kalau Senja malas untuk pulang ke rumah.

"Mama tahu nggak kalau Dinda melakukan pekerjaan yang hebat. Setelah menyelamatkan nyawa tuan Stanfield, kemarin Dinda juga sudah menyelamatkan dua orang anak yang hampir tidak tertolong di meja operasi. Belum menjadi dokter yang sah, Dinda sudah banyak menolong pasien di rumah sakit," ucap Papa Heru merasa sangat bangga.

Seberapa bangga pun papa Heru bercerita tentang kemampuan Senja, tapi wanita itu tidak peduli dan Dinda yang mendengarnya menarik sudut bibirnya, tersenyum mengejek.

"Maaf, Tuan dan Nyonya, den Satria ada di ruang tamu," ujar Juminten memberitahu. Dinda dengan penuh semangat berdiri dari kursinya, menyambut kedatangan Satria.

Dia begitu merindukan pria itu, belakangan ini mereka jarang bertemu karena kesibukan Satria yang katanya mengurus perusahaan ayahnya.

Tidak berapa lama keduanya muncul di ruang makan sambil bergandengan tangan seolah ingin memamerkan kemesraan mereka kepada Senja.

"Papa, Mama, Satria nggak papa'kan makan malam bareng kita?" tanya Dinda yang masih berdiri di samping Satria.

"Tentu saja, Tante senang kamu mau bergabung dengan kami, Sat," ucap Mama Ratna begitu ramah.

Kalau tadi mama Ratna hanya diam menikmati makan malamnya, begitu Satria datang, wanita itu sibuk mencari perhatian terhadapnya, mencoba menunjukkan bahwa dirinya adalah calon ibu mertua yang baik.

Papa Heru mengerti keadaan Senja yang tidak nyaman malam itu, jadi dia berusaha mengajak Senja bicara agar bisa mengurangi sedikit kecanggungan yang terjadi di meja makan.

Dinda sengaja menggenggam tangan Satria di atas meja, agar Senja bisa melihat hal itu. Jujur, senja cemburu dan tidak terima, bagaimana juga Satria itu adalah kekasihnya.

Tapi ingatannya mengenai dirinya saat ini berada di dunia novel membuatnya tidak ambil pusing. Senja beranggapan saat dia kembali nanti ke dunia nyata, Satria juga akan kembali kepadanya.

Senja akhirnya bisa menarik napas lega. Kesesakan dalam dadanya menghilang, setelah makan malam itu usai. Dia beranjak bersama ayahnya yang merangkul pundaknya menuju ruang keluarga, berbincang dan juga bercerita mengenai harapannya terhadap Senja.

"Kamu kenapa sih ngeliatin mereka terus?" tegur Satria kepada Dinda yang duduk di ruang tamu, tapi masih bisa melihat ayah dan juga adiknya sedang berbincang dengan serunya. Sesekali terdengar tawa keduanya menandakan begitu menikmati perbincangan mereka.

"Aku benci padanya! Aku ingin sekali menghajarnya. Bagaimana kalau kita menghabisinya saja?" ucap Dinda tanpa sadar.

"Apa yang kau bicarakan, Ja. Bagaimanapun dia adikmu, mengapa kamu berpikiran untuk melenyapkannya?" bisik Satria tertahan. Dia tidak menyangka kalau Dinda sedendam itu kepada Senja.

"Kenapa sekarang kau jadi membelanya? Kau masih cinta ya sama Dinda? Kau masih menyayanginya? Iya? Atau kau ingin kembali kepadanya?" serang Dinda yang balik marah kepada Satria. Ucapan Satria dianggap bukan bentuk kepedulian kepada dirinya tapi karena masih ada rasa cinta untuk Senja di hati pria itu.

"Kenapa kamu bisa berpikiran seperti itu? Mana mungkin aku masih mencintai Dinda. Kalau aku masih mempunyai perasaan terhadapnya untuk apa aku melamarmu? Kamu tahu sendiri kalau aku hanya mencintaimu, dalam hatiku hanya ada kamu," ucap Satria membujuk gadis itu agar tidak marah padanya.

Tapi Dinda terlanjur kesal, dia juga marah karena ayahnya begitu sayang kepada Senja.

"Sudahlah tidak usah dipikirkan, bagaimanapun dibandingkan dia, kau sudah memiliki segalanya tanpa harus menyingkirkannya, semua harta orang tuamu akan jatuh kepadamu. Aku akan membantumu, akan selalu ada di sisimu. Kita akan melakukannya dengan cara elegan," ucap Satria menenangkan kekasih hatinya.

***

Siang hari baru Senja kembali ke rumah sakit, terlebih dahulu dia memasak untuk dibawanya ke rumah sakit, karena dia tahu teman-temannya pasti akan suka jika mendapat subsidi makanan. Walau kali pertama Senja masak, tapi ternyata dia mampu melakukannya. Namun, tentu saja tidak bisa dipungkiri, Juminten mempunyai andil besar dalam menyelesaikan masakannya.

Dengan langkah gontai, Senja memasuki area rumah sakit melalui pintu sayap sebelah timur, pintu yang jarang dilalui oleh orang yang datang ke rumah sakit itu. Entah apa yang menggerakkannya untuk lewat dari sana, biasanya dia memilih pintu masuk utama setiap datang ke rumah sakit itu.

Namun, ternyata semua itu sudah diatur oleh yang Kuasa. Kalau saja dia tidak memilih jalan dari pintu itu dia tidak akan mungkin mengetahui bahwa Leon, putra Susan saat ini dibawa paksa oleh dua orang pria dan memasukkan anak itu ke dalam sebuah van berwarna putih.

Mobil van itu sudah berlalu, membawa Leon pergi. Senja seketika bingung harus melakukan apa, dia melihat Tari yang juga baru sampai di rumah sakit dan kebetulan lewat dari pintu itu guna memarkirkan motornya, dengan cepat Senja meminjam motor Tari dan mengejar van putih yang membawa Leon pergi.

Di perempatan jalan van putih itu membelok ke sebelah kanan, Senja pun mempercepat laju motornya mengikuti van itu dari belakang, yang tanpa dia sadari, mobil yang dikendarai Edward juga melihat Senja yang membawa motor dengan begitu kencang.

Awalnya pria itu tidak peduli dan ingin terus melanjutkan perjalanannya menuju rumah sakit karena hari ini ayahnya akan pulang tapi entah mengapa hatinya merasa perlu mengikuti gadis yang menyebalkan itu.

Firasatnya mengatakan ada hal buruk yang sedang terjadi dan berhubungan dengan gadis itu. Edward tidak bisa mengabaikan rasa khawatirnya, dan segera membelokkan mobilnya mengikuti motor Senja.

Edward memutuskan mengejar Senja, ingin mengetahui apa yang membuat gadis itu berkendara dengan cepat seperti sedang dikejar oleh polisi yang ingin menilang dirinya.

1
Nana Niez
jdinmales kan kl kyk gini,, ngapain pake di tolak tinggal ikuti alurnya kan,, ruwet emang nih
𝓎𝑒𝑜𝓃𝓃𝒶
klo bergnti peran harusnya panggil dengan nama yg di perankan...jadinya bingung nanti di panggil senja di panggil dinda lagi jadi bingung
𝓎𝑒𝑜𝓃𝓃𝒶
agak bingung kadang dinda kadang senja iki piye to
Irmha febyollah
tokoh ny terlalu berlebihan. bagus juga si di hianati biar mampus
Nur Lela
luar biasa
Hikam Sairi
baca
Liana Simon
ceritamu menarik thor
Itoh
kdg masihh bingunggg
Ni Ketut Patmiari
ceritanya bagus... cm bingung pas di dunia novel namanya kbalik2
Ni Ketut Patmiari
bukan nya Husna dipecat ya?
Ni Ketut Patmiari
Luar biasa
Mita Karya Wati
Kecewa
Mita Karya Wati
saya suka sekali alur cerita nya,agak beda🙏🙏😊
Agnes Orindo
bagussss
Rika_Faris
koq langsung percaya aja senja nya... bukannya apa yg ada di dunia novel kebalikan dr dunia nyata.... bisa jadi temannya2 itu jahat
Purwanto Purwanto
luar biasa
Susilo Wati
Luar biasa
Susilo Wati
Lah,,,,,
Susilo Wati
Luar biasa
Sari
bagus walau halu hehehe
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!