NovelToon NovelToon
Suamiku Bukan Milikku

Suamiku Bukan Milikku

Status: tamat
Genre:Cintapertama / Nikahmuda / Poligami / Romansa / Tamat
Popularitas:505.9k
Nilai: 4.3
Nama Author: Humairah_bidadarisurga

MALAM INI HUJAN MENGGUYUR BUMI

Malam ini hujan mengguyur bumi,
dan suami tercinta tak ada di sini
dia mungkin sedang bercanda dan tertawa
bersama istri yang lain..
aku ingin menangis..
aku ingin sedih..
tapi dia berpesan padaku bila ini terjadi
maka kembalilah kepada cinta pada Allah
gelar lagi sajadah dan bersujudlah
baca lagi Al Quran penuh kecintaan
dan tetap genggam bahwa Allah adalah cinta teragung..
lalu kulakukan semua nasehatnya
hingga kudengar langkah kaki syaitan menjauh
syaitan itu sangat-sangat kecewa padaku
sebab tetap Allah tujuanku
di saat penuh rindu seperti malam ini.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Humairah_bidadarisurga, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

22

Kirana dan Syakir mengantarkan Bapak Arif kembali ke sel tahanan. Tangan Kirana tidak berhenti memegang lengan Bapak Arif dan menangis sepanjang jalan, menuju sel tahanan itu.

Saat sudah sampai di ruang tunggu untuk membesuk tahanan, Kirana mencoba menahan Bapak Arif yang sudah akan masuk ke dalam jeruji besi kembali.

"Bapak!!" teriak Kirana dengan histeris saat Napak sudah berbalik jalan menuju pintu besi tersebut dan akhirnya ditutup dan dikunci.

Kirana yang sejak tadi berdiri mematung langsung berlari ke arah pintu besi dan berteriak dengan keras.

Syakir menghampiri Kirana dan memeluk istri sahnya itu.

"Sudah Kirana, besok kita masih bisa membesuk Bapak. Syakir berjanji akan menemani Kirana setiap hari mengunjungi Bapak disini, sebelum berangkat ke Amerika," ucap Syakir dengan suara pelan.

Kirana hanya mengangguk pelan menuruti kata-kata Syakir yang kini telah sah menjadi suaminya.

"Terima kasih Mas, boleh malam ini kita tinggal dirumah Kirana, bukan dirumah Mas Syakir?" tanya Kirana dengan suara pelan.

Syakir mengangguk pelan, menyetujui apa yang diinginkan oleh Kirana. Bagi Syakir kini Kirana adalah segala-galanya.

Kedua mata Kirana sudah merah dan basah karena menangis sejak acara pernikahan yang sakral tadi hingga kini, air mata itu masih saja sesekali luruh begitu saja bila harus mengingat mendiang Ibunda Asih yang sudah tiada dan Bapak Arif yang berada di balik jeruji besi hingga beberapa tahun ke depan.

Syakir memegang erat tangan Kirana dan menggandeng Kirana menuju mobil yang terparkir di ujung gedung. Kedua orang tua Syakir dan Nenk Sugondo sudah pulang terlebih dahulu menggunakan mobil yang disediakan dari pihak perias.

Syakir membukakan pintu mobil bagian kiri untuk Kirana dan membantu Kirana untuk dapat duduk di jok mobil depan dengan nyaman.

Syakir menutup pintu mobil dan memutari mobil lalu naik di bagian pengemudi, menyalakan mesin mobil dan melajukan mobil itu dengan pelan.

Keduanya hanya terdiam tenggelam dalam pikirannya masing-masing.

"Mas Syakir, memang kapan akan berangkat ke Amerika?" tanya Kirana pelan lalu menatap Syakir dari arah samping. Lelaki si sampingnya itu benar-benar sempurna, wajah tampan, otak yang cerdas, perilaku yang baik, sholeh dalam beribadah, berani mengambil resiko untuk bertanggung jawab, dan masih banyak lagi kelebihan Syakir di mata Kirana.

Kini cinta Kirana benar-benar sudah utuh dan begitu tulus kepada Syakir.

Rasanya berat meninggalkan Bapak Arif sendirian di negara ini, terlebih Bapak Arif membutuhkan seseorang yang bisa memotivasi dan mendukung agar rasa percaya dirinya kembali timbul dan tidak terpuruk pada keadaan yang sedang menimpanya saat ini.

Syakir melirik ke arah Kirana yang masih menatap Syakir dengan wajah sendu dan berharap jawaban yang pasti dari suaminya itu.

"Kamu cemaskan keadaan Bapak Arif jika kita sudah berada di Amerika?" tanya Syakir pelan kepada Kirana.

Kirana langsung memalingkan wajahnya ke arah samping saat pertanyaan itu berbalik kepada dirinya. Kirana sudah hapal betul, Syakir, suaminya pasti sudah memikirkan hal ini jauh-jauh hari sebelum pertanyaan ini dilayangkan kepada Syakir.

"Kenapa diam, Kirana? Katakanlah, aku ini suamimu, berkeluh kesahlah kepadaku, Kirana," ucap Syakir dengan lembut dan masih fokus pada jalanan yang sedang dilewatinya.

"Ya Mas, Kirana kepikiran Bapak, bagaimana bila Kiran sudah pindah ke Amerika ikut bersama Mas?" ucap Kirana dengan suara pelan.

"Mas akan mencari orang untuk menjaga dan merawat rumahmu, dan mengantarkan makanan untuk Bapak setiap hari ke kantor polisi," ucap Syakir dengan mantap.

"Maksud Mas? Mas akan mencari orang untuk bekerja di rumah?" tangan Kirana pelan agar Syakir mau menjelaskan lebih jelas lagi.

"Iya, kamu setuju Kirana?" tanya Syakir pelan kepada Kirana.

"Itu solusi tepat dan cukup baik," ucap Kirana pelan menjawab pertanyaan Syakir.

Setengah jam sudah berlaku, perjalanan pulang sudah memasuki gang menuju rumah sederhana Kirana.

Tepat di depan rumah sederhana, Tina sudah berada dirumah Kirana dengan sengaja menunggu Kirana untuk membantu Kirana mengganti pakaian dan membersihkan riasan pada wajah Kirana.

"Kak Tina, tolong bantu Kirana, sepertinya kesulitan untuk turun," panggil Syakir kepada Tina, assisten rumah tangga dirumahnya yang sudah bekerja selama sepuluh tahun lamanya.

Tina adalah seorang yatim piatu dan belum menikah sampai saat ini, usianya kira-kira sudah menginjak kepala empat. Tina adalah kepercayaan keluarga Basith, awalnya Tina datang ke rumah Nenek Sugondo untuk meminta makan karena lapar. Sejak saat itu, Nenek Sugondo yang baik hati memberikan pekerjaan untuk membantu bersih-bersih di rumah besar itu.

Kemudian Tina ikut dengan Pak Basith, setelah Bunda Ayu melahirkan, agak kerepotan dalam mengurus rumah tangga.

Tina berlari ke arah pintu mobil sebelah kiri dan membukakan pintu mobil itu untuk Kirana.

"Kak Tina, terima kasih sudah membantu," ucap Kirana dengan suara pelan dan lembut.

Tina tersenyum dan mengangguk pelan.

Memakai kain panjang seperti ini, membuat Kirana berjalan bagaikan siput, sangat lambat sekali mengikuti langkah setapak demi setapak karena kain panjang yang dibalut ke tubuhnya sangat kencang.

"Pelan-pelan Kirana," ucap Syakir yang sejak tadi menunggu Kirana untuk masuk ke dalam rumah secara bersamaan.

Para tamu masih saja berdatangan, baik dari tetangga sekitar rumah Kirana, atau teman-teman Kirana yang kebetulan tahu tentang pernikahan Kirana dengan Syakir.

Syakir mengulurkan tangannya agar disambut oleh Kirana dan memegang istri tercintanya saat berjalan memakai kain panjang dengan sandal berhak tinggi.

Kirana masuk ke dalam kamarnya dan dibantu Tina untuk membuka baju kebaya dan kain panjang itu, sandal tinggi itu sudah dilepas karena kaki Kirana sudah terasa sakit dan pegal, betis terasa keram dan nyeri.

Balutan hijab yang di model begitu cantik menghias kepala Kirana juga sudah akan dilepas, termasuk mahkota sebagai simbol ciri khas adat budaya daerah Kirana.

Kain panjang itu sudah dibuka, begitu juga dengan baju kebaya yang masih melekat di tubuh Kirana, kini mulai dibuka satu per satu kancing kebaya itu.

Tina sudah menyiapkan baju ganti berupa gamis berwarna abu-abu, dengan hijab instan dengan warna senada yang merupakan mahar dari Syakir untuk Kirana.

Kirana sudah merapikan diri mengganti pakaiannya dan membersihkan wajahnya dari make up tebal yang masih melekat di wajahnya.

Syakir sendiri juga sudah mengganti pakaiannya di kamar lain dengan dibantu oleh asisten dari perias itu.

Syakir keluar dari kamar ganti itu, berjalan menuju sofa ruang tamu dan duduk dengan tenang disana sambil memainkan ponselnya, untuk menanyakan kesiapan pihak pemberi beasiswa tentang keberangkatannya ke Amerika minggu depan.

Tina membereskan semua perlengkapan dan peralatan yang telah dipakai Kirana saat acara pernikahannya tadi dan mengembalikan kepada pihak perias yang menunggu di kamar ganti sebelah.

Kirana keluar dari kamar dan melihat Syakir suaminya sedang duduk dan terlihat sibuk dengan ponselnya. Kirana menuju dapur, membuatkan kopi capuccino dan membawakan kue bolu yang dibuat oleh Kirana kemarin sebelum acara pernikahan untuk Syakir, suaminya.

1
Shifa Burhan
authornya kayak seorang wanita muslim yang tau akan hukum ajaran agam islam tapi miris nya dia malah membenarkan semua kelakuan menjijikan Kirana dan fahad

miris pola pikir mu thor

belajar lagi ajaran islam
*islam melaknat pelakor dan pebinor
*islam melaknat lelaki mendekati istri orang
*islam melaknat istri mencerita masalah rumah tangganya pada lelaki lain
*islam melaknat istri yang dekat dengan pria lain
*islam melaknat istri yang membela pria lain didepan suaminya
*islam melaknat istri menjatuh kan kehormatan suaminya didepan pria lain
*islam melaknat istri yang tidak bisa menjaga kehormatan suaminya
*islam melaknat istri yang bisa membuat fitnah dengan dekat dengan pria lain

belajar agama lagi dengan benar, ingat thor walaupun ini hanya novel tapi cara kau membenarkan sebuah kesalahan niscaya kau akan diminta pertanghunh jawaban

renungkan lah
Shifa Burhan
sefatalnya kesalahan syakir tapi lebih menjijikan kelakuan Kirana yang seorang istri, curhat pada lelaki lain, tinggal dengan lelaki lain, pergi dengan lelaki lain, mengunbar aib rumah tangganya pada lelaki lain, merendahkan harga diri suaminya didepan pria lain, memilih pria lain didepan suami

kelakuan Kirana lebih menjijikan dari seorang pelacur sekalipun, tapi miris, tidak bermoral nya, munafik nya novel ini dan pemikiran author malah membenarkan semua kelakuan Kirana

mudah mudahan saja author punya suami yang sifatnya kayak Kirana dan punya teman wanita yang baiknya kayak fahad, amin
Shifa Burhan
yang membuat novel ini jadi munafik adalah
*melaknat kelakuan pelakor fatma tapi kalian memuja kelakuan pebinor fahad
*kalian melaknat intrkasi syakir dan fatma tapi kalian malah membenarkan intrkasi Kirana dan fahad
soesi soesi
Kecewa
soesi soesi
Buruk
Ira Sulastri
Kl jd istrinya udah saya tinggalkan, bukan mau durhaka tp realita jg kebutuhan banyak. Untuk apa mempertahankan rumah tangga yg tak sehat jg
Ira Sulastri
Alloh tak akan menurunkan rejeki kl hanya bersholawat saja tp di barengin dg ikhtiar/ usaha, kl pernikahan dr awal sdh di awali dg kebohongan hidup tak akan damai karena akan terbiasa dg kebohongan2 selanjutnya
Ira Sulastri
Suami mmg harus di ingatkan kewajiban, jangan mau enaknya saja. Kebutuhan banyak dan harga serba ganti harga bukan naik lg
Ira Sulastri
Lebih baik pergi cari kerja untuk anak2 drpd berharap dg suami sampah, g ada usaha untuk keluarga
Ira Sulastri
Jangan kasih ampun untuk Sinta, jangan pernah jenguk dia di hotel prodeo. Biarkan dia menghabiskan sisa hidupnya disana, merenung kejahatan yg SDH di lakukan nya
Ira Sulastri
Daniel harusnya rumah di pasangi cctv supaya kamu mudah memantau keadaan rumah di saat Melati kau tinggalkan, kasih penjaga an untuk Melati. Gugatan cerai ga usah ngomong ke Sinta, toh Sinta ga jauh dr Melati karena dia sama aja sebagai alat oleh Baskoro
Ira Sulastri
Lah Daniel gimana sih udah punya bukti kejahatan Sinta dan keluarganya kok ga cerai kan Sinta dr kemarin2, malah di diamkan saja. Kan jd berlarut-larut masalah nya
Jue
Lelaki seperti Syakir di panggil dayus , Nafsu berbini dua tapi mampu berlaku adil , Setiap solat mahupun segala amalan tidak di jadikan tiang untuk kehidupan seharian , Jangan sembang soal derhaka pada orang tua lah , Saat kamu menikah dengan Kirana janji pada tuhan untuk menjadikan Kirana tulang rusuk tanpa tersakiti aja kamu abaikan ,
Orang lelaki ketika kamu menikah keluarga kecilmu adalah tanggungjawab utama , Anak-anak boleh patuh pada orang tua tapi itu berlaku kalau orang tua masih hidup berlandaskan syariat agama , Ini orang tua seperti ibu bapa Syakir tak wajib ditaati lelaki itu boleh bersikap keras kerana mereka nakhoda setiap bahtera rumah tangga .
falea sezi
karma buat orang tua syakir ngerii
falea sezi
uda jd pelakor ngambil suami Kirana skg jd pelakor lagi hadeh
falea sezi
hadehh mending cerai lah kasian Kirana syakir egois keluarga egois Fatimah sama aja ma fahad aja
falea sezi
halah km emank mau dimadu kah bunda ayu egois sadar
Pipit Suciati
Luar biasa
Hanipah Fitri
Syakir sepertinya ketabrak mobil
Hanipah Fitri
yg sangat bersalah dari hal ini adalah bunda Ayu dan Ayah nya Syakir, karna tidak berterus terang mengenai Syakir yg telah mempunyai istri, seandainya terus terang kepada umi Amirah dan Abi Fatih tdk akan seperti ini kondisi nya.
ibu ayu terlalu memaksakan dan telah memisahkan antara Syakir dan Kirana
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!