Zhe Zhe Zinanda, berdiri lima jam di altar pernikahan. Hari ini pengantin pria yang seharusnya menemaninya mengucap janji suci pernikahan, tidak datang. Hingga semua tamu undangan yang hadir satu persatu pergi dan meninggalkan tempat resepsi.
Zhoe Khaman, pergi ke luar negeri di hari pernikahannya. Apa sebenarnya yang terjadi? Kenapa Zhoe pergi meninggalkan pernikahannya?
Saksikan kisah mereka di sini.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sekar Laveina, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 21. Lembaran baru
Zhe Zhe dan Eva masuk ke dalam ruangan Zhoe. Zhoe menghampiri mereka yang masih berdiri di depannya.
“Ada apa, Va?” tanya Zhoe pada sang sekretaris.
“Saya mau pamit pulang dan sekalian menyerahkan berkas ini,” jawab Eva. Setelah Zhoe menerima berkasnya Eva pun pergi dan menutup pintu ruangan Zhoe.
“Duduklah, Zhe!” ucap Zhoe mempersilakan Zhe Zhe duduk di sofa. Setelah mereka, duduk Zhoe kembali bertanya “Ada apa? Tumben mencariku di jam pulang kantor seperti ini,” ucap Zhoe.
Zhe Zhe bingung mau menjawab apa, tapi Zhe Zhe sudah berjanji pada dirinya sendiri, seperti apapun nanti hasilnya dia hanya ingin jujur dan mencoba menjalani kembali hubungannya dengan Zhoe.
“Zhoe, kau baik-baik saja? Steve bilang kalau kamu sakit. Em, Zhoe, apakah kau mencintaiku?” tanya Zhe Zhe dengan serius.
“Kenapa? Apa kau ingin memintaku untuk menyerah pada cintaku,” jawab Zhoe.
“Nikahi aku, Zhoe!” ucap Zhe Zhe. Kata-kata yang diucapkan Zhe Zhe secara tiba-tiba tanpa pendahuluan itu membuat Zhoe tertegun dengan sedikit tersenyum aneh.
“Jika kau mencintaiku, nikahi aku! Sekarang atau tidak sama sekali!” ucap Zhe Zhe dengan pandangan mata serius ke arah mata Zhoe.
“Zhe! Apa kau serius dengan kata-katamu? Apa maksudmu menyuruhku menikahimu secara mendadak seperti ini? Pernikahan bukan hal main-main!” jawab Zhoe.
"Baiklah, waktumu habis untuk menjawab. Aku hanya butuh jawaban singkat. Bersedia atau tidak?" tanya Zhe Zhe lalu bangun dari sofa dan bersiap pergi.
Meskipun Zhoe tidak tahu apa maksud Zhe Zhe tiba-tiba meminta Zhoe menikahinya, tapi Zhoe tidak ingin melewatkan kesempatan sekecil apapun untuk bisa bersama Zhe Zhe. "Aku akan menikahimu, kapanpun kau inginkan. Jika kau ingin sekarang juga, maka, mari kita menikah!" Zhoe bangun dari sofa dan menarik tangan Zhe Zhe. Mereka pergi ke gereja terdekat dan memanggil seorang pendeta untuk menikahkan mereka saat itu juga.
"Aku tidak tahu, apakah tindakan yang aku ambil saat ini akan aku sesali di kemudian hari atau tidak. Aku hanya tidak ingin saat nanti cintaku benar-benar telah tertambat lagi padanya, dan dia kembali hilang," gumam hati Zhe Zhe dalam perjalanan pulang.
Senyum merekah menghias bibir Zhoe tanpa henti sambil mengendarai mobil. Zhe Zhe telah resmi secara agama sebagai istri dari Zhoe Khaman, tapi Zhe Zhe tidak mau serumah dengan Zhoe dan tetap ingin tinggal bersama Ocha dan ibunya.
*flashback
Saat mereka selesai mengucap sumpah pernikahan di depan pendeta, Zhe Zhe dan Zhoe hanya berciuman sekilas menempelkan bibir mereka berdua. Mereka keluar dari gereja sebagai pasangan suami istri.
"Aku lapar, kita makan malam dulu. Ada yang ingin aku sampaikan padamu," ucap Zhe Zhe. Zhoe menuruti semua ucapan dan keinginan Zhe Zhe. Mereka makan malam di resto seafood. Zhe Zhe sangat suka udang asam manis dan Zhoe lebih suka cumi goreng tepung yang C
crispy. Sambil makan Zhe Zhe menyampaikan apa yang ingin dia katakan pada Zhoe.
"Aku sudah sah menjadi istrimu, tapi aku tetap akan tinggal di apartemen. Meskipun aku menikah denganmu, tapi hatiku belum kau dapatkan kembali, jadi berusahalah mendapatkan kembali hatiku. Saat aku sudah merasa yakin dengan cintamu, baru aku akan pindah ke rumahmu dan juga mendaftarkan pernikahan kita secara resmi. Kurasa aku sudah cukup menyampaikan semuanya. Jika kau punya pertanyaan katakan disini sekarang!" ucap Zhe Zhe.
"Jadi, dia sebenarnya hanya ketakutan aku akan meninggalkannya seperti saat pernikahan dulu. Zhe, aku tidak pernah lari darimu. Semuanya karena ibuku, apa kau tahu aku sangat menderita. Sama seperti dirimu," gumam Zhoe dalam hati.
"Aku ingin bertanya, kenapa kau lebih memilih tinggal di apartemen bersama pria lain. Bukankah lebih baik tinggal dengan suamimu?" tanya Zhoe. Dia merasa tidak bisa menahan cemburunya. Karena bagi Zhoe, Ocha tetaplah seorang pria.
“Ozy, bukan orang lain, tapi dia kakak kandungku! Tidak usah bertanya bagaimana bisa. Dan di apartemen itu juga ada ibuku. Jadi aku ingin kau temui mereka sebagai menantu dan adik ipar yang baik, mengerti!” jawab Zhe Zhe dengan tegas.
"Ibu? Tante Silvi bukannya … maaf … sudah meninggal?" tanya Zhoe.
“Mama Silvi ternyata bukan ibu kandungku, tapi ibu Erin lah ibu kandungku dan Ozy adalah kakak kandungku!” jawab Zhe Zhe.
"Berarti aku harus tetap tinggal sendiri setelah menikah. Aku pikir ini adalah awal lembaran baru kehidupan kita. Ternyata aku masih harus berjuang," ucap Zhoe. Dia berpura-pura berwajah sedih agar Zhe Zhe kasihan padanya tapi Zhe Zhe malah meledeknya.
“Tambah jelek kalau pasang wajah memelas kaya gitu. Yang ada aku malah makin gak suka sama kamu," jawab Zhe Zhe cemberut.
Zhoe berubah jadi tersenyum manis. Zhe Zhe juga tersenyum menatap Zhoe. Mereka selesai makan dan Zhoe mengantar Zhe Zhe pulang.
^flashback off^
Zhe Zhe dan Zhoe sampai di gedung apartemen lima lantai. Zhoe gugup saat sudah berdiri di depan pintu apartemen. Zhoe takut jika ibu kandung Zhe Zhe atau pun Ozy menolak dan melarang mereka berdua untuk bersatu.
-------------------------
Tinggalkan jejak kalian ya reader.
Terima kasih buat yg sudah like n vote
Mampir jg disini yuk!
-Pengasuh Cantik Sang Putri CEO (END)
-Cinta Ada Karena Terbiasa (season 3)
-Cinta Ada Karena Terbiasa (END)
-Status Gantung Miss CEO
-Kupilih Hatimu (END)
-Putri Yang Tergadai
-Aunty Opposite Door I Love You
I Love you, readers ♥️♥️♥️
sukses thor
semangat
semangat