Sila, adalah gadis 17 thn yang hidup di desa bersama nenek dan paman pamanya di sebuah perkampungan. Karena sejak berumur 2 thn, dia sudah di tinggalkan oleh kedua orang tuanya karna bercerai. Dan semenjak itupun hidupnya seketika menjadi malam yang tak ada habisnya.
Pada saat kelulusan SMAnya dia tidak terlihat bahagia,karna tak ada satupun orang yg menemaninya datang kesekolah. Karena paman ,bibi,dan neneknya tidak perduli terhadapanya . Karena mungkin di pemikiran keluarganya itu sila hanya sebuah beban!.Saat itu juga , setelah lulus dari sekolah nya, hati sila bertekat untuk pergi merantau mencari pekerjaan. Supaya dia bisa menghidupi dirinya sendiri tanpa merepotkan orang lain..
Malam sebelum sila brangkat merantau,sila pun berpamitan dengan neneknya, sekedar meminta izin.
"Nek besok aku akan pergi merantau ke Jakarta ,Sila ingin meminta izin sama nenek , dan juga tolong doain sila biar betah disana ya nek." Ucap Sila dengan tatapan sendu.
"Mau kerja kamu Sil. Ya bagus lah kala
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Siti Aminah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bertemu Kembali eps 22
Keesokan harinya, setelah semua selesai sarapan Sadi lalu pergi untuk bekerja. Sementara ibu nya, seperti biasa langsung pergi menghilang ntah kemana.Setelah Sila selesai membersihkan rumah dia lalu pergi untuk membeli sayuran untuk makan siang dan malam nanti.
Di tempat jualan sayur, Sila merasa sangat bingung,apa yang harus di belinya dengan uang lima ratus ribu yang harus cukup untuk satu bulan itu.
Sila lalu mengambil satu papan tempe, satu bungkus tahu,sayur asem dan sayur sop masing masing satu bungkus dan cabai.Karena hanya itu yang menurut sila paling murah supaya ia bisa berhemat.
"Saya ambil ini aja ya bang." Ucaap sambil menujukan barang yang ia pilih kepada tukang sayur nya.
" Oh iya neng saya hitung dulu ya." Jawab si tukang sayur."Tumben neng cuma ambil ini aja. Biasa nya kalau si ibunya yang blanja pasti beli ayam ,ikan dan yang lainya." Lanjut si tukang sayur.
"Ah iya bang cuma lagi pengen irit aja.Jadi berapa semua nya bang?" Tanya Sila yang tidak mau terlalu lama di tempat itu.
"Oh iya jadi semuanya dua puluh lima ribu neng" Ucap nya sambil memberikan kantong kresek yang berisikan semua blanjaan Sila.
"Ohh iya, ini uangnya ya bang." Ucap Sila sambil memberikan selembar uang seratus ribu an.
Setelah menerima kembalian uangnya sila segera membawa blanjaanya pulang kerumah.
...----------------...
Setelah sampai rumah, Sila menyimpan blanjaanya dan ia segera menuju kamarnya untuk beristirahat sebentar. Karena keadaan sila yang sedang berbadan dua membuat sila sering merasa capek.
Untung ia sudah selesai membersihkan rumah. Jadi dia bisa istirahat dulu sebelum memulai masak untuk makan siang ia dan ibu nya.
...----------------...
Setelah rasa capeknya hilang.Sila segera menuju dapur untuk memasak.Karena hari juga sudah semakin siang.Ia memasak sayur sop,goreng tahu dan membuat sambal.
Setelah semua masakan nya matang, Sila segera memanggil ibunya untuk mengajaknya makan siang.Tetapi setelah melihat menu makanan yang akan mereka makan sangat sederhana ibunya Sadi langsung memarahi Sila.
"Ini yang kamu masak buat makan siang sil.Kamu gila ya.Mana selera saya makan makanan kaya gini." Ucap ibu mertuanya itu seakan jijik memandang tahu goreng nya.
"Maaf bu.Tapi Sila memang cuma bisa masak ini biar bisa berhemat. Soalnya Sila cuma di kasih lima ratus ribu buat satu bulan sama mas sadi,jadi sila harus bisa memutar otak biar uang itu cukup sampai Sila dikasih uang lagi sama mas Sadi." Ucap Sila,ia sangat kaget dengan selera ibu nya yang menurutnya sangat tinggi sampai makanan seperti ini aja ia tidak suka.
"Halah kamu itu pasti cuma alasan aja kan,biar uangnya bisa kamu blanjain yang lain." Ucap mertuanya itu menuduh.
"Ya allah bu.Sila blanja apa sih,buat beli ayam aja ngga berani takut ngga cukup buat sebulan. Lagian kan mas sadi cuma kasi sila segitu juga karena uang nya kan udah di kasihkan ke ibu. " Ucap Sila yang sudah tidak tahan lagi dengan omelan ibu mertuanya itu yang terus menerus.
"Oh jadi kamu ngga suka kalau Sadi kasih ibu uang,kamu iri sama ibu ya." Ucap ibu mertuanya itu dengan sedikit meninggikan suaranya.
sila sangat kesal dengan perkataan perkataan ibu mertuanya itu,tapi sila berusa untuk tenang dan sabar
"Bukan gitu bu maksut Sila, Sila cum.." Ucap Sila yang langsung di potong oleh ibu mertuanya.
"Halah kamu itu terlalu banyak alasan.Mending pergi ajalah cari makan di luar yang bisa bikin nafsu makan" Ucap ibu mertuanya itu sambil berlalu pergi meninggalkan Sila.
Sabarr sabarr sabarrr! Sila terus mengelus dadanya yang sudah mulai panas.Namun Sila tidak berani untuk marah karena bagaimnapun ibu mertuanya itu adalah orang tua yang harus ia hormati.
Sila akhirnya memakan makananya sendiri ,padahal menurut Sila makanan seperti itu sudah bisa di nikmati dan bisa membuatnya kenyang.Tetapi kenapa ibu mertuanya itu sangat tidak menyukainya. Batin nya.
...----------------...
Malam harinya dengan sayur dan tempe yang sila beli pagi tadi ,Sila tetap memasaknya walau ibunya mungkin juga tidak akan suka dengan masakanya.Karena fikir Sila, kalau akan beli ayam siang tadi juga pasti ayam nya sudah habis di tukang sayur itu.Jadi dia akan beli ayam dan ikan nya besok pagi. Mungkin ibu mertuanya itu bisa memakluminya.
Setelah Sadi pulang dari kantor dan sudah membersihkan dirinya , mereka lalu berkumpul di meja makan untuk makan malam.Tiba tiba ibu mertua nya itu kembali memarahi Sila seperti tadi siang.
"Ya ampun Sila! Kamu itu tuli apa gimna sih. Saya kan udah bilang kalau saya ngga selera makan makanan kaya gini.Tetep aja masak nya kaya gini.Kamu tu sengaja ya biar ibu ngga ikut makan."
**Bersambung.....
Happy reading teman teman🌷🌷🌷**