NovelToon NovelToon
Forbidden Love Of The Mafia King

Forbidden Love Of The Mafia King

Status: tamat
Genre:Mafia / Romansa-Tata susila / Cinta antar ras / Tamat
Popularitas:103k
Nilai: 5
Nama Author: Zas Novia

PROLOG
Shawn Salazar Knight adalah pria muda yang tampan, gagah, berkepribadian dingin, tegas & tidak banyak bicara. Putra dari pasangan Arsitek terkenal sekaligus pengusaha sukses Sall Sherwyn Knight & Sanchia Arelia Knight itu, bukan hanya sukses sebagai CEO di group perusahaan raksasa miliknya, tapi juga merupakan Ketua Klan Mafia terbesar di Inggris yang bernama Toddestern.
Shawn memiliki seorang adik bernama Shanaya Zarine Knight. Mungkin bagi banyak orang, hidup Shawn terlihat sangat sempurna. Namun ternyata sebuah perasaan terlarang terhadap adiknya,membuat hatinya begitu kacau dan menderita.Tanpa dia ketahui,bahwa sebenarnya Shanaya bukanlah adik kandungnya.Apa yang akan dilakukan Shawn untuk menghapus perasaannya terhadap Shanaya? Dan bagaimana reaksinya saat Shanaya dicintai oleh musuh besarnya yang bernama Sheran?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Zas Novia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 22 Kakak Angkat?

MARKAS CABANG TODDESTERN - COPENHAGEN, DENMARK

Shawn menatap tajam monitor CCTV yang menunjukkan Marisha alias Seira di ruang tahanan markas. Seira masih dalam keadaan tidak sadarkan diri, akibat pengaruh obat bius yang disuntikkan oleh Shawn 1 jam yang lalu.

Drake tampak menghampiri Shawn, setelah melakukan penyelidikan terhadap anak buah Sheran dan Seira yang berhasil mereka tangkap di ruang investigasi.

"Shawn, bagaimana luka tembak di punggungmu?" Shawn melirik Drake sekilas, lalu kembali mengarahkan pandangannya ke monitor CCTV.

"Sudah diobati oleh Dokter." Drake hanya berdehem menanggapi perkataan. Terlebih keadaan Shawn terlihat baik-baik saja, sehingga tidak ada yang harus Drake khawatirkan.

"Drake, informasi apa yang sudah kamu dapat?" Tanya Shawn to the point, sudah tidak sabar mendengar penjelasan Drake.

"Nama asli Marisha adalah Seira M. Laurent, pria yang kamu tembak sebelumnya adalah saudara kembar Seira yang bernama Sheran M. Laurent. Mereka berdua adalah anak dari Ketua klan besar Perancis Ange DeLaMort, yang bernama Allard Laurent. Motif mereka melakukan penyerangan besar-besaran terhadap klan kita adalah untuk meruntuhkan kekuatan Klan Toddestern dan merebut semua daerah kekuasaan Toddestern." Shawn tampak tidak mengubah ekspresi datar di wajahnya, meskipun sebenarnya dia cukup terkejut dengan apa yang didengarnya.

"Apa Ketua Klan itu mempunyai dendam di masa lalu terhadap Toddestern atau orangtuaku? Mungkinkan dia salah satu orang yang pernah Daddy hancurkan dulu?" Tanya Shawn lebih lanjut.

"Aku masih menyelidikinya, tapi menurut orang-orang yang aku tanyai, motifnya murni karena kekuasaan." Jawab Drake yang langsung diangguki Shawn.

"Hmm, besar juga nyali Ketua klan itu, dia sampai berani mengirim Putrinya untuk masuk ke dalam lingkungan kita Shawn. Seira, aku akui dia sangat pintar mengelabui kita. Bahkan saat kita menguji kejujurannya menggunakan mesin lie detector atau tes psikologi, dia lolos dari semua ujian itu dengan mudah. Aku yakin dia sangat manipulatif, jangan sampai kita tertipu lagi Shawn." Perkataan Drake membuat pandangan Shawn semakin tajam, bahkan seringaiannya muncul.

"Aku akan membuat dia membayar apa yang sudah dia lakukan pada kita semua. Aku akan tetap membiarkannya hidup sampai Shanaya kembali. Setelah itu aku akan menyiksa dan membunuhnya dengan cara yang tidak pernah dia bayangkan." Ucap Shawn penuh tekad.

*************************

PRIVATE ISLAND - DENMARK

Di sebuah mansion yang terletak di tengah pulau pribadi yang dikelilingi laut biru serta perkebunan yang luas, Sheran terbaring di atas tempat tidur mewah berukuran besar. Sheran meringis menahan rasa sakit akibat luka tembak di dada dan perutnya. Matthew dan dua anak buah Sheran yang bernama Jhordy dan Ben, hanya bisa menatap Sheran dengan tatapan khawatir tanpa bisa berbuat apa-apa. Berkali-kali Matthew menghubungi Dokter Jay, dokter pribadi Sheran yang sedang berada di Odense, namun nomor dokter itu sama sekali tidak bisa dihubungi.

"Aaargh.. Jhordy, Ben, bagaimana ini? Aku tidak berani mengeluarkan peluru dari dada dan perut Boss, meskipun disini ada perlengkapan medis yang cukup lengkap. Harusnya aku meminta Lupin (Pilot) untuk menjemput Dokter Jay dulu, bukannya langsung mencari tahu keberadaan Nona Muda dan anggota klan yang lain." Matthew meluapkan rasa kesal sekaligus kekhawatirannya, namun Jhordy dan Ben yang berdiri di belakang Matthew tidak berani mengeluarkan suara sepatah katapun. Mereka juga tidak tahu harus berbuat apa untuk menolong Boss mereka saat ini.

Hingga beberapa saat kemudian, Shanaya yang sudah sadar dari pingsannya di kamar sebelah, melangkah masuk ke dalam kamar dimana Sheran, Matthew, Jhordy dan Ben berada.

"Biarkan aku yang mengeluarkan peluru dari dada dan perut Sheran." Perkataan Shanaya berhasil membuat Matthew, Jhordy dan Ben membelalakan matanya. Di satu sisi, mereka merasa curiga pada Shanaya, takut Shanaya melakukan hal berbahaya pada Boss mereka. Namun di sisi lain, ada sedikit harapan di hati mereka, agar Shanaya bisa mengobati Boss mereka, Sheran.

"Kalian bisa mengawasiku, aku sungguh hanya ingin menolongnya." Matthew menatap Sheran yang terkulai lemas dengan masih menahan ringisannya. Setelah melihat anggukan lemah dari Sheran, Matthew akhirnya mengizinkan Shanaya untuk menolong Sheran.

"Baiklah.. Segera obati Boss sekarang juga, dan jangan berpikir untuk berbuat macam-macam. Karena kamu akan menyesal jika berani melakukannya." Ancam Matthew, namun Shanaya tampak tidak peduli.

Shanaya segera mendekat dan duduk di tepi tempat tidur, setelah mengambil 2 kotak medis berukuran besar dari atas meja. Benar saja, isi kotak itu cukup lengkap untuk mengeluarkan peluru dari dada dan perut Sheran dan juga menjahit lukanya.

"Tolong bantu aku mensterilkan peralatan ini." Jhordy dan Ben segera mendekat untuk membantu Shanaya, berbeda dengan Matthew yang hanya mengawasi Shanaya dengan mata elangnya.

"Tidak ada obat anestesi, Sheran akan sangat kesakitan jika.." Ujar Shanaya yang langsung dipotong oleh Sheran.

"Lakukan.. Saja.." Lirih Sheran.

Shanaya menepis rasa ragunya, karena melihat keadaan Sheran yang sudah begitu kesakitan. Keadaan Sheran akan semakin buruk, jika dua peluru itu tidak segera dikeluarkan. Hingga akhirnya, Shanaya mulai mengeluarkan peluru di dada Sheran terlebih dahulu, meskipun Sheran terlihat berusaha menahan sakit sekuat tenaganya.

*************************

Shanaya memandang wajah Sheran yang sudah terlelap selama beberapa jam, setelah Shanaya berhasil mengeluarkan peluru dan menjahit luka Sheran sebelumnya. Entah kenapa, Shanaya merasa khawatir dengan keadaan Sheran saat ini, meskipun Sheran sudah melakukan kesalahan besar dengan menculik dan mengancam keselamatan Shanaya juga keluarganya.

"Aaahh.." Tiba-tiba terdengar suara rintihan dari mulut Sheran. Shanaya segera mendekat dan duduk di tepi tempat tidur, khawatir Sheran membutuhkan bantuannya.

"Dimana.. Matthew?" Shanaya menyipitkan kedua matanya mendengar pertanyaan Sheran.

"Apa yang kamu maksud adalah temanmu yang bertato di leher itu?" Sheran mengangguk mengiyakan pertanyaan dari Shanaya.

"Sekitar 10 menit yang lalu dia keluar untuk menerima telepon. Apa perlu aku panggilkan?" Tanya Shanaya yang langsung ditanggapi gelengan kepala dari Sheran.

"Kenapa kamu menyelamatkanku?" Tanya Sheran lirih.

"Karena rasa kemanusiaan." Jawaban singkat Shanaya hanya diangguki Sheran. Namun seketika senyum tipisnya terulas.

"Aneh sekali, Shawn yang menembakku, tapi kamu malah menyelamatkanku. Shawn pasti sangat kecewa padamu." Perkataan Sheran yang diakhiri kekehan kecil, begitu mengejutkan Shanaya.

"Apa Kak Shawn yang menembakmu?" Sheran mengangguk singkat tanpa mengeluarkan jawaban. Mulut Shanaya seolah kelu, tidak menyangka kalau Sheran terluka karena Shawn, dan Shanaya justru menyelamatkan Sheran.

"Aku menembak punggung Shawn lebih dulu." Ucapan santai Sheran seketika memancing emosi Shanaya.

"Beraninya kamu menembak kakakku!!" Sheran bukannya merasa bersalah, dia justru kembali mengulas senyum tipisnya.

"Aku yakin dia tidak mengalami luka parah, setidaknya tidak lebih parah daripada aku." Emosi Shanaya kembali terpancing dengan perkataan Sheran yang terdengar sangat menyebalkan itu.

"Shawn sudah menangkap Seira, dan aku tidak akan mengampuninya jika berani menyakiti Seira. Akan aku pastikan dia menyesal, jika berani melakukan hal bodoh dengan mengancam keselamatan Seira. Karena kamu ada dalam kuasaku." Sheran memamerkan seringainya dengan tatapan berkilat tajam pada Shanaya. Namun Shanaya tidak terlihat takut sedikitpun, Shanaya justru mendekatkan wajahnya ke wajah Sheran, lalu menunjukkan senyum sinis di wajah cantiknya.

"Justru kamulah yang akan menyesal, kakakku pasti akan menghancurkanmu." Ancam Shanaya, yang langsung memancing emosi Sheran.

Sheran mencekik leher jenjang Shanaya dengan tangan kekarnya. Netra Sheran yang tajam tampak menghunus tepat di mata jernih Shanaya.

"Jangan pernah mengancamku. Aku yang akan menghancurkan kakak angkatmu lebih dulu." Perkataan Sheran membuat tenggorokan Shanaya semakin tercekat, bukan ancaman Sheran yang membuatnya begitu terkejut, tapi kata "kakak angkat" yang diucapkan Sheran sebelumnya.

'Kakak angkat? Apa maksud perkataannya itu?' Tanya Shanaya dalam hati.

*************************

Terima kasih banyak ya atas Like, Rate bintang 5, Favorit dan Comment-nya, selalu menjadi semangat dan motivasi lebih untukku menulis kisah Shawn juga Shanaya.

Semoga selalu sehat, bahagia, banyak rezeki dan sukses selalu ya semuanya. Love u all ❤️❤️❤️❤️❤️

1
Rubi Yanti
cemana ni cerita ny klau tak silap di bab 6 atau 5 marisha ni tomboy di bab 8 ni marisha rambut panjang setau saya klau rambut ny panjang tqk tomboy ank yatimpiatu lagi tapi bisa kuliah di tempat elit lagi bingung saya yng baca
ZasNov: Terima kasih sudah mampir baca Kak 🥰
Marisha dijelaskan "sedikit" tomboy, dari cara berpakaiannya Kak. Ga semua cwe tomboy rambut pendek kak, apalagi Marisha sukanya diikat ekor kuda 😄
Marisha dapat beasiswa bisa kuliah disana kak, dijelaskan di bab 11 🙏
Terima kasih banyak atas kritiknya Kak 🥰🙏
total 1 replies
Nana Niez
Luar biasa
ZasNov: 😍😍😍😍😍
Terima kasih banyak ya Kakak 🥰
Sehat, bahagia, banyak rezeki & sukses selalu ya 🌟🌟🌟🌟🌟
total 1 replies
Atik Marwati
👍👍👍👍
ZasNov: Terima kasih banyak ya Kakak, udah baca novel2 karya aku 🥰
Seneng banget aku Kak..🤗
Love u full Kakak.. 🥰🥰🥰🥰
Sehat, bahagia, banyak rezeki & sukses selalu ya 🌷🍁🌷🍁🌷🍁🌷🍁🌷🍁🌷
total 1 replies
Atik Marwati
senangnya semua akhirnya bahagia...
ZasNov: Sesuai harapan ya Kak 🥰🥰🥰🥰🥰
Terima kasih banyak ya Kakak 🥰
Sehat, bahagia, banyak rezeki & sukses selalu ya 🌷🍁🌷🍁🌷🍁🌷🍁🌷🍁🌷
total 1 replies
Atik Marwati
😀biar setengah memaksa akhirnya Drake punya pacar juga 🤭🤭
ZasNov: Iya Kak, akhirnya ya.. 😆
Terima kasih banyak ya Kakak 🥰
Sehat, bahagia, banyak rezeki & sukses selalu ya 🌷🍁🌷🍁🌷🍁🌷🍁🌷🍁🌷
total 1 replies
Atik Marwati
saatnya Drake bahagia
ZasNov: Iya betul Kakak.. ☺
Terima kasih banyak ya Kakak 🥰
Sehat, bahagia, banyak rezeki & sukses selalu ya 🌷🍁🌷🍁🌷🍁🌷🍁🌷🍁🌷
total 1 replies
Atik Marwati
walahhh....
ZasNov: 😣😣😣
Terima kasih banyak ya Kakak 🥰
Sehat, bahagia, banyak rezeki & sukses selalu ya 🌷🍁🌷🍁🌷🍁🌷🍁🌷🍁🌷
total 1 replies
Atik Marwati
🤭 padahal belum aman... tar ketahuan bisa berantem
ZasNov: Iya bener Kak.. 😄
Terima kasih banyak ya Kakak 🥰
Sehat, bahagia, banyak rezeki & sukses selalu ya 🌷🍁🌷🍁🌷🍁🌷🍁🌷🍁🌷
total 1 replies
Atik Marwati
aduh ....
ZasNov: Drake nyesek Kak..😣
Terima kasih banyak ya Kakak 🥰
Sehat, bahagia, banyak rezeki & sukses selalu ya 🌷🍁🌷🍁🌷🍁🌷🍁🌷🍁🌷
total 1 replies
Atik Marwati
rupanya shwan junior mendukung Drake ketemu keiva😀😀😀😀
Atik Marwati
hamil ..
ZasNov: Iya Kak.. 😄
Terima kasih banyak ya Kakak 🥰
Sehat, bahagia, banyak rezeki & sukses selalu ya 🌷🍁🌷🍁🌷🍁🌷🍁🌷🍁🌷
total 1 replies
Atik Marwati
semangat keiva aq mendukung mu...
ZasNov: Siap Kakak.. 🤗 #katakeiva
Terima kasih banyak ya Kakak 🥰
Sehat, bahagia, banyak rezeki & sukses selalu ya 🌷🍁🌷🍁🌷🍁🌷🍁🌷🍁🌷
total 1 replies
Atik Marwati
aduh piye nek Kabeh menghindar kapan Rep ketemu...
ZasNov: Iya Kak.. Keiva masih ga yakin sama perasaannya, Drake juga terlanjur kecewa makanya menghindar terus 😣
Terima kasih banyak ya Kakak 🥰
Sehat, bahagia, banyak rezeki & sukses selalu ya 🌷🍁🌷🍁🌷🍁🌷🍁🌷🍁🌷
total 1 replies
Atik Marwati
tapi aq tidak.. aq hanya mencintaimu shanaya...

🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰 shwan
ZasNov: Kalimat yang diharapkan Shanaya 😄
Terima kasih banyak ya Kakak 🥰
Sehat, bahagia, banyak rezeki & sukses selalu ya 🌷🍁🌷🍁🌷🍁🌷🍁🌷🍁🌷
total 1 replies
Atik Marwati
setidaknya dekat dengan shancia seira dapat merasakan kasih sayang seorang ibu...
ZasNov: Iya betul Kak.. 🥺
Terima kasih banyak ya Kakak 🥰
Sehat, bahagia, banyak rezeki & sukses selalu ya 🌷🍁🌷🍁🌷🍁🌷🍁🌷🍁🌷
total 1 replies
Atik Marwati
oh.. keiva sadari segera perasaanmu biar tidak patah lagi...
ZasNov: Keiva perasaannya labil Kak..😣
Terima kasih banyak ya Kakak 🥰
Sehat, bahagia, banyak rezeki & sukses selalu ya 🌷🍁🌷🍁🌷🍁🌷🍁🌷🍁🌷
total 1 replies
Atik Marwati
kirain keiva.. bukan to
susul aja ke... biar tidak terjadi sesuatu yang tidak diinginkan..
ZasNov: Cwe lain yang justru bikin Keiva ngerasa kepo Kak.. 🤭😄
Terima kasih banyak ya Kakak 🥰
Sehat, bahagia, banyak rezeki & sukses selalu ya 🌷🍁🌷🍁🌷🍁🌷🍁🌷🍁🌷
total 1 replies
Atik Marwati
shwan dah jadi kang bucin😀😀😀😀
ZasNov: Iya bener Kak..🤭😄
Terima kasih banyak ya Kakak 🥰
Sehat, bahagia, banyak rezeki & sukses selalu ya 🌷🍁🌷🍁🌷🍁🌷🍁🌷🍁🌷
total 1 replies
Atik Marwati
pelan tapi pasti ingatan shanaya kembali...
ZasNov: Iya benar Kak.. 😄
Terima kasih banyak ya Kakak 🥰
Sehat, bahagia, banyak rezeki & sukses selalu ya 🌷🍁🌷🍁🌷🍁🌷🍁🌷🍁🌷
total 1 replies
Atik Marwati
ya.. karena Drake mencintai kamu keiva...
ZasNov: Iya Kak.. 😄👍
Terima kasih banyak ya Kakak 🥰
Sehat, bahagia, banyak rezeki & sukses selalu ya 🌷🍁🌷🍁🌷🍁🌷🍁🌷🍁🌷
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!