Dicky, adalah laki-laki kampung yang miskin, tetapi sikapnya sangat Sombong dan menyebalkan karena selalu ingin dapat sendiri tanpa memikirkan perasaan orang lain yang ada di sekitarnya.
Dia pun mengaku-ngaku sebagai bujangan, padahal sudah pernah menikah dan telah menjadi seorang duda, namun pernikahan pertamanya itu tidak di ketahui orang terdekatnya bahkan keluarganya pun tidak ada yang tahu.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Duyungkesayangan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 22
Karena Tiara berteriak.
Kemudian ibunya yang sedang memasak di dapur pun ikut bertanya pada suaminya.
"Ada siapa sih pak? Tiara ko Teriak-teriak seperti itu, seperti orang ketakutan?"
"Tidak tahu bu, bapak juga bingung, katanya ada tamu."
"Ya sudah cepat bapak kedepan, takut terjadi apa-apa sama Tiara anak kita, ibu sedang memasak nih, karena jika di tinggal nanti masakan ibu pada gosong semua, dan kali aja itu tamunya penting!"
"Iya bu, ya sudah bapak kedepan dulu ya."
"Iya pak, Hati-hati?"
"Iya bu.' sahut pak iwan sambil berjalan tergesa-gesa.
Dan setelah sampai di ruang tamu, pak iwan melihat dari kaca jendela nya.
Oh ternyata ada Anak muda itu, pantas saja Tiara berteriak memanggil ku, ucap pak iwan.
Dicky duduk di teras rumah nya karena tadi cuman ada Tiara, dan dia tidak mengijinkan Dicky masuk ke dalam rumah nya.
"Eh ada nak Dicky, tanya pak iwan.
"Iya Pak ini saya."
"Ada apa ya, ko tadi anak saya berteriak memanggil saya! "
"Tidak ada apa-apa pak, tadi saya yang menyuruh Tiara memanggil bapak, maaf ya pak jika saya mengganggu."
"Ooh tidak apa-apa, lagi pula bapak sedang santai ko, ngomong-ngmong sudah sore begini nak Dicky dari mana?"
"Iya Pak saya kan hampir setiap hari kesini, seperti biasa bisnis, ya karena saya sudah kenal bapak ya saya mampir lagi kesini! "
"Begitu ya?"
"Iya pak, tadi saya bertemu Tiara, itu anak bapak cantik sekali ya."
"Iya nak, Alhamdulillah Tiara memang cantik karena dia anak perempuan. " sahut pak iwan.
"Tetapi beda pak, dia sangat cantik lebih dari yang lain, makanya saya suka sama dia, boleh tidak pak Tiara buat saya."
dengan mudahnya Dicky berbicara seperti itu, memangnya Tiara mainan.
"Boleh nak, asalkan Tiara suka sama nak Dicky, karena kalau bapak yang memaksa itu tidak mungkin."
Sahut pak iwan dengan lembut karena sebenarnya pak iwan juga tidak suka sama sifat Dicky yang terus-menerus datang kesini, dan mengganggu Tiara.
"Begitu ya pak?" ucap Dicky.
Ooh rupanya seperti itu, bapaknya kini sudah mengijinkan berarti sekarang tinggal mendekati anaknya, tetapi susah banget ni anak di deketin nya, tetapi tidak apa-apa lah setidaknya sudah dapat lampu hijau dari orang tuanya Tiara, gerutu Dicky di dalam bathinnya.
"Iya nak, Maaf karena bapak, tidak bisa memaksakan jika soal hati dan perasaan." ucap pak iwan.
"Iya pak tidak apa-apa, karena hari semakin sore, takut kemalaman di jalan, saya pulang dulu ya! "
"Iya nak.
Kemudian Dicky berpamitan dan bersalaman kepada pak iwan, lalu Dicky melangkah kan kedua kakinya dan dia pergi dengan kendaraan bermotor nya itu.
Heran itu anak, tidak pernah merasa bosan, datang lagi datang lagi, sudah tahu bahwa Tiara tidak suka, tetapi masih saja mampir kesini ucap pak iwan, setelah Dicky pergi meninggalkan rumah nya.
"Assalamu'alaikum?" ucap Dede membuyarkan lamunan pak iwan, sehingga membuatnya terkejut.
"Waalaikum salaam!" eh ini Dede anaknya pak yusuf kan?"
"Iya pak, saya Dede anak pak yusuf." sahut Dede.
"Sini duduk De."
"Iya pak Terima kasih."
"Bagaimana sudah menemukan pekerjaan belum?"
"Belum pak, saya masih mencarinya! tetapi sampai saat ini belum menemukannya, susah banget mencari pekerjaan. " ucap Dede.
"Kalau begitu, mau Tidak Ikut sama Tiara besok, katanya di tempat bekerja sahabat nya itu membutuhkan dua karyawan lagi."
"Iya Saya mau pak." dengan semangat Dede menjawabnya.
"Dan kalau boleh tahu pekerjaan nya apa ya pak?"
"Katanya sih di pertokoan, namun sangat besar, Tunggu sebentar ya, bapak panggilkan Tiara dulu biar kalian kenal juga!"
"Iya baik pak, Terima kasih."
kemudian pak iwan memanggil Tiara.
"Tiara, nih ada Dede."
"Iya pak." Sahut Tiara.
Dan tidak membutuhkan waktu yang lama, Tiara langsung saja menghampiri pak iwan yang ada di teras rumahnya.
"Nih yang namanya Dede, kalian pasti cuman tahu nama kan, tetapi belum kenal da akrab, padahal tempat kita tidak terlalu jauh namun kalian jarang bertemu pastinya."
"Iya pak." sahut Dede.
"Ya sudah kalian ngobrol-ngobrol saja, bagaimana keputusannya, besak jadi berangkat atau tidak! "
"Iya pak. " Sahut Tiara.
"Bagaimana kamu masih membutuhkan pekerjaan tidak?" tanya Tiara.
"Masih lah kak." sahut Dede.
"Ya sudah kita besok pagi berangkat ya?"
"Bawa surat lamaran tidak?"
"Bawalah, sama poto copy KTP dan KK harus komplit!"
"Baik lah, Terima kasih ya, aku sudah mencari pekerjaan tetapi belum nemu juga, eh Alhamdulillah sekarang ada."
"Iya sama-sama saya juga ini informasi dari Zahra."
"Siapa itu Zahra. tanya Dede.
"Itu sahabat kecil aku, tetapi dia tinggal di kampung sebelah."
"Ooh begitu, ya sudah lah, siapa pun dia yang penting kita dapat pekerjaan, kalau begitu saya pamit pulang dulu ya, karena aku mau bersiap-siap dulu, Terima kasih informasi nya."
"Iya sama-sama, di tunggu besok pagi-pagi ya!." ucap Tiara"
"Iya, besok pagi aku kesini lagi kita berangkat sahutnya.
Dede semangat sekali dan merasa bahagia karena mendapatkan pekerjaan , yang dia cari-cari beberapa bulan terakhir ini, begitupun sebaliknya dengan Tiara, dia pun senang banget karena sudah menemukan rekan untuk berangkat besok pagi.
.
.
Mohon dukungannya, jangan lupa tinggal kan jejak like dan komentar nya, supaya makin semangat up lagi.
Mohon maaf masih banyak kekurangan nya, harap di mak'lum karena masih tahap belajar.
***** Terima kasih *****
kasihan Tiara 😭😭😭
semangat berkarya 🔥🔥🥰🥰